Review: Nope (2022)


Ada sentuhan yang berbeda dalam horor terbaru persembahan dari Jordan Peele, Nope. Hadir dalam skala produksi yang terasa mendekati ukuran blockbuster dan jelas jauh lebih megah jika dibandingkan dengan Get Out (2017) maupun Us (2017), Nope menghadirkan usaha Peele untuk menghadirkan kisah misteri akan makhluk angkasa luar yang terinspirasi film-film semacam Close Encounters of the Third Kind (Steven Spielberg, 1977) dan Signs (M. Night Shyamalan, 2002). Sebuah ranah pengisahan baru yang dipenuhi oleh pelbagai ide eksentrik a la Peele dengan sejumlah sentilan akan isu sosial dan politik yang, tentu saja, selalu mampu diselipkan Peele dalam setiap penuturan film-filmnya. Cukup menjanjikan, walaupun, sayangnya, dihadirkan dengan eksekusi dari Peele yang tidak mampu menghidupkan potensi cerita tersebut secara utuh.

Dengan naskah cerita yang juga ditulis oleh Peele, Nope bercerita tentang usaha dari kakak beradik, Otis Haywood Jr. (Daniel Kaluuya) dan Emerald Haywood (Keke Palmer), untuk mempertahankan peternakan kuda yang dimiliki oleh keluarga mereka setelah sang ayah, Otis Haywood Sr. (Keith David), meninggal secara mendadak akibat kejatuhan sejumlah benda asing dari langit. Satu malam, Otis Haywood Jr. menyadari sebuah objek terbang yang tidak dikenal berbentuk piringan telah menelan kudanya dan kemudian membuang benda-benda asing dari dalam objek terbang tersebut – yang membuat Otis Haywood Jr. berasumsi bahwa objek terbang tersebutlah yang telah “membunuh” ayahnya. Ketika ia menceritakan hal tersebut pada sang adik, Emerald Haywood lantas memiliki ide untuk merekam dan kemudian menjualnya sebagai bukti keberadaan makhluk angkasa luar kepada khalayak ramai. Merasa bahwa ide tersebut dapat menjadi jalan keluar bagi permasalahan ekonomi yang sedang dihadapi, Otis Haywood Jr. setuju dengan ide yang diutarakan oleh sang adik.

Selain Close Encounters of the Third Kind, Peele terasa merangkai Nope sebagai sebuah sajian kisah petualangan a la film arahan Spielberg lainnya, Jaws (1975) – mulai dari penggambaran sosok misterius nan mematikan yang menjadi sumber ketakutan utama dalam linimasa pengisahan film, usaha dari sekumpulan karakter untuk menemukan titik kelemahan dari sosok misterius yang menakuti mereka, hingga serangkaian teror yang memberikan pacuan adrenalin pada alur pengisahan Nope. Di saat yang bersamaan, berbeda dengan Spielberg yang menorehkan kisah Jaws sebagai sajian hiburan yang kental, Peele bergumul dengan sejumlah metafora yang membawakan satir sosial yang memang sepertinya telah menjadi ciri khusus dari film-film yang ditulis dan diarahkan Peele. Tidak lantas bermakna buruk, namun garapan satir Peele dalam Nope tidak sekuat paparan yang pernah dihadirkan dalam dua film yang ia arahkan sebelumnya.

Satir yang coba disampaikan Peele dalam Nope justru hadir lebih gamblang – dan bahkan sering terasa terperinci berbicara mengenai kehidupan industri perfilman dan sinema.  Lihat saja bagaimana Peele berbicara bagaimana Hollywood memperlakukan dengan buruk para pekerja film berkulit hitam. Atau bagaimana manusia modern memiliki kegemaran untuk mengeksploitasi bahaya atau kesusahan yang dialami orang lain demi mendapatkan “konten” yang dapat menghasilkan ketenaran dan/atau kekayaan. Terdengar begitu familiar, bukan? Dua paruh awal penuturan Nope dialokasikan Peele untuk berfokus utuh pada metafora tersebut. Penyampaiannya sebenarnya cukup efektif namun seringkali mengalihkan perhatian dari alur cerita utama yang sedang berjalan. Hal ini khususnya cukup terasa ketika Peele mengganti strategi penuturan di paruh akhir dan menjadikan bagian tersebut sebagai wilayah dimana ia menjelaskan berbagai misteri yang telah dibangun di paruh pendahulu film. Berkesan tidak rapi dan cenderung terburu-buru pengemasannya.

Menyesuaikan dengan pola pengisahan yang telah diterapkannya lewat Get Out dan Us, Nope jelas kembali membuktikan betapa kreatif dan ambisiusnya ide pengisahan yang berada di kepala Peele. Namun, dalam Nope, sayangnya, Peele terbata untuk memberikan narasi yang jelas sekaligus kuat untuk mampu mengikat perhatian penonton secara lebih utuh. Terlepas dari kelemahan tersebut, visi Peele untuk menyajikan pengisahan berskala blockbuster jelas berhasil diwujudkannya melalui film ini. Dengan bantuan sinematografer Hoyte van Hoytema, tiap adegan Nope tampil dengan kesan sinematis yang megah. Lihat saja adegan “hujan berdarah” atau momen ketika sang “sosok makhluk asing” menunjukkan keberadaannya secara utuh. Bersama dengan adegan pembuka yang penuh darah – yang kemudian akan mendapatkan penggambaran lebih utuh di paruh pengisahan berikutnya, Nope jelas mampu menghadirkan sejumlah adegan ikonik yang tidak akan dilupakan oleh memori para penontonnya dengan begitu saja.

Peele juga mendapatkan dukungan yang sangat solid dari penampilan yang diberikan oleh jajaran pengisi departemen aktingnya. Kaluuya, yang sebelumnya membintangi Get Out, kembali menunjukkan taji aktingnya di film ini. Penampilannya menjadikan karakter Otis Haywood Jr. yang terasa sebagai seorang pecundang yang masih berusaha untuk bangkit kembali menjadi begitu mudah untuk disukai. Penampilan Steven Yeun sebagai sosok mantan aktor cilik yang begitu kecanduan akan popularitas dari khalayak ramai juga menjadi salah satu elemen prima dalam presentasi Nope. Namun, penampilan Kaluuya dan Yeun kali ini harus dipinggirkan oleh penampilan Palmer dan Brandon Perea yang selalu mampu untuk mencuri perhatian dalam setiap kehadirannya. Berbeda dengan karakter-karakter yang diperankan oleh Peele dan Yeun, Palmer dan Perea memerankan dua sosok karakter yang terasa lebih eksentrik yang kemudian berhasil mereka hidupkan dengan baik.

popcornpopcorn popcorn popcorn2popcorn2

nope-jordan-peele-movie-posterNope (2022)

Directed by Jordan Peele Produced by Jordan Peele, Ian Cooper Written by Jordan Peele Starring Daniel Kaluuya, Keke Palmer, Steven Yeun, Brandon Perea, Michael Wincott, Wrenn Schmidt, Keith David, Devon Graye, Terry Notary, Barbie Ferreira, Donna Mills, Osgood Perkins, Eddie Jemison, Sophia Coto, Andrew Patrick Ralston, Jennifer Lafleur, Jacob Kim Music by Michael Abels Cinematography Hoyte van Hoytema Edited by Nicholas Monsour Production companies Monkeypaw Productions Running time 130 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: Nope (2022)”

  1. I love the way in some scenes when a character sees some sort of bad sign they just say “NOPE”. This movie is hilarious with Kiki Palmers acting skills. And also scary thanks to Jordan Peele
    I just find it all interesting how the titles for Jordan’s movies are short, yet have so much meaning behind them. I saw nope in IMAX opening night. Very good film. The chimpanzee scene was absolutely crazy.. Peele and Kaluuya are slowly becoming one of Hollywoods greatest duo’s on the big screen. Couldn’t convince me otherwise. Love this movie.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s