Tag Archives: Jon Bernthal

Review: Widows (2018)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Steve McQueen (Shame, 2011) bersama dengan Gillian Flynn (Gone Girl, 2012) berdasarkan buku karya Lynda La Plante yang berjudul sama, Widows memulai kisahnya dengan kematian yang dialami oleh Harry Rawlings (Liam Neeson) ketika ia sedang melakukan sebuah perampokan bersama dengan rekan-rekannya, Carlos Perelli (Manuel Garcia-Rulfo), Florek Gunner (Jon Bernthal), dan Jimmy Nunn (Coburn Goss). Sial, kematian Harry Rawlings ternyata tidak hanya meninggalkan duka yang mendalam kepada sang istri, Veronica Rawlings (Viola Davis). Beberapa hari setelah pemakaman jenazah sang suami, Veronica Rawlings didatangi oleh seorang politisi yang juga merupakan pemimpin sebuah kelompok kejahatan bernama Jamal Manning (Brian Tyree Henry) yang meminta agar uangnya yang telah dirampok oleh Harry Rawlings bersama dengan rekan-rekannya untuk dikembalikan. Veronica Rawlings yang sama sekali tidak terlibat kejahatan yang dilakukan oleh sang suami jelas  tidak memiliki sejumlah uang seperti yang diminta oleh Jamal Manning. Dengan tenggat waktu satu bulan yang diberikan oleh Jamal Manning untuk mengembalikan uangnya, Veronica Rawlings akhirnya mengajak para janda dari rekan-rekan suaminya, Linda Perelli (Michelle Rodriguez), Alice Gunner (Elizabeth Debicki), dan Amanda Nunn (Carrie Coon), untuk mengikuti jejak para almarhum suami mereka dan melakukan sebuah perampokan guna mendapatkan uang yang diinginkan oleh Jamal Manning. Continue reading Review: Widows (2018)

Review: Wind River (2017)

Memulai karirnya sebagai seorang aktor dengan membintangi serial televisi seperti Veronica Mars dan Sons of Anarchy, nama Taylor Sheridan mulai mendapatkan rekognisi yang lebih besar setelah keterlibatannya sebagai penulis naskah bagi film Sicario (Denis Villeneuve, 2015). Karirnya sebagai seorang penulis naskah bahkan semakin diperhitungkan setelah naskah ceritanya untuk film Hell or High Water (David Mackenzie, 2016) berhasil mendapatkan nominasi Best Original Screenplay di ajang The 89th Annual Academy Awards. Kini, setelah sebelumnya sempat mengarahkan sebuah film horor berjudul Vile yang dirilis pada tahun 2011, Sheridan kembali ke kursi penyutradaraan untuk mengarahkan film yang naskah ceritanya ia tulis sendiri, Wind River. Terinspirasi dari minimnya catatan kepolisian mengenai kasus menghilangnya para perempuan yang berasal dari Penduduk Asli Amerika, Sheridan menggarap Wind River sebagai sebuah pengisahan yang mungkin terasa familiar dan begitu sederhana namun mampu memberikan sentuhan emosional yang luar biasa mendalam. Continue reading Review: Wind River (2017)

Review: Baby Driver (2017)

Sebuah film aksi komedi dimana sang karakter utama merupakan seorang pria dewasa yang memiliki nama panggilan Baby mungkin terdengar jauh dari kesan meyakinkan. Namun, dengan pendekatan cerita yang begitu imajinatif dari Edgar Wright – sutradara asal Inggris yang filmografinya diisi oleh film komedi tentang para mayat hidup (Shaun of the Dead, 2004), film komedi tentang pasangan polisi (Hot Fuzz, 2007), film komedi yang diadaptasi dari sebuah novel grafis (Scott Pilgrim vs. the World, 2010), dan film komedi tentang bagaimana para selebritis Hollywood menghadapi kiamat (The World’s End, 2013), Baby Driver mampu dikembangkan menjadi sebuah pendekatan baru dari penceritaan heist movie yang melibatkan banyak adegan balapan mobil yang mungkin telah terasa melelahkan setelah kehadiran delapan film dalam seri The Fast and the Furious (2001 – 2017). Pengarahan kuat dan cerdas dari Wright itulah yang kemudian berhasil membuat film ini tampil begitu menyenangkan untuk diikuti. Continue reading Review: Baby Driver (2017)

Review: Snitch (2013)

snitch-header

How far would you go to save your son/daughter/wife/loved ones? Akrab dengan tagline maupun premis cerita tersebut? Well… Film drama aksi berjudul Snitch yang menjadi debut penyutradaraan bagi Ric Roman Waugh – yang sebelumnya berprofesi sebagai seorang pemeran pengganti untuk film-film seperti Total Recall (1990), The Crow (1994) hingga Gone in Sixty Seconds (2000) – ini juga menawarkan sebuah alur cerita yang hampir serupa. Namun, naskah cerita Snitch – yang juga ditulis oleh Waugh bersama Justin Haythe (Revolutionary Road, 2008) – tidak hanya sekedar menghadirkan kisah petualangan sesosok karakter dalam menghadapi berbagai rintangan fisik yang harus ditempuhnya sebelum berhasil menyelamatkan karakter yang mereka sayangi. Dalam banyak bagiannya, Snitch mampu menghadirkan penggalian yang lebih mendalam kepada setiap karakter yang hadir di dalam jalan cerita dan sekaligus membuat film ini dapat hadir dalam  kapasitas drama yang lebih kuat.

Continue reading Review: Snitch (2013)