Tag Archives: Tony Goldwyn

Review: King Richard (2021)

Dunia mungkin saja tidak merasa familiar dengan nama Richard Williams. Meskipun begitu, dengan obsesi, ego, sikap keras kepala, dan kerja kerasnya, Richard Williams mampu menempa dua sosok atlet perempuan hingga namanya kini selalu dikenang sebagai dua atlet terbaik sepanjang masa: Venus Williams dan Serena Williams. Kisah inilah yang dituturkan oleh sutradara Reinaldo Marcus Green (Joe Bell, 2020) lewat King Richard yang naskah ceritanya ditulis oleh Zach Baylin. Perjalanan tersebut dimulai ketika Richard Williams (Will Smith) menyadari bahwa seorang atlet tenis dapat mengumpulkan penghasilan yang besar setiap tahunnya. Richard Williams kemudian menuliskan rencana hidup jangka panjang sebanyak 78 halaman bagi dua puterinya, Venus Williams (Saniyya Sidney) dan Serena Williams (Demi Singleton), untuk membentuk dan mengarahkan mereka menjadi atlet tenis handal. Bukan sebuah perjalanan mudah. Dengan latar belakang ekonomi pas-pasan serta berasal dari kelompok ras kulit hitam di era dimana tenis didominasi oleh atlet berkulit putih, perjuangan Richard Williams seringkali terbentur berbagai hambatan. Namun, tentu saja, Richard Williams tidak menyerah begitu saja. Continue reading Review: King Richard (2021)

Review: Divergent (2014)

Hollywood’s search for the next great young adult adaptation continues with Divergent. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Veronica Roth, Divergent sekilas terasa seperti sebuah kolaborasi warna penceritaan dari beberapa film hasil adaptasi novel young adult yang sebelumnya telah dirilis: penggambaran mengenai struktur masyarakat yang modern dan sempurna seperti dalam The Host (2013), pengelompokan kondisi masyarakat serta pelatihan dan pengujian fisik seperti yang terdapat dalam The Hunger Games (2012 – 2013), pemilihan kelompok yang dilakukan oleh setiap individu muda seperti dalam dunia Harry Potter (2001 – 2011) hingga kehadiran sosok karakter terpilih layaknya dalam Ender’s Game (2013). Meskipun menawarkan jalinan kisah yang terasa familiar dan tidak lagi baru, Divergent cukup mampu tergarap dengan baik, khususnya dengan pengarahan sutradara Neil Burger (Limitless, 2011) yang mampu menghadirkan penceritaan film ini dengan ritme yang tepat sekaligus mendapatkan dukungan kuat dari penampilan akting para jajaran pengisi departemen aktingnya.

Continue reading Review: Divergent (2014)

Review: The Mechanic (2011)

Berjalan cepat, brutal dan dengan intensitas yang sangat terjaga baik, The Mechanic adalah sebuah film action murni yang kembali menempatkan aktor asal Inggris, Jason Statham, dalam elemen terbaiknya: sebuah film action no brainer dimana ia dapat memamerkan otot sekaligus otaknya dalam memerankan seorang karakter tangguh, tak kenal kata takut namun tetap merupakan seorang yang sensitif ketika berhubungan dengan kehidupan pribadinya. Benar, Statham telah memainkan karakter tersebut berkali-kali semenjak namanya mulai menanjak dalam The Transporter (2002). Namun harus diakui, setelah sekian tahun berlalu, rasanya tak ada bintang action yang mampu tampil dengan daya tarik yang lebih kuat dari Statham di setiap filmnya.

Continue reading Review: The Mechanic (2011)

Review: Conviction (2010)

Jangan salahkan Hilary Swank yang mengira bahwa dirinya akan mendapatkan nominasi Best Actress in a Leading Role ketiganya dari ajang penghargaan Academy Awards ketika ia menerima peran sebagai Betty Anne Waters dalam film Conviction. Selain kisah dan karakter tersebut didasarkan dari sebuah kisah nyata, perjalanan yang dialami karakter Betty Anne Waters yang digambarkan dalam Conviction memang merupakan sebuah peran yang biasanya akan menarik perhatian banyak pernghargaan film. Sayangnya, naskah Conviction yang ditulis oleh Pamela Gray terlalu banyak menempatkan karakter Betty Anne Waters dalam berbagai situasi klise yang membuat karakter tersebut terasa tidak begitu istimewa terlepas dari kemampuan Swank untuk membawakan perannya dengan baik.

Continue reading Review: Conviction (2010)