Tag Archives: Asian Cinema

Review: A Perfect Fit (2021)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh sutradara film ini, Hadrah Daeng Ratu (Makmum, 2019), bersama dengan Garin Nugroho (99 Nama Cinta, 2019), A Perfect Fit berkisah mengenai pertemuan yang tidak disengaja antara Saski (Nadya Arina), seorang penulis di bidang fesyen, dengan Rio (Refal Hady), yang secara perlahan berujung pada kedekatan antara keduanya. Padahal, Saski telah bertunangan dengan Deni Wijaya (Giorgino Abraham), seorang pemuda yang sebentar lagi akan meneruskan bisnis hotel milik ayahnya (Mathias Muchus). Di saat yang bersamaan, oleh sang ibu (Unique Priscilla), Rio juga sedang dijodohkan dengan teman masa kecilnya, Tiara (Anggika Bolsterli), yang kini telah menjelma menjadi seorang pengusaha dan turut berniat untuk mengembangkan toko sepatu yang dimiliki oleh Rio. Meskipun telah memiliki sosok lain yang akan segera mendampingi mereka dalam kehidupan pernikahan, namun baik Saski dan Rio tidak dapat membantah kenyamanan yang mereka rasakan ketika keduanya sedang bercengkrama bersama. Continue reading Review: A Perfect Fit (2021)

Review: The 8th Night (2021)

Merupakan debut pengarahan film cerita panjang bagi sutradara sekaligus penulis naskah Kim Tae-hyoung, alur penceritaan The 8th Night dimulai ketika seorang biksu muda, Cheong-seok (Nam Da-reum), ditugaskan oleh gurunya, Ha-jeong (Lee Eol), untuk membawa sebuah bungkusan kepada seorang mantan biksu, Park Jin-soo (Lee Sung-min), sekaligus memperingatkannya bahwa sesosok makhluk jahat yang dahulu pernah berusaha untuk membuka pintu neraka telah kembali dan bersiap untuk mengulangi kembali aksinya. Bukan usaha yang mudah. Selain Cheong-seok harus menemukan Park Jin-soo yang tidak terlalu jelas lokasi keberadaannya, Park Jin-soo menyimpan kenangan akan masa lalu yang kelam dan membuatnya tidak lagi percaya akan berbagai ajaran yang dulu diterimanya sebagai seorang biksu. Di saat yang bersamaan, seorang detektif bernama Kim Ho-tae (Park Hae-joon), sedang dilanda kebingungan ketika dirinya harus mengungkap kasus pembunuhan aneh dimana para korban ditemukan dengan kondisi mayat telah mengering. Continue reading Review: The 8th Night (2021)

Review: Devil on Top (2021)

Menyusul Sabar ini Ujian (2020) dan Till Death Do Us Part (2021), Devil on Top menjadi film ketiga arahan Anggy Umbara yang diproduksi oleh rumah produksi miliknya, Umbara Brothers Film, bersama dengan MD Pictures yang dirilis untuk ditayangkan melalui Disney+ Hotstar. Drama komedi ini berkisah mengenai seorang pemuda bernama Angga (Angga Yunanda), yang bersama dengan ketiga sahabat sekaligus rekan kerjanya, Richard (Kenny Austin), Rudi (Joshua Suherman), dan Boni (Lolox), menyusun rencana untuk menggulingkan atasan mereka, Sarah (Cinta Laura Kiehl), dikarenakan kerasnya sikap Sarah kepada setiap bawahannya di tempat mereka bekerja. Berbagai rencana mulai mereka susun. Angga, Richard, Rudi, dan Boni bahkan berusaha menggali masa lalu sekaligus rahasia-rahasia kelam milik Sarah agar perempuan tersebut dapat segera dipecat dari posisinya. Sial, ketika dirinya ditunjuk menjadi seorang direktur kreatif yang membuatnya harus sering bekerja secara langsung dan berdekatan dengan Sarah, Angga malah mulai merasakan benih-benih asmara tumbuh antara dirinya dengan sang atasan. Continue reading Review: Devil on Top (2021)

Review: Ali & Ratu Ratu Queens (2021)

