Tag Archives: Rating: D

Review: A World Without (2021)

Merupakan film pertama yang diarahkan oleh Nia Dinata setelah Ini Kisah Tiga Dara (2016), A World Without memiliki latar belakang waktu pengisahan di tahun 2030 – sepuluh tahun semenjak terjadinya pandemi yang membuat kualitas hidup manusia secara keseluruhan menurun drastis. Sebuah komunitas yang menyebut diri mereka sebagai The Light milik pasangan Ali (Chicco Jerikho) dan Sofia Khan (Ayushita) muncul dan menjadi popular berkat misi mereka untuk mengembangkan bakat serta kemampuan setiap remaja terpilih untuk kemudian menikahkan para remaja tersebut ketika usia mereka telah menginjak 17 tahun agar dapat membentuk keluarga baru yang berkualitas. Tiga sahabat yang datang dari latar kehidupan yang berbeda, Salina (Amanda Rawles), Tara (Asmara Abigail), dan Ulfah (Maizura) baru saja terpilih untuk bergabung bersama The Light. Sejumlah harapan untuk masa depan yang lebih cerah jelas terlintas di benak ketiganya. Namun, secara perlahan, berbagai sisi gelap dari komunitas tersebut mulai terungkap. Tiga gadis muda tersebut terjebak didalamnya. Continue reading Review: A World Without (2021)

Review: Selesai (2021)

Merupakan film cerita panjang kedua yang diarahkan oleh Tompi (Pretty Boys, 2019) sekaligus menandai kali kedua kolaborasinya bersama dengan penulis naskah Imam Darto, Selesai adalah sebuah drama (drama komedi?) yang akan membawa para penontonnya ke sebuah perseteruan rumah tangga yang berlangsung antara karakter-karakternya. Linimasa pengisahannya bermula ketika Ayu (Ariel Tatum) yang berniat untuk menuntut cerai dan meninggalkan rumah yang ia tempati bersama suaminya, Broto (Gading Marten), setelah mengetahui bahwa sang suami kembali menjalin hubungan asmara dengan Anya (Anya Geraldine) yang sebenarnya telah menjadi sosok ketiga dalam pernikahan mereka dalam dua tahun terakhir. Langkah Ayu untuk keluar dari rumah terhenti ketika, di saat yang bersamaan, ibu mertuanya, Bu Sri (Marini), datang dan memilih untuk tinggal bersama anak dan menantunya guna menghabiskan masa isolasi wilayah yang sedang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan penyebaran infeksi di masa pandemi. Ayu lantas memberikan sejumlah waktu pada Broto untuk dapat menjelaskan kondisi pernikahan mereka pada sang ibu sebelum ia benar-benar angkat kaki dari rumah tersebut. Continue reading Review: Selesai (2021)

Review: Space Jam: A New Legacy (2021)

Setelah sukses besar yang diraih oleh Space Jam (Joe Pytka, 1996) – termasuk kesuksesan fenomenal yang diraih oleh lagu temanya, I Believe I Can Fly, yang dibawakan R. Kelly – Warner Bros. Pictures memang telah langsung bersiap untuk memproduksi sekuelnya. Namun, ketika Michael Jordan – yang kepopulerannya sebagai atlet basket di kala itu memang menjadi salah satu kunci krusial bagi kesuksesan komersial yang berhasil diraih Space Jam – memutuskan untuk tidak lagi terlibat, Warner Bros. Pictures lantas juga memilih untuk tidak lagi meneruskan proses pembuatan sekuel Space Jam. Tahun demi tahun berlalu, ide akan pembuatan sekuel bagi Space Jam terus muncul dan sempat melibatkan nama-nama sejumlah atlet popular seperti Jeff Gordon dan Tiger Woods atau aktor Jackie Chan. Baru di tahun 2014, ketika nama bintang basket LeBron James mulai diikutsertakan, proses pembuatan sekuel bagi Space Jam kembali berjalan. Menunjuk Malcolm D. Lee (Scary Movie 5, 2013) untuk duduk di kursi penyutradaraan, sekuel yang kemudian diberi judul Space Jam: A New Legacy memulai proses produksinya di tahun 2019 dengan kembali menghadirkan deretan karakter animasi Looney Tunes seperti Bugs Bunny, Daffy Duck, Sylvester, Tasmanian Devil, hingga Road Runner. Continue reading Review: Space Jam: A New Legacy (2021)

Review: Ghibah (2021)

Setelah sebelumnya mengembangkan film pendek Makmum menjadi film cerita panjang (Hadrah Daeng Ratu, 2019), Riza Pahlevi kembali bekerjasama dengan Vidya Talisa Ariestya untuk menggarap naskah cerita Ghibah. Juga melibatkan bantuan penulis naskah Aviv Elham (Jaga Pocong, 2018) dan sutradara Monty Tiwa (Pocong the Origin, 2019), naskah cerita Ghibah berkisah tentang sekelompok mahasiswa, Firly (Anggika Bolsterli), Arga (Verrell Bramasta), Reno (Jerry Likumahuwa), Ulfa (Arafah Rianti), Yola (Josephine Firmstone), dan Okta (Adila Fitri), yang saat ini juga bertugas untuk mengelola majalah kampus mereka. Tugas peliputan berita untuk majalah kampus yang mereka kelola menemui halangan setelah Okta secara mendadak tidak lagi dapat dihubungi atau ditemui oleh rekan-rekannya. Tidak sampai disitu, Firly dan Yola juga merasakan berbagai gangguan bernuansa mistis mulai menyelimuti keseharian mereka. Oleh pemilik kos yang mereka tempati, Mang Oppie (Opie Kumis) dan Umi Asri (Asri Welas), Firly, Ulfa, dan Okta diingatkan bahwa kejadian-kejadian buruk yang belakang menghantui mereka disebabkan oleh kegemaran mereka untuk bergunjing atau membicarakan aib orang lain. Continue reading Review: Ghibah (2021)

Review: A Perfect Fit (2021)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh sutradara film ini, Hadrah Daeng Ratu (Makmum, 2019), bersama dengan Garin Nugroho (99 Nama Cinta, 2019), A Perfect Fit berkisah mengenai pertemuan yang tidak disengaja antara Saski (Nadya Arina), seorang penulis di bidang fesyen, dengan Rio (Refal Hady), yang secara perlahan berujung pada kedekatan antara keduanya. Padahal, Saski telah bertunangan dengan Deni Wijaya (Giorgino Abraham), seorang pemuda yang sebentar lagi akan meneruskan bisnis hotel milik ayahnya (Mathias Muchus). Di saat yang bersamaan, oleh sang ibu (Unique Priscilla), Rio juga sedang dijodohkan dengan teman masa kecilnya, Tiara (Anggika Bolsterli), yang kini telah menjelma menjadi seorang pengusaha dan turut berniat untuk mengembangkan toko sepatu yang dimiliki oleh Rio. Meskipun telah memiliki sosok lain yang akan segera mendampingi mereka dalam kehidupan pernikahan, namun baik Saski dan Rio tidak dapat membantah kenyamanan yang mereka rasakan ketika keduanya sedang bercengkrama bersama. Continue reading Review: A Perfect Fit (2021)

Review: Devil on Top (2021)

Menyusul Sabar ini Ujian (2020) dan Till Death Do Us Part (2021), Devil on Top menjadi film ketiga arahan Anggy Umbara yang diproduksi oleh rumah produksi miliknya, Umbara Brothers Film, bersama dengan MD Pictures yang dirilis untuk ditayangkan melalui Disney+ Hotstar. Drama komedi ini berkisah mengenai seorang pemuda bernama Angga (Angga Yunanda), yang bersama dengan ketiga sahabat sekaligus rekan kerjanya, Richard (Kenny Austin), Rudi (Joshua Suherman), dan Boni (Lolox), menyusun rencana untuk menggulingkan atasan mereka, Sarah (Cinta Laura Kiehl), dikarenakan kerasnya sikap Sarah kepada setiap bawahannya di tempat mereka bekerja. Berbagai rencana mulai mereka susun. Angga, Richard, Rudi, dan Boni bahkan berusaha menggali masa lalu sekaligus rahasia-rahasia kelam milik Sarah agar perempuan tersebut dapat segera dipecat dari posisinya. Sial, ketika dirinya ditunjuk menjadi seorang direktur kreatif yang membuatnya harus sering bekerja secara langsung dan berdekatan dengan Sarah, Angga malah mulai merasakan benih-benih asmara tumbuh antara dirinya dengan sang atasan. Continue reading Review: Devil on Top (2021)

Review: Saina (2021)

