Tag Archives: Rating: C

Review: Bad Boys for Life (2020)

Bad boys, bad boys. Whatcha gonna do? Whatcha gonna do when they come for you?”

17 tahun semenjak perilisan Bad Boys II (Michael Bay, 2003), perjalanan seri film Bad Boys kini berlanjut dengan Bad Boys for Life. Meskipun kursi penyutradaraan kini beralih dari Bay ke duo sutradara asal Belgia, Adil El Arbi dan Bilall Fallah, Will Smith dan Martin Lawrence masih tetap hadir untuk memerankan dua karakter ikonik mereka, Detective Lieutenant Michael “Mike” Lowrey dan Detective Lieutenant Marcus Burnett. Dikisahkan, Detective Lieutenant Marcus Burnett yang baru saja menjadi seorang kakek lantas mengungkapkan niatnya untuk pensiun dari kepolisian. Niat yang, tentu saja, mendapatkan sambutan dingin dari rekannya, Detective Lieutenant Mike Lowrey, dan menyebabkan kerenggangan pada hubungan mereka. Di tengah permasalahan tersebut, Detective Lieutenant Mike Lowrey menjadi sasaran tembak oleh seorang pembunuh bayaran yang membuat kondisinya menjadi kritis. Kejadian tersebut jelas membuat Detective Lieutenant Marcus Burnett panik dan lantas mulai menyelidiki apa yang terjadi pada rekannya. Continue reading Review: Bad Boys for Life (2020)

Review: Abracadabra (2020)

Sutradara Habibie & Ainun (2012), Faozan Rizal, menghadirkan sebuah presentasi cerita yang baru dan cukup berbeda dalam film terbarunya, Abracadabra. Berdasarkan naskah cerita yang juga ditulisnya, Abracadabra berkisah mengenai seorang pesulap ternama bernama Lukman (Reza Rahadian) yang memutuskan untuk mundur dari profesi yang digelutinya selama ini. Dalam pertunjukan terakhirnya, Lukman telah menyusun rencana agar trik sulap yang ia tunjukkan gagal. Trik yang ia tampilkan adalah trik untuk melenyapkan seseorang setelah ia memasuki kotak yang dibawa Lukman. Sebuah trik sulap yang cukup familiar. Abracadabra! Sosok yang dipilih Lukman untuk masuk ke dalam kotak tersebut ternyata benar-benar menghilang. Sialnya, Lukman sendiri tidak mengetahui kemana orang itu pergi atau menghilang serta bagaimana cara mengembalikan keberadaannya. Jelas saja Lukman kemudian menjadi buruan pihak kepolisian yang menuduhnya telah melakukan tindak penculikan orang. Continue reading Review: Abracadabra (2020)

Review: Underwater (2020)

Setelah Charlie’s Angels (Elizabeth Banks, 2019), petualangan Kristen Stewart yang kembali ke ranah film-film blockbuster berlanjut dengan Underwater. Diarahkan oleh William Eubank (The Signal, 2014) berdasarkan naskah cerita yang ditulis oleh Brian Duffield (The Divergent Series: Insurgent, 2015) bersama dengan Adam Cozad (The Legend of Tarzan, 2016), Underwater berkisah tentang seorang peneliti bernama Norah Price (Stewart) yang sedang berada dalam keadaan terbangun ketika sebuah gempa bumi menghantam laboratorium bawah laut tempat dirinya bekerja. Setelah sejenak berkeliling, Norah Price menyadari bahwa hantaman gempa bumi tersebut telah menghancurkan laboratorium sekaligus menewaskan hampir seluruh orang-orang yang berada di dalamnya dengan hanya menyisakan beberapa penyintas: Captain Lucien (Vincent Cassell), Paul (T.J. Miller), Emily Haversham (Jessica Henwick), Liam Smith (John Gallagher Jr.), dan Rodrigo (Mamoudou Athie). Bersama, mereka harus mengarungi dasar lautan yang berada ratusan ribu meter di bawah permukaan laut guna menyelamatkan diri dari bahaya ancaman persediaan oksigen yang terus berkurang serta sejumlah makhluk asing yang mencoba untuk menyerang mereka. Continue reading Review: Underwater (2020)

Review: Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020)

Dua tahun setelah mengarahkan Wiro Sableng, Angga Dwimas Sasongko kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk film drama keluarga Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini. Diadaptasi dari buku berjudul sama yang ditulis oleh Marchella FP, Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini bercerita tentang Awan (Rachel Amanda), anak bungsu dari pasangan Faris (Donny Damara) dan Ajeng Narendra (Susan Bachtiar), yang merasa dirinya selalu berada dibawah bayang dan awasan sang ayah dalam melakukan sesuatu. Sikap (over)protektif sang ayah ternyata tidak hanya berpengaruh pada kehidupan Awan. Anak sulung keluarga tersebut, Angkasa (Rio Dewanto), sering merasa terbeban akan berbagai tanggungjawab berlebihan yang diberikan sang ayah dalam mengawasi adik-adiknya. Sementara itu, sang anak tengah, Aurora (Sheila Dara), telah lama merasa dirinya telah kehilangan perhatian kedua orangtuanya semenjak mereka lebih memilih untuk memberikan perhatian pada dua saudaranya yang lain. Barisan konflik yang terpendam dalam jiwa setiap anggota keluarga tersebut secara perlahan mulai memberikan pengaruh pada hubungan mereka di keseharian. Continue reading Review: Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020)

Review: Cats (2019)

Menyusul kesuksesan adaptasi layar lebar Les Misérables (2012) yang berhasil meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$441 juta selama masa tayangnya serta mendapatkan delapan nominasi di ajang The 85th Annual Academy Awards dan memenangkan tiga diantaranya, Tom Hooper kembali ke ranah musikal melalui Cats. Seperti halnya Les Misérables, Cats diadaptasi dari sebuah drama panggung berjudul sama yang diciptakan oleh komposer Andrew Lloyd Webber – yang juga bertugas sebagai penata musik di film ini – berdasarkan buku kumpulan puisi berjudul Old Possum’s Book of Practical Cats yang ditulis oleh T. S. Eliot. Dengan naskah cerita yang digarap Hooper bersama dengan Lee Hall (War Horse, 2011), versi film dari Cats masih menuturkan kisah yang sama seperti drama panggungnya: Tentang sekelompok kucing yang menyebut diri mereka sebagai kelompok Jellicle yang di satu malam khusus kemudian berkumpul dan memilih salah satu diantara mereka untuk dikirimkan ke Heaviside Layer – sebuah istilah yang digunakan untuk proses kelahiran kembali guna menjalani sebuah kehidupan yang baru. Continue reading Review: Cats (2019)

Review: Spies in Disguise (2019)

Merupakan film animasi yang menjadi debut pengarahan bagi Troy Quane dan Nick Bruno, Spies in Disguise berkisah mengenai seorang pemuda jenius bernama Walter Beckett (Tom Holland) yang bekerja di sebuah biro investigasi untuk menciptakan berbagai gawai berteknologi tinggi guna mendukung tugas setiap agen rahasia di biro investigasi tersebut. Kejeniusan Walter Beckett membuatnya mampu menghasilkan berbagai gawai yang meskipun terdengar aneh namun sebenarnya sangat efektif dan bermanfaat. Sial, ketika menciptakan sebuah alat yang dimaksudkan dapat membuat penggunanya menjadi tak kasat mata, Walter Beckett secara tidak sengaja mengubah agen rahasia Lance Sterling (Will Smith) menjadi seekor merpati. Walter Beckett dan Lance Sterling jelas panik mengingat sang agen rahasia kini sedang menghadapi sebuah penyelidikan kasus yang sangat berbahaya. Dengan berbagai keterbatasan yang mereka miliki, keduanya kini harus saling bekerjasama untuk mengubah Lance Sterling kembali menjadi manusia sekaligus menyelesaikan kasus yang sedang ia tangani. Continue reading Review: Spies in Disguise (2019)

Review: Habibie & Ainun 3 (2019)

Jika Habibie & Ainun (Faozan Rizal, 2012) menjajaki kisah cinta yang diarungi oleh kedua karakter utamanya dan {rudy habibie} (Hanung Bramantyo, 2016) memberikan ruang pada linimasa ceritanya bagi kisah personal dari karakter Habibie semasa dirinya sedang menjalani pendidikan di Jerman, maka bagian teranyar dari seri film yang jalan ceritanya diinspirasi dari autobiografi berjudul Habibie & Ainun yang ditulis oleh mantan Presiden Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, akan menghadirkan fokus pada kehidupan karakter Ainun. Kembali diarahkan oleh Bramantyo, Habibie & Ainun 3 mencoba untuk sedikit menjauh dari hubungan romansa yang terjalin antara karakter Habibie dan Ainun dan memperkenalkan berbagai sosok yang berada dalam kehidupan karakter Ainun semenjak masa remaja yang memberikan pengaruh pada pemikiran, ambisi, hingga kisah percintaannya. Sebuah pilihan cerita yang sebenarnya cukup menarik – seandainya Bramantyo tidak mengulang lagi kesalahan yang dahulu dilakukannya pada {rudy habibie}. Continue reading Review: Habibie & Ainun 3 (2019)

Review: Star Wars: The Rise of Skywalker (2019)

Rasanya cukup sukar untuk tidak menyinggung “kericuhan” yang disebabkan oleh Star Wars: The Last Jedi (Rian Johnson, 2017) sebelum membicarakan Star Wars: The Rise of Skywalker. Meskipun mendapatkan ulasan yang sangat positif dari banyak kritikus film, pilihan Johnson untuk menghadirkan linimasa pengisahan film dengan warna plot, karakter, konflik, dan humor yang sedikit berbeda serta lebih progresif jika dibandingkan dengan film-film dalam seri Star Wars lainnya membuat Star Wars: The Last Jedi ditanggapi cukup dingin oleh banyak penggemar berat seri film yang kini telah berusia lebih dari 40 tahun tersebut. Ketidaksukaan para penggemar setia Star Wars terhadap film garapan Johnson tersebut – yang ditandai dengan membanjirnya penilaian dan komentar negatif tentang Star Wars: The Last Jedi di berbagai situs internet – terasa begitu kental sehingga beberapa kali mendapatkan tanggapan langsung baik dari aktor, produser, bahkan Johnson sebagai sang sutradara film. Ketidakmampuan Johnson untuk memuaskan para penggemar berat Star Wars itu pula yang dikabarkan menjadi penyebab mengapa Johnson tidak kembali dilibatkan oleh Walt Disney Studios ketika Colin Trevorrow – yang awalnya didapuk untuk mengarahkan Star Wars: The Rise of Skywalker – kemudian memilih untuk meninggalkan proyek film tersebut. Continue reading Review: Star Wars: The Rise of Skywalker (2019)

Review: Jumanji: The Next Level (2019)

Merupakan sekuel bagi Jumanji (Joe Johnston, 1995) dan dianggap sebagai film ketiga dalam seri film Jumanji setelah Zathura: A Space Adventure (Jon Favreau, 2005) yang juga diadaptasi dari seri buku cerita anak-anak garapan Chris Van Allsburg, Jumanji: Welcome to the Jungle (Jake Kasdan, 2017) mampu memberikan kesuksesan besar bagi Columbia Pictures ketika film tersebut berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar lebih dari US$960 juta selama masa rilisnya di seluruh dunia. Well… tentu saja tidak mengejutkan ketika setahun kemudian Columbia Pictures mengumumkan bahwa pihaknya akan memproduksi sekuel bagi Jumanji: Welcome to the Jungle dengan Kasdan kembali duduk di kursi penyutradaraan serta Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart, dan Karen Gillan turut kembali untuk menghidupkan karakter sentral yang mereka perankan. Seperti yang dapat diungkapkan dari judulnya sendiri, Jumanji: The Next Level, film ini memang menjanjikan untuk menghadirkan tingkat kesenangan yang lebih banyak dari film pendahulunya. Tujuan yang lumayan mampu dapat dipenuhi – meskipun dengan beberapa garapan yang sepertinya menahan kualitas presentasi film ini untuk melangkah lebih jauh. Continue reading Review: Jumanji: The Next Level (2019)

Review: 21 Bridges (2019)

Merupakan film layar lebar pertama yang diarahkan Brian Kirk setelah mengarahkan Middletown di tahun 2006, 21 Bridges adalah sebuah film aksi yang jalan ceritanya berfokus pada seorang detektif yang bertugas di New York Police Department, Andre Davis (Chadwick Boseman). Walau di kalangan kepolisian dirinya memiliki reputasi sebagai sosok yang terlalu mudah untuk menggunakan senjata dalam setiap aksinya, Andre Davis tidak terbantahkan adalah sosok polisi yang tangguh, cerdas, serta sering menjadi andalan dalam penyelesaian banyak kasus. Kehandalan Andre Davis tersebut kemudian digunakan ketika dua orang perampok, Michael Trujillo (Stephan James) dan Ray Jackson (Taylor Kitsch), melakukan aksinya di sebuah toko penjual minuman beralkohol yang lantas berakhir tragis ketika tindakan kriminal tersebut berujung dengan adu tembak yang menewaskan sejumlah polisi. Awalnya, tentu saja, Andre Davis mengira dirinya akan mendalami sebuah kasus perampokan sekaligus pembunuhan. Namun, kasus tersebut kemudian berkembang lebih luas dan melibatkan sejumlah orang dari pihak aparat hukum yang ternyata telah menyalahi kekuasaannya. Continue reading Review: 21 Bridges (2019)

Review: The Good Liar (2019)

Setelah Mr. Holmes (2015), sutradara Bill Condon kembali bekerjasama dengan penulis naskah Jeffrey Hatcher dan aktor Ian McKellen dalam film The Good Liar. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Nicholas Searle, The Good Liar bercerita mengenai pertemuan antara Roy Courtnay (McKellen) dan Betty McLeish (Helen Mirren) yang terjadi setelah keduanya sama-sama berkenalan di sebuah situs kencan daring. Sama-sama merupakan dua orang yang telah lama kesepian akibat ditinggal oleh sosok pasangan yang begitu mereka sayangi, Roy Courtnay dengan mudah dapat mencuri hati Betty McLeish. Bahkan, begitu jatuh hatinya Betty McLeish terhadap sosok Roy Courtney, wanita yang juga merupakan mantan profesor di Oxford University tersebut tidak segan untuk mengajak Roy Courtnay untuk tinggal bersamanya setelah melihat kondisi apartemennya – sebuah tindakan yang lantas mendapatkan tentangan dari cucu Betty McLeish, Steven (Russell Tovey). Seandainya Betty McLeish mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh cucu kesayangannya tersebut. Continue reading Review: The Good Liar (2019)

Review: Frozen II (2019)

Mungkin tidak ada seorangpun, termasuk Walt Disney Animation Studios sendiri, yang pernah menduga bahwa Frozen (Chris Buck, Jennifer Lee, 2013) akan mampu meraih kesuksesan yang begitu luar biasa. Merupakan adaptasi dari dongeng klasik karya Hans Christian Andersen yang berjudul The Snow Queen, Frozen tidak hanya berhasil mencapai kesuksesan komersial belaka ketika film tersebut meraup pendapatan sebesar lebih dari US$1 milyar pada masa penayangannya di seluruh dunia serta album musik temanya yang berisi lagu-lagu semacam Let It Go, Do You Want to Build a Snowman?, Love is an Open Door, dan For the First Time in Forever mampu terjual lebih dari sepuluh juta keping. Film yang juga berhasil memenangkan dua penghargaan di ajang The 86th Annual Academy Awards, termasuk kategori Best Animated Feature, tersebut juga menjelma menjadi sebuah fenomena sosial dalam skala global ketika alur kisahnya, lirik lagu-lagunya, hingga karakter-karakter serta gaya berbusana mereka menjadi perbincangan sekaligus ikon bagi para penikmat budaya pop di seluruh penjuru dunia. Fenomenal! Continue reading Review: Frozen II (2019)

Review: Charlie’s Angels (2019)

Meskipun Charlie’s Angels: Full Throttle (McG, 2003) gagal mengikuti kesuksesan – baik dari segi kualitas maupun dari raihan komersial – film pendahulunya, Charlie’s Angels (2000), Columbia Pictures sebenarnya telah lama memiliki rencana untuk memproduksi bagian ketiga dan keempat dari seri film tersebut dengan mempertahankan Cameron Diaz, Drew Barrymore, dan Lucy Liu sebagai para pemeran utamanya. Namun, seiring dengan perjalanan waktu – dan dengan semakin berkurangnya minat produser, pemeran, maupun penonton terhadap kelanjutan seri Charlie’s Angels, Columbia Pictures secara bijaksana akhirnya memilih untuk membatalkan wacana tersebut. Hollywood, tentu saja, tidak akan berpangku tangan terlalu lama ketika melihat potensi emas yang dimiliki Charlie’s Angels khususnya ketika gerakan feminisme mulai kembali menghangat dan mendominasi pembicaraan di kalangan penggerak salah satu industri film terbesar di dunia tersebut. Lebih dari satu dekade semenjak perilisan Charlie’s Angels: Full Throttle, Columbia Pictures mempersiapkan Charlie’s Angels yang naskah ceritanya ditulis sekaligus diarahkan oleh Elizabeth Banks (Pitch Perfect 2, 2015) serta dengan nama-nama seperti Kristen Stewart, Naomi Scott, dan Ella Balinska bertugas untuk memerankan tiga agen rahasianya. Continue reading Review: Charlie’s Angels (2019)