Tag Archives: Cate Blanchett

Review: Thor: Ragnarok (2017)

Masih ingat dengan Thor: The Dark World (Alan Taylor, 2013)? Well… tidak akan ada yang menyalahkan jika Anda telah melupakan sepenuhnya mengenai jalan cerita maupun pengalaman menonton dari sekuel perdana bagi film yang bercerita tentang Raja Petir dari Asgard tersebut. Berada di bawah arahan Taylor yang mengambil alih kursi penyutradaraan dari Kenneth Branagh, Thor: The Dark World harus diakui memang gagal untuk melebihi atau bahkan menyamai kualitas pengisahan film pendahulunya. Tidak berniat untuk mengulang kesalahan yang sama, Marvel Studios sepertinya berusaha keras untuk memberikan penyegaran bagi seri ketiga Thor, Thor: Ragnarok: mulai dari memberikan kesempatan pengarahan pada sutradara Taika Waititi yang baru saja meraih kesuksesan lewat dua film indie-nya, What We Do in the Shadows (2014) dan Hunt for the Wilderpeople (2016), menghadirkan naskah cerita yang menjauh dari kesan kelam, hingga memberikan penampilan-penampilan kejutan dalam presentasi filmnya. Berhasil? Mungkin. Continue reading Review: Thor: Ragnarok (2017)

Advertisements

Review: Cinderella (2015)

cinderella-2015-posterWe’re all familiar with the original story of Cinderella. Seorang gadis berparas jelita dengan kehidupan yang begitu bahagia bersama kedua orangtuanya lantas menemukan dirinya berada dalam rangkaian ketidakberuntungan ketika sang ibu meninggal dunia dan sang ayah kemudian menikahi seorang wanita dengan perangai buruk yang memiliki dua orang puteri dengan perangai yang tidak jauh buruknya dari ibu mereka. Tidak cukup disitu, dalam jangka waktu yang tidak lama, sang ayah kemudian menyusul kematian sang ibu yang jelas kemudian meninggalkan sang gadis dalam asuhan sang ibu tiri yang sama sekali tidak pernah berlaku layaknya seorang ibu pada sang gadis. Sang gadis berubah menjadi pembantu di rumahnya sendiri… pesta dansa… ibu peri… sepatu kaca… pangeran tampan… jam dua belas di tengah malam… dan hidup bahagia untuk selama-lamanya. Kisah dongeng klasik yang secara turun-temurun telah menjadi begitu familiar bagi seluruh umat manusia yang ada di permukaan Bumi.

Kini, mengikuti jejak kesuksesan Alice in Wonderland (2010) dan Maleficent (2014), Walt Disney Pictures menyajikan kembali kisah klasik Cinderella bagi para penonton modern dalam bentuk live action. Berbeda dengan Alice in Wonderland maupun Maleficent, naskah cerita Cinderella yang digarap oleh Chris Weitz (The Golden Compass, 2007) berdasarkan dongeng asal Perancis popular berjudul Cendrillon yang ditulis Charles Perrault di tahun 1697 sekaligus film animasi klasik Walt Disney berjudul Cinderella (Clyde Geronimi, Hamilton Luske, Wilfred Jackson, 1950) tidak melakukan perubahan yang drastis pada barisan konflik maupun karakter fundamentalnya.

Meskipun begitu, sentuhan Weitz begitu terasa dalam memberikan pendalaman latar belakang kisah pada beberapa karakter utamanya, khususnya bagi karakter sang Ibu Tiri, Lady Tremaine. Penonton kini diberikan kesempatan untuk mengenal Lady Tremaine sebagai sosok yang telah melalui begitu banyak kekecewaan yang kemudian membentuk sikapnya menjadi sosok Ibu Tiri yang melegenda tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada karakter Prince Charming yang kini tidak lagi hanya sekedar sosok pria tampan yang menyelematkan Cinderella namun digambarkan sebagai sosok baik hati dengan jalan pemikiran yang mendalam. Beberapa perubahan inilah yang memberikan pendalaman cerita yang lebih kuat dan modern bagi keseluruhan kisah klasik Cinderella yang terasa begitu tradisional.

Naskah cerita yang digarap Weitz juga mendapatkan eksekusi yang sangat sempurna dari seorang Kenneth Branagh. Dikenal sebagai sosok sutradara yang menghabiskan banyak waktunya untuk mengarahkan film-film hasil adaptasi karya William Shakespeare serta menempatkan film-film beraroma maskulin seperti Thor (2011) dan Jack Ryan: Shadow Recruit (2014) dalam daftar filmografi teranyarnya, Branagh mampu memberikan sentuhan yang begitu tegas namun lembut bagi Cinderella. Menyajikan kisahnya dengan alur penceritaan yang tepat, Branagh sepertinya berusaha untuk menghadirkan Cinderella sebagai kisah yang dapat terasa nyata bagi setiap penontonnya – meskipun tetap tidak melupakan elemen-elemen dongeng yang menjadikan kisah ini dicintai banyak orang selama ratusan tahun. Dan keputusan tersebut bekerja dengan baik untuk film ini. Melalui tampilan visual yang begitu memukau, kualitas desain produksi yang apik, tata musik yang mampu hadir untuk menghipnotis dan membawa penontonnya untuk larut dalam jalan cerita film sekaligus pemilihan serta arahan yang tepat bagi para pengisi departemen akting filmnya, Branagh berhasil secara cemerlang menjadikan Cinderella sebagai film terbaik dalam jajaran kisah dongeng legendaris yang akhir-akhir ini diadaptasi menjadi film live action oleh Walt Disney Pictures.

Berbicara mengenai departemen akting, Cinderella hadir dengan jajaran pemeran yang memiliki kualitas akting yang begitu berkelas. Barisan pemeran pendukung yang diisi nama-nama seperti Richard Madden, Derek Jacobi, Stellan Skarsgård, Hayley Atwell, Holliday Grainger hingga Sophie McShera mampu memberikan kesan yang mendalam bagi karakter yang mereka perankan. Namun adalah penampilan Helena Bonham Carter sebagai The Fairy Godmother, Cate Blanchett sebagai Lady Tremaine dan Lily James sebagai Cinderella yang benar-benar menjadi nyawa utama bagi Cinderella. Peran Bonham Carter sebagai The Fairy Godmother tampil benar-benar dalam kapasitas terbatas. Namun, bahkan dalam kapasitas tersebut, Bonham Carter berhasil tampil begitu menyegarkan sehingga akan ada banyak penonton yang merindukan kehadirannya kembali di dalam jalan cerita. Bonham Carter juga berperan sebagai narator bagi jalan cerita Cinderella. Sebagai seorang pencerita, Bonham Carter jelas tahu banyak tentang bagaimana untuk tetap menarik perhatian penonton kepada jalan cerita yang sedang dibacakannya.

Dua pemeran utama, Lily James dan Cate Blanchett, tampil sebagai dua karakter yang saling berlawanan sikap. Dan keduanya hadir dalam penampilan yang benar-benar memukau. Sebagai karakter antagonis, Blanchett memberikan sentuhan personal yang begitu mendalam bagi karakter Lady Tremaine. Penonton tidak akan melihatnya sebagai seorang karakter dengan kepribadian hitam belaka. Pendalaman yang diberikan Blanchett bagi karakternya akan membuat penonton merasa iba bagi sang Ibu Tiri atas apa yang sebenarnya ia maksudnya melalui sikap kerasnya. James juga tampil menawan sebagai Cinderella. Meskipun tergolong aktris yang masih belum familiar, kharisma James hadir begitu maksimal di sepanjang penampilannya di film ini. Pada beberapa bagian, penampilan James yang begitu energik bahkan akan mengingatkan beberapa penonton pada penampilan Kate Winslet muda dalam Heavenly Creatures (1994). Tidak mengherankan bila Cinderella terasa berjalan stagnan dan sedikit datar ketika baik Blanchett maupun James tidak hadir dalam salah satu adegan ceritanya. [B]

Cinderella (2015)

Directed by Kenneth Branagh Produced by Simon Kinberg, David Barron, Allison Shearmur Written by Chris Weitz (screenplay), Ken Anderson, Perce Pearce, Homer Brightman, Winston Hibler, Bill Peet, Erdman Penner, Harry Reeves, Joe Rinaldi, Ted Sears (1950 animated film, Cinderella), Charles Perrault (book, CendrillonStarring Lily James, Richard Madden, Cate Blanchett, Helena Bonham Carter, Stellan Skarsgård, Derek Jacobi, Hayley Atwell, Holliday Grainger, Sophie McShera, Nonso Anozie, Ben Chaplin, Eloise Webb Music by Patrick Doyle Cinematography Haris Zambarloukos Edited by Martin Walsh Production company Walt Disney Pictures Running time 112 minutes Country United States Language English

Review: The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014)

The Hobbit: The Battle of the Five Armies (New Line Cinema/Metro-Goldwyn-Mayer/WingNut Films, 2014)The Hobbit: The Battle of the Five Armies‘ primarily brings with it a sensation of relief that the muddling and ultimately middling affair is finished.

While it lacks in stand-alone value is made up in its gaggle of spectacular set-pieces and a little story that directly leads into he Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring‘. At least the last prequel is a worthy companion piece to Peter Jackson’s much more superior trilogy.

It’s actually quite funny to see Jackson reflects himself into Thorin Oakenshield: Both has been suffering “dragon sickness”, a compulsive lust for gold. And thank God now Jackson can rest his tired mind, get on with new projects and move far, far away from the Middle Earth. [C]

The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014)

Directed by Peter Jackson Produced by Carolynne Cunningham, Zane Weiner, Fran Walsh, Peter Jackson Written by Fran Walsh, Philippa Boyens, Peter Jackson, Guillermo del Toro (screenplay), J. R. R. Tolkien (book, The Hobbit) Starring Ian McKellen, Martin Freeman, Richard Armitage, Evangeline Lilly, Lee Pace, Luke Evans, Benedict Cumberbatch, Ken Stott, James Nesbitt, Cate Blanchett, Ian Holm, Christopher Lee, Hugo Weaving, Orlando Bloom Music by Howard Shore Cinematography Andrew Lesnie Edited by Jabez Olssen Studio New Line Cinema/Metro-Goldwyn-Mayer/WingNut Films Running time 144 minutes Country New Zealand, United States Language English

Review: The Monuments Men (2014)

The Monuments Men (Columbia Pictures/Fox 2000 Pictures/Smokehouse Pictures/Studio Babelsberg, 2014)
The Monuments Men (Columbia Pictures/Fox 2000 Pictures/Smokehouse Pictures/Studio Babelsberg, 2014)

Setelah berhasil memenangkan Academy Awards untuk Argo (2012) yang ia produseri bersama Ben Affleck dan Grant Heslov, George Clooney kembali bekerjasama dengan Heslov untuk memproduksi The Monuments Men yang sekaligus menjadi film kelima yang diarahkannya. Dengan naskah cerita yang juga ditulis oleh Clooney dan Heslov berdasarkan buku berjudul The Monuments Men: Allied Heroes, Nazi Thieves and the Greatest Treasure Hunt in History karya Robert M. Edsel dan Bret Witter, The Monuments Men bercerita mengenai sebuah kisah nyata bertema kepahlawanan yang mungkin masih belum diketahui oleh banyak orang mengenai usaha penyelamatan berbagai benda seni dan budaya dunia dengan nilai kultural penting sebelum benda-benda tersebut dihancurkan oleh Adolf Hitler pada masa Perang Dunia II. Sebuah tema penceritaan yang jelas sangat menarik untuk dipresentasikan. Sayangnya, tema menarik tersebut gagal untuk mendapatkaan pengembangan yang kuat, baik dari naskah cerita yang ditulis oleh Clooney dan Heslov maupun dari tata pengarahan Clooney sendiri. Hasilnya, meskipun didukung dengan penampilan berkualitas prima dari jajaran pemerannya, The Monuments Men tampil luar biasa datar dan jauh dari kesan menarik dalam penyajiannya.

Continue reading Review: The Monuments Men (2014)

The 86th Annual Academy Awards Winners List

EllenOscarMeskipun film arahan Alfonso Cuarón, Gravity, berhasil memenangkan tujuh penghargaan dari sepuluh nominasi yang diraihnya — termasuk sebuah penghargaan di kategori Best Director untuk Cuarón, namun adalah 12 Years a Slave yang berhasil meraih penghargaan utama Best Picture di ajang The 86th Annual Academy Awards. Selain Best Picture, film yang meraih sembilan nominasi tersebut juga berhasil memenangkan kategori Best Actress in a Supporting Role untuk Lupita Nyong’o serta Best Writing – Adapted Screenplay untuk penulis naskahnya, John Ridley. Ketidakberuntungan justru berada pada David O. Russell yang film teranyarnya, American Hustle, gagal meraih satupun penghargaan dari sepuluh nominasi yang diraihnya menjadikan film tersebut menjadi salah satu film dengan kekalahan terbesar di ajang Academy Awards. American Hustle juga menjadi film ketiga setelah My Man Godfrey (1936) dan Sunset Boulevard (1950) yang gagal memenangkan satupun penghargaan setelah meraih nominasi di empat kategori akting. Oh well

Continue reading The 86th Annual Academy Awards Winners List

The 86th Annual Academy Awards Winners Prediction

?????

First of allWHOA! Perlombaan untuk merebut gelar Best Picture di ajang Academy Awards tahun ini benar-benar sangat ketat – bahkan jelas terasa sebagai salah satu kompetisi Academy Awards paling dramatis dalam beberapa tahun ini. Ada tiga film yang selama beberapa bulan terakhir terus berusaha mengambil alih perhatian para pemilih: 12 Years a Slave, American Hustle dan Gravity. Secara bergantian, ketiga film ini terus memenangkan penghargaan demi penghargaan menjelang pelaksanaan The 86th Annual Academy Awards – meskipun, pada akhirnya, American Hustle secara perlahan mulai meredup dengan 12 Years a Slave dan Gravity terus menyita perhatian para penikmat ajang penghargaan film dunia. Sementara itu, Alfonso Cuarón, Cate Blanchett, Matthew McConaughey dan Jared Leto masing-masing menjadi favorit di kategori mereka dan (hampir) dipastikan kemenangannya. But you knowthe race ain’t over ‘til it’s over, baby!

Continue reading The 86th Annual Academy Awards Winners Prediction

The 86th Annual Academy Awards Nominations List

oscars-2013The nominations are in! Dan hasilnya… American Hustle dan Gravity sama-sama memimpin daftar nominasi The 86th Annual Academy Awards dengan raihan sebanyak 10 nominasi. Jumlah tersebut diikuti oleh 12 Years a Slave yang berhasil meraih 9 nominasi. Ketiganya sama-sama akan bersaing untuk memperebutkan gelar Best Picture dengan enam film lainnya: Captain Phillips, Dallas Buyers Club, Her, Nebraska, Philomena dan The Wolf of Wall Street. David O. Russell – yang dinominasikan pada kategori Best Director untuk American Hustle – sekali lagi mengulang kesuksesannya pada tahun lalu lewat Silver Linings Playbook dengan keberhasilannya dalam menempatkan keempat pemeran filmnya untuk meraih nominasi di bidang akting: Christian Bale di kategori Best Actor in Leading Role, Amy Adams di kategori Best Actress in a Leading Role, Bradley Cooper di kategori Best Actor in a Supporting Role dan Jennifer Lawrence di kategori Best Actress in a Supporting Role. Secara keseluruhan, American Hustle menjadi film ke-15 di sepanjang pelaksanaan Academy Awards dimana setiap aktornya berhasil mendapatkan nominasi di kategori akting.

Continue reading The 86th Annual Academy Awards Nominations List

The 71st Annual Golden Globe Awards Winners List

golden-globes12 Years a Slave or American Hustle? American Hustle ternyata semakin memuluskan jalannya untuk menjadi unggulan terkuat di ajang Academy Awards mendatang setelah film yang diarahkan oleh David O. Russell tersebut berhasil memenangkan tiga penghargaan dari tujuh nominasi di ajang The 71st Annual Golden Globe Awards: Best Motion Picture – Comedy or Musical, Best Actress – Comedy or Musical untuk Amy Adams dan Best Supporting Actress untuk Jennifer Lawrence. Nasib tidak terlalu baik justru dialami oleh 12 Years a Slave. Dari tujuh nominasi yang diraih, film arahan Steve McQueen tersebut hanya mampu memenangkan satu penghargaan, Best Motion Picture – Drama. Para pemenang lain dalam ajang penghargaan yang dibawakan oleh duet Tina Fey dan Amy Poehler tersebut adalah Alfonso Cuarón (Best Director), Matthew McConaughey (Best Actor – Drama), Leonardo DiCaprio (Best Actor – Comedy or Musical), Cate Blanchett (Best Actress – Drama) dan Jared Leto (Best Supporting Actor).

Continue reading The 71st Annual Golden Globe Awards Winners List

Review: The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013)

The-Hobbit-The-Desolation-of-Smaug-header

So… where are we? Right! Dalam The Hobbit: The Desolation of Smaug, Bilbo Baggins (Martin Freeman) dan Gandalf (Ian McKellen) bersama dengan sekelompok kurcaci yang dipimpin oleh Thorin Oakenshield (Richard Armitage) melanjutkan perjalanan mereka menuju Lonely Mountain dengan memilih sebuah jalan pintas yakni melalui kawasan hutan Mirkwood. Tepat sebelum mereka memasuki kawasan hutan tersebut, Gandalf menemukan pesan rahasia yang terdapat pada sebuah reruntuhan bangunan tua. Penemuan tersebut membuat Gandalf memilih untuk meninggalkan Bilbo dan kawanannya tanpa memberitahukan alasan kepergiannya. Meskipun begitu, sebelum kepergiannya, Gandalf berpesan pada kelompok tersebut agar tetap mengikuti jalur jalanan yang telah tersedia di kawasan hutan Mirkwood dan menunggu kedatangan dirinya sebelum memasuki Lonely Mountain.

Continue reading Review: The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013)

The 17th Annual Online Film Critics Society Awards Winners List

OFCS-2Dengan delapan nominasi yang diraihnya, rasanya tidak mengejutkan jika 12 Years a Slave kemudian turut berhasil menjadi peraih penghargaan terbanyak di ajang The 17th Annual Online Film Critics Society. Film arahan Steve McQueen tersebut berhasil memenangkan empat penghargaan, termasuk Best Picture, Best Actor untuk Chiwetel Ejiofor, Best Supporting Actor untuk Michael Fassbender, Best Supporting Actress untuk Lupita Nyong’o dan Best Adapted Screenplay untuk naskah cerita yang ditulis oleh John Ridley. McQueen sendiri, sayangnya, harus mengakui keunggulan Alfonso Cuarón yang berhasil mengungguli McQueen di kategori Best Director untuk filmnya Gravity. Film yang dibintangi oleh Sandra Bullock dan George Clooney tersebut juga berhasil memenangkan kategori Best Editing dan Best Cinematography serta meraih penghargaan khusus Best Sound Design and Best Visual Effects.

Continue reading The 17th Annual Online Film Critics Society Awards Winners List

The 71st Annual Golden Globe Awards Nominations List

golden-globesHollywood Foreign Press Association baru saja mengumkan daftar peraih nominasi untuk The 71st Annual Golden Globe Awards. Untuk barisan film layar lebar, berada di garda depan sebagai peraih nominasi terbanyak adalah film terbaru arahan Steve McQueen, 12 Years a Slave, serta film American Hustle arahan David O. Russell yang sama-sama meraih tujuh nominasi. Pun begitu, 12 Years a Slave dan American Hustle hanya akan sama-sama bersaing di dua kategori, Best Director dan Best Screenplay, mengingat Golden Globe Awards memberikan penghargaan yang terpisah bagi film dengan genre Drama (12 Years a Slave) dan Comedy or Musical (American Hustle). Di kategori Best Motion Picture – Drama sendiri, 12 Years a Slave akan bersaing dengan Captain Phillips, Gravity, Philomena dan Rush. Sementara American Hustle akan bersaing dengan Her, Inside Llewyn Davies, Nebraska dan The Wolf of Wall Street di kategori Best Motion Picture – Comedy or Musical.

Continue reading The 71st Annual Golden Globe Awards Nominations List

The 17th Annual Online Film Critics Society Awards Nominations List

OFCS-2Kolaborasi ketiga antara sutradara Steve McQueen dan aktor Michael Fassbender, 12 Years a Slave, berhasil memimpin daftar perolehan nominasi di ajang The 17th Annual Online Film Critics Society Awards. 12 Years a Slave berhasil meraih delapan nominasi, termasuki nominasi Best Picture, Best Director untuk McQueen, Best Actor untuk Chiwetel Ejiofor, Best Supporting Actor untuk Fassbender serta Best Supporting Actress untuk Lupita Nyong’o. Berbeda dengan pelaksanaannya tahun lalu, terdapat sepuluh film yang dinominasikan untuk merebut gelar Best Picture. Film-film yang akan bersaing bersama 12 Years a Slave tersebut adalah American Hustle, Before Midnight, Blue is the Warmest Colour, Drug War, Gravity, Her, Inside Llewyn Davies, Short Term 12 dan The Wind Rises.

Continue reading The 17th Annual Online Film Critics Society Awards Nominations List

Review: The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)

the-hobbit-header

Hampir satu dekade semenjak Peter Jackson merilis seri terakhir trilogi The Lord of the Rings, The Lord of the Rings: The Return of the King (2003), kini sutradara asal Selandia Baru tersebut bersiap untuk menggelar sebuah trilogi cerita lainnya dengan mengadaptasi novel The Hobbit yang menjadi prekuel dari seri The Lord of the Rings karya J. R. R. Tolkien. Benar… Jackson siap untuk membuat tiga film baru berdasarkan satu novel karya Tolkien. Rasa skeptis jelas akan membayangi banyak penonton atas keputusan Jackson tersebut. Apakah dunia membutuhkan sebuah perjalanan lain ke Middle Earth? Mampukah Jackson mengulangi daya tarik serta kesuksesan kualitas berkelas dari trilogi The Lord of the Rings (2001 – 2003)? Apakah The Hobbit hanyalah sebuah proyek yang bertujuan komersial belaka? Dan sayangnya, dengan apa yang disajikan Jackson pada seri pertama The Hobbit, The Hobbit: An Unexpected Journey, rasa skeptis tersebut sepertinya tidak akan begitu cepat menghilang dari benak banyak orang.

Continue reading Review: The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)