Review: The 8th Night (2021)


Merupakan debut pengarahan film cerita panjang bagi sutradara sekaligus penulis naskah Kim Tae-hyoung, alur penceritaan The 8th Night dimulai ketika seorang biksu muda, Cheong-seok (Nam Da-reum), ditugaskan oleh gurunya, Ha-jeong (Lee Eol), untuk membawa sebuah bungkusan kepada seorang mantan biksu, Park Jin-soo (Lee Sung-min), sekaligus memperingatkannya bahwa sesosok makhluk jahat yang dahulu pernah berusaha untuk membuka pintu neraka telah kembali dan bersiap untuk mengulangi kembali aksinya. Bukan usaha yang mudah. Selain Cheong-seok harus menemukan Park Jin-soo yang tidak terlalu jelas lokasi keberadaannya, Park Jin-soo menyimpan kenangan akan masa lalu yang kelam dan membuatnya tidak lagi percaya akan berbagai ajaran yang dulu diterimanya sebagai seorang biksu. Di saat yang bersamaan, seorang detektif bernama Kim Ho-tae (Park Hae-joon), sedang dilanda kebingungan ketika dirinya harus mengungkap kasus pembunuhan aneh dimana para korban ditemukan dengan kondisi mayat telah mengering.

Meskipun alur pengisahannya terasa bagaikan paduan akan sejumlah film horor yang pernah diproduksi oleh sineas Korea Selatan sebelumnya – The Wailing (Na Hong-jin, 2016) dan The Mimic (Huh Jung, 2017) mungkin adalah dua film dengan tema familiar yang teranyar, Kim mampu menghadirkan garapan pengisahan yang cukup apik bagi The 8th Night. Dasar penceritaan yang bertutur tentang perjalanan sejumlah karakter dalam usaha mereka untuk menyelamatkan peradaban manusia dari ancaman bahaya mampu dibalut dengan sejumlah galian konflik yang krusial untuk menghadirkan pengembangan karakter sekaligus momen-momen emosional dalam linimasa penceritaan film ini. Sebagai sebuah sajian cerita yang mengangkat atmosfer pengisahan bernuansa horor, The 8th Night memang tidak memiliki terlalu banyak adegan yang akan mampu menghasilkan rasa takut pada penontonnya. Meskipun begitu, dengan penataan sinematografi bernuansa muram yang mampu mendukung ritme pengisahan yang berjalan secara perlahan, The 8th Night tidak pernah gagal untuk menciptakan kesan menyeramkan.

The 8th Night menghadapi sejumlah ganjalan pada penuturannya ketika film ini mulai tampil kebingungan untuk mengelola banyak dari konflik cerita yang telah dikenalkan semenjak awal. Usaha Kim untuk mengembangkan jalinan kisah tentang legenda sosok jahat yang berusaha untuk membuka pintu neraka dan menyengsarakan umat manusia seringkali tampil membingungkan. Begitu pula dengan kilasan-kilasan kisah yang berusaha menggambarkan masa lalu dari karakter Park Jin-soo. Kim terkesan berusaha untuk menghadirkan elemen kisah tersebut layaknya potongan teka-teki yang nantinya akan menghubungkan karakter Park Jin-soo dengan karakter Cheong-sok. Namun, dengan penataan yang cenderung setengah matang, tampilan gambaran konflik masa lalu tersebut justru terasa hadir dengan kesan bertele-tele. Di saat yang bersamaan, elemen misteri yang coba dikembangkan lewat kehadiran karakter Kim Ho-tae juga sering bernasib sama, kurang mampu tereksekusi dengan baik dan sering hanya tampil untuk menggerakkan linimasa cerita daripada benar-benar tampil dengan penuturan yang efektif.

Kim baru benar-benar mendapatkan kualitas tanpa cela dari penampilan para pengisi departemen akting filmnya. Memerankan sosok yang misterius dengan masa lalu yang penuh akan berbagai peristiwa kelam nan tragis, Lee mampu menjadikan karakter Park Jin-soo tampil kuat. Meskipun plot pengisahan karakter yang ia perankan terasa kurang matang, Park dapat menjadikan kehadiran sosok Kim Ho-tae menjadi begitu menarik dalam menguak tabir misteri dari kasus kematian yang dihadapinya. Namun, sulit untuk memungkiri bahwa Nam adalah bintang utama dari film ini. Dengan karakternya yang tergambar sebagai sosok yang lugu namun dengan rasa keingintahuan yang kuat, Nam dapat menciptakan momen-momen kuat, baik horor maupun sejumlah sentuhan komedi, yang begitu menyita perhatian. Secara keseluruhan, terlepas dari sejumlah kelemahan penuturannya, The 8th Night jelas bukanlah sebuah presentasi yang mengecewakan dan masih akan cukup mampu untuk menghibur, khususnya para penikmat horor.

The 8th Night (2021)

Directed by Kim Tae-hyoung Produced by Hyun Kwang Seo Written by Kim Tae-hyoung Starring Lee Sung-min, Park Hae-joon, Kim Yoo-jung, Nam Da-reum, Choi Jin-ho, Lee Eol, Kim Han-sol, Park Se-hyun Music by Shim Hyun-jung Cinematography Choo Kyeong-yeob Edited by Kim Sun-min Production companies Gom Pictures/Gogo Studio Running time 115 minutes Country South Korea Language Korean

One thought on “Review: The 8th Night (2021)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s