Review: Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)


Ketika dunia pertama kali berkenalan dengan Peter Quill (Chris Pratt) pada Guardians of the Galaxy (James Gunn, 2014), pria yang juga menjuluki dirinya sebagai Star-Lord tersebut masih dikenal sebagai bagian dari sekelompok pencuri dan penyelundup barang-barang antik antar galaksi yang dikenal dengan sebutan The Ravagers pimpinan Yondu Udonta (Michael Rooker). Diiringi dengan lagu-lagu bernuansa rock klasik dari era ‘70an, Peter Quill bersama dengan rekan-rekan yang juga memiliki reputasi sama buruk dengan dirinya, Gamora (Zoe Saldana), Drax the Destroyer (Dave Bautista), Rocket (Bradley Cooper) dan Groot (Vin Diesel), kemudian mendadak dikenal sebagai sosok pahlawan ketika mereka berhasil menyelamatkan seluruh isi galaksi dari serangan Ronan the Accuser (Lee Pace). Daya tarik komikal dari Guardians of the Galaxy yang mampu berpadu dengan pengarahan Gun yang begitu dinamis – dan citarasa musiknya yang eklektis – berhasil mengenalkan karakter-karakter Guardians of the Galaxy yang awalnya kurang begitu populer menjadi dikenal khalayak penikmat film dalam skala yang lebih luas, melambungkan nama Pratt ke jajaran aktor papan atas Hollywood, membuat semua orang jatuh cinta dengan lagu-lagu rock klasik lewat album Guardians of the Galaxy: Awesome Mix Vol. 1 yang berhasil terjual sebanyak lebih dari dua juta keping, dan, dengan pendapatan sebesar US$773.3 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia, menjadikan Guardians of the Galaxy sebagai awal dari sebuah seri film baru yang cukup penting dalam barisan panjang film-film produksi Marvel Studios.

Tiga tahun setelah kesuksesan tersebut, Gunn kembali duduk sebagai sutradara sekaligus penulis naskah bagi seri kedua Guardians of the Galaxy, Guardians of the Galaxy Vol. 2. Kisahnya sendiri dimulai dengan Peter Quill, Gamora, Drax the Destroyer, Rocket dan Groot – yang kini berubah sebagai Baby Groot – mendapatkan tugas dari pimpinan kelompom ras Sovereign, Ayesha (Elizabeth Debicki), untuk merebut kembali barang-barang yang telah dicuri oleh sebuah monster yang disebut Abilisk. Peter Quill berhasil melaksanakan tugas tersebut dan mereka kemudian, sesuai dengan perjanjian yang mereka buat dengan Ayesha, mendapatkan adik Gamora, Nebula (Karen Gillan), yang selama ini berada dalam tahanan kelompok ras Sovereign. Tanpa sepengetahuan teman-temannya yang lain, Rocket kemudian mencuri barang milik Sovereign. Marah karena merasa Sovereign dilecehkan oleh The Guardians, Ayesha kemudian mempekerjakan Yondu Udonta untuk memburu Peter Quill dan kawanannya. Beruntung, The Guardian kemudian bertemu dengan Ego (Kurt Russell) yang menyelamatkan mereka. Tanpa disangka, Ego kemudian mengaku bahwa ia sebenarnya telah bertahun-tahun mencari keberadaan Peter Quill karena dirinya adalah ayah kandung dari pria pimpinan The Guardians tersebut.

Dari sisi pengarahan, Gunn tidak melakukan begitu banyak perubahan pada arah dan ritme pengisahan Guardians of the Galaxy Vol. 2. Filmnya masih diarahkan dalam tempo penceritaan yang bergerak cepat dengan unsur komedi yang (semakin) kental, sebuah adegan dimana Pratt hadir memamerkan otot-otot tubuhnya serta deretan lagu-lagu rock klasik yang mengiringi banyak adegan film – meskipun, harus diakui, kebanyakan penempatan lagu dalam adegan-adegan Guardians of the Galaxy Vol. 2 terasa tidak se-esensial pada seri sebelumnya. Tetap bertahan pada pola yang sama jelas bukanlah sebuah pilihan yang buruk. Lagipula… why mess with a winning formula, right? Guardians of the Galaxy Vol. 2 masih hadir sangat menghibur pada banyak bagiannya dan Gunn juga berhasil mengeksekusi adegan-adegan aksi film ini hadir dengan tingkat ketegangan yang cukup meyakinkan – bahkan terasa emosional. Yep. Alur kisah Guardians of the Galaxy Vol. 2 yang menonjolkan unsur kekeluargaan lengkap dengan jargon “leave no one behind” – Yep, tema yang, secara tidak sengaja, juga baru saja diangkat oleh Fast and Furious 8 (F. Gary Gray, 2017) – berhasil memberikan beberapa momen emosional bagi film ini.

Guardians of the Galaxy Vol. 2 sendiri menghadapi beberapa batu sandungan pada pengolahan ceritanya. Dengan durasi penceritaan yang mencapai 136 menit, Gunn memasukkan (terlalu) banyak intrik dan karakter-karakter minor dalam film ini. Beberapa konflik tersaji secara kurang matang atau terburu-buru. Hal yang sama juga terasa pada kehadiran karakter-karakter baru dalam linimasa pengisahan Guardians of the Galaxy. Beberapa karakter tersebut terlihat jelas dihadirkan untuk memicu ranting penceritaan baru pada seri Guardians of the Galaxy berikutnya. Namun, dengan penataan yang kurang terlalu rapi, deretan konflik dan karakter tersebut justru merusak perhatian yang seharusnya dapat ditanamkan penonton pada alur kisah utama Guardians of the Galaxy Vol. 2. Bukan sebuah kesalahan yang amat fatal tapi jelas terasa memberikan pengaruh tersendiri pada atmosfer penceritaan film secara keseluruhan.

Terlepas dari beberapa kelemahan tersebut, karakter-karakter utama dalam film ini tetap mampu diberikan ruang pengisahan yang membuat kehadiran mereka semakin kuat dalam belantara pahlawan-pahlawan super buatan Marvel Studios. Pratt terlihat begitu menikmati perannya sebagai Peter Quill. Kharisma Pratt sebagai seorang aktor (dan komedian) mampu membawa karakternya begitu mudah disukai dan dikagumi. Bibit-bibit romansa yang ditanamkan antara karakter Peter Quill dan karakter Gamora yang diperankan Saldana juga berhasil dieksekusi sebagai bagian cerita yang terasa manis. Bautista, yang karakter Drax the Destroyer-nya diberikan banyak momen penceritaan yang komikal, berhasil mencuri perhatian dalam setiap kehadirannya. Kehadiran vokal Cooper dan Diesel dalam karakter animasi mereka, Rocket dan Baby Groot, juga menambah kesolidan penampilan kelompok The Guardians. Penampilan-penampilan lain seperti dari Russell, Debicki, Gillan dan Pom Klementieff yang berperan sebagai Mantis juga mampu menambah warna kualitas dari departemen akting film ini. Guardians of the Galaxy Vol. 2 memang tidak akan hadir “semengejutkan” seri sebelumnya. Meskipun begitu, film ini akan tetap mampu menghasilkan senyuman pada bibir penonton ketika mereka melangkahkan kaki mereka keluar dari gedung bioskop. (Just ignore those FIVE (Really, Marvel Studios?) post-credit scenes. They’re not that essential anyway.) [B-]

guardians-of-the-galaxy-vol-2-movie-posterGuardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)

Directed by James Gunn Produced by Kevin Feige Written by James Gunn (screenplay), