Tag Archives: Rating: C

Review: Child’s Play (2019)

Jika deretan boneka hidup dalam Annabelle Comes Home (Gary Dauberman, 2019) maupun Toy Story 4 (Josh Cooley, 2019) belum cukup untuk memberikan Anda mimpi buruk… Wellhere comes Chuc… Buddi! Disutradarai oleh Lars Klevberg (Polaroid, 2019), versi teranyar dari Child’s Play, tentu saja, merupakan sebuah buat ulang dari film horor berjudul sama arahan Tom Holland yang dahulu dirilis pada tahun 1988 sekaligus menjadi penanda bagi awal pengisahan baru bagi seri film Child’s Play yang telah berusia 30 tahun dan menghasilkan tujuh film – dengan Cult of Chucky arahan Don Mancini dirilis pada tahun 2017 yang lalu. Child’s Play terbaru sendiri tidak terpaku pada pola pengisahan yang telah diterapkan oleh pendahulunya. Karakter Buddi/Chucky kini bukanlah sosok boneka yang dirasuki oleh arwah penasaran seorang penjahat namun merupakan produk berteknologi tinggi yang kemudian menghasilkan efek negatif yang mematikan. Sebuah sentuhan cerita yang membuat Child’s Play terbaru dapat saja dijadikan satu episode khusus dari serial popular Black Mirror rilisan Netflix dan ternyata menjadi elemen yang kemudian mampu menjadikan film horor ini tampil cukup memikat. Continue reading Review: Child’s Play (2019)

Review: Spider-Man: Far From Home (2019)

Merupakan sekuel dari Spider-Man: Homecoming (Jon Watts, 2017) dan ditempatkan sebagai film penutup bagi fase ketiga Marvel Cinematic Universe, Spider-Man: Far from Home hadir dengan pengisahan yang memiliki latar belakang waktu pengisahan beberapa bulan setelah berbagai peristiwa yang diceritakan dalam Avengers: Endgame (Anthony Russo, Joe Russo, 2019) berakhir. Dikisahkan, Peter Parker (Tom Holland) bersama teman-teman sekolahnya akan melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa. Menggunakan momen tersebut, Peter Parker berencana untuk menyatakan rasa cintanya kepada MJ (Zendaya). Namun, seperti yang dapat diduga, rencana Peter Parker untuk menikmati masa liburan bersama dengan teman-temannya kemudian dirusak oleh kehadiran sesosok makhluk asing yang menyerang orang-orang yang berada di sekitarnya. Beruntung, seorang pria berkekuatan super bernama Quentin Beck (Jake Gyllenhaal) kemudian datang dan mengusir makhluk asing tersebut. Oleh Nick Fury (Samuel L. Jackson) dan rekan kerjanya, Maria Hill (Cobie Smulders), lantas meminta Peter Parker untuk bekerjasama dengan Quentin Beck dalam mencegah serangan yang diperkirakan akan kembali dilakukan sang makhluk asing. Permintaan yang sekali lagi membuat Peter Parker mempertanyakan perannya sebagai Spider-Man dan pengaruh posisi tersebut terhadap kehidupan kesehariannya. Continue reading Review: Spider-Man: Far From Home (2019)

Review: Yesterday (2019)

Pernah membayangkan dunia dimana lagu-lagu yang ditulis oleh John Lennon, Paul McCartney, Ringo Starr, dan George Harrison untuk kelompok musik mereka, The Beatles, tidak pernah ada? Well… Film terbaru arahan Danny Boyle (127 Hours, 2010) yang naskah ceritanya digarap oleh Richard Curtis (About Time, 2013), Yesterday, mencoba bermain dengan premis tersebut. Dikisahkan, setelah terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung di seluruh penjuru dunia selama 12 detik, tidak ada seorangpun yang mengingat maupun mengenal keberadaan The Beatles dan lagu-lagu mereka, kecuali Jack Malik (Himesh Patel). Merupakan seorang musisi lokal yang merasa bahwa lagu-lagu yang ia hasilkan tidak akan pernah mampu menarik perhatian khalayak ramai, Jack Malik lantas mulai menyanyikan lagu-lagu milik The Beatles dan mengakui lagu-lagu tersebut sebagai lagu-lagu yang ditulisnya sendiri. Secara perlahan, lagu-lagu The Beatles yang dinyanyikan Jack Malik mulai mendapatkan perhatian banyak orang. Kepopuleran Jack Malik di kotanya lantas menarik perhatian musisi terkenal, Ed Sheeran (Ed Sheeran), yang lantas berniat menjadikan Jack Malik sebagai artis pembuka dalam setiap konsernya. Continue reading Review: Yesterday (2019)

Review: Annabelle Comes Home (2019)

Masih ingat dengan momen ketika pasangan penyelidik masalah-masalah paranormal, Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vera Farmiga), membantu dua orang mahasiswi yang merasa kehidupan mereka terganggu oleh sesosok boneka bernama Annabelle yang menjadi adegan pembuka The Conjuring (James Wan, 2013)? WellAnnabelle Comes Home akan berkisah tentang bagaimana kehadiran boneka “berkekuatan mistis” tersebut mempengaruhi kehidupan Ed dan Lorraine Warren serta puteri tunggal mereka, Judy Warren (Mckenna Grace). Berlatar belakang waktu pengisahan satu tahun semenjak Ed dan Lorraine Warren membawa boneka Annabelle untuk disimpan di rumah mereka, Judy Warren merasakan bahwa ada hal-hal aneh yang mulai mengganggu kesehariannya. Gangguan tersebut semakin hebat ketika dirinya ditinggal oleh kedua orangtuanya dan dititipkan pada dua orang gadis remaja, Mary Ellen (Madison Iseman) dan Daniela Rios (Katie Sarife), yang ditugaskan untuk mengasuhnya. Judy Warren, Mary Ellen, dan Daniela Rios harus menemukan cara agar dapat bertahan dari berbagai serangan kekuatan supranatural sembari menunggu kepulangan Ed dan Lorraine Warren. Continue reading Review: Annabelle Comes Home (2019)

Review: Doremi & You (2019)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh sutradara film ini, BW Purbanegara (Ziarah, 2016), bersama dengan Jujur Prananto (Jelita Sejuba, 2018), Doremi & You berkisah mengenai persahabatan yang terjalin antara Putri (Adyla Rafa Naura Ayu), Imung (Fatih Unru), Markus (Toran Waibro), dan Anisa (Nashwa Zahira). Jalinan persahabatan yang terjalin antara keempat pelajar sekolah menengah pertama tersebut mendapatkan sebuah ujian ketika mereka, secara tidak sengaja, menghilangkan uang pembelian jaket kelompok ekstrakurikuler paduan suara di sekolah mereka. Putri lantas mengusulkan pada teman-temannya untuk mengikuti kompetisi menyanyi bertajuk Doremi & You yang cukup terkenal di kalangan muda kota Yogyakarta guna mendapatkan hadiah senilai jutaan rupiah yang nantinya akan digunakan untuk mengganti uang yang telah mereka hilangkan. Dengan bantuan kakak kelas mereka, Reno (Devano Danendra), keempatnya mulai berlatih keras meskipun mendapatkan beberapa halangan dari berbagai masalah pribadi mereka masing-masing. Continue reading Review: Doremi & You (2019)

Review: X-Men: Dark Phoenix (2019)

Merupakan film ketujuh dan terakhir dari seri film X-Men – sebelum seri film ini nantinya kemungkinan besar akan dibuat, dirombak ulang, dan diikutsertakan dalam tahapan terbaru Marvel Cinematic Universe oleh Walt Disney Pictures setelah rumah produksi tersebut menyelesaikan proses pembelian rumah produksi pemilik seri film X-Men, 20th Century Fox, X-Men: Dark Phoenix adalah sekuel langsung bagi linimasa pengisahan X-Men: Apocalypse (Bryan Singer, 2016). Jalan ceritanya diadaptasi dari seri komik The Dark Phoenix Saga rilisan Marvel Comics yang sebelumnya telah turut menjadi basis pengisahan bagi X-Men: The Last Stand (Brett Ratner, 2006) dan memberikan fokus cerita khusus pada karakter Jean Grey (Sophie Turner). Keberadaan X-Men: Days of Future Past (Singer, 2014) yang linimasa penceritaannya telah menghapus keberadaan alur kisah X-Men: The Last Stand membuka peluang bagi keberadaan adaptasi teranyar untuk kisah The Dark Phoenix Saga yang kini ditangani langsung oleh Simon Kinberg – yang sebelumnya juga bertugas sebagai penulis naskah bagi X-Men: The Last Stand. Continue reading Review: X-Men: Dark Phoenix (2019)

Review: Hit & Run (2019)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Fajar Putra S dan Upi (My Stupid Boss 2, 2019), film terbaru arahan Ody C. Harahap (Orang Kaya Baru the Movie, 2019), Hit & Run, mencoba memadukan elemen aksi dengan komedi. Jalan ceritanya sendiri berfokus pada sosok polisi bernama Tegar (Joe Taslim) yang tidak hanya merupakan seorang polisi berprestasi namun juga menyandang gelar selebriti karena reality show popular bernama Hit & Run yang ia bintangi. Dalam salah satu tugas yang diberikan padanya, Tegar menangkap seorang penjual narkotika dan obat-obatan terlarang palsu, Lio (Chandra Liow), yang diduga memiliki hubungan kerjasama dengan Coki (Yayan Ruhian) yang merupakan seorang pimpinan gembong penjual narkotika dan obat-obatan terlarang yang baru saja melarikan diri dari penjara dan kini menjadi salah satu orang yang paling dicari oleh pihak kepolisian. Lio ternyata tidak memiliki hubungan langsung dengan Coki. Namun, melalui perantaraan Lio, Tegar kemudian menemukan beberapa petunjuk yang mampu membawanya untuk berhadapan langsung dengan Coki. Continue reading Review: Hit & Run (2019)

Review: Kuntilanak 2 (2019)

Melanjutkan kesuksesan Kuntilanak (Rizal Mantovani, 2018) yang di sepanjang masa perilisannya tahun lalu berhasil mengumpulkan lebih dari satu juta penonton, Kuntilanak 2 kembali mempertemukan penonton dengan lima anak yatim piatu, Kresna (Andryan Bima), Dinda (Sandrinna Michelle Skornicki), Panji (Adlu Fahrezy), Miko (Ali Fikry), dan Ambar (Ciara Nadine Brosnan), yang dirawat oleh ibu asuh mereka, Donna (Nena Rosier), dalam petualangan baru mereka. Kali ini, Dinda dikisahkan dijemput oleh ibu kandungnya, Karmila (Karina Suwandi), yang dahulu menitipkan Dinda di panti asuhan namun kini meminta agar gadis kecil tersebut tinggal kembali bersamanya. Walau awalnya merasa curiga dengan kedatangan Karmila, Donna tetap memberikan izin pada Dinda untuk berangkat dan menemui Karmila di kediamannya. Ditemani oleh Julia (Susan Sameh), Edwin (Maxime Bouttier), dan anak-anak asuhan Donna lainnya sebagai bentuk perpisahan mereka, perjalanan Dinda untuk kembali ke rumah ibu kandungnya akhirnya dimulai. Kecurigaan Donna terbukti ketika perjalanan tersebut kemudian diwarnai berbagai kejadian aneh bernuansa mistis yang sepertinya berhubungan dengan kehidupan Dinda di masa lalu. Continue reading Review: Kuntilanak 2 (2019)

Review: Bharat (2019)

Jika Shah Rukh Khan memiliki tradisi untuk merilis satu filmnya setiap tahun di masa liburan Diwali, dan Aamir Khan melakukan hal yang sama untuk liburan Natal, maka libur Idulfitri bagi para penikmat film Bollywood telah identik dengan film-film yang dibintangi Salman Khan. Melalui film-film yang dirilisnya di masa libur Lebaran tersebut, Khan selalu konsisten menghasilkan film-film yang mampu mendatangkan pendapatan komersial dalam jumlah yang besar – film Lebaran yang dibintanginya di tahun 2015, Bajrangi Bhaijaan arahan Kabir Khan, berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar lebih dari US$150 juta dan kini menempati posisi sebagai film produksi Bollywood dengan raihan pendapatan terbesar kedua sepanjang masa di dunia. Kesuksesan film-film tersebut juga secara perlahan membantu Khan dalam memperbaiki reputasinya sebagai seorang aktor setelah sempat dibayangi berbagai masalah pribadi di masa lalu. Kembali bekerjasama dengan sutradara Ali Abbas Zafar yang sebelumnya mengarahkannya dalam Sultan (2016) dan Tiger Zinda Hai (2017), tahun ini Khan membintangi Bharat yang naskah ceritanya diadaptasi dari film sukses asal Korea Selatan, Ode to My Father (Yoon Je-kyoon, 2014). Continue reading Review: Bharat (2019)

Review: Si Doel the Movie 2 (2019)

Tahun lalu, setelah lebih dari satu dekade semenjak berakhirnya masa tayang serial televisi Si Doel Anak Sekolahan, Rano Karno menghidupkan kembali karakter ikonik Kasdoellah atau Doel yang pernah ia perankan lewat Si Doel the Movie (2018). Dengan naskah cerita yang juga ditulis oleh Karno, Si Doel the Movie melanjutkan kembali pengisahan yang dahulu sempat diakhiri pada serial televisinya dengan kembali menghadirkan barisan pemeran yang sama, seperti Mandra, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Suty Karno, hingga Aminah Cendrakasih. Dengan garapan drama yang kuat serta sentuhan elemen nostalgia yang begitu kental akan masa kejayaan serial televisi Si Doel Anak Sekolahan di masa lampau, Si Doel the Movie mampu meraih kesuksesan yang cukup besar: film tersebut berhasil mendapatkan tanggapan positif dari banyak kritikus film, naskah ceritanya mendapatkan nominasi Penulis Skenario Adaptasi Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2018, sementara filmnya sendiri sukses memikat lebih dari 1.7 juta penonton di sepanjang masa rilisnya di layar bioskop. Not bad. Continue reading Review: Si Doel the Movie 2 (2019)

Review: Miss & Mrs. Cops (2019)

Merupakan debut pengarahan bagi sutradara Jung Da-won, Miss & Mrs. Cops memulai pengisahannya dengan fokus yang diberikan pada Mi-yeong (Ra Mi-ran), salah seorang detektif wanita pertama di kepolisian Korea Selatan dengan masa depan yang cerah berkat keberanian maupun kehandalannya dalam bertugas. Namun, karir Mi-yeong kemudian berubah ketika dirinya memutuskan untuk menikah dan membangun keluarga. Daripada bertugas sebagai seorang detektif yang beraksi di lapangan, Mi-yeong kemudian memilih untuk menjadi seorang petugas kantoran agar dirinya masih dapat terus bertanggung jawab terhadap keluarganya. Ketika dirinya mendapatkan laporan mengenai kasus pelecehan seksual yang dialami oleh seorang mahasiswi dan tidak mendapatkan perhatian oleh rekan-rekannya sesama polisi, hati Mi-yeong mulai tergerak untuk kembali bertugas sebagai seorang detektif. Bersama dengan adik iparnya yang kini telah menjadi rekan kerjanya, Ji-hye (Lee Sung-kyung), Mi-yeong mulai mengumpulkan berbagai petunjuk untuk menangkap sang pelaku kejahatan. Continue reading Review: Miss & Mrs. Cops (2019)

Review: Godzilla: King of the Monsters (2019)

Lima tahun setelah perilisan Godzilla (Gareth Edwards, 2014) – dengan Kong: Skull Island (Jordan Vogt-Roberts, 2017) berada diantaranya – Legendary Entertainment melanjutkan perjalanan semesta pengisahan MonsterVerse-nya dengan merilis Godzilla: King of the Monsters. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh sutradara film ini, Michael Dougherty (Krampus, 2015), bersama dengan Zach Shields, Godzilla: King of the Monsters berkisah mengenai usaha sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Dr. Ishirō Serizawa (Ken Watanabe) dan Dr. Vivienne Graham (Sally Hawkins) untuk menyelamatkan istri dan anak dari Dr. Mark Russell (Kyle Chandler), Dr. Emma Russell (Vera Farmiga) dan Madison Russell (Millie Bobby Brown), yang diculik oleh sekelompok aktivis lingkungan hidup pimpinan Colonel Alan Jonah (Charles Dance). Penculikan itu dilakukan oleh Colonel Alan Jonah didorong atas keberhasilan Dr. Emma Russell dalam menemukan sebuah alat yang dapat berkomunikasi dengan para monster kuno yang dahulu pernah menguasai Bumi dan kini kembali muncul dan menyebabkan terancamnya peradaban umat manusia. Colonel Alan Jonah ingin menguasai alat komunikasi tersebut justru untuk mendorong terjadinya penghapusan sebagian peradaban umat manusia agar Bumi dapat kembali menyeimbangkan komposisi para penghuninya. Thanos, is that you? Continue reading Review: Godzilla: King of the Monsters (2019)

Review: Ambu (2019)

Merupakan film yang menjadi debut penyutradaraan bagi Farid Dermawan, Ambu berkisah mengenai hubungan antara ibu dan anak yang terjalin antara tiga karakter dari tiga generasi yang berbeda. Dengan latar belakang kehidupan Orang Baduy di Provinsi Banten yang terbiasa mengisolasi diri mereka dari dunia luar, jalan cerita Ambu dimulai ketika hubungan antara Fatma (Laudya Chynthia Bella) dan ibunya, Misnah (Widyawati), merenggang akibat ketidaksetujuan sang ibu akan jalinan asmara yang dibangun Fatma dengan seorang pemuda bernama Nico (Baim Wong) yang berasal dari Jakarta. Fatma lantas memilih untuk meninggalkan sang ibu, menikah dengan Nico dan memulai hidup barunya di Jakarta. Kini, hampir dua puluh tahun semenjak ia meninggalkan sang ibu dan setelah rumah tangganya dengan Nico berakhir, Fatma memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya dengan membawa puteri tunggalnya yang telah beranjak remaja, Nona (Luthesha). Tidak mengejutkan, kedatangan Fatma dan Nona disambut dingin oleh Misnah. Fatma tidak menyerah begitu saja. Ia ingin Nona untuk tidak mengulangi kesalahannya dan berharap agar ibunya mau menerima kehadiran sang cucu dalam kehidupannya. Continue reading Review: Ambu (2019)