Tag Archives: Rating: C

Review: Story of Kale: When Someone’s in Love (2020)

Masih ingat dengan karakter Kale yang diperankan Ardhito Pramono dalam film Nanti Kita Cerita tentang Hari ini (2020)? Dalam film arahan Angga Dwimas Sasongko tersebut, kehadiran karakter Kale berhasil mencuri perhatian lewat kemampuannya dalam merangkai lagu, utaran dialognya yang seringkali bernada puitis, hingga jalinan kisah romansanya yang manis (walau kemudian berakhir pahit) dengan karakter Awan yang diperankan Rachel Amanda. Reaksi serta perhatian yang cukup besar yang didapat oleh sosok Kale sepertinya menggugah Sasongko untuk memberikan pengolahan cerita tersendiri bagi karakter tersebut. Fokusnya, tentu saja, membuka sudut pandang penonton pada kehidupan personal dari karakter Kale, masa lalunya, serta berbagai hal yang mendorong karakter tersebut sehingga menarik diri dari hubungan asmara yang sedang dibangunnya bersama dengan karakter Awan. Sebuah pilihan yang menarik untuk memberikan warna tambahan bagi semesta pengisahan Nanti Kita Cerita tentang Hari ini. Continue reading Review: Story of Kale: When Someone’s in Love (2020)

Review: Roald Dahl’s The Witches (2020)

Masih ingat dengan memori menyeramkan sekaligus mimpi buruk yang diakibatkan oleh adegan Anjelica Huston yang secara perlahan melepaskan rambut serta kulit palsunya dan kemudian membiarkan wujud aslinya sebagai seorang penyihir terlihat dalam film The Witches (Nicolas Roeg, 1990)? Well… mimpi buruk tersebut coba dibangkitkan kembali oleh Guillermo del Toro bersama dengan Alfonso Cuarón dan Robert Zemeckis dengan menghadirkan adaptasi teranyar bagi buku cerita anak-anak garapan Roald Dahl yang juga berjudul The Witches tersebut. Sebenarnya, pada tahun 2008, Cuarón sempat mengungkapkan bahwa dirinya akan bekerjasama dengan del Toro untuk mengadaptasi The Witches dalam bentuk teknik animasi stop motion. Sayang, rencana tersebut gagal untuk membuahkan hasil. Sepuluh tahun kemudian, kerjasama antara del Toro dengan Cuarón untuk menghidupkan The Witches muncul kembali namun dengan format yang berbeda. Daripada menghadirkannya sebagai sebuah film animasi, versi teranyar dari The Witches akan tetap disajikan dalam presentasi live action dengan Zemeckis akan duduk di kursi penyutradaraan serta Cuarón dan del Toro bertindak sebagai produser sekaligus penulis naskah. Continue reading Review: Roald Dahl’s The Witches (2020)

Review: Rebecca (2020)

Proses adaptasi dari buku ke film jelas bukanlah suatu proses yang mudah. Tingkat kesukaran tersebut akan lebih meningkat jika buku yang akan diadaptasi adalah sebuah buku yang telah melegenda seperti Rebecca karangan Daphne du Maurier yang telah dicetak berulang kali semenjak perilisannya pada tahun 1938 hingga saat ini, diterjemahkan ke lebih dari 15 bahasa dari seluruh penjuru dunia, dan sebelumnya telah diadaptasi ke berbagai bentuk media lainnya seperti serial televisi, film, drama panggung, hingga ke dalam bentuk opera. Oh, tidak lupa, tantangan untuk menghasilkan adaptasi film dari buku sekaliber Rebecca akan menjadi jauh lebih besar ketika salah satu adaptasi film tersebut sebelumnya diarahkan oleh sutradara dengan nama sebesar Alfred Hitchock yang versi filmnya tidak hanya mampu untuk meraih kesuksesan secara komersial namun juga berhasil meraih pujian luas dari kalangan kritikus film dunia serta memenangkan penghargaan tertinggi Best Picture dari ajang Academy Awards. Sudah dapat membayangkan beban yang harus ditanggung oleh Ben Wheatley (Free Fire, 2016) ketika ia setuju untuk menghasilkan narasi teranyar bagi Rebecca? Continue reading Review: Rebecca (2020)

Review: Pelukis Hantu (2020)

Setelah sebelumnya terlibat sebagai penulis naskah bagi film arahan Riri Riza, Kulari ke Pantai (2018), aktor yang juga dikenal sebagai seorang komika, Arie Kriting, melakukan debut pengarahan film layar lebarnya lewat Pelukis Hantu. Film bernuansa horor komedi yang naskah ceritanya juga dikerjakan oleh Kriting ini dibintangi oleh Ge Pamungkas yang berperan sebagai Tutur, seorang pelukis amatiran yang kemudian menerima tawaran untuk menjadi pelukis hantu di sebuah program televisi karena sedang membutuhkan uang untuk pengobatan sang ibu (Aida Nurmala). Siapa sangka, pekerjaan tersebut ternyata mampu memberikan pengaruh besar pada kehidupan personalnya. Sosok kuntilanak yang ia lihat sekaligus lukis dalam acara yang berjudul Arwah itu ternyata membawa sejumlah pesan dari masa lalu Tutur. Penasaran ingin berkomunikasi dengan makhluk supranatural tersebut, Tutur lantas menghubungi Amanda (Michelle Ziudith) yang gemar menulis dan meneliti tentang alam gaib dan meminta bantuannya. Continue reading Review: Pelukis Hantu (2020)

Review: Monsoon (2020)

Merupakan film layar lebar kedua yang diarahkan oleh sutradara berkewarganegaraan Inggris, Hong Khaou, setelah sebelumnya merilis Lilting (2014), Monsoon bercerita tentang seorang pria asal Inggris, Kit (Henry Golding), yang kembali mengunjungi negara kelahirannya di Vietnam. Bertujuan untuk menebar abu kremasi orangtuanya, kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama Kit setelah kedua orangtuanya membawa dirinya dan saudaranya keluar dari Vietnam guna menghindar dari bahaya akibat perang yang sedang berkecamuk disana. Tentu saja, 30 tahun setelah kepergiannya, Kit tidak lagi familiar dengan situasi wilayah Vietnam maupun mampu berbicara menggunakan bahasa ibunya. Beruntung, dengan dibantu oleh sahabat masa kecilnya, Lee (David Tran), Kit dapat memulai penjelajahan dan perjalanan dari Saigon ke Hanoi untuk mencari lokasi persemayaman yang tepat bagi orangtuanya sekaligus menemukan kembali jejak masa lalunya di Vietnam. Continue reading Review: Monsoon (2020)

Review: The Mystery of The Dragon Seal (2019)

Diarahkan oleh Oleg Stepchenko, The Mystery of the Dragon Seal merupakan sekuel bagi film fantasi petualangan Forbidden Kingdom arahan Stepchenko yang berhasil menuai sukses komersial ketika dirilis pada tahun 2014 lalu. Juga dirilis secara internasional dengan judul The Iron Mask, film yang mengambil latar belakang lokasi kisah di Rusia, Tiongkok, dan Inggris pada abad ke-18 ini melanjutkan kisah petualangan penjelajah dan kartografer asal Inggris, Jonathan Green (Jason Flemyng) yang kini ditugaskan untuk memetakan wilayah timur dari negara Rusia. Perjalanannya dalam memetakan Rusia tersebut membawa Jonathan Green ke wilayah Tiongkok ketika ia secara tidak sengaja bertemu dan menyelamatkan Cheng Lan (Xingtong Yao) yang ternyata merupakan seorang puteri yang sedang menyamar guna merebut kembali tahta kerajaannya. Tantangan besar kemudian menghadang perjalanan keduanya ketika Jonathan Green dan Cheng Lan menemukan sebuah desa yang dikuasai oleh penyihir yang, tentu saja, kemudian berusaha dibantu dan dibebaskan oleh keduanya. Continue reading Review: The Mystery of The Dragon Seal (2019)

Review: #Alive (2020)

Merupakan debut pengarahan film layar lebar bagi sutradara asal Korea Selatan, Il Cho, #Alive berkisah mengenai sebuah penyakit menular misterius yang menjangkiti penduduk di wilayah Korea Selatan yang mengubah mereka menjadi sosok mayat hidup serta membuat mereka saling menyerang dan memakan satu sama lain. Terjebak di tengah kekacauan yang telah gagal dikendalikan oleh pemerintah tersebut, seorang pemuda bernama Oh Joon-woo (Yoo Ah-in), berusaha untuk bertahan hidup dengan bersembunyi di dalam apartemennya. Bukan sebuah usaha yang mudah khususnya karena rasa kesepian dan kelaparan akibat semakin menipisnya persediaan makanan secara perlahan mulai mengganggu kesehatan mentalnya. Beruntung, Oh Joon-woo kemudian berkenalan dengan seorang gadis bernama Kim Yoo-bin (Park Shin-hye) yang juga sedang mencoba untuk menghindar dari ancaman kejaran para mayat hidup. Berdua, Oh Joon-woo dan Kim Yoo-bin mulai menyusun rencana untuk menyelamatkan diri sekaligus keluar dari wilayah apartemen yang mereka tinggali. Continue reading Review: #Alive (2020)

Review: Sabar Ini Ujian (2020)

Sabtu, 11 April 2020. Setelah ditelepon dan dibangunkan oleh sang ibu (Widyawati) serta ditelepon dan diingatkan kembali oleh sahabatnya, Billy (Ananda Omesh), Sabar (Vino G. Bastian) akhirnya harus menerima kenyataan bahwa dirinya harus menghadiri pernikahan mantan kekasihnya, Astrid (Estelle Linden), yang kini dipersunting oleh teman masa sekolah keduanya, Dimas (Mike Ethan). Menyaksikan mantan kekasih duduk bersanding di pelaminan dengan sosok pria lain memang merupakan sebuah cobaan berat. Belum lagi masih ditambah dengan dirinya yang harus mendengarkan guyonan-guyonan menjengkelkan dari dua temannya, Yoga (Rigel Rakelna) dan Aldi (Ananta Rispo), yang tidak berhenti menyinggung statusnya yang ditinggal nikah sang kekasih. Meski sulit, Sabar berhasil melalui hari itu dengan lancar. Sebuah keanehan terjadi. Esok paginya, Sabar kembali dibangunkan oleh sang ibu yang lagi-lagi mengingatkan dirinya untuk hadir ke pernikahan mantan kekasihnya. Tak disangka. Sabar terbangun di hari yang telah ia jalani sebelumnya. Continue reading Review: Sabar Ini Ujian (2020)

Review: Guru-guru Gokil (2020)

Awalnya, film terbaru arahan Sammaria Simanjuntak (Demi Ucok, 2013), Guru-guru Gokil, akan menjadi film layar lebar perdana bagi Dian Sastrowardoyo dimana dirinya tidak hanya tampil menjadi seorang aktris namun juga turut berperan sebagai produser. Rencana untuk menayangkan Guru-guru Gokil di bioskop, sayangnya, terpaksa dibatalkan akibat pandemi COVID-19 yang mendera dunia. Beruntung, Guru-guru Gokil kemudian menemukan rumah barunya ketika Netflix mengakuisi film tersebut, menjadikannya sebagai film Indonesia kedua dengan label Netflix Original yang tayang perdana di layanan streaming terbesar dunia tersebut setelah The Night Comes for Us (Timo Tjahjanto, 2018), serta membuatnya dapat dinikmati oleh lebih dari 183 juta pelanggan Netflix dari 190 negara. Jelas bukan capaian yang mengecewakan – setidaknya jika Anda tidak mengaitkannya dengan kualitas cerita medioker yang disajikan oleh film ini. Continue reading Review: Guru-guru Gokil (2020)

Review: Waiting for the Barbarians (2020)

Merupakan film berbahasa Inggris perdana bagi sutradara berkewarganegaraan Kolombia, Ciro Guerra (Embrace of the Serpent, 2015), Waiting for the Barbarians adalah sebuah film drama yang kisahnya diadaptasi dari novel garapan J. M. Coetzee berjudul sama. Alur ceritanya sendiri berkisah tentang seorang petugas hukum (Mark Rylance) yang bertugas untuk mengawasi sebuah wilayah di suatu kerajaan. Kondisi wilayah yang diawasi oleh sang petugas hukum sebenarnya berjalan dengan tatanan hukum. Namun, kekacauan mulai timbul ketika wilayah tersebut kedatangan seorang anggota pasukan militer kerajaan, Colonel Joll (Johnny Depp), yang menduga bahwa wilayah yang diawasi oleh sang petugas hukum telah disusupi orang-orang yang berniat untuk melakukan pemberontakan. Colonel Joll bahkan menjalankan aksi hukumnya sendiri yang mengutamakan unsur kekerasan. Niat sang petugas hukum untuk memberikan perlawanan kemudian berakhir tragis ketika dirinya lantas dituduh telah melakukan tindakan pengkhianatan dan diberikan hukuman berat.

Continue reading Review: Waiting for the Barbarians (2020)

Review: Mariposa (2020)

Menyusul sukses besar Dua Garis Biru (Gina S. Noer, 2019), Angga Yunanda dan Adhisty Zara kembali tampil bersama dalam Mariposa – sebuah film drama romansa remaja arahan Fajar Bustomi (Milea: Suara dari Dilan, 2020) yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Alim Sudio (Twivortiare, 2019), Mariposa berkisah tentang berbagai usaha yang dilakukan Acha (Zara) untuk mendekati Iqbal (Yunanda). Kesempatan Acha untuk merebut hati pemuda yang di sekolahnya dikenal sebagai sosok tampan, pintar, namun dapat bersikap begitu dingin tersebut mulai terbuka lebar setelah Acha bersama dengan Iqbal dipilih untuk mewakili sekolah mereka untuk bertanding di sebuah olimpiade sains tingkat nasional. Sayang, walaupun telah melakukan berbagai cara agar Iqbal mau menjadikannya sebagai seorang pacar, Iqbal – yang telah bertekad untuk selalu fokus pada kegiatan dan pelajaran sekolahnya – ternyata tetap tak bergeming. Namun, Acha tidak mau menyerah begitu saja. Bagi Acha, jika hati Iqbal adalah sebuah batu, maka dirinya siap menjadi air yang menetes setiap waktu hingga batu tersebut akhirnya rapuh dan luluh. Continue reading Review: Mariposa (2020)

Review: Guns Akimbo (2020)

Perjalanan karir Daniel Radcliffe dalam mengumpulkan peran-peran eksentrik nan menantang kembali berlanjut dalam Guns Akimbo. Jika Horns (Alexandre Aja, 2014) menghadirkan Radcliffe sebagai sosok pria yang memiliki tanduk dan Swiss Army Man (Daniel Scheinert, Daniel Kwan, 2016) menjadikan Radcliffe sebagai mayat hidup yang gemar kentut, maka Guns Akimbo menampilkan Radcliffe untuk berperan sebagai Miles, seorang pemuda yang aktif menggunakan internet namun menemukan dirinya dalam bahaya ketika komentar-komentar yang diberikannya di dunia maya kemudian mengundang kematian. Tidak senang dengan komentar-komentar keras yang diberikan Miles, sekelompok orang asing lantas menculiknya, membaut dua buah senjata api di genggaman tangannya, dan membuat Miles harus bertarung melawan Nix (Samara Weaving) yang merupakan seorang petarung tak terkalahkan dalam sebuah permainan mematikan yang disiarkan langsung di internet bernama Skizm. Jelas, Miles harus segera beradaptasi dengan berbagai kesialan yang baru saja menimpa dirinya untuk dapat melarikan diri dari kejaran Nix dan menyelamatkan nyawanya. Continue reading Review: Guns Akimbo (2020)

Review: #TemanTapiMenikah2 (2020)

#TemanTapiMenikah (Rako Prijanto, 2018) adalah sebuah kejutan yang menyenangkan. Meskipun digarap dengan formula yang telah begitu familiar, namun naskah cerita yang cukup berwarna, arahan Prijanto yang membuat filmnya mampu bertutur dengan lancar, serta chemistry hangat dan sangat meyakinkan dari Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla menjadikan #TemanTapiMenikah begitu menyenangkan untuk diikuti kisahnya. Tidak mengejutkan jika film ini kemudian berhasil mengumpulkan 1,6 juta penonton selama masa tayangnya di seluruh layar bioskop Indonesia. Dengan kesuksesan kualitas dan komersial tersebut, juga tidak mengejutkan jika Falcon Pictures kemudian memutuskan untuk menggarap sekuel bagi #TemanTapiMenikah yang, tentunya, akan melanjutkan alur kisah romansa antara karakter Ditto dan Ayu yang diadaptasi dari buku berjudul sama yang ditulis oleh pasangan Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion. Hasilnya? Jika #TemanTapiMenikah mengeksplorasi hubungan persahabatan yang tumbuh menjadi hubungan romansa percintaan, maka #TemanTapiMenikah2 memberikan eksplorasi lanjutan tentang bagaimana satu pasangan muda menjalani hari mereka dalam sebuah kehidupan pernikahan yang jelas baru dan masih terasa aneh bagi keduanya. Continue reading Review: #TemanTapiMenikah2 (2020)