Tag Archives: Netflix

Review: The Devil All the Time (2020)

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Donald Ray Pollock – yang juga bertugas sebagai narator bagi jalan pengisahan film ini, The Devil All the Time akan membawa penontonnya ke dalam perjalanan sepanjang dua dekade bersama dengan sejumlah karakter yang jelas merupakan karakter-karakter terburuk – dalam artian sifat, bukan dari kualitas penulisan – yang pernah ditampilkan dalam sebuah linimasa pengisahan sebuah film. Dengan durasi penceritaan sepanjang 138 menit, sutradara Antonio Campos (Christine, 2016) secara perlahan membedah setiap karakter, membangun konflik yang menghubungkan antara satu karakter dengan yang lain, sekaligus menghadirkan kengerian akan berbagai hal buruk yang dapat dilakukan oleh manusia. Bukan sebuah perjalanan cerita yang cukup mudah untuk diikuti – khususnya ketika Campos memilih untuk membalut filmnya dengan atmosfer gambar dan pengisahan yang lumayan kelam. Namun, di saat yang bersamaan, tatanan pengisahan pilihan Campos mampu secara efekif meninggalkan kesan mendalam yang jelas tidak akan mudah untuk dilupakan begitu saja. Continue reading Review: The Devil All the Time (2020)

Review: Cuties (2020)

Cuties, sebuah film drama asal Perancis yang menjadi debut pengarahan film layar lebar bagi sutradara Maïmouna Doucouré, telah mendapatkan begitu banyak kecaman bahkan jauh sebelum film tersebut ditayangkan secara luas melalui Netflix. Penyebabnya tidak lain dikarenakan pemasangan poster yang dipilihkan oleh Netflix untuk mempromosikan film tersebut yang memuat gambaran sekelompok perempuan dibawah umur dalam pose dan pakaian yang dinilai provokatif. Ratusan ribu petisi daring lantas mendorong agar penayangan Cuties dibatalkan, mengajak agar pengguna Netflix membatalkan layanan berlangganan mereka, hingga memberikan ancaman kematian kepada Doucouré. Doucouré meminta maaf. Netflix, sepantasnya, turut meminta maaf. Dan Cuties mempertahankan jadwal penayangannya. Sebuah keputusan yang jelas sangat tepat karena – mereka yang terlanjur membenci Cuties tanpa memberikan kesempatan untuk menyaksikannya tidak akan pernah tahu tentang hal ini – film ini adalah sebuah tamparan kuat akan kehidupan nyata tentang bagaimana para perempuan muda seringkali secara sadar atau tidak harus mengubah jati dirinya demi mendapatkan pengakuan dari orang lain. Continue reading Review: Cuties (2020)

Review: #Alive (2020)

Merupakan debut pengarahan film layar lebar bagi sutradara asal Korea Selatan, Il Cho, #Alive berkisah mengenai sebuah penyakit menular misterius yang menjangkiti penduduk di wilayah Korea Selatan yang mengubah mereka menjadi sosok mayat hidup serta membuat mereka saling menyerang dan memakan satu sama lain. Terjebak di tengah kekacauan yang telah gagal dikendalikan oleh pemerintah tersebut, seorang pemuda bernama Oh Joon-woo (Yoo Ah-in), berusaha untuk bertahan hidup dengan bersembunyi di dalam apartemennya. Bukan sebuah usaha yang mudah khususnya karena rasa kesepian dan kelaparan akibat semakin menipisnya persediaan makanan secara perlahan mulai mengganggu kesehatan mentalnya. Beruntung, Oh Joon-woo kemudian berkenalan dengan seorang gadis bernama Kim Yoo-bin (Park Shin-hye) yang juga sedang mencoba untuk menghindar dari ancaman kejaran para mayat hidup. Berdua, Oh Joon-woo dan Kim Yoo-bin mulai menyusun rencana untuk menyelamatkan diri sekaligus keluar dari wilayah apartemen yang mereka tinggali. Continue reading Review: #Alive (2020)

Review: Guru-guru Gokil (2020)

Awalnya, film terbaru arahan Sammaria Simanjuntak (Demi Ucok, 2013), Guru-guru Gokil, akan menjadi film layar lebar perdana bagi Dian Sastrowardoyo dimana dirinya tidak hanya tampil menjadi seorang aktris namun juga turut berperan sebagai produser. Rencana untuk menayangkan Guru-guru Gokil di bioskop, sayangnya, terpaksa dibatalkan akibat pandemi COVID-19 yang mendera dunia. Beruntung, Guru-guru Gokil kemudian menemukan rumah barunya ketika Netflix mengakuisi film tersebut, menjadikannya sebagai film Indonesia kedua dengan label Netflix Original yang tayang perdana di layanan streaming terbesar dunia tersebut setelah The Night Comes for Us (Timo Tjahjanto, 2018), serta membuatnya dapat dinikmati oleh lebih dari 183 juta pelanggan Netflix dari 190 negara. Jelas bukan capaian yang mengecewakan – setidaknya jika Anda tidak mengaitkannya dengan kualitas cerita medioker yang disajikan oleh film ini. Continue reading Review: Guru-guru Gokil (2020)