Tag Archives: Rating: C

Review: Mariposa (2020)

Menyusul sukses besar Dua Garis Biru (Gina S. Noer, 2019), Angga Yunanda dan Adhisty Zara kembali tampil bersama dalam Mariposa – sebuah film drama romansa remaja arahan Fajar Bustomi (Milea: Suara dari Dilan, 2020) yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Alim Sudio (Twivortiare, 2019), Mariposa berkisah tentang berbagai usaha yang dilakukan Acha (Zara) untuk mendekati Iqbal (Yunanda). Kesempatan Acha untuk merebut hati pemuda yang di sekolahnya dikenal sebagai sosok tampan, pintar, namun dapat bersikap begitu dingin tersebut mulai terbuka lebar setelah Acha bersama dengan Iqbal dipilih untuk mewakili sekolah mereka untuk bertanding di sebuah olimpiade sains tingkat nasional. Sayang, walaupun telah melakukan berbagai cara agar Iqbal mau menjadikannya sebagai seorang pacar, Iqbal – yang telah bertekad untuk selalu fokus pada kegiatan dan pelajaran sekolahnya – ternyata tetap tak bergeming. Namun, Acha tidak mau menyerah begitu saja. Bagi Acha, jika hati Iqbal adalah sebuah batu, maka dirinya siap menjadi air yang menetes setiap waktu hingga batu tersebut akhirnya rapuh dan luluh. Continue reading Review: Mariposa (2020)

Review: Guns Akimbo (2020)

Perjalanan karir Daniel Radcliffe dalam mengumpulkan peran-peran eksentrik nan menantang kembali berlanjut dalam Guns Akimbo. Jika Horns (Alexandre Aja, 2014) menghadirkan Radcliffe sebagai sosok pria yang memiliki tanduk dan Swiss Army Man (Daniel Scheinert, Daniel Kwan, 2016) menjadikan Radcliffe sebagai mayat hidup yang gemar kentut, maka Guns Akimbo menampilkan Radcliffe untuk berperan sebagai Miles, seorang pemuda yang aktif menggunakan internet namun menemukan dirinya dalam bahaya ketika komentar-komentar yang diberikannya di dunia maya kemudian mengundang kematian. Tidak senang dengan komentar-komentar keras yang diberikan Miles, sekelompok orang asing lantas menculiknya, membaut dua buah senjata api di genggaman tangannya, dan membuat Miles harus bertarung melawan Nix (Samara Weaving) yang merupakan seorang petarung tak terkalahkan dalam sebuah permainan mematikan yang disiarkan langsung di internet bernama Skizm. Jelas, Miles harus segera beradaptasi dengan berbagai kesialan yang baru saja menimpa dirinya untuk dapat melarikan diri dari kejaran Nix dan menyelamatkan nyawanya. Continue reading Review: Guns Akimbo (2020)

Review: #TemanTapiMenikah2 (2020)

#TemanTapiMenikah (Rako Prijanto, 2018) adalah sebuah kejutan yang menyenangkan. Meskipun digarap dengan formula yang telah begitu familiar, namun naskah cerita yang cukup berwarna, arahan Prijanto yang membuat filmnya mampu bertutur dengan lancar, serta chemistry hangat dan sangat meyakinkan dari Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla menjadikan #TemanTapiMenikah begitu menyenangkan untuk diikuti kisahnya. Tidak mengejutkan jika film ini kemudian berhasil mengumpulkan 1,6 juta penonton selama masa tayangnya di seluruh layar bioskop Indonesia. Dengan kesuksesan kualitas dan komersial tersebut, juga tidak mengejutkan jika Falcon Pictures kemudian memutuskan untuk menggarap sekuel bagi #TemanTapiMenikah yang, tentunya, akan melanjutkan alur kisah romansa antara karakter Ditto dan Ayu yang diadaptasi dari buku berjudul sama yang ditulis oleh pasangan Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion. Hasilnya? Jika #TemanTapiMenikah mengeksplorasi hubungan persahabatan yang tumbuh menjadi hubungan romansa percintaan, maka #TemanTapiMenikah2 memberikan eksplorasi lanjutan tentang bagaimana satu pasangan muda menjalani hari mereka dalam sebuah kehidupan pernikahan yang jelas baru dan masih terasa aneh bagi keduanya. Continue reading Review: #TemanTapiMenikah2 (2020)

Review: Sonic the Hedgehog (2020)

Setelah berbagai niatan Hollywood untuk membawa permainan video milik Sega, Sonic the Hedgehog, ke layar lebar yang dimulai semenjak awal 1990an, film adaptasi dari salah satu judul permainan video paling popular di dunia sepanjang masa tersebut akhirnya mendapatkan masa rilisnya oleh Paramount Pictures pada awal tahun 2020. Merupakan debut pengarahan film layar lebar bagi sutradara Jeff Fowler, Sonic the Hedgehog berkisah mengenai pertemuan yang tidak disengaja antara sesosok makhluk angkasa luar bernama Sonic (Ben Schwartz) dengan seorang manusia bernama Tom Wachowski (James Marsden) yang secara perlahan menumbuhkan benih hubungan persahabatan antara keduanya. Namun, jalinan persahabatan antara Sonic dan Tom Wachowski menemui hambatan ketika seorang ilmuwan yang dikenal dengan nama Dr. Robotnik (Jim Carrey) mengetahui keberadaan Sonic dan kemudian terobsesi untuk menemukannya. Tom Wachowski jelas harus memutar otak untuk mencari cara agar Sonic tetap aman dari incaran Dr. Robotnik. Continue reading Review: Sonic the Hedgehog (2020)

Review: Toko Barang Mantan (2020)

Diarahkan oleh Viva Westi (Koki-koki Cilik 2, 2019) berdasarkan naskah cerita yang ditulis oleh Titien Wattimena (Milea: Suara dari Dilan, 2020) dan Priesnanda Dwisatria (Rompis, 2018), Toko Barang Mantan berkisah tentang seorang pemuda bernama Tristan (Reza Rahadian) yang rela meninggalkan bangku kuliahnya demi membangun dan mengembangkan usaha Toko Barang Mantan yang ia miliki. Toko yang dimiliki oleh Tristan memang unik. Toko tersebut menerima dan menjual kembali barang-barang milik mereka yang telah ditinggalkan atau merasa kecewa dengan mantan kekasih mereka. Tristan sendiri harus berhadapan kembali dengan kisah romansa dari masa lalu ketika mantan kekasihnya, Laras (Marsha Timothy), datang ke Toko Barang Mantan untuk menghantarkan undangan pernikahannya. Walau berpura-pura tegar di hadapan Laras maupun di hadapan kedua pegawainya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Dzuhrie Alaudin), pertemuan tersebut membuat Tristan mempertanyakan kembali alasan berakhirnya hubungan romansa yang dahulu terjalin antara dirinya dengan Laras. Continue reading Review: Toko Barang Mantan (2020)

Review: Judy (2019)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Tom Edge, film terbaru arahan sutradara Rupert Goold (True Story, 2015), Judy, bercerita tentang sekelumit kisah perjalanan aktris sekaligus penyanyi legendaris Hollywood, Judy Garland. Telah menjadi idola banyak penikmat dunia hiburan semenjak dirinya kecil, Judy Garland (Renée Zellweger) mulai merasa karirnya menemui jalan buntu setelah usianya tak muda lagi. Atas saran managernya, serta kebutuhannya akan uang untuk menghidupi kedua anaknya, Judy Garland lantas menerima tawaran untuk menjadi seorang penampil tetap di sebuah klub malam di London, Inggris. Walau pada awalnya merasa setengah hati untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, kesuksesan pertunjukan yang selalu mampu menjual banyak tiket tersebut secara perlahan mulai memperbaiki kembali kehidupan Judy Garland. Namun, di saat yang bersamaan, kenangan buruk akan masa lalu serta kondisi kesehatannya yang terus menerus menurun, membuat performa penampilannya mendapatkan kritikan tajam dari banyak pihak. Continue reading Review: Judy (2019)

Review: Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn (2020)

Masih ingat ketika DC Extended Universe memperkenalkan Jared Leto sebagai pemeran terbaru dari karakter antagonis ikonik Joker lewat Suicide Squad (David Ayer, 2016) namun dunia malah kemudian terpesona dengan penampilan apik Margot Robbie yang berperan sebagai sosok karakter kekasih dari Joker yang bernama Harley Quinn? Well… keberhasilan Harley Quinn untuk mencuri perhatian – dan kepopuleran nama Robbie yang terus menanjak di Hollywood – memberikan ide bagi Warner Bros. Pictures dan DC Films untuk memproduksi sebuah film sempalan bagi Suicide Squad yang menjadikan Harley Quinn sebagai bintang utama dari film tersebut. Selain memberikan porsi pengisahan yang lebih luas bagi karakter Harley Quinn, film berjudul Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn, atau mungkin akan lebih mudah untuk menyebutnya sebagai Birds of Prey, yang diarahkan oleh Cathy Yan (Dead Pigs, 2018) ini juga akan memperkenalkan sejumlah karakter perempuan krusial lainnya yang jelas memiliki potensi untuk mendapatkan pengembangan cerita lebih lanjut jika Birds of Prey mendapatkan tanggapan yang memuaskan dari para penonton. Continue reading Review: Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn (2020)

Review: Akhir Kisah Cinta Si Doel (2020)

Semua akan berakhir seiring dengan bergulirnya waktu. Begitu pula dengan kisah cinta segitiga antara Doel, Sarah, dan Zaenab – tiga karakter utama dalam serial televisi Si Doel Anak Sekolahan yang kemudian diadaptasi menjadi seri film Si Doel the Movie. Merupakan lanjutan kisah dari Si Doel the Movie (2018) dan Si Doel the Movie 2 (2019) yang keduanya diarahkan oleh Rano Karno, Akhir Kisah Cinta Si Doel berkisah mengenai kegalauan yang dialami oleh Doel (Karno) dan Zaenab (Maudy Koesnaedi) setelah kedatangan Sarah (Cornelia Agatha) dari Belanda ke Jakarta dengan membawa anak hasil pernikahannya dengan Doel, Dul (Rey Bong). Tidak ingin hubungannya terus dibayangi oleh hubungan romansa masa lalu Doel dengan Sarah, Zaenab lantas memilih untuk meninggalkan Doel. Di saat yang bersamaan, Sarah sendiri kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan seluruh proses perceraiannya dengan Doel yang telah lama tertunda. Sebuah kondisi yang jelas mendorong Doel untuk segera mengambil sikap dalam menentukan arah hubungan romansanya di masa yang akan datang. Continue reading Review: Akhir Kisah Cinta Si Doel (2020)

Review: Bad Boys for Life (2020)

Bad boys, bad boys. Whatcha gonna do? Whatcha gonna do when they come for you?”

17 tahun semenjak perilisan Bad Boys II (Michael Bay, 2003), perjalanan seri film Bad Boys kini berlanjut dengan Bad Boys for Life. Meskipun kursi penyutradaraan kini beralih dari Bay ke duo sutradara asal Belgia, Adil El Arbi dan Bilall Fallah, Will Smith dan Martin Lawrence masih tetap hadir untuk memerankan dua karakter ikonik mereka, Detective Lieutenant Michael “Mike” Lowrey dan Detective Lieutenant Marcus Burnett. Dikisahkan, Detective Lieutenant Marcus Burnett yang baru saja menjadi seorang kakek lantas mengungkapkan niatnya untuk pensiun dari kepolisian. Niat yang, tentu saja, mendapatkan sambutan dingin dari rekannya, Detective Lieutenant Mike Lowrey, dan menyebabkan kerenggangan pada hubungan mereka. Di tengah permasalahan tersebut, Detective Lieutenant Mike Lowrey menjadi sasaran tembak oleh seorang pembunuh bayaran yang membuat kondisinya menjadi kritis. Kejadian tersebut jelas membuat Detective Lieutenant Marcus Burnett panik dan lantas mulai menyelidiki apa yang terjadi pada rekannya. Continue reading Review: Bad Boys for Life (2020)

Review: Abracadabra (2020)

Sutradara Habibie & Ainun (2012), Faozan Rizal, menghadirkan sebuah presentasi cerita yang baru dan cukup berbeda dalam film terbarunya, Abracadabra. Berdasarkan naskah cerita yang juga ditulisnya, Abracadabra berkisah mengenai seorang pesulap ternama bernama Lukman (Reza Rahadian) yang memutuskan untuk mundur dari profesi yang digelutinya selama ini. Dalam pertunjukan terakhirnya, Lukman telah menyusun rencana agar trik sulap yang ia tunjukkan gagal. Trik yang ia tampilkan adalah trik untuk melenyapkan seseorang setelah ia memasuki kotak yang dibawa Lukman. Sebuah trik sulap yang cukup familiar. Abracadabra! Sosok yang dipilih Lukman untuk masuk ke dalam kotak tersebut ternyata benar-benar menghilang. Sialnya, Lukman sendiri tidak mengetahui kemana orang itu pergi atau menghilang serta bagaimana cara mengembalikan keberadaannya. Jelas saja Lukman kemudian menjadi buruan pihak kepolisian yang menuduhnya telah melakukan tindak penculikan orang. Continue reading Review: Abracadabra (2020)

Review: Underwater (2020)

Setelah Charlie’s Angels (Elizabeth Banks, 2019), petualangan Kristen Stewart yang kembali ke ranah film-film blockbuster berlanjut dengan Underwater. Diarahkan oleh William Eubank (The Signal, 2014) berdasarkan naskah cerita yang ditulis oleh Brian Duffield (The Divergent Series: Insurgent, 2015) bersama dengan Adam Cozad (The Legend of Tarzan, 2016), Underwater berkisah tentang seorang peneliti bernama Norah Price (Stewart) yang sedang berada dalam keadaan terbangun ketika sebuah gempa bumi menghantam laboratorium bawah laut tempat dirinya bekerja. Setelah sejenak berkeliling, Norah Price menyadari bahwa hantaman gempa bumi tersebut telah menghancurkan laboratorium sekaligus menewaskan hampir seluruh orang-orang yang berada di dalamnya dengan hanya menyisakan beberapa penyintas: Captain Lucien (Vincent Cassell), Paul (T.J. Miller), Emily Haversham (Jessica Henwick), Liam Smith (John Gallagher Jr.), dan Rodrigo (Mamoudou Athie). Bersama, mereka harus mengarungi dasar lautan yang berada ratusan ribu meter di bawah permukaan laut guna menyelamatkan diri dari bahaya ancaman persediaan oksigen yang terus berkurang serta sejumlah makhluk asing yang mencoba untuk menyerang mereka. Continue reading Review: Underwater (2020)

Review: Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020)

Dua tahun setelah mengarahkan Wiro Sableng, Angga Dwimas Sasongko kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk film drama keluarga Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini. Diadaptasi dari buku berjudul sama yang ditulis oleh Marchella FP, Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini bercerita tentang Awan (Rachel Amanda), anak bungsu dari pasangan Faris (Donny Damara) dan Ajeng Narendra (Susan Bachtiar), yang merasa dirinya selalu berada dibawah bayang dan awasan sang ayah dalam melakukan sesuatu. Sikap (over)protektif sang ayah ternyata tidak hanya berpengaruh pada kehidupan Awan. Anak sulung keluarga tersebut, Angkasa (Rio Dewanto), sering merasa terbeban akan berbagai tanggungjawab berlebihan yang diberikan sang ayah dalam mengawasi adik-adiknya. Sementara itu, sang anak tengah, Aurora (Sheila Dara), telah lama merasa dirinya telah kehilangan perhatian kedua orangtuanya semenjak mereka lebih memilih untuk memberikan perhatian pada dua saudaranya yang lain. Barisan konflik yang terpendam dalam jiwa setiap anggota keluarga tersebut secara perlahan mulai memberikan pengaruh pada hubungan mereka di keseharian. Continue reading Review: Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020)

Review: Cats (2019)

Menyusul kesuksesan adaptasi layar lebar Les Misérables (2012) yang berhasil meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$441 juta selama masa tayangnya serta mendapatkan delapan nominasi di ajang The 85th Annual Academy Awards dan memenangkan tiga diantaranya, Tom Hooper kembali ke ranah musikal melalui Cats. Seperti halnya Les Misérables, Cats diadaptasi dari sebuah drama panggung berjudul sama yang diciptakan oleh komposer Andrew Lloyd Webber – yang juga bertugas sebagai penata musik di film ini – berdasarkan buku kumpulan puisi berjudul Old Possum’s Book of Practical Cats yang ditulis oleh T. S. Eliot. Dengan naskah cerita yang digarap Hooper bersama dengan Lee Hall (War Horse, 2011), versi film dari Cats masih menuturkan kisah yang sama seperti drama panggungnya: Tentang sekelompok kucing yang menyebut diri mereka sebagai kelompok Jellicle yang di satu malam khusus kemudian berkumpul dan memilih salah satu diantara mereka untuk dikirimkan ke Heaviside Layer – sebuah istilah yang digunakan untuk proses kelahiran kembali guna menjalani sebuah kehidupan yang baru. Continue reading Review: Cats (2019)