Review: Judy (2019)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Tom Edge, film terbaru arahan sutradara Rupert Goold (True Story, 2015), Judy, bercerita tentang sekelumit kisah perjalanan aktris sekaligus penyanyi legendaris Hollywood, Judy Garland. Telah menjadi idola banyak penikmat dunia hiburan semenjak dirinya kecil, Judy Garland (Renée Zellweger) mulai merasa karirnya menemui jalan buntu setelah usianya tak muda lagi. Atas saran managernya, serta kebutuhannya akan uang untuk menghidupi kedua anaknya, Judy Garland lantas menerima tawaran untuk menjadi seorang penampil tetap di sebuah klub malam di London, Inggris. Walau pada awalnya merasa setengah hati untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, kesuksesan pertunjukan yang selalu mampu menjual banyak tiket tersebut secara perlahan mulai memperbaiki kembali kehidupan Judy Garland. Namun, di saat yang bersamaan, kenangan buruk akan masa lalu serta kondisi kesehatannya yang terus menerus menurun, membuat performa penampilannya mendapatkan kritikan tajam dari banyak pihak. Continue reading Review: Judy (2019)

The 92nd Annual Academy Awards Winners List

Sejarah baru! Untuk pertama kali dalam 92 tahun pelaksanaannya, Academy of Motion Picture Arts and Sciences memilih sebuah film berbahasa asing sebagai pemenang Best Picture. Berbekal enam nominasi, Parasite (2019) arahan sutradara asal Korea Selatan, Bong Joon-ho, berhasil merebut gelar sebagai Best Picture di ajang The 92nd Annual Academy Awards sekaligus memenangkan tiga kategori lainnya, termasuk kategori Best Director untuk Bong. Parasite berhasil menyingkirkan para pesaingnya, Joker (Todd Phillips, 2019) yang memenangkan dua kategori dari sebelas nominasi yang diraih, Once Upon a Time in… Hollywood (Quentin Tarantino, 2019) yang juga memenangkan dua kategori dari sepuluh nominasi, serta 1917 (Sam Mendes, 2019) yang berhasil memenangkan tiga kategori dari sepuluh nominasi, Kecuali The Irishman (Martin Scorsese, 2019) yang pulang dengan tangan hampa, seluruh peraih nominasi di kategori Best Picture berhasil memenangkan setidaknya satu kategori lainnya. Continue reading The 92nd Annual Academy Awards Winners List

Review: Little Women (2019)

Jelas merupakan salah satu novel terpopular sepanjang masa di Amerika Serikat – bahkan dunia, Little Women (1868) yang ditulis oleh Louisa May Alcott telah diadaptasi ke berbagai media, mulai dari film, film televisi, serial televisi, drama panggung, hingga drama radio. Hollywood sendiri, semenjak tahun 1917, tercatat telah menghasilkan tujuh film yang alur kisahnya diadaptasi dari Little Women dengan nama-nama aktris besar seperti Katharine Hepburn, Elizabeth Taylor, Janet Leigh, Winona Ryder, Kirsten Dunst, Claire Danes, dan Susan Sarandon pernah turut terlibat didalamnya. Adaptasi terbaru dari Little Women hadir dalam arahan Greta Gerwig (Lady Bird, 2017) berdasarkan naskah cerita yang juga ditulisnya sendiri. Berbeda dengan kebanyakan film adaptasi Little Women sebelumnya yang memberikan fokus pengisahan yang besar bagi sosok Jo March, Gerwig membuka ruang pengisahan yang lebih luas bagi karakter kakak beradik March lainnya meskipun tetap menjadikan karakter Jo March menjadi sosok sentral bagi pengisahan film. Pilihan berani nan cerdas yang ternyata berhasil menjadikan pengisahan Little Women tampil lebih hidup. Continue reading Review: Little Women (2019)

Review: The Turning (2020)

The Turning bukanlah film pertama yang alur ceritanya diadaptasi dari novela karangan Henry James, The Turn of the Screw (1898). Tercatat, industri film dunia telah berulangkali memberikan interpretasi mereka atas kisah horor tersebut, termasuk The Innocents (Jack Clayton, 1961) yang kini dianggap sebagai salah satu film horor terbaik sepanjang masa serta prekuelnya yang berjudul The Nightcomers (Michael Winner, 1971) yang dibintangi oleh aktor Marlon Brando. The Turning sendiri merupakan usaha dari Steven Spielberg, yang menjadi salah satu produser eksekutif bagi film ini, untuk menceritakan ulang The Turn of the Screw dengan menempatkan Juan Carlos Fresnadillo (28 Weeks Later, 2007) sebagai sutradara bagi proyek film yang mulai dikembangkan dengan judul Haunted semenjak tahun 2016 ini. Perbedaan visi antara Spielberg dengan Fresnadillo lantas menghentikan pengembangan Haunted, membuat Spielberg kemudian menempatkan Floria Sigismondi (The Runaways, 2010) untuk menggantikan posisi Fresnadillo sebagai sutradara, serta sekaligus mengganti judul film menjadi The Turning. Continue reading Review: The Turning (2020)

Review: Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn (2020)

Masih ingat ketika DC Extended Universe memperkenalkan Jared Leto sebagai pemeran terbaru dari karakter antagonis ikonik Joker lewat Suicide Squad (David Ayer, 2016) namun dunia malah kemudian terpesona dengan penampilan apik Margot Robbie yang berperan sebagai sosok karakter kekasih dari Joker yang bernama Harley Quinn? Well… keberhasilan Harley Quinn untuk mencuri perhatian – dan kepopuleran nama Robbie yang terus menanjak di Hollywood – memberikan ide bagi Warner Bros. Pictures dan DC Films untuk memproduksi sebuah film sempalan bagi Suicide Squad yang menjadikan Harley Quinn sebagai bintang utama dari film tersebut. Selain memberikan porsi pengisahan yang lebih luas bagi karakter Harley Quinn, film berjudul Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn, atau mungkin akan lebih mudah untuk menyebutnya sebagai Birds of Prey, yang diarahkan oleh Cathy Yan (Dead Pigs, 2018) ini juga akan memperkenalkan sejumlah karakter perempuan krusial lainnya yang jelas memiliki potensi untuk mendapatkan pengembangan cerita lebih lanjut jika Birds of Prey mendapatkan tanggapan yang memuaskan dari para penonton. Continue reading Review: Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn (2020)

Review: Akhir Kisah Cinta Si Doel (2020)

Semua akan berakhir seiring dengan bergulirnya waktu. Begitu pula dengan kisah cinta segitiga antara Doel, Sarah, dan Zaenab – tiga karakter utama dalam serial televisi Si Doel Anak Sekolahan yang kemudian diadaptasi menjadi seri film Si Doel the Movie. Merupakan lanjutan kisah dari Si Doel the Movie (2018) dan Si Doel the Movie 2 (2019) yang keduanya diarahkan oleh Rano Karno, Akhir Kisah Cinta Si Doel berkisah mengenai kegalauan yang dialami oleh Doel (Karno) dan Zaenab (Maudy Koesnaedi) setelah kedatangan Sarah (Cornelia Agatha) dari Belanda ke Jakarta dengan membawa anak hasil pernikahannya dengan Doel, Dul (Rey Bong). Tidak ingin hubungannya terus dibayangi oleh hubungan romansa masa lalu Doel dengan Sarah, Zaenab lantas memilih untuk meninggalkan Doel. Di saat yang bersamaan, Sarah sendiri kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan seluruh proses perceraiannya dengan Doel yang telah lama tertunda. Sebuah kondisi yang jelas mendorong Doel untuk segera mengambil sikap dalam menentukan arah hubungan romansanya di masa yang akan datang. Continue reading Review: Akhir Kisah Cinta Si Doel (2020)

Review: 1917 (2019)

Selepas mengarahkan Skyfall (2012) dan Spectre (2015) – yang menjadi dua film dari seri James Bond dengan raihan kesuksesan komersial terbesar sepanjang masa – Sam Mendes kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk 1917. Dengan naskah cerita yang digarap oleh Mendes bersama dengan Krysty Wilson-Cairns berdasarkan penuturan sang kakek, Alfred Mendes, yang merupakan seorang novelis sekaligus veteran perang, 1917 digarap Mendes sebagai sebuah pengalaman sinematis dimana para penontonnya akan menyaksikan perjalanan sang karakter utama dalam sebuah kesatuan linimasa cerita yang utuh – tanpa adanya interupsi dari konflik maupun karakter pendukung lain. Premis kisahnya sendiri terdengar sederhana: Berlatarbelakang masa Perang Dunia I di April 1917, dua orang prajurit Inggris, Lance Corporal Tom Blake (Dean-Charles Chapman) dan Lance Corporal William Schofield (George MacKay), ditugaskan oleh pimpinan mereka, General Erinmore (Colin Firth), untuk menyampaikan pesan ke sebuah batalyon di Resimen Devonshire bahwa pasukan Jerman telah menyiapkan sebuah serangan jebakan yang dapat membunuh seisi batalyon tersebut. Mendes, hebatnya, memberikan garapan yang berhasil membuat setiap menit perjalanan cerita film ini tampil begitu memukau. Continue reading Review: 1917 (2019)

Review: Anak Garuda (2020)

Meskipun sama-sama berkisah tentang kehidupan para pelajar dari sekolah Selamat Pagi Indonesia, sama-sama memiliki barisan karakter dengan nama serta potongan kisah yang serupa, serta sama-sama diarahkan oleh Faozan Rizal berdasarkan naskah cerita yang ditulis oleh Alim Sudio, Anak Garuda bukanlah sebuah sekuel dan sama sekali tidak memiliki keterikatan penceritaan dengan Say I Love You yang dahulu sempat dirilis di penghujung tahun 2019. Sebuah reboot berusia dini? Mungkin saja. Jika Say I Love You memiliki konsentrasi cerita yang berada pada sosok karakter Sheren dan Robet, maka kedua karakter tersebut kini menjadi bagian dari tatanan pengisahan yang lebih luas dalam jalan cerita Anak Garuda. Sayangnya, menghadirkan skala cerita dalam ukuran lebih besar tidak serta merta menjadikan sebuah film menjadi lebih baik. Kehadiran banyak karakter yang coba mengisi linimasa penceritaan Anak Garuda justru membuat film ini tidak memiliki fokus cerita yang kuat sekaligus bangunan konflik yang benar-benar menarik. Continue reading Review: Anak Garuda (2020)

Review: Bad Boys for Life (2020)

Bad boys, bad boys. Whatcha gonna do? Whatcha gonna do when they come for you?”

17 tahun semenjak perilisan Bad Boys II (Michael Bay, 2003), perjalanan seri film Bad Boys kini berlanjut dengan Bad Boys for Life. Meskipun kursi penyutradaraan kini beralih dari Bay ke duo sutradara asal Belgia, Adil El Arbi dan Bilall Fallah, Will Smith dan Martin Lawrence masih tetap hadir untuk memerankan dua karakter ikonik mereka, Detective Lieutenant Michael “Mike” Lowrey dan Detective Lieutenant Marcus Burnett. Dikisahkan, Detective Lieutenant Marcus Burnett yang baru saja menjadi seorang kakek lantas mengungkapkan niatnya untuk pensiun dari kepolisian. Niat yang, tentu saja, mendapatkan sambutan dingin dari rekannya, Detective Lieutenant Mike Lowrey, dan menyebabkan kerenggangan pada hubungan mereka. Di tengah permasalahan tersebut, Detective Lieutenant Mike Lowrey menjadi sasaran tembak oleh seorang pembunuh bayaran yang membuat kondisinya menjadi kritis. Kejadian tersebut jelas membuat Detective Lieutenant Marcus Burnett panik dan lantas mulai menyelidiki apa yang terjadi pada rekannya. Continue reading Review: Bad Boys for Life (2020)

Review: Dolittle (2020)

Setelah Doctor Dolittle (Richard Fleischer, 1967) – yang berhasil meraih sembilan nominasi, termasuk nominasi di kategori Best Picture, dari ajang The 40th Annual Academy Awards – serta Doctor Dolittle (Betty Thomas, 1998) – yang dibintangi Eddie Murphy dan mampu meraih sukses besar secara komersial sehingga dibuatkan empat film sekuelnya, Hollywood seperti masih belum akan berhenti mencoba untuk mengadaptasi seri buku Doctor Dolittle yang ditulis oleh Hugh Lofting. Kali ini, adaptasi dari seri buku cerita anak-anak popular tersebut hadir lewat Dolittle yang diarahkan oleh Stephen Gaghan (Gold, 2016) dan menampilkan Robert Downey Jr. sebagai pemeran sang karakter utama. Apakah kisah klasik petualangan Doctor Dolittle yang dapat berkomunikasi dengan hewan-hewan yang berada di sekitarnya masih mampu untuk menarik perhatian penonton yang jelas kini banyak berasal dari generasi yang berbeda? Well… Biaya produksi sebesar lebih dari US$175 juta yang dikucurkan oleh Universal Pictures mungkin berhasil menciptakan gambar-gambar dengan unsur efek visual khusus yang cukup meyakinkan. Namun, sayangnya, kualitas paparan cerita dan pengarahan Gaghan yang jauh dari mengesankan membuat Dolittle hadir menjadi presentasi film keluarga yang monoton dan begitu membosankan. Continue reading Review: Dolittle (2020)

Review: Playing with Fire (2019)

Dengan film-film seperti You Again (2010), Parental Guidance (2012), dan Paul Blart: Mall Cop 2 (2015) mengisi daftar filmografinya, sepertinya cukup mudah untuk sedikit menduga presentasi film semacam apa yang akan dihadirkan Andy Fickman lewat film terbaru arahannya, Playing with Fire. Memanfaatkan talenta akting dan kemampuan komedi dari nama-nama seperti John Cena, John Leguizamo, dan Keegan-Michael Key, Playing with Fire berkisah mengenai sekelompok pasukan pemadam kebakaran khusus yang baru saja menyelamatkan tiga orang anak, Brynn (Brianna Hildebrand), Will (Christian Convery), dan Zoey (Finley Rose Slater), yang kediamannya mengalami kebakaran ketika orangtua mereka sedang berada di luar rumah. Sial, menangani anak-anak ternyata bukanlah sebuah kemampuan yang dimiliki Jake Carson (Cena), Mark Rogers (Key), Rodrigo Torres (Leguizamo), dan Axe (Tyler Mane). Keempat anggota pasukan pemadam kebakaran khusus tersebut harus berjuang semalaman dalam menghadapi kenakalan Brynn, keisengan Will, serta tangis besar yang dikeluarkan Zoey ketika mereka harus menunggu orangtua ketiga anak tersebut untuk datang dan menjemput mereka. Continue reading Review: Playing with Fire (2019)

The 92nd Annual Academy Awards Nominations List

Banyak catatan menarik dari pengumuman nominasi The 92nd Annual Academy Awards. Joker (Todd Phillips, 2019) berhasil melampaui ekspektasi banyak pihak dengan raihan sebelas nominasi termasuk di kategori Best Picture, Best Director, Best Actor in a Leading Role untuk penampilan prima Joaquin Phoenix, dan Best Adapted Screenplay untuk naskah cerita yang ditulis Phillips bersama dengan Scott Silver. Raihan sebelas nominasi tersebut juga tidak hanya menjadikan Joker sebagai film peraih nominasi terbanyak di ajang penghargaan Academy Awards kali ini namun juga menjadikannya sebagai film hasil adaptasi komik tersukses di sepanjang sejarah pelaksanaan ajang penghargaan insan film paling prestisius di Amerika Serikat (dunia?) tersebut. Kesuksesan Joker diikuti oleh 1917 (Sam Mendes, 2019), The Irishman (Martin Scorsese, 2019), dan Once Upon a Time in… Hollywood (Quentin Tarantino, 2019) yang sama-sama meraih sepuluh nominasi. Ketiga film tersebut juga akan bersaing bersama dengan Joker serta Ford v Ferrari (James Mangold, 2019), Jojo Rabbit (Taika Waititi, 2019), Little Women (Greta Gerwig, 2019), Marriage Story (Noah Baumbach, 2019), dan Parasite (Bong Joon-ho, 2019) untuk memperebutkan gelar Best Picture. Continue reading The 92nd Annual Academy Awards Nominations List

Review: Abracadabra (2020)

Sutradara Habibie & Ainun (2012), Faozan Rizal, menghadirkan sebuah presentasi cerita yang baru dan cukup berbeda dalam film terbarunya, Abracadabra. Berdasarkan naskah cerita yang juga ditulisnya, Abracadabra berkisah mengenai seorang pesulap ternama bernama Lukman (Reza Rahadian) yang memutuskan untuk mundur dari profesi yang digelutinya selama ini. Dalam pertunjukan terakhirnya, Lukman telah menyusun rencana agar trik sulap yang ia tunjukkan gagal. Trik yang ia tampilkan adalah trik untuk melenyapkan seseorang setelah ia memasuki kotak yang dibawa Lukman. Sebuah trik sulap yang cukup familiar. Abracadabra! Sosok yang dipilih Lukman untuk masuk ke dalam kotak tersebut ternyata benar-benar menghilang. Sialnya, Lukman sendiri tidak mengetahui kemana orang itu pergi atau menghilang serta bagaimana cara mengembalikan keberadaannya. Jelas saja Lukman kemudian menjadi buruan pihak kepolisian yang menuduhnya telah melakukan tindak penculikan orang. Continue reading Review: Abracadabra (2020)

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar