Review: Promising Young Woman (2020)

Judul Promising Young Woman pada film yang ditulis dan diarahkan oleh sutradara Emerald Fennell merujuk pada sosok karakter utamanya, Cassandra Thomas (Carey Mulligan). Semasa dirinya duduk di bangku kuliah guna menuntut ilmu kedokteran, dirinya dikenal sebagai sosok perempuan cerdas dengan pengetahuan yang melebihi rekan-rekan sepantarannya. Sayang, sebuah tragedi membuatnya tidak lagi berminat untuk melanjutkan pendidikannya dan memilih untuk keluar dari perkuliahan. Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, di usia yang kini telah menginjak 30 tahun, Cassandra Thomas masih memilih untuk menjalani kehidupan sesuai dengan keinginannya: bekerja di sebuah kafe milik temannya Gail (Laverne Cox) di siang hari serta keluar bersenang-senang di sejumlah klub pada malam harinya. Pilihan hidup yang cukup membuat kedua orangtuanya (Clancy Brown dan Jennifer Coolidge) merasa khawatir. Namun, pertemuannya dengan seorang dokter bernama Ryan Cooper (Bo Burnham) segera mengubah kehidupan Cassandra Thomas dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Continue reading Review: Promising Young Woman (2020)

Now Streaming: RIG 45

Para penggemar kisah-kisah whodunit jelas akan menikmati presentasi misteri yang ditawarkan dalam serial televisi RIG 45 yang saat ini telah dapat disaksikan di Mola TV. Merupakan hasil kolaborasi dari penulis sekaligus sutradara Ola Norén dan Roland Ulvselius, serial televisi asal Swedia ini bercerita tentang rangkaian peristiwa pembunuhan yang terjadi di sebuah anjungan pengeboran minyak lepas pantai serta berbagai intrik yang mengikuti akan usaha untuk menemukan jawaban dari teka-teki misteri pembunuhan tersebut. Dirilis dalam dua musim yang masing-masing terdiri atas enam episode, RIG 45 menjanjikan sajian cerita penuh dengan konflik dan kejutan yang pastinya mampu tampil mendebarkan sekaligus begitu menegangkan dalam setiap episodenya. Continue reading Now Streaming: RIG 45

Now Streaming: Mola Living Live

Mendapatkan inspirasi tidak melulu harus dari berasal buku atau film. Kisah hidup orang lain juga bisa. Apalagi jika mereka tokoh populer yang pastinya kaya akan pengalaman hidup. Jelas sangat menarik untuk mengetahui perjalanan dan dinamika kehidupan mereka dalam menuju sukses. Platform streaming Indonesia, Mola TV, punya sajian yang menarik bagi Anda yang sedang membutuhkan sejumlah inspirasi. Melalui Mola Living Live yang bersemboyan “inspired minds, inspiring discussions,” Mola Living Live mengajak berbagai tokoh dunia kenamaan untuk membagikan kisah  inspiratif perjalanan hidup mereka. Continue reading Now Streaming: Mola Living Live

Review: First Cow (2019)

Diadaptasi dari novel The Half Life yang ditulis oleh Jonathan Raymond, First Cow memiliki latar belakang waktu pengisahan di tahun 1820 dan bercerita tentang persahabatan antara seorang juru masak bernama Otis Figowitz atau yang lebih sering dipanggil dengan sebutan Cookie (John Magaro) dengan seorang imigran asal Tiongkok bernama King-Lu (Orion Lee). Mengetahui bahwa sahabatnya memiliki latar belakang pekerjaan sebagai seorang asisten pembuat roti, King-Lu lalu mengusulkan agar Cookie memasak kue agar mereka dapat menjualnya di pasar. Untuk memperkaya rasa kue yang dibuat oleh Cookie, kedua pria tersebut secara sembunyi-sembunyi memeras susu dari sapi yang dimiliki oleh seorang pria kaya yang dikenal dengan sebutan Chief Factor (Toby Jones) dan menggunakannya dalam olahan kue tersebut. Berhasil! Kue buatan Cookie dengan segera laris terjual ketika dijajakan di pasar serta menjadi bahan perbincangan banyak pihak karena keenakan rasanya. Kepopuleran tersebut dengan segera menambah pundi-pundi uang yang dimiliki Cookie dan King-Lu serta, di saat yang bersamaan, juga memberikan ancaman pada nyawa keduanya karena mereka harus terus mencuri susu dari satu-satunya sapi yang berada di wilayah tempat tinggal mereka. Continue reading Review: First Cow (2019)

Review: The Prom (2020)

Diadaptasi dari drama panggung berjudul sama – yang alur kisahnya sendiri diinspirasi dari sebuah kisah nyata, The Prom berkisah mengenai empat bintang drama panggung asal New York, Dee Dee Allen (Meryl Streep), Barry Glickman (James Corden), Trent Oliver (Andrew Rannells), dan Angie Dickinson (Nicole Kidman), yang memutuskan untuk berangkat ke sebuah kota kecil di Indiana untuk membantu seorang remaja bernama Emma Nolan (Jo Ellen Pellman) yang mendapatkan diskriminasi setelah dirinya mengungkapkan orientasi seksual serta rencananya untuk membawa kekasih perempuannya ke malam perpisahan di sekolahnya. Sebuah niatan yang sangat mulia bukan? Tidak juga. Dee Dee Allen, Barry Glickman, Trent Oliver, dan Angie Dickinson melakukan hal tersebut demi publisitas agar dapat membantu memperbaiki reputasi mereka yang saat ini sedang meredup. Namun, berbagai interaksi yang mereka hadapi selama berada di kota kecil tersebut ternyata secara perlahan mampu memberikan sebuah sudut pandang tentang kehidupan yang baru dan berbeda dari yang selama ini jalani. Continue reading Review: The Prom (2020)

Review: Let Them All Talk (2020)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Deborah Eisenberg, film terbaru arahan Steven Soderbergh (Magic Mike, 2012), Let Them All Talk, berkisah tentang seorang penulis, Alice Hughes (Meryl Streep), yang berencana untuk melakukan perjalanan dari Amerika Serikat ke Inggris untuk menerima sebuah penghargaan. Mengingat Alice Hughes bukanlah seorang yang gemar untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang, agennya, Karen (Gemma Chan), lantas menempatkannya dalam perjalanan laut dengan menggunakan kapal pesiar. Untuk menemaninya, Alice Hughes mengajak keponakannya, Tyler Hughes (Lucas Hedges), serta dua temannya yang sebenarnya telah lama tidak berkomunikasi lagi dengannya, Roberta (Candice Bergen) dan Susan (Dianne Wiest). Seperti yang dapat diduga, pertemuan kembali antara Alice Hughes dengan kedua (mantan) teman dekatnya membuka sejumlah luka lama yang memang semenjak lama belum terselesaikan diantara mereka. Continue reading Review: Let Them All Talk (2020)

Review: Mank (2020)

Dengan naskah cerita yang telah selesai ditulis oleh sang ayah, Jack Fincher, di tahun 1990an, Mank awalnya direncanakan akan menjadi film terbaru arahan David Fincher setelah ia menyelesaikan proses produksi The Game (1997). Fincher bahkan telah memilih Kevin Spacey dan Jodie Foster sebagai bintang utama dari filmnya. Sayang, niatan Fincher untuk menghadirkan film yang berkisah tentang proses penulisan naskah dari film Citizen Kane (Orson Welles, 1941) tersebut dalam presentasi hitam-putih menyebabkan banyak studio film menarik minat mereka untuk mendanainya. Jack Fincher sendiri tidak pernah berkesempatan untuk menyaksikan film yang naskah ceritanya ia tulis hingga dirinya meninggal dunia di tahun 2003. Lebih dari dua dekade kemudian, tepatnya pada pertengahan tahun 2019, Fincher mengumumkan bahwa dirinya akan melanjutkan proses untuk memfilmkan Mank dengan bantuan Netflix guna mempertahankan seluruh estetika presentasi dan penceritaan yang memang diinginkannya semenjak awal. Continue reading Review: Mank (2020)

Review: Sound of Metal (2020)

Setelah sebelumnya mengarahkan film domumenter Loot (2008), sutradara Darius Marder melakukan debut penyutradaraan film cerita panjang pertamanya melalui Sound of Metal. Dengan naskah cerita yang dikerjakannya bersama dengan Abraham Marder, Sound of Metal bercerita tentang seorang penabuh drum bernama Ruben (Riz Ahmed) yang baru saja menyadari bahwa dirinya secara tiba-tiba kehilangan kemampuan pendengarannya. Tidak hanya panik, kejadian tersebut juga menghasilkan ketegangan antara dirinya dengan sang pacar, Lou (Olivia Cooke), yang juga merupakan vokalis dari duo bernama Blackgammon yang mereka bentuk. Meskipun harus mengenyampingkan berbagai rencana yang telah mereka susun sebelumnya, Lou memaksa Ruben untuk bergabung dengan komunitas tuli pimpinan Joe (Paul Raci) yang diharapkan dapat mempermudah Ruben sekaligus memberikannya ruang sendiri untuk menerima kondisi fisiknya sekarang. Continue reading Review: Sound of Metal (2020)

Festival Film Indonesia 2020 Winners List

Film yang dipilih Indonesia untuk berkompetisi di kategori Best International Feature di ajang Academy Awards mendatang, Perempuan Tanah Jahanam, berhasil memenangkan kategori Film Cerita Panjang Terbaik dari Festival Film Indonesia 2020. Film arahan Joko Anwar tersebut juga menjadi film peraih penghargaan terbanyak dengan memenangkan lima kategori lainnya, termasuk Sutradara Terbaik untuk Anwar serta Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Christine Hakim – yang sekaligus menjadikan Hakim sebagai peraih Piala Citra terbanyak kedua sepanjang masa dengan sembilan piala (sepuluh jika termasuk dengan raihan Lifetime Achievement) yang diraih sepanjang karirnya. (Idris Sardi adalah pemenang Piala Citra terbanyak sepanjang masa dengan sebelas Piala Citra.) Continue reading Festival Film Indonesia 2020 Winners List

Review: Mulan (2020)

Rencana Walt Disney Pictures untuk mengadaptasi film animasi Mulan (Barry Cook, Tony Bancroft, 1998) menjadi sajian live-action sebenarnya telah terdengar semenjak tahun 2010 yang lalu. Kala itu, Chuck Russell yang sebelumnya mengarahkan film-film seperti The Mask (1994), Eraser (1996), dan The Scorpion King (2002) didapuk untuk duduk di kursi penyutradaraan dengan aktris Zhang Ziyi direncanakan untuk memerankan sang karakter utama. Sayang, entah kenapa, rencana tersebut gagal untuk berubah menjadi nyata. Ide untuk memproduksi versi live-action dari Mulan kembali muncul pada awal tahun 2015 dan dipersiapkan secara lebih matang – khususnya ketika Walt Disney Pictures berhasil membuktikan bahwa film-film adaptasi live-action yang mereka produksi seperti Alice in Wonderland (Tim Burton, 2010), Maleficent (Robert Stromberg, 2014), dan Cinderella (Kenneth Branagh, 2015) mampu menghasilkan pendapatan komersial yang menggiurkan. Dalam pengembangannya, adaptasi live-action dari Mulan lantas memilih Niki Caro (The Zookeeper’s Wife, 2017) untuk duduk di kursi sutradara, aktris Liu Yifei untuk memerankan karakter Mulan, serta nama-nama seperti Gong Li, Donnie Yen, Tzi Ma, hingga Jet Li hadir untuk memperkuat barisan pemerannya. Continue reading Review: Mulan (2020)

Review: Ammonite (2020)

Selepas kesuksesannya dalam mengarahkan God’s Own Country (2017) yang menandai debut pengarahan film layar lebarnya, Francis Lee kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk Ammonite. Dengan naskah cerita yang juga ditulisnya sendiri, Ammonite memiliki latar belakang waktu pengisahan pada tahun 1840an dan bertutur tentang sekelumit konflik dalam kehidupan pakar peneliti fosil kenamaan asal Inggris, Mary Anning (Kate Winslet). Di era dimana kaum perempuan masih sering dianggap sebagai warga kelas dua, kepopuleran nama Mary Anning sebagai seorang paleontologis tidak memberikan banyak dukungan pada kondisi keuangannya. Hal ini yang lantas menyebabkan Mary Anning tidak mampu menolak tawaran dari seorang ahli geologi yang juga pengagum dirinya, Roderick Murchison (James McArdle), untuk menjaga sang istri, Charlotte Murchison (Saoirse Ronan), dengan imbalan yang menggiurkan selama dirinya bertugas untuk beberapa minggu. Awalnya, Mary Anning menganggap kehadiran Charlotte Murchison akan menggaggu keseharian kerjanya. Namun, secara perlahan, kedua wanita yang berasal dari dua dunia yang berbeda tersebut mulai menemukan perhatian yang selama ini belum pernah mereka rasakan. Continue reading Review: Ammonite (2020)

Review: Hillbilly Elegy (2020)

Nama J. D. Vance serta judul memoar yang ditulisnya, Hillbilly Elegy: A Memoir of a Family and Culture in Crisis, yang bercerita tentang masa kecilnya memang tidak begitu familiar di telinga orang-orang di luar negara Amerika Serikat. Namun, ketika dirilis pada tahun 2016 lalu – berdekatan dengan masa pemilihan presiden di Amerika Serikat, buku garapan Vance mendapatkan banyak sorotan akan pengisahannya mengenai kaum hillbilly yang dikenal sebagai sekelompok masyarakat Amerika Serikat berkulit putih yang sering dinilai konservatif serta memiliki watak dan perangai keseharian yang keras. Banyak pihak yang menilai penggambaran yang dilakukan Vance tentang kaum hillbilly dalam memoar yang ditulisnya dihadirkan secara dangkal. Terlepas dari berbagai sorotan dan kontroversi, Hillbilly Elegy: A Memoir of a Family and Culture in Crisis berhasil meraih sukses secara komersial, menjadi salah satu buku dengan penjualan terbaik di tahun 2016 dan 2017, mempopulerkan nama Vance, dan, tentu saja, dilirik oleh Hollywood untuk diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar. Continue reading Review: Hillbilly Elegy (2020)

Review: Happiest Season (2020)

Empat tahun setelah merilis The Intervention (2016) yang menjadi debut pengarahan film layar lebarnya, aktris sekaligus penulis naskah Clea DuVall kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk mengarahkan Happiest Season, sebuah drama komedi romansa yang naskah ceritanya ia tulis bersama dengan aktris Mary Holland – yang turut ambil bagian mengisi departemen akting film ini. Para penikmat film-film sejenis mungkin tidak akan menemukan sebuah struktur pengisahan yang bernilai baru maupun istimewa yang ditawarkan DuVall dalam filmnya. Meskipun begitu, olahan cerita dari DuVall dan Holland tentang usaha untuk mencintai jati diri sendiri agar dapat menghadirkan ruang yang tepat bagi rasa cinta yang dimiliki untuk orang lain (All hail, RuPaul!) menjadi bahasan yang cukup menawan dan emosional. Continue reading Review: Happiest Season (2020)

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar