Tag Archives: Pom Klementieff

Review: The Suicide Squad (2021)

Masih ingat dengan Suicide Squad (David Ayer, 2016)? Well… mungkin cukup bijaksana memilih untuk melupakan berbagai hal buruk yang menyangkut penampilan Jared Leto sebagai Joker ataupun kualitas buruk secara keseluruhan yang ditampilkan oleh film ketiga dalam seri DC Extended Universe tersebut. Namun, dengan raihan komersial sebesar lebih dari US$700 juta di sepanjang masa rilisnya – dan penghargaan Best Makeup and Hairstyling dari ajang The 89th Annual Academy AwardsWarner Bros. Pictures tentu memiliki sejuta alasan untuk mengenyampingkan berbagai reaksi negatif yang datang dari sejumlah kritikus maupun penonton dan kembali memproduksi versi teranyar dari Suicide Squad. James Gunn (Guardians of the Galaxy Vol. 2, 2017) kemudian dipilih untuk duduk di kursi penyutradaraan sekaligus menjadi penulis naskah bagi The Suicide Squad – judul yang diberikan bagi film yang dimaksudkan menjadi standalone sequel bagi Suicide Squad. Menghadirkan beberapa karakter serta pemeran baru dan memadukannya dengan nada pengisahan khas Gunn yang brutal namun menyenangkan, The Suicide Squad tidak mampu menjadi penyetel ulang kualitas linimasa penceritaan seri Suicide Squad namun juga berhasil tampil sebagai salah satu film terbaik bagi DC Extended Universe. Continue reading Review: The Suicide Squad (2021)

Review: Avengers: Infinity War (2018)

Bayangkan beban yang harus diemban oleh Anthony Russo dan Joe Russo. Tidak hanya mereka harus menggantikan posisi Joss Whedon yang telah sukses mengarahkan The Avengers (2012) dan Avengers: Age of Ultron (2015), tugas mereka dalam menyutradarai Avengers: Infinity Warjuga akan menjadi penanda bagi sepuluh tahun perjalanan Marvel Studios semenjak memulai perjalanan Marvel Cinematic Universe ketika merilis Iron Man (Jon Favreau, 2008) sekaligus menjadi film kesembilan belas dalam semesta penceritaan film tersebut. Bukan sebuah tugas yang mudah, tentu saja, khususnya ketika mengingat The Russo Brothers juga harus bertugas untuk mengarahkan seluruh (!) karakter pahlawan super yang berada dalam Marvel Cinematic Universe dalam satu linimasa yang sama. Namun, The Russo Brothers sendiri bukanlah sosok yang baru bagi seri film ini. Dengan pengalaman mereka dalam mengarahkan Captain America: The Winter Soldier (2014), dan Captain America: Civil War (2016), keduanya telah memiliki modal yang lebih dari cukup untuk menjadikan Avengers: Infinity War menjadi sebuah presentasi kisah pahlawan super yang mampu tampil mengesankan.

Continue reading Review: Avengers: Infinity War (2018)

Review: Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)

Ketika dunia pertama kali berkenalan dengan Peter Quill (Chris Pratt) pada Guardians of the Galaxy (James Gunn, 2014), pria yang juga menjuluki dirinya sebagai Star-Lord tersebut masih dikenal sebagai bagian dari sekelompok pencuri dan penyelundup barang-barang antik antar galaksi yang dikenal dengan sebutan The Ravagers pimpinan Yondu Udonta (Michael Rooker). Diiringi dengan lagu-lagu bernuansa rock klasik dari era ‘70an, Peter Quill bersama dengan rekan-rekan yang juga memiliki reputasi sama buruk dengan dirinya, Gamora (Zoe Saldana), Drax the Destroyer (Dave Bautista), Rocket (Bradley Cooper) dan Groot (Vin Diesel), kemudian mendadak dikenal sebagai sosok pahlawan ketika mereka berhasil menyelamatkan seluruh isi galaksi dari serangan Ronan the Accuser (Lee Pace). Daya tarik komikal dari Guardians of the Galaxy yang mampu berpadu dengan pengarahan Gun yang begitu dinamis – dan citarasa musiknya yang eklektis – berhasil mengenalkan karakter-karakter Guardians of the Galaxy yang awalnya kurang begitu populer menjadi dikenal khalayak penikmat film dalam skala yang lebih luas, melambungkan nama Pratt ke jajaran aktor papan atas Hollywood, membuat semua orang jatuh cinta dengan lagu-lagu rock klasik lewat album Guardians of the Galaxy: Awesome Mix Vol. 1 yang berhasil terjual sebanyak lebih dari dua juta keping, dan, dengan pendapatan sebesar US$773.3 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia, menjadikan Guardians of the Galaxy sebagai awal dari sebuah seri film baru yang cukup penting dalam barisan panjang film-film produksi Marvel Studios. Continue reading Review: Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)