Dengan naskah cerita yang ditulis dan diarahkan oleh Amole Gupte (Sniff, 2017), Saina merupakan biopik yang bertutur tentang kehidupan atlet bulutangkis asal India, Saina Nehwal. Merupakan anak kedua dari pasangan Harvir Singh Nehwal (Subhrajyoti Barat) dan Usha Rani Nehwal (Meghna Malik), Saina Nehwal kecil (Naishaa Kaur Bhatoye) telah ditempa oleh kedua orangtuanya – khususnya oleh sang ibu yang begitu menggemari bulutangkis dan bahkan sempat bertanding di beberapa kompetisi lokal di masa mudanya – untuk menjadi seorang atlet profesional dengan mendaftarkannya ke sebuah pusat pelatihan bulutangkis. Tidak percuma. Usaha kedua orangtuanya untuk mengantarkan sang anak ke lokasi pelatihan di tiap pagi buta serta memberikannya asupan gizi meskipun dengan kondisi keuangan mereka yang seringkali terbatas telah menempa Saina Nehwal untuk menjadi sosok atlet yang tangguh. Dengan kemampuannya tersebut, Saina Nehwal remaja (Parineeti Chopra) mulai berkompetisi dan memenangkan berbagai pertandingan bulutangkis, dari tingkat lokal, nasional, hingga dunia. Di saat yang bersamaan, popularitas yang diraih melalui deretan kemenangan tersebut mulai memberikan pengaruh pada performa Saina Nehwal. Suatu hal yang lantas membuat hubungannya dengan sang pelatih, Sarvadhamaan Rajan (Manav Kaul) mulai menjauh dan semakin memperburuk penampilan Saina Nehwal. Continue reading Review: Saina (2021)

Review: Wedding Proposal (2021)

Diarahkan oleh Emil Heradi (Night Bus, 2017), Wedding Proposal bercerita tentang seorang fotografer bernama Bisma (Dimas Anggara) yang telah diminta oleh kedua orangtuanya (Slamet Rahardjo dan Dewi Irawan) untuk segera menikah. Kedua orangtua Bisma bahkan telah berupaya untuk melakukan perjodohan namun pemuda tersebut terus bersikeras hanya akan menikah dengan wanita yang dicintainya. Secara tidak disengaja, Bisma kemudian bertemu dengan Sissy (Sheryl Sheinafia), seorang pengelola sebuah jasa penyelenggara pernikahan yang dikenal sebagai sosok yang dingin, tangguh, dan, sayangnya, memandang sinis akan hubungan romansa. Awal pertemuan keduanya berlangsung buruk – Sissy menganggap Bisma adalah seorang fotografer amatiran yang hasil fotonya tidak layak untuk digunakan. Bisma tidak menyerah begitu saja. Dengan bantuan sahabatnya, Ito (Arya Saloka), Bisma mulai menyusun rencana untuk meluluhkan hati Sissy. Continue reading Review: Wedding Proposal (2021)

Review: Asih 2 (2020)

Entah sampai kapan MD Pictures dan Pichouse Films akan terus “mengeksploitasi” kisah dari sesosok karakter supranatural bernama Asih yang diangkat dari seri novel garapan Risa Saraswati ini. Film sebelumnya, Asih (Awi Suryadi, 2018) – yang merupakan pengembangan cerita dari semesta pengisahan seri film Danur yang telah dimulai oleh Danur: I Can See Ghosts (2017) dan Danur 2: Maddah (2018) yang keduanya juga diarahkan oleh Suryadi, berupaya untuk memberikan perhatian utama pada sosok karakter supranatural tersebut. Sayangnya, alur cerita, gambaran penokohan, hingga teknik penyajian momen-momen horornya terasa tidak lebih dari sekedar daur ulang dari elemen-elemen cerita yang telah ditampilkan dalam dua film sebelumnya. Meskipun begitu, dirilis di tahun yang sama dengan perilisan Danur 2: Maddah, Asih masih mampu meraih kesuksesan komersial dengan mendapatkan lebih dari 1,7 juta penonton selama masa perilisannya. Tidak mengherankan jika MD Pictures dan Pichouse Films dengan mudah melanjutkan rencana perilisan dari film-film lanjutan dalam semesta pengisahan Danur. Continue reading Review: Asih 2 (2020)

Review: Layla Majnun (2021)

