Review: Surau dan Silek (2017)


Merupakan debut pengarahan dari Arief Malinmudo – yang juga bertugas sebagai penulis naskah cerita bagi film ini, Surau dan Silek berkisah tentang tiga anak laki-laki, Adil (Muhammad Razi), Kurip (Bintang Khairafi), dan Dayat (Bima Jousant), yang baru saja ditinggal pelatih silat mereka, Rustam (Gilang Dirga), beberapa bulan sebelum ketiganya mengikuti sebuah kejuaraan. Tidak menyerah begitu saja, ketiganya lantas memulai usaha mereka untuk mencari seorang guru silat yang baru. Beruntung, melalui perantaraan teman sekelas mereka, Rani (Randu Arini), ketiganya dikenalkan kepada Johar (Yusril Katil), seorang penulis sekaligus dosen yang dahulunya juga merupakan seorang juara silat. Walau awalnya Johar merasa enggan untuk melatih ketiga anak tersebut karena motivasi mereka dalam mempelajari silat hanya untuk memenangkan sebuah kompetisi, Johar secara perlahan berhasil memberikan didikan arti silat sebenarnya sekaligus melatih Adil, Kurip, dan Dayat untuk mampu bersaing dalam pertandingan yang akan mereka ikuti.

Sebagai sebuah film yang berlatarbelakang lokasi di wilayah Sumatera Barat dan pengisahan dengan warna budaya Minangkabau yang kental, Surau dan Silek tampil cukup menghibur. Deretan konflik yang disajikan naskah cerita film ini memang sederhana – dan bahkan sering berkesan klise, mulai dari kisah persaingan untuk menjadi pemenang sebuah kejuaraan, konflik antar sahabat hingga drama keluarga. Beberapa bagian cerita tersebut, sayangnya, hadir dengan pengembangan yang begitu terbatas atau dihadirkan secara terlalu terburu-buru. Lihat saja konflik antara karakter Johar dan Arman (Dato’ A Tamimi) yang hadir di penghujung kisah atau latar belakang beberapa karakter yang hadir terlalu terbatas dan kurang mendalam. Meskipun begitu, sentuhan komedi yang terbalut dengan pengisahan bernuansa reliji dalam naskah cerita film berhasil memberikan momen-momen emas yang akan berhasil menarik perhatian para penontonnya.

Meskipun ritme penceritaan film berjalan kurang mulus pada beberapa alur pengisahan dan terasa kurang mampu dalam mengolah deretan adegan kompetisi silat untuk tampil lebih kuat, pengarahan Malinmudo terhadap naskah cerita Surau dan Silek sendiri secara keseluruhan hadir dengan kualitas yang tidak mengecewakan. Arahan Malinmudo juga mampu menghasilkan penampilan akting yang meyakinkan dari deretan pengisi departemen akting filmnya – khususnya dari penampilan para pemeran muda film ini. Kualitas produksi film juga tampil baik meskipun terasa cukup sederhana. Tata musik yang hadir dengan nuansa budaya Minangkabau tampil kuat dalam mendorong atmosfer penceritaan. Penataan artistik, mulai dari tata rias dan tata busana, tampil meyakinkan. Sementara itu, Surau dan Silek sempat beberapa kali hadir dengan tampilan gambar berdefinisi rendah dalam menyajikan penataan sinematografinya. Jelas cukup mengganggu ketika disaksikan di layar lebar.

Departemen akting merupakan bagian yang hadir dengan kualitas paling kuat dalam penuturan Surau dan Silek. Meskipun mengedepankan para pemeran muda sebagai aktor utamanya, karakter-karakter dalam film ini berhasil dihidupkan dengan sangat baik. Chemistry yang terbangun antara Razi, Khairafi, dan Jousant, yang berperan sebagai tiga sahabat, hadir kuat dan meyakinkan. Para pemeran dewasa juga mampu menambah solid kualitas penampilan departemen akting film ini. Nama-nama seperti Dirga, Katil, dan Dewi Irawan hadir dengan penampilan yang cukup mengesankan. Secara keseluruhan, meskipun masih diliputi kelemahan pada beberapa bagian penuturannya, Surau dan Silek hadir dengan kualitas yang membuat film ini jelas layak untuk disaksikan. Not bad. [C]

surau-dan-silek-film-indonesia-movie-posterSurau dan Silek (2017)

Directed by Arief Malinmudo Produced by Emil Bias, Gilang Dirga, Dendi Reynando Written by Arief Malinmudo (screenplay), Adi Krishna, Dendi Reynando, Muhammad Arief (storyStarring Muhammad Razi, F Barry Cheln, Randu Arini, Bima Jousant, Bintang Khairafi, Gilang Dirga, Yusril Katil, Dewi Irawan, Komo Ricky, Praz Teguh, Dato’ A. Tamimi Music by McAnderson, Anderta, Elizar Koto Cinematography Afdal Arsyah Edited by Haris F. Syah Production company Mahakarya Pictures/Malin Films Running time 90 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s