Tag Archives: Iwa K

Review: Tak Sempurna (2013)

tak-sempurna-header

Dengan konsep penceritaan yang berjalan hanya selama satu hari, Tak Sempurna memulai kisahnya dengan mengenalkan tiga karakter utama film ini, yang juga saling bersahabat, Dey (Derry Neo) yang sama sekali tidak memiliki rasa takut, Ba’on (G-voiz) yang tidak dapat berbicara karena lidahnya yang telah terpotong serta Sabun (Dallas Pratama) yang merupakan sosok pemuda taat beragama. Ketiganya tinggal di sebuah daerah pinggiran kota yang jelas jauh dari kesan mewah. Dalam kesehariannya, Dey dan Ba’on menjual ganja hasil olahan Prof (Norman Akyuwen) sementara Sabun menjual DVD bajakan – walaupun ia sepertinya sama sekali tidak menyadari kalau pekerjaannya adalah sebuah tindakan yang ilegal.

Continue reading Review: Tak Sempurna (2013)

Review: Coboy Junior the Movie (2013)

coboy-junior-the-movie-header

Merupakan film layar lebar kedua yang diarahkan oleh Anggy Umbara, Coboy Junior the Movie mencoba untuk memaparkan mengenai bagaimana proses terbentuknya kelompok musik Coboy Junior serta berbagai tantangan yang harus mereka hadapi, baik secara personal maupun kelompok, ketika mereka mencoba untuk menaklukkan industri musik Indonesia. Coboy Junior the Movie jelas memiliki segala hal yang akan membuat para penggemar kelompok ini merasa terpuaskan: deretan lagu yang easy listening, koreografi yang ditampilkan dalam porsi yang megah serta, tentu saja, kesempatan untuk mengenal lebih jauh mengenai kehidupan pribadi masing-masing personel Coboy Junior. Namun, apakah Coboy Junior the Movie juga mampu tampil sama menariknya bagi mereka yang sama sekali tidak familiar dengan kelompok musik tersebut?

Continue reading Review: Coboy Junior the Movie (2013)

Review: Sampai Ujung Dunia (2012)

Lagi-lagi sebuah kisah cinta segitiga. Dengan naskah yang ditulis oleh Monty Tiwa dan Tino Kawilarang, Sampai Ujung Dunia mengisahkan mengenai tiga orang sahabat, Anissa (Renata Kusmanto), Gilang (Gading Marten) dan Daud (Dwi Sasono), yang semenjak masa kecilnya tumbuh bersama kemudian menemukan diri mereka berada dalam rumitnya persaingan cinta setelah ketiganya terjebak dalam cinta segitiga saat beranjak remaja. Datang dari latar belakang kehidupan yang berbeda, Gilang dan Daud kemudian sama-sama menyatakan rasa suka dan cinta mereka pada Anissa setelah keduanya sama-sama menyelesaikan masa pendidikan sekolah menengah mereka. Tidak ingin agar Gilang dan Daud saling menjauh karena persaingan cinta mereka, Anissa akhirnya memberikan sebuah tantangan kepada keduanya.

Continue reading Review: Sampai Ujung Dunia (2012)