Review: Cats (2019)

Menyusul kesuksesan adaptasi layar lebar Les Misérables (2012) yang berhasil meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$441 juta selama masa tayangnya serta mendapatkan delapan nominasi di ajang The 85th Annual Academy Awards dan memenangkan tiga diantaranya, Tom Hooper kembali ke ranah musikal melalui Cats. Seperti halnya Les Misérables, Cats diadaptasi dari sebuah drama panggung berjudul sama yang diciptakan oleh komposer Andrew Lloyd Webber – yang juga bertugas sebagai penata musik di film ini – berdasarkan buku kumpulan puisi berjudul Old Possum’s Book of Practical Cats yang ditulis oleh T. S. Eliot. Dengan naskah cerita yang digarap Hooper bersama dengan Lee Hall (War Horse, 2011), versi film dari Cats masih menuturkan kisah yang sama seperti drama panggungnya: Tentang sekelompok kucing yang menyebut diri mereka sebagai kelompok Jellicle yang di satu malam khusus kemudian berkumpul dan memilih salah satu diantara mereka untuk dikirimkan ke Heaviside Layer – sebuah istilah yang digunakan untuk proses kelahiran kembali guna menjalani sebuah kehidupan yang baru. Continue reading Review: Cats (2019)

Review: Spies in Disguise (2019)

Merupakan film animasi yang menjadi debut pengarahan bagi Troy Quane dan Nick Bruno, Spies in Disguise berkisah mengenai seorang pemuda jenius bernama Walter Beckett (Tom Holland) yang bekerja di sebuah biro investigasi untuk menciptakan berbagai gawai berteknologi tinggi guna mendukung tugas setiap agen rahasia di biro investigasi tersebut. Kejeniusan Walter Beckett membuatnya mampu menghasilkan berbagai gawai yang meskipun terdengar aneh namun sebenarnya sangat efektif dan bermanfaat. Sial, ketika menciptakan sebuah alat yang dimaksudkan dapat membuat penggunanya menjadi tak kasat mata, Walter Beckett secara tidak sengaja mengubah agen rahasia Lance Sterling (Will Smith) menjadi seekor merpati. Walter Beckett dan Lance Sterling jelas panik mengingat sang agen rahasia kini sedang menghadapi sebuah penyelidikan kasus yang sangat berbahaya. Dengan berbagai keterbatasan yang mereka miliki, keduanya kini harus saling bekerjasama untuk mengubah Lance Sterling kembali menjadi manusia sekaligus menyelesaikan kasus yang sedang ia tangani. Continue reading Review: Spies in Disguise (2019)

Review: Imperfect (2019)

Dengan naskah cerita yang diadaptasi oleh Ernest Prakasa bersama dengan Meira Anastasia dari buku karangan Anastasia sendiri yang berjudul Imperfect: A Journey to Self-Acceptance, Imperfect bertutur tentang rasa tidak percaya diri yang dimiliki oleh seorang gadis bernama Rara (Jessica Mila) akibat postur tubuhnya yang gemuk serta kulitnya yang berwarna gelap. Meskipun telah memiliki Dika (Reza Rahadian) yang dengan sesungguh hati telah begitu mencintainya, rasa rendah diri yang dimiliki Rara tidak pernah menghilang dan secara perlahan mulai mempengaruhi karir dan hubungan sosialnya. Sebuah tamparan keras bagi Rara datang ketika atasannya, Kelvin (Dion Wiyoko), mengungkapkan bahwa satu-satu halangan bagi Rara untuk mendapatkan kenaikan jabatan adalah penampilannya yang sering dianggap tidak pantas untuk menduduki posisi penting di kantornya. Tidak mau dirinya terus disudutkan, Rara akhirnya bertekad untuk mengubah penampilannya secara total. Continue reading Review: Imperfect (2019)

Review: Habibie & Ainun 3 (2019)