Setelah Test Pack: You Are My Baby (2012), sutradara Monty Tiwa kembali mempertemukan Reza Rahadian dengan Acha Septriasa dalam film arahannya yang terbaru, Layla Majnun. Merasa familiar dengan judul tersebut? Meskipun bukanlah adaptasi langsung dari kumpulan puisi legendaris Layla and Majnun karangan sastrawan asal Azerbaijan, Nezami Ganjavi, namun naskah cerita film yang ditulis oleh Alim Sudio (Mariposa, 2020) masih menggunakan esensi serta tema cerita senada seperti yang diusung oleh barisan puisi karya Ganjavi yang alur kisahnya mendapat julukan The Romeo and Julie of the East karena kandungan cerita cinta tak berbalasnya yang mengingatkan banyak orang pada kisah Romeo and Juliet yang ditulis oleh William Shakespeare. Lalu bagaimana eksplorasi cerita yang dilakukan oleh Tiwa dan Sudio dalam mengelola alur dan konflik romansa yang sebenarnya telah dituturkan berulang kali? Continue reading Review: Layla Majnun (2021)

Review: Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi (2020)

Boy Candra is at it. AGAIN!

Masih ingat momen-momen buruk ketika Anda menyaksikan Malik & Elsa (Eddy Prasetya, 2020) yang dirilis MAX Pictures bersama Disney+ Hotstar pada minggu lalu? Well… novel-novel karangan Candra sepertinya memang tengah menjadi komoditas terhangat untuk diadaptasi oleh para produser film Indonesia. Tidak lama setelah perilisan Malik & Elsa, kini giliran IFI Sinema dan Screenplay Films yang bekerjasama dengan Netflix untuk merilis Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi yang alur kisahnya juga diambil dari novel tulisan Candra yang berjudul sama. Keberadaan Jefri Nichol sebagai pemeran utama, Lasja F. Susatyo (Cinta dari Wamena, 2013) di kursi penyutradaraan, serta Upi (#TemantapiMenikah, 2018) sebagai penulis naskah memang memberikan secercah harapan pada film drama romansa remaja ini. Sayang, talenta-talenta industri perfilman Indonesia tersebut ternyata tidak mampu membalut kualitas dasar cerita yang sepertinya memang tidak dapat diselamatkan lagi. Continue reading Review: Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi (2020)

Review: Malik & Elsa (2020)

Dingkat dari novel karangan Boy Candra yang berjudul sama, alur penceritaan Malik & Elsa dimulai dengan penuturan Malik (Endy Arfian) tentang tekad dan niatnya untuk berkuliah meskipun dirinya berasal dari keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi. Di hari pertama dirinya duduk di bangku kuliah, Malik berkenalan dengan seorang gadis bernama Elsa (Salshabilla Adriani) yang kemudian secara perlahan mulai menjadi sosok yang begitu dekat dalam keseharian Malik. Hubungan antara Malik dan Elsa ternyata memicu banyak tantangan. Kakak kelas Elsa di bangku sekolah, yang kini juga menjadi kakak kelas Malik dan Elsa di kampus mereka, Liandra (Muhamad Yahya Nur Ibrahim), ternyata memendam perasaan pada Elsa yang membuat dirinya sering memanasi teman-temannya untuk mengganggu Malik. Ibu Elsa (Nina Rahma) juga menilai kehadiran Malik memberikan pengaruh buruk pada Elsa. Tidak ingin memberikan lebih banyak masalah pada Elsa, Malik mulai mempertimbangkan gadis yang sangat disukainya itu. Continue reading Review: Malik & Elsa (2020)

Review: Rentang Kisah (2020)

Sesungguhnya, cukup sulit untuk mereka apa yang ingin disampaikan oleh Danial Rifki (99 Nama Cinta, 2019) lewat film terbaru arahannya, Rentang Kisah. Film drama yang naskah ceritanya diadaptasi Rifki dari buku catatan perjalanan kehidupan berjudul sama milik kreator konten video YouTube sekaligus pemengaruh media sosial, Gita Savitri Devi, ini terasa berusaha untuk berbicara tentang banyak hal. Dimulai dengan gambaran akan sebuah keluarga menengah yang terkena dampak krisis ekonomi pada akhir tahun ‘90an, Rentang Kisah kemudian mengalihkan fokusnya pada seorang sosok karakter utama dan perjuangannya untuk menyelesaikan masa kuliahnya di luar negeri, kisah patah hatinya, usahanya untuk melawan rasa kesepian, berbagai hal yang ia lakukan untuk mengisi kesehariannya, hingga kehadiran plot yang bertutur tentang konsep ketuhanan dan bertema reliji. Terasa acak, khususnya karena naskah Rifki tak pernah mampu untuk mendalami berbagai konflik yang telah diutarakannya. Continue reading Review: Rentang Kisah (2020)