Tag Archives: Streaming

Review: King Richard (2021)

Dunia mungkin saja tidak merasa familiar dengan nama Richard Williams. Meskipun begitu, dengan obsesi, ego, sikap keras kepala, dan kerja kerasnya, Richard Williams mampu menempa dua sosok atlet perempuan hingga namanya kini selalu dikenang sebagai dua atlet terbaik sepanjang masa: Venus Williams dan Serena Williams. Kisah inilah yang dituturkan oleh sutradara Reinaldo Marcus Green (Joe Bell, 2020) lewat King Richard yang naskah ceritanya ditulis oleh Zach Baylin. Perjalanan tersebut dimulai ketika Richard Williams (Will Smith) menyadari bahwa seorang atlet tenis dapat mengumpulkan penghasilan yang besar setiap tahunnya. Richard Williams kemudian menuliskan rencana hidup jangka panjang sebanyak 78 halaman bagi dua puterinya, Venus Williams (Saniyya Sidney) dan Serena Williams (Demi Singleton), untuk membentuk dan mengarahkan mereka menjadi atlet tenis handal. Bukan sebuah perjalanan mudah. Dengan latar belakang ekonomi pas-pasan serta berasal dari kelompok ras kulit hitam di era dimana tenis didominasi oleh atlet berkulit putih, perjuangan Richard Williams seringkali terbentur berbagai hambatan. Namun, tentu saja, Richard Williams tidak menyerah begitu saja. Continue reading Review: King Richard (2021)

Review: A Hero (2021)

Tiga tahun semenjak mengarahkan Everybody Knows (2018) yang dibintangi Javier Bardem dan Penélope Cruz yang sekaligus menjadi film cerita panjang berbahasa serta berlatar belakang lokasi pengisahan di Spanyol pertamanya, sutradara berkewarganegaraan Iran, Asghar Farhadi, kembali bercerita tentang tanah kelahirannya melalui A Hero. Juga ditulis dan diproduseri oleh Farhadi, A Hero berkisah tentang seorang pria bernama Rahim (Amir Jadidi) yang harus mendekam di dalam penjara karena ketidakmampuannya dalam membayar hutang. Kesempatannya untuk membayar hutang dan terbebas dari hukuman penjara datang ketika kekasihnya, Farkhondeh (Sahar Goldoost), menemukan sebuah tas berisi tumpukan koin emas dan kemudian menyerahkannya pada Rahim. Sial, nilai emas yang ditemukan oleh Farkhondeh tersebut masih jauh untuk dapat membayar hutang yang dimiliki oleh Rahim. Rahim lantas memutuskan untuk memasang pengumuman tentang penemuan tas yang hilang agar pemilik tas tersebut dapat menghubunginya. Berhasil, tas tersebut kemudian kembali ke pemiliknya. Ketika petugas penjara mengetahui tindakan mulia yang dilakukan oleh Rahim, kabar tentang seorang narapidana yang memilih untuk mengembalikan barang berharga daripada menggunakannya untuk kepentingan dirinya sendiri segera menyebar dan menjadikan Rahim sebagai sosok pujaan seantero negeri. Continue reading Review: A Hero (2021)

Review: tick, tick… BOOM! (2021)

Tahun 2021 jelas menjadi salah satu tahun tersibuk bagi Lin-Manuel Miranda – dirinya turut berperan, menjadi komposer musik, sekaligus memproduseri In the Heights (Jon M. Chu, 2021), berperan dan menjadi komposer musik bagi Vivo (Kirk DeMicco, 2021), serta menuliskan cerita serta menjadi komposer musik untuk Encanto (Byron Howard, Jared Bush, 2021). Di penghujung tahun, Miranda merilis film musikal lain berjudul tick, tick… BOOM! yang sekaligus menandai kali pertama Miranda bertugas sebagai sutradara bagi sebuah film cerita panjang. Jika In The Heights diadaptasi dari drama panggung berjudul sama yang alur pengisahannya diinspirasi oleh kehidupan masa kecil Miranda, maka tick, tick… BOOM! juga diadaptasi dari drama panggung berjudul sama yang alur ceritanya sekaligus merupakan biopik dari Jonathan Larson yang, seperti halnya Miranda, merupakan seorang aktor, komposer, penyanyi, penulis, serta penggiat drama panggung asal Amerika Serikat. Bersama dengan Rent yang begitu mendunia, tick, tick… BOOM! adalah drama panggung garapan Larson yang dipentaskan dan meraih popularitasnya selepas Larson meninggal dunia di usia 35 tahun pada tahun 1996. Continue reading Review: tick, tick… BOOM! (2021)

Review: Red Notice (2021)

Dengan biaya produksi yang dilaporkan mencapai US$200 juta, film terbaru arahan sutradara Rawson Marshall Thurber yang kembali mempertemukannya dengan aktor Dwayne Johnson setelah Central Intelligence (2016) dan Skyscraper (2018), Red Notice, menjadi film blockbuster pertama sekaligus termahal yang dirilis oleh Netflix. Tidak begitu mengherankan. Selain Johnson, Red Notice juga menghadirkan penampilan akting dari Ryan Reynolds dan Gal Gadot – dua pemeran yang namanya jelas sedang berada di puncak popularitas saat ini. Tidak lupa, layaknya sebuah blockbuster yang mengedepankan adegan aksi, Red Notice juga dieksekusi sebagai sajian dengan tatanan audio dan visual berskala besar yang tentunya digunakan untuk semakin meningkatkan daya pikatnya kepada penonton. Namun, tentu saja, tanpa naskah cerita yang benar-benar mumpuni, paduan kehadiran barisan pemeran popular dengan tampilan presentasi yang berkelas tidak begitu saja dapat menyokong kualitas penceritaan sebuah film. Hal tersebut, sayangnya, terjadi pada film ini. Continue reading Review: Red Notice (2021)

Review: Army of Thieves (2021)

Masih ingat dengan karakter pembobol brankas bernama Ludwig Dieter dari film Army of the Dead (2021)? Well… berkat garapan karakter yang kuat serta disokong dengan penampilan solid dari aktor Matthias Schweighöfer, karakter Ludwig Dieter mampu hadir mencuri perhatian diantara kerumunan pengisi departemen akting film arahan Zack Snyder tersebut. Dengan niatan untuk mengembangkan semesta pengisahan filmnya, Snyder mempersiapkan dua film cerita pendek, sebuah serial televisi, serta dua film cerita panjang yang akan mengeksplorasi sejumlah konflik maupun karakter yang telah dihadirkan dalam Army of the Dead. Salah satu dari film cerita panjang yang menjadi kelanjutan dari pengisahan Army of the Dead adalah Army of Thieves yang merupakan sebuah prekuel dan memfokuskan pengisahannya pada sosok karakter Ludwig Dieter. Menjadi film berbahasa Inggris pertama yang diarahkan oleh Schweighöfer, Army of Thieves memang tidak menawarkan pola pengisahan heist thriller yang benar-benar baru. Meskipun begitu, lewat penampilan akting serta kemampuan pengarahannya yang apik, film ini cukup berhasil membuktikan bahwa Schweighöfer memiliki talenta yang memang layak untuk diberikan perhatian lebih. Continue reading Review: Army of Thieves (2021)

Review: A World Without (2021)

Merupakan film pertama yang diarahkan oleh Nia Dinata setelah Ini Kisah Tiga Dara (2016), A World Without memiliki latar belakang waktu pengisahan di tahun 2030 – sepuluh tahun semenjak terjadinya pandemi yang membuat kualitas hidup manusia secara keseluruhan menurun drastis. Sebuah komunitas yang menyebut diri mereka sebagai The Light milik pasangan Ali (Chicco Jerikho) dan Sofia Khan (Ayushita) muncul dan menjadi popular berkat misi mereka untuk mengembangkan bakat serta kemampuan setiap remaja terpilih untuk kemudian menikahkan para remaja tersebut ketika usia mereka telah menginjak 17 tahun agar dapat membentuk keluarga baru yang berkualitas. Tiga sahabat yang datang dari latar kehidupan yang berbeda, Salina (Amanda Rawles), Tara (Asmara Abigail), dan Ulfah (Maizura) baru saja terpilih untuk bergabung bersama The Light. Sejumlah harapan untuk masa depan yang lebih cerah jelas terlintas di benak ketiganya. Namun, secara perlahan, berbagai sisi gelap dari komunitas tersebut mulai terungkap. Tiga gadis muda tersebut terjebak didalamnya. Continue reading Review: A World Without (2021)

Review: Passing (2021)

Mengikuti jejak nama-nama seperti Barbra Streisand, Sofia Coppola, Greta Gerwig, Olivia Wilde, serta Regina King, aktris Rebecca Hall terjun ke balik layar dan mengarahkan Passing, sebuah film yang naskah ceritanya diadaptasi oleh Hall dari novel berjudul sama yang ditulis oleh novelis Nella Larsen. Passing sendiri bukanlah sebuah karya literatur biasa. Diterbitkan pertama kali di kota New York, Amerika Serikat pada tahun 1929 di era dimana perlakuan diskriminasi terhadap masyarakat kulit hitam di berbagai aspek kehidupan masih dianggap sebagai tatanan normal dalam keseharian, Passing mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan berkat kemampuan (dan keberanian) Larsen untuk menyelami sejumlah konflik yang berkenaan dengan ras, kelas, gender, dan seksualitas. Beruntung, Hall cukup lugas dalam menterjemahkan berbagai tema yang ingin disampaikan oleh Larsen dalam novelnya menjadi presentasi cerita yang tidak hanya kuat namun juga relevan bagi kondisi kehidupan modern saat ini. Continue reading Review: Passing (2021)

Review: Cry Macho (2021)

Merupakan film ke-39 yang diarahkan oleh Clint Eastwood yang sekaligus menandai tahun ke-50 karir penyutradaraan yang ia mulai semenjak mengarahkan Play Misty for Me di tahun 1971, Cry Macho yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan N. Richard Nash telah mengalami sejumlah kegagalan untuk dieksekusi menjadi presentasi cerita layar lebar. Bermula di tahun 1988, produser Albert S. Ruddy menawarkan Eastwood untuk menjadi pemeran utama dalam Cry Macho yang kemudian ditolak karena komitmen Eastwood untuk membintangi sekuel teranyar dari seri film Dirty Harry, The Dead Pool (Buddy Van Horn, 1988). Proses pembuatan versi film dari Cry Macho kemudian melibatkan nama-nama seperti Robert Mitchum, Roy Scheider, Burt Lancaster, Pierce Brosnan, hingga Arnold Scwarzenegger sebagai pemeran utama namun tak satupun proyek film tersebut dapat terselesaikan. Lebih dari tiga dekade kemudian, tepatnya di tahun 2020, Warner Bros. Pictures mengumumkan bahwa Eastwood akan mengarahkan sekaligus membintangi Cry Macho yang masih menggunakan naskah cerita asli garapan Nash dengan sejumlah modifikasi yang dilakukan oleh Nick Schenk (The Judge, 2014). Continue reading Review: Cry Macho (2021)

Viu Hadirkan Viu Original Lovers of the Red Sky

Sempat mengambil jeda dari industri hiburan Korea Selatan karena masalah kesehatannya di tahun 2018, perlahan, aktris Kim Yoo Jung mulai aktif dan hadir kembali di dunia seni peran. Setelah membintangi 16 episode dari serial televisi Backstreet Rookie (Myoungwoo Lee, 2020) serta turut tampil dalam film horor garapan sutradara Kim Tae-hyoung yang berjudul The 8th Night (2021), Kim kini bersiap untuk mencuri perhatian serta hati para pecinta seri drama Korea romantis dalam Viu Original Lovers of the Red Sky dimana dirinya akan menjadi salah seorang pemeran utamanya. Continue reading Viu Hadirkan Viu Original Lovers of the Red Sky

Review: Cinderella (2021)

Gadis yatim piatu. Ibu dan saudara tiri yang selalu menyakiti hati. Pangeran yang sedang mencari cinta. Sepatu kaca. Yes, it’s a tale as old as time. Enam tahun semenjak Kenneth Branagh menghadirkan Cinderella (2015) yang tidak hanya mampu meraih kesuksesan komersial di sepanjang masa penayangannya namun juga berhasil mendapatkan pujian luas dari para kritikus film dunia, Kay Cannon (Blockers, 2018) kini menghadirkan interpretasinya atas kisah klasik yang kepopulerannya berawal dari cerita berjudul Cendrillon ou la petite pantoufle de verre yang diterbitkan pada tahun 1697 oleh penulis dongeng asal Perancis, Charles Perrault. Disampaikan dengan struktur pengisahan musikal, presentasi film cerita panjang layar lebar teranyar dari Cinderella yang naskah ceritanya juga ditulis oleh Cannon ini berusaha untuk menghadirkan lingkup cerita dan karakter yang lebih modern dengan sentuhan sudut pandang feminis yang kental. Berhasil? Continue reading Review: Cinderella (2021)

Review: Serigala Langit (2021)

Diarahkan oleh Reka Wijaya (Sule Detektif Tokek, 2013) berdasarkan naskah cerita yang ditulis oleh Titien Wattimena (Milea: Suara dari Dilan, 2020) dan Rifki Ardisha, Serigala Langit bercerita tentang Gadhing Baskara (Deva Mahenra) yang merupakan seorang penerbang pesawat tempur bagi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara dan baru saja bergabung dengan Skadron Serigala Langit. Sebagai lulusan terbaik di Akademi Angkatan Udara dan Sekolah Penerbang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Gadhing Baskara sempat merasa dirinya memiliki kemampuan yang lebih baik dari rekan-rekannya – sikap yang lantas membuat keberadaannya kurang disenangi oleh sejumlah seniornya. Karena langkah awal yang salah, Gadhing Baskara kini harus berjuang keras untuk membuktikan kelayakan dirinya untuk bergabung di Skadron Serigala Langit. Di saat yang bersamaan, Gadhing Baskara juga sedang dihantui oleh hubungannya yang memburuk dengan sang ayah (Nugie) yang kini sedang terbaring di rumah sakit dan terus menanyakan keberadaan dirinya. Continue reading Review: Serigala Langit (2021)

Review: Notebook (2021)

Dimas Anggara dan Amanda Rawles kembali tampil bersama untuk film Notebook yang menandai debut pengarahan film cerita panjang layar lebar bagi Karsono Hadi yang sebelumnya dikenal sebagai penata gambar bagi film-film seperti Tjoet Nja’ Dhien (Eros Djarot, 1988), Taksi (Arifin C. Noer, 1991), dan Bibir Mer (Noer, 1992) yang memenangkannya sebuah Piala Citra untuk kategori Penata Gambar Terbaik di Festival Film Indonesia 1992. Hadi juga berhasil meraih nominasi di kategori Penulis Skenario Terbaik dari ajang Festival Film Indonesia 2004 untuk film Marsinah: Cry Justice (Slamet Rahardjo Djarot, 2001). Untuk Notebook sendiri, Hadi mengarahkan naskah cerita yang ditulis oleh Sukhdev Singh dan Tisa TS yang merupakan penulis naskah bagi tiga film yang telah mempertemukan Anggara dan Rawles, Promise (Asep Kusdinar, 2017), London Love Story 3 (Kusdinar, 2018), dan The Perfect Husband (Rudi Aryanto, 2018). Continue reading Review: Notebook (2021)

Review: Reminiscence (2021)

Meraih rekognisi lebih luas berkat kesuksesan serial televisi Westworld (2016) yang mereka ciptakan, Lisa Joy dan Jonathan Nolan kembali berkolaborasi untuk memproduseri film fiksi ilmiah, Reminiscence, yang juga menandai debut pengarahan film cerita panjang bagi Joy. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Joy, Reminiscence memiliki latar belakang waktu pengisahan di masa depan dimana dua orang veteran, Nick Bannister (Hugh Jackman) dan Emily Sanders (Thandiwe Newton), membuka sebuah usaha yang memanfaatkan teknologi terkini untuk dapat menghidupkan kembali ingatan tertentu bagi mereka yang menginginkannya. Teknologi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh seorang penyanyi klub malam, Mae (Rebecca Ferguson), untuk dapat mengingat kembali dimana keberadaan kunci-kuncinya. Tidak hanya mendapatkan kembali kunci-kuncinya, Mae juga berhasil menarik perhatian Nick Bannister. Romansa dengan segera tumbuh diantara keduanya. Namun, setelah beberapa saat menjalin hubungan, Mae meninggalkan Nick Bannister dan menghilang tanpa jejak begitu saja. Continue reading Review: Reminiscence (2021)