Diarahkan oleh Lucky Kuswandi (Galih & Ratna, 2017) berdasarkan naskah cerita yang ditulis oleh Gina S. Noer (Dua Garis Biru, 2019), Ali & Ratu Ratu Queens bercerita tentang perjalanan seorang pemuda bernama Ali (Iqbaal Ramadhan) untuk menemukan kebahagiannya di kota New York, Amerika Serikat. Mengapa New York? Karena di kota itulah sang ibu, Mia (Marissa Anita), yang semenjak lama telah meninggalkan dirinya dan sang ayah, Hasan (Ibnu Jamil), demi mengejar mimpi untuk menjadi seorang penyanyi, kini berada. Berbekal sejumlah uang, tiket penerbangan yang dahulu pernah dikirimkan oleh ibunya, serta sedikit informasi tentang lokasi keberadaan sang ibu, Ali memulai perjalanannya. Sial, sesampainya di sebuah apartemen yang menjadi tujuannya di wilayah Queens, New York, Ali diberitahu bahwa kini ibunya tidak lagi tinggal disana. Di saat yang bersamaan, Ali bertemu dengan empat imigran asal Indonesia, Party (Nirina Zubir), Biyah (Asri Welas), Chinta (Happy Salma), serta Ance (Tika Panggabean), yang kemudian bersedia untuk menampung Ali serta membantunya untuk menemukan keberadaan sang ibu. Continue reading Review: Ali & Ratu Ratu Queens (2021)

Review: Saina (2021)

Dengan naskah cerita yang ditulis dan diarahkan oleh Amole Gupte (Sniff, 2017), Saina merupakan biopik yang bertutur tentang kehidupan atlet bulutangkis asal India, Saina Nehwal. Merupakan anak kedua dari pasangan Harvir Singh Nehwal (Subhrajyoti Barat) dan Usha Rani Nehwal (Meghna Malik), Saina Nehwal kecil (Naishaa Kaur Bhatoye) telah ditempa oleh kedua orangtuanya – khususnya oleh sang ibu yang begitu menggemari bulutangkis dan bahkan sempat bertanding di beberapa kompetisi lokal di masa mudanya – untuk menjadi seorang atlet profesional dengan mendaftarkannya ke sebuah pusat pelatihan bulutangkis. Tidak percuma. Usaha kedua orangtuanya untuk mengantarkan sang anak ke lokasi pelatihan di tiap pagi buta serta memberikannya asupan gizi meskipun dengan kondisi keuangan mereka yang seringkali terbatas telah menempa Saina Nehwal untuk menjadi sosok atlet yang tangguh. Dengan kemampuannya tersebut, Saina Nehwal remaja (Parineeti Chopra) mulai berkompetisi dan memenangkan berbagai pertandingan bulutangkis, dari tingkat lokal, nasional, hingga dunia. Di saat yang bersamaan, popularitas yang diraih melalui deretan kemenangan tersebut mulai memberikan pengaruh pada performa Saina Nehwal. Suatu hal yang lantas membuat hubungannya dengan sang pelatih, Sarvadhamaan Rajan (Manav Kaul) mulai menjauh dan semakin memperburuk penampilan Saina Nehwal. Continue reading Review: Saina (2021)

Review: Till Death Do Us Part (2021)

Setelah sebelumnya tampil bersama dalam drama romansa The Way I Love You (Rudi Aryanto, 2019), Rizky Nazar dan Syifa Hadju kembali saling beradu akting dalam film terbaru arahan Anggy Umbara (Sabar ini Ujian, 2020), Till Death Do Us Part. Hadju berperan sebagai Vanesha, seorang aktris yang di suatu hari mendatangi seorang jurnalis bernama Arya (Nazar) di kantor tempatnya bekerja. Tanpa disangka, begitu dirinya berhasil menemui Arya, Vanesha justru menodongkan sebuah senjata api ke arah Arya dan mengancam akan segera membunuhnya dengan alasan bahwa pemuda tersebut telah menyakiti hati dan perasaannya. Anehnya, Arya justru mengaku tidak pernah bertemu dengan Vanesha sebelumnya, sama sekali tidak mengenalnya, atau bahkan menjalin hubungan romansa dengan dirinya. Namun, Vanesha tidak ingin mendengar alasan apapun keluar dari mulut Arya. Tanpa mempedulikan rekan kerja Arya yang semakin panik, serta kedatangan polisi yang kemudian mencoba untuk menenangkan situasi tersebut, Vanesha bersiap untuk menuntaskan rasa dendamnya pada Arya. Continue reading Review: Till Death Do Us Part (2021)

Review: Ghost Lab (2021)

Setelah turut berkontribusi dalam sejumlah film omnibus seperti Phobia (2008), Phobia 2 (2009), dan Seven Something (2012), sutradara Paween Purijitpanya kembali hadir lewat Ghost Lab yang sekaligus menjadi film cerita panjang pertama yang ia arahkan semenjak Body (2007). Dengan naskah cerita yang digarapnya bersama dengan Vasudhorn Piyaromna (Bad Genius, 2017) dan Tossaphon Riantong (Brother of the Year, 2018), Ghost Lab berkisah tentang persahabatan antara dua orang dokter muda, Wee (Thanapob Leeratanakajorn) dan Gla (Paris Intarakomalyasut), yang sama-sama berambisi untuk menemukan bukti ilmiah akan keberadaan hantu serta berbagai makhluk supranatural lainnya. Terinspirasi dari pertemuan keduanya akan seorang sosok hantu di rumah sakit tempat mereka bekerja, penelitian Wee dan Gla awalnya berlangsung dengan serius namun tetap menyenangkan. Namun, setelah berulangkali gagal untuk benar-benar mendapatkan cara maupun teori ilmiah yang benar untuk menemukan para makhluk supranatural, keduanya mulai memiliki ide untuk mengambil langkah yang lebih ekstrem: mendekati kematian secara langsung dengan melakukan usaha untuk bunuh diri. Continue reading Review: Ghost Lab (2021)

Review: Wedding Proposal (2021)

Diarahkan oleh Emil Heradi (Night Bus, 2017), Wedding Proposal bercerita tentang seorang fotografer bernama Bisma (Dimas Anggara) yang telah diminta oleh kedua orangtuanya (Slamet Rahardjo dan Dewi Irawan) untuk segera menikah. Kedua orangtua Bisma bahkan telah berupaya untuk melakukan perjodohan namun pemuda tersebut terus bersikeras hanya akan menikah dengan wanita yang dicintainya. Secara tidak disengaja, Bisma kemudian bertemu dengan Sissy (Sheryl Sheinafia), seorang pengelola sebuah jasa penyelenggara pernikahan yang dikenal sebagai sosok yang dingin, tangguh, dan, sayangnya, memandang sinis akan hubungan romansa. Awal pertemuan keduanya berlangsung buruk – Sissy menganggap Bisma adalah seorang fotografer amatiran yang hasil fotonya tidak layak untuk digunakan. Bisma tidak menyerah begitu saja. Dengan bantuan sahabatnya, Ito (Arya Saloka), Bisma mulai menyusun rencana untuk meluluhkan hati Sissy. Continue reading Review: Wedding Proposal (2021)

Review: The Disciple (2020)

Enam tahun setelah merilis debut pengarahan film layar lebarnya yang gemilang melalui Court (2014) – yang tidak hanya mendapatkan pujian sekaligus pengakuan dari banyak kritikus film dunia namun juga berhasil terpilih mewakili India untuk berkompetisi di kategori Best Foreign Language Film di ajang The 88th Annual Academy Awards – sutradara Chaitanya Tamhane kini kembali dengan film terbarunya, The Disciple. Berfokus pada sosok-sosok karakter yang menekuni musik tradisional India dalam kehidupan mereka, naskah cerita yang ditulis oleh Tamhane dan digarap semenjak tahun 2015 menarik perhatian sutradara Alfonso Cuarón (Roma, 2018) yang kemudian bergabung sebagai produser eksekutif bagi film ini, membantu Tamhane untuk mengembangkan ide cerita dari film arahannya, serta memberikan sejumlah masukan untuk capaian teknikal film. Hasilnya tidak mengecewakan. Terlepas dari keterlibatan Cuarón, Tamhane dengan lugas menunjukkan kemampuan berceritanya yang terasa begitu personal sekaligus kuat dalam menyampaikan setiap titik poin kisahnya. Continue reading Review: The Disciple (2020)

Review: Tersanjung the Movie (2021)

Mengikuti jejak tiga film Si Doel the Movie (2018 – 2020) yang disajikan sebagai lanjutan penceritaan dari serial televisi Si Doel Anak Sekolahan serta Keluarga Cemara (Yandy Laurens, 2019) yang diadaptasi dari serial televisi berjudul sama, Tersanjung the Movie menjadi presentasi teranyar dari film Indonesia yang alur kisahnya diadaptasi atau terinspirasi atau melanjutkan cerita dari sebuah serial televisi popular. Ditayangkan pertama kali pada tahun 1998 di saluran Indosiar, serial televisi Tersanjung dengan segera menarik minat jutaan mata penonton, menjadikannya sebagai serial televisi yang paling ditunggu penayangannya setiap minggu, serta, menghantarkan banyak nama pengisi barisan pemerannya seperti Lulu Tobing, Jihan Fahira, Ari Wibowo, Adam Jordan, Jeremy Thomas, hingga Leily Sagita sebagai bintang televisi yang kemudian mengisi sejumlah program televisi popular lainnya. Meskipun kepopulerannya tidak mampu bertahan cukup lama, formula pengisahan yang dihadirkan Tersanjung secara perlahan mulai diikuti oleh banyak serial televisi lain yang diproduksi dan tayang sesudahnya. Continue reading Review: Tersanjung the Movie (2021)

Review: Asih 2 (2020)

Entah sampai kapan MD Pictures dan Pichouse Films akan terus “mengeksploitasi” kisah dari sesosok karakter supranatural bernama Asih yang diangkat dari seri novel garapan Risa Saraswati ini. Film sebelumnya, Asih (Awi Suryadi, 2018) – yang merupakan pengembangan cerita dari semesta pengisahan seri film Danur yang telah dimulai oleh Danur: I Can See Ghosts (2017) dan Danur 2: Maddah (2018) yang keduanya juga diarahkan oleh Suryadi, berupaya untuk memberikan perhatian utama pada sosok karakter supranatural tersebut. Sayangnya, alur cerita, gambaran penokohan, hingga teknik penyajian momen-momen horornya terasa tidak lebih dari sekedar daur ulang dari elemen-elemen cerita yang telah ditampilkan dalam dua film sebelumnya. Meskipun begitu, dirilis di tahun yang sama dengan perilisan Danur 2: Maddah, Asih masih mampu meraih kesuksesan komersial dengan mendapatkan lebih dari 1,7 juta penonton selama masa perilisannya. Tidak mengherankan jika MD Pictures dan Pichouse Films dengan mudah melanjutkan rencana perilisan dari film-film lanjutan dalam semesta pengisahan Danur. Continue reading Review: Asih 2 (2020)

Review: Generasi 90an: Melankolia (2020)

Merupakan penulis naskah bagi film-film seperti Surat dari Praha (Angga Dwimas Sasongko, 2016), Love for Sale (Andibachtiar Yusuf, 2018), hingga Story of Kale: When Someone’s in Love (Sasongko, 2020), M. Irfan Ramli kini melakukan debut pengarahannya melalui film Generasi 90an: Melankolia. Seperti halnya Nanti Kita Cerita tentang Hari ini (Sasongko, 2020) – yang salah satu karakternya diberikan ruang penceritaan tersendiri lewat Story of Kale: When Someone’s in Love, Generasi 90an: Melankolia juga merupakan adaptasi bebas dari buku yang ditulis oleh Marchella FP. Bebas, dalam artian jika buku yang berjudul Generasi 90an yang dijadikan basis cerita dari film ini merupakan buku yang berisi berbagai kenangan akan film, musik, dandanan, permainan, bacaan, hingga makanan yang sempat populer di era tersebut, maka film yang naskah ceritanya juga ditulis oleh Ramli ini akan menuturkan garisan kisah yang dialami oleh sejumlah karakter. Continue reading Review: Generasi 90an: Melankolia (2020)

Review: Geez & Ann (2021)

Alur pengisahan dari film terbaru arahan sutradara Rizki Balki (Laundry Show, 2019), Geez & Ann, dimulai dengan pertemuan dua karakter utamanya, Gazza Cahyadi yang dalam keseharian dipanggil dengan sebutan Geez (Junior Roberts) dan Keana Amanda yang akrab disapa sebagai Ann (Hanggini). Pertemuan singkat yang terjadi dalam sebuah pagelaran pentas seni yang dilaksanakan oleh sekolah tempat Ann belajar – dan Geez merupakan salah satu alumninya – segera tumbuh menjadi benih hubungan romansa bagi keduanya. Kisah kasih antara dua remaja tersebut menemui tantangan besar ketika Geez harus memenuhi keinginan sang ibu (Dewi Rezer) agar dirinya melanjutkan pendidikannya di Berlin, Jerman selama empat tahun mendatang. Tidak ingin hubungannya dengan Ann kandas begitu saja, Geez lantas berjanji bahwa dirinya akan selalu pulang untuk menemui Ann di setiap hari ulang tahun gadis yang memiliki cita-cita sebagai dokter itu. Continue reading Review: Geez & Ann (2021)