Jika Habibie & Ainun (Faozan Rizal, 2012) menjajaki kisah cinta yang diarungi oleh kedua karakter utamanya dan {rudy habibie} (Hanung Bramantyo, 2016) memberikan ruang pada linimasa ceritanya bagi kisah personal dari karakter Habibie semasa dirinya sedang menjalani pendidikan di Jerman, maka bagian teranyar dari seri film yang jalan ceritanya diinspirasi dari autobiografi berjudul Habibie & Ainun yang ditulis oleh mantan Presiden Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, akan menghadirkan fokus pada kehidupan karakter Ainun. Kembali diarahkan oleh Bramantyo, Habibie & Ainun 3 mencoba untuk sedikit menjauh dari hubungan romansa yang terjalin antara karakter Habibie dan Ainun dan memperkenalkan berbagai sosok yang berada dalam kehidupan karakter Ainun semenjak masa remaja yang memberikan pengaruh pada pemikiran, ambisi, hingga kisah percintaannya. Sebuah pilihan cerita yang sebenarnya cukup menarik – seandainya Bramantyo tidak mengulang lagi kesalahan yang dahulu dilakukannya pada {rudy habibie}. Continue reading Review: Habibie & Ainun 3 (2019)

Review: Star Wars: The Rise of Skywalker (2019)

Rasanya cukup sukar untuk tidak menyinggung “kericuhan” yang disebabkan oleh Star Wars: The Last Jedi (Rian Johnson, 2017) sebelum membicarakan Star Wars: The Rise of Skywalker. Meskipun mendapatkan ulasan yang sangat positif dari banyak kritikus film, pilihan Johnson untuk menghadirkan linimasa pengisahan film dengan warna plot, karakter, konflik, dan humor yang sedikit berbeda serta lebih progresif jika dibandingkan dengan film-film dalam seri Star Wars lainnya membuat Star Wars: The Last Jedi ditanggapi cukup dingin oleh banyak penggemar berat seri film yang kini telah berusia lebih dari 40 tahun tersebut. Ketidaksukaan para penggemar setia Star Wars terhadap film garapan Johnson tersebut – yang ditandai dengan membanjirnya penilaian dan komentar negatif tentang Star Wars: The Last Jedi di berbagai situs internet – terasa begitu kental sehingga beberapa kali mendapatkan tanggapan langsung baik dari aktor, produser, bahkan Johnson sebagai sang sutradara film. Ketidakmampuan Johnson untuk memuaskan para penggemar berat Star Wars itu pula yang dikabarkan menjadi penyebab mengapa Johnson tidak kembali dilibatkan oleh Walt Disney Studios ketika Colin Trevorrow – yang awalnya didapuk untuk mengarahkan Star Wars: The Rise of Skywalker – kemudian memilih untuk meninggalkan proyek film tersebut. Continue reading Review: Star Wars: The Rise of Skywalker (2019)

Review: Black Christmas (2019)

Para penggemar horor jelas telah merasa familiar dengan Black Christmas (Bob Clark, 1974). Meskipun ketika masa perilisan awal film tersebut mendapatkan respon yang kurang menyenangkan dari para kritikus film, secara perlahan, Black Christmas mampu meraih popularitasnya – film tersebut dianggap sebagai salah satu slasher pertama yang dirilis secara luas oleh Hollywood, mendapatkan semakin banyak penggemar seiring dengan perjalanan waktu, serta memberikan banyak pengaruh pada film-film sejenis yang dirilis sesudahnya, termasuk Halloween (1978) arahan John Carpenter. Popularitas Black Christmas yang terus bertahan tersebut, tentu saja, menggoda Hollywood untuk kembali mereplikasi, memperbaharui, dan mengenalkannya pada barisan generasi penonton film yang berbeda. Sutradara Glen Morgan mengarahkan versi buat ulang Black Christmas di tahun 2006 yang dibintangi barisan aktris muda papan atas Hollywood di era tersebut seperti Katie Cassidy, Michelle Trachtenberg, Mary Elizabeth Winstead, dan Lacey Chabert namun gagal untuk meraih pujian dari segi kualitas presentasi cerita maupun mendapatkan keuntungan secara komersial dalam jumlah yang signifikan. Continue reading Review: Black Christmas (2019)

Review: Knives Out (2019)

Selepas mengarahkan Star Wars: The Last Jedi (2017) – yang menghasilkan pujian luas dari kalangan kritikus film namun mendapatkan sejumlah tentangan yang tidak sedikit dari kalangan penggemar seri film Star Wars “konservatif,” Rian Johnson kembali memamerkan kehandalannya dalam menulis dan mengarahkan sebuah jalinan kisah garapannya sendiri lewat Knives Out. Merupakan usaha Johnson untuk mengeksplorasi tata pengisahan whodunit yang terinspirasi dari barisan kisah misteri pembunuhan yang terdapat dalam novel-novel yang ditulis oleh Agatha Christie, Knives Out berkisah tentang kematian seorang novelis terkenal, Harlan Thrombey (Christopher Plummer), yang terjadi sehari setelah perayaan ulang tahunnya yang ke-85. Kematian yang diakibatkan oleh bunuh diri tersebut jelas mengagetkan keluarga serta orang-orang terdekatnya. Pada hari pemakamannya, seorang detektif bernama Benoit Blanc (Daniel Craig), hadir di kediaman Harlan Thrombey dan memberikan pernyataan mengejutkan bahwa kematian Harlan Thrombey memiliki kemungkinan terjadi akibat tindakan pembunuhan. Continue reading Review: Knives Out (2019)

Festival Film Indonesia 2019 Winners List

Film arahan Garin Nugroho, Kucumbu Tubuh Indahku, berhasil terpilih sebagai Film Cerita Panjang Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2019. Berbekal 12 nominasi yang diraihnya, film yang juga dirilis secara internasional dengan judul Memories of My Body dan mewakili Indonesia untuk berkompetisi di kategori Best International Feature Film di ajang Academy Awards mendatang tersebut juga mampu memenangkan tujuh kategori lainnya, termasuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Muhammad Khan dan Sutradara Terbaik untuk Garin Nugroho. Kemenangan Nugroho juga menjadi torehan sejarah manis bagi sang sutradara mengingat kemenangan ini merupakan kemenangan pertama Nugroho di ajang Festival Film Indonesia setelah berulang kali mendapatkan nominasi pada tahun-tahun sebelumnya. Festival Film Indonesia 2019 juga menghadirkan catatan sejarah baru bagi Gina S. Noer yang berhasil memenangkan kategori Penulis Skenario Asli Terbaik untuk film Dua Garis Biru dan Pencipta Skenario Adaptasi Terbaik untuk Keluarga Cemara yang ia menangkan secara bersamaan. Continue reading Festival Film Indonesia 2019 Winners List

Review: Last Christmas (2019)

Last Christmas, I gave you my heart. But the very next day you gave it away.

Bayangkan jika Anda adalah seorang penulis naskah sekaliber Emma Thompson yang di waktu senggangnya secara tidak sengaja mendengarkan lagu Last Christmas (1984) milik Wham! dan lantas menginspirasi untuk menuliskan garisan cerita berdasarkan… well… lirik lagu tersebut. Hal ini yang terjadi pada film terbaru arahan Paul Feig (A Simple Favor, 2018), Last Christmas, dimana Thompson bersama dengan penulis naskah Bryony Kimmings mengembangkan barisan lirik dari salah satu lagu bertema Natal terpopular sepanjang masa tersebut menjadi sebuah presentasi kisah drama komedi romantis dengan menempatkan Emilia Clarke dan Henry Golding untuk memerankan dua karakter utamanya. Hasilnya ternyata tidak mengecewakan. Meskipun memiliki paruh ketiga pengisahan yang tergolong lemah, Last Christmas berhasil dikemas sebagai presentasi yang dipenuhi dengan banyak momen manis yang akan cukup mampu menggugah sisi emosional para penontonnya. Continue reading Review: Last Christmas (2019)

Review: Jumanji: The Next Level (2019)

Merupakan sekuel bagi Jumanji (Joe Johnston, 1995) dan dianggap sebagai film ketiga dalam seri film Jumanji setelah Zathura: A Space Adventure (Jon Favreau, 2005) yang juga diadaptasi dari seri buku cerita anak-anak garapan Chris Van Allsburg, Jumanji: Welcome to the Jungle (Jake Kasdan, 2017) mampu memberikan kesuksesan besar bagi Columbia Pictures ketika film tersebut berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar lebih dari US$960 juta selama masa rilisnya di seluruh dunia. Well… tentu saja tidak mengejutkan ketika setahun kemudian Columbia Pictures mengumumkan bahwa pihaknya akan memproduksi sekuel bagi Jumanji: Welcome to the Jungle dengan Kasdan kembali duduk di kursi penyutradaraan serta Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart, dan Karen Gillan turut kembali untuk menghidupkan karakter sentral yang mereka perankan. Seperti yang dapat diungkapkan dari judulnya sendiri, Jumanji: The Next Level, film ini memang menjanjikan untuk menghadirkan tingkat kesenangan yang lebih banyak dari film pendahulunya. Tujuan yang lumayan mampu dapat dipenuhi – meskipun dengan beberapa garapan yang sepertinya menahan kualitas presentasi film ini untuk melangkah lebih jauh. Continue reading Review: Jumanji: The Next Level (2019)

Review: 21 Bridges (2019)

Merupakan film layar lebar pertama yang diarahkan Brian Kirk setelah mengarahkan Middletown di tahun 2006, 21 Bridges adalah sebuah film aksi yang jalan ceritanya berfokus pada seorang detektif yang bertugas di New York Police Department, Andre Davis (Chadwick Boseman). Walau di kalangan kepolisian dirinya memiliki reputasi sebagai sosok yang terlalu mudah untuk menggunakan senjata dalam setiap aksinya, Andre Davis tidak terbantahkan adalah sosok polisi yang tangguh, cerdas, serta sering menjadi andalan dalam penyelesaian banyak kasus. Kehandalan Andre Davis tersebut kemudian digunakan ketika dua orang perampok, Michael Trujillo (Stephan James) dan Ray Jackson (Taylor Kitsch), melakukan aksinya di sebuah toko penjual minuman beralkohol yang lantas berakhir tragis ketika tindakan kriminal tersebut berujung dengan adu tembak yang menewaskan sejumlah polisi. Awalnya, tentu saja, Andre Davis mengira dirinya akan mendalami sebuah kasus perampokan sekaligus pembunuhan. Namun, kasus tersebut kemudian berkembang lebih luas dan melibatkan sejumlah orang dari pihak aparat hukum yang ternyata telah menyalahi kekuasaannya. Continue reading Review: 21 Bridges (2019)

Review: Dark Waters (2019)

Sebagai sebuah film, presentasi cerita yang dihadirkan Dark Waters mungkin akan mengingatkan banyak penontonnya pada sebuah film lain yang memiliki persamaan tema cerita. Bukan, film ini tidak memiliki pengisahan yang serupa dengan (atau bahkan merupakan sekuel dari) film horor yang dibintangi Jennifer Connelly, Dark Water (Walter Selles, 2005). Alur cerita Dark Waters yang berkisah tentang seorang pengacara yang berusaha untuk menuntut sebuah perusahaan industri raksasa akibat keteledoran mereka dalam menangani limbah yang lantas menyebabkan pencemaran lingkungan sekaligus penyakit pada masyarakat yang bersinggungan langsung dengan limbah tersebut jelas akan menghadirkan nostalgia dari pengisahan Erin Brockovich (Steven Soderbergh, 2000) yang dahulu berhasil memenangkan Julia Roberts kategori Best Actress in a Leading Role di ajang The 73rd Annual Academy Awards. Juga mendasarkan naskah ceritanya pada sebuah kisah nyata, layaknya Erin Brockovich, Dark Waters juga akan memaparkan bagaimana sifat tamak manusia telah menjadi senjata yang tidak hanya mematikan diri sendiri namun juga merusak orang-orang yang sebenarnya tidak bersalah. Continue reading Review: Dark Waters (2019)

Review: The Good Liar (2019)

Setelah Mr. Holmes (2015), sutradara Bill Condon kembali bekerjasama dengan penulis naskah Jeffrey Hatcher dan aktor Ian McKellen dalam film The Good Liar. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Nicholas Searle, The Good Liar bercerita mengenai pertemuan antara Roy Courtnay (McKellen) dan Betty McLeish (Helen Mirren) yang terjadi setelah keduanya sama-sama berkenalan di sebuah situs kencan daring. Sama-sama merupakan dua orang yang telah lama kesepian akibat ditinggal oleh sosok pasangan yang begitu mereka sayangi, Roy Courtnay dengan mudah dapat mencuri hati Betty McLeish. Bahkan, begitu jatuh hatinya Betty McLeish terhadap sosok Roy Courtney, wanita yang juga merupakan mantan profesor di Oxford University tersebut tidak segan untuk mengajak Roy Courtnay untuk tinggal bersamanya setelah melihat kondisi apartemennya – sebuah tindakan yang lantas mendapatkan tentangan dari cucu Betty McLeish, Steven (Russell Tovey). Seandainya Betty McLeish mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh cucu kesayangannya tersebut. Continue reading Review: The Good Liar (2019)

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar