Review: Geez & Ann (2021)

Alur pengisahan dari film terbaru arahan sutradara Rizki Balki (Laundry Show, 2019), Geez & Ann, dimulai dengan pertemuan dua karakter utamanya, Gazza Cahyadi yang dalam keseharian dipanggil dengan sebutan Geez (Junior Roberts) dan Keana Amanda yang akrab disapa sebagai Ann (Hanggini). Pertemuan singkat yang terjadi dalam sebuah pagelaran pentas seni yang dilaksanakan oleh sekolah tempat Ann belajar – dan Geez merupakan salah satu alumninya – segera tumbuh menjadi benih hubungan romansa bagi keduanya. Kisah kasih antara dua remaja tersebut menemui tantangan besar ketika Geez harus memenuhi keinginan sang ibu (Dewi Rezer) agar dirinya melanjutkan pendidikannya di Berlin, Jerman selama empat tahun mendatang. Tidak ingin hubungannya dengan Ann kandas begitu saja, Geez lantas berjanji bahwa dirinya akan selalu pulang untuk menemui Ann di setiap hari ulang tahun gadis yang memiliki cita-cita sebagai dokter itu. Continue reading Review: Geez & Ann (2021)

Review: The United States vs. Billie Holiday (2021)

Diangkat dari buku yang berjudul Chasing the Scream: The First and Last Days of the War on Drugs yang ditulis oleh Johann Hari, film terbaru arahan sutradara Lee Daniels (Lee Daniels’ The Butler, 2013), The United States vs. Billie Holiday, mencoba untuk mengangkat sebuah sisi pengisahan dari sosok penyanyi legendaris Billie Holiday yang mungkin belum diketahui oleh banyak kalangan. Dengan karir yang berjalan selama lebih dari dua dekade, imej Holiday yang begitu popular pada era 30-40an sebagai seorang penyanyi jazz dengan kemampuan olah vokal yang membuatnya berada di kelas yang berbeda dengan kebanyakan penyanyi lainnya seringkali dibayangi oleh berbagai kasus hukum yang berkaitan dengan penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Ketergantungannya pada narkotika dan obat-obatan terlarang tersebut bahkan membuat Holiday terus dikejar dan berada dalam pengawasan ketat pihak Federal Bureau of Narcotics. Namun, seperti yang diungkapkan oleh The United States vs. Billie Holiday, perhatian yang diberikan Federal Bureau of Narcotics pada Holiday tidak selalu berkaitan dengan ketergantungannya. Continue reading Review: The United States vs. Billie Holiday (2021)

Review: Unhinged (2020)

Rachel Flynn (Caren Pistorius) tidak akan melupakan hari yang baru dilaluinya. Hari tersebut dimulai cukup buruk. Setelah menyelesaikan sejumlah perdebatan dengan pengacara perceraiannya, Andy (Jimmi Simpson), Rachel Flynn harus segera mengantarkan anaknya, Kyle Flynn (Gabriel Bateman), ke sekolah sekaligus berangkat menuju tempat kerjanya. Sial, kemacetan di jalanan yang harus ia lalui membuat Kyle Flynn lantas terlambat tiba di sekolah serta Rachel Flynn kemudian kehilangan pekerjaannya. Kepanikan selama di perjalanan tersebut sempat menjebak Rachel Flynn dalam sebuah perseteruan dengan seorang pria asing (Russell Crowe). Perseteruan tersebut sebenarnya dapat saja berakhir damai ketika sang pria asing mendatangi Rachel Flynn dan meminta maaf lalu meminta Rachel Flynn juga menyampaikan permohonan maaf kepada dirinya. Namun, rasa kesal yang telah memenuhi kepalanya membuat Rachel Flynn menolak permintaan tersebut. Penolakan yang secara tidak terduga kemudian berujung dengan rentetan teror yang menghantui Rachel Flynn dan orang-orang yang disayanginya. Continue reading Review: Unhinged (2020)

Now Streaming: Counterpart

Dua musim dari serial televisi Counterpart, yang saat ini sedang tayang secara eksklusif di Mola TV, jelas merupakan salah satu serial televisi terbaik yang tayang dalam beberapa tahun terakhir. Merupakan sebuah paduan apik dari warna pengisahan fiksi ilmiah dengan spy thriller yang siap untuk menghadirkan kejutan dan ketegangan bagi para penontonnya, konflik dalam alur cerita dari serial televisi yang dibuat oleh Justin Marks – sebelumnya merupakan penulis naskah bagi film Street Fighter: The Legend of Chun-Li (Andrzej Bartkowiak, 2009) dan The Jungle Book (Jon Favreau, 2016) – dimulai ketika pada masa 30 tahun lalu, para ilmuwan di Jerman Timur secara tidak sengaja menciptakan sebuah dimensi paralel yang kini hanya dapat diakses dari gudang bawah tanah dari gedung yang dimiliki oleh sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-bangsa. Dimensi paralel. Dua dunia. Yep. Counterpart dijamin akan “mengganggu” pemikiran Anda. Continue reading Now Streaming: Counterpart

Review: The Little Things (2021)

Lebih dikenal untuk film-film garapannya yang bernuansa drama keluarga seperti The Rookie (2002), The Blind Side (2009), dan Saving Mr. Banks (2013), sutradara John Lee Hancock menginjakkan kakinya ke ranah pengisahan cerita yang lebih kelam lewat film terbaru yang ia arahkan, The Little Things. Berlatar belakang waktu pengisahan di tahun 1990, film yang naskah ceritanya juga ditulis oleh Hancock ini bercerita tentang dua perwira polisi, Joe Deacon (Denzel Washington) dan Jim Baxter (Rami Malek), yang berupaya untuk menangkap seorang pembunuh berantai yang tengah berkeliaran dan menimbulkan keresahan pada warga di wilayah Los Angeles, Amerika Serikat. Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan, Joe Deacon dan Jim Baxter memusatkan perhatian mereka pada seorang pria penyendiri bernama Albert Sparma (Jared Leto) yang dianggap memenuhi kriteria sosok yang mereka cari dan diduga merupakan pelaku dari serangkaian kasus pembunuhan yang sedang mereka investigasi. Continue reading Review: The Little Things (2021)

Now Streaming: Two Weeks to Live

Suka atau tidak dengan musim terakhir dari serial televisi Game of Thrones – yang memang mendapatkan cukup banyak reaksi negatif dari kritikus maupun para penggemarnya – jelas tidak dapat dipungkiri bahwa serial televisi yang diadaptasi dari seri novel berjudul A Song of Ice and Fire karangan George R. R. Martin tersebut merupakan salah satu serial televisi terpopuler dalam satu dekade terakhir. Tidak hanya memenangkan banyak penghargaan, Game of Thrones juga menjadi bagian perbincangan budaya populer terbesar, memecahkan rekor jumlah penonton, dan, tentu saja, memberikan popularitas bagi para pemerannya. Nama-nama seperti Kit Harrington, Lena Headey, Peter Dinklage, Sophie Turner, Emilia Clarke, Nikolaj Coster-Waldau, hingga Maisie Williams jelas mendapatkan paparan maksimal berkat kesuksesan besar dari Game of Thrones. Berbicara tentang Williams, aktris asal Inggris tersebut kini membintangi sebuah miniseri terbaru berjudul Two Weeks to Live yang sedang tayang secara eksklusif di Mola TV. Percayalah, Williams tampil begitu berbeda dalam serial ini. Continue reading Now Streaming: Two Weeks to Live

Review: I Care a Lot (2020)

Awal Februari lalu, sebagai bagian dari serial dokumenter investigatifnya yang berjudul The New York Times Presents, The New York Times merilis Framing Britney Spears (Samantha Stark, 2021). Dokumenter berdurasi 74 menit tersebut tidak hanya berbicara tentang bagaimana popularitas Britney Spears memiliki dampak besar pada kultur kehidupan di industri hiburan dan media Amerika Serikat (baca: dunia) namun juga mengupas masalah perwalian yang telah diterapkan pada kehidupan Spears semenjak tahun 2008 yang diduga telah disalahgunakan oleh sang ayah, Jamie Spears, dan orang-orang yang berada disekitar Spears yang lantas memicu gerakan #FreeBritney dari para penggemarnya. Framing Britney Spears sukses menghasilkan reaksi dari banyak kalangan yang kembali mempertanyakan perlakuan masyarakat secara umum terhadap seorang perempuan serta, khususnya, hukum tentang perwalian yang awalnya dibentuk untuk melindungi orang dewasa yang dianggap “tidak mampu” untuk menjaga diri mereka sendiri namun kemudian dijadikan ladang bisnis untuk menghasilkan keuntungan bagi sejumlah orang yang terlibat dalam pengaplikasian sistem perwalian tersebut. Continue reading Review: I Care a Lot (2020)

Review: Tenet (2020)

Seri kisah petualangan menjelajahi ruang dan waktu karangan Christopher Nolan berlanjut dalam Tenet. Dikisahkan, seorang agen rahasia (John David Washington) direkrut oleh sebuah organisasi yang menyebut diri mereka sebagai Tenet. Oleh seorang ilmuwan, Barbara (Clémence Poésy), sang agen rahasia mendapat penjelasan bahwa seseorang dari masa depan telah memproduksi sejumlah senjata yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi dimensi waktu dan kemudian digunakan saat pecahnya peperangan besar di masa yang akan datang. Dengan bantuan seorang agen rahasia lain, Neil (Robert Pattinson), sang agen rahasia kemudian melacak asal muasal dari senjata tersebut yang lantas mempertemukan mereka dengan seorang pemasok senjata, Priya (Dimple Kapadia), serta seorang elit asal Rusia, Andrei Sator (Kenneth Branagh), yang menjadi kunci dari sejumlah permasalahan yang coba diselesaikan oleh sang agen rahasia. Masalah semakin rumit ketika sang agen rahasia mengetahui bahwa, di masa mendatang, senjata-senjata berkekuatan khusus tersebut dapat digunakan untuk memutar kembali waktu dan menghancurkan seluruh peradaban yang ada di permukaan Bumi. Continue reading Review: Tenet (2020)

Review: Layla Majnun (2021)

Setelah Test Pack: You Are My Baby (2012), sutradara Monty Tiwa kembali mempertemukan Reza Rahadian dengan Acha Septriasa dalam film arahannya yang terbaru, Layla Majnun. Merasa familiar dengan judul tersebut? Meskipun bukanlah adaptasi langsung dari kumpulan puisi legendaris Layla and Majnun karangan sastrawan asal Azerbaijan, Nezami Ganjavi, namun naskah cerita film yang ditulis oleh Alim Sudio (Mariposa, 2020) masih menggunakan esensi serta tema cerita senada seperti yang diusung oleh barisan puisi karya Ganjavi yang alur kisahnya mendapat julukan The Romeo and Julie of the East karena kandungan cerita cinta tak berbalasnya yang mengingatkan banyak orang pada kisah Romeo and Juliet yang ditulis oleh William Shakespeare. Lalu bagaimana eksplorasi cerita yang dilakukan oleh Tiwa dan Sudio dalam mengelola alur dan konflik romansa yang sebenarnya telah dituturkan berulang kali? Continue reading Review: Layla Majnun (2021)

Now Streaming: Romulus

Sebelum Game of Thrones sukses mencuri perhatian dan menjadi salah satu bagian kultur pop nyaris di satu dekade terakhir, sebenarnya sudah ada beberapa serial lain yang bernuansa sama, epik dan dramatis. Meski begitu, serial-serial ini lebih lekat dengan sejarah ketimbang fantasi. Spartacus (2010-2013) misalnya. Atau lebih jauh lagi, Rome, sebuah drama sejarah yang kerap menjadi bahan pembicaraan di sekitar tahun 2005 hingga 2007 lalu. Meski mungkin tidak sefantastis atau spektakuler dari segi skala dibandingkan Game of Thrones, namun Rome cukup menarik untuk diikuti. Continue reading Now Streaming: Romulus

Review: Malcolm & Marie (2021)

Sukses dengan kerjasama mereka dalam serial televisi Euphoria – yang berhasil meraih pujian luas dari banyak kritikus sekaligus memenangkan sejumlah penghargaan prestisius di industri pertelevisian dunia, termasuk Outstanding Lead Actress in a Drama Series pada The 72nd Primetime Emmy Awards, aktris Zendaya bersama dengan sutradara sekaligus penulis naskah Sam Levinson kembali berkolaborasi dalam film Malcolm & Marie. Merupakan film perdana yang ditulis, didanai, dan diproduksi oleh Hollywood selama masa pandemi COVID-19, Malcolm & Marie memiliki penuturan yang cukup sederhana dalam 106 menit durasi presentasi pengisahannya. Sutradara Malcolm Elliott (John David Washington) dikisahkan baru saja pulang dari perayaan pemutaran perdana film yang ia tulis dan arahkan bersama dengan kekasihnya, Marie Jones (Zendaya). Lewat tengah malam dan merasa kelaparan, Marie Jones lantas memilih untuk memasak hidangan makaroni dan keju untuk dinikmati sang kekasih. Sembari menunggu hidangan masak, Malcolm Elliott dan Marie Jones terlibat dalam gulungan dialog mengenai industri perfilman, kondisi lingkungan sosial, serta, tentu saja, hubungan romansa mereka yang telah terjalin selama lima tahun. Continue reading Review: Malcolm & Marie (2021)

Review: Dara of Jasenovac (2020)

Setelah sebelumnya berkolaborasi untuk film A Soldier’s Courage (2018), sutradara Predrag Antonijević kembali mengarahkan naskah cerita yang digarap oleh penulis naskah Natasa Drakulic dalam Dara of Jasenovac. Dengan alur pengisahan yang ditulis berdasarkan pengakuan para korban yang selamat, Dara of Jasenovac merupakan film pertama yang mengangkat kisah tentang berbagai tindakan kejahatan perang yang berlangsung di kamp konsentrasi Jasenovac yang didirikan oleh rezim penguasa Ustaše dari Negara Merdeka Kroasia di kawasan Slavonia, Kroasia selama berlangsungnya Perang Dunia II. Juga dikenal dengan julukan “Auschwitz of the Balkans” berkat berbagai perilaku barbar serta tingginya jumlah korban yang mengingatkan banyak orang akan tindak holokaus yang pernah berlangsung di kamp konsentrasi Auschwitz buatan tentara Jerman, kamp konsentrasi Jasenovac yang beroperasi dari tahun 1941 hingga tahun 1945 ini diprediksi telah menghilangkan lebih dari seratus ribu nyawa manusia yang kebanyakan berasal dari suku bangsa Serbia, Yahudi, dan Roma. Continue reading Review: Dara of Jasenovac (2020)

Review: The Dig (2021)

The Dig, yang menjadi film kedua yang diarahkan oleh sutradara asal Australia, Simon Stone, setelah The Daughter (2015), berkisah mengenai penggalian situs arkeologi di wilayah Sutton Hoo, Suffolk, Inggris, yang dimulai pada tahun 1939. Berdasarkan kisah nyata, penggalian tersebut dimulai ketika sang pemilik tanah, Edith Pretty (Carey Mulligan), mempekerjakan seorang arkeologi sekaligus penggali otodidak, Basil Brown (Ralph Fiennes), untuk menggali beberapa gundukan kuburan yang berada di sekitaran tanah miliknya dan selama ini diduga menjadi lokasi keberadaan sejumlah artefak yang berasal dari era kejayaan bangsa Viking – meskipun, menurut penilaian Basil Brown, artefak yang berada di lokasi tersebut kemungkinan juga berasal dari bangsa Anglo-Saxon yang merupakan nenek moyang dari masyarakat Britania Raya modern. Benar saja, setelah beberapa lama melakukan penggalian, Basil Brown mulai menemukan bukti bahwa wilayah penggaliannya merupakan sebuah situs arkeologi penting yang akan membuka lembaran sejarah baru tentang masa lalu dari bangsa Anglo-Saxon. Continue reading Review: The Dig (2021)

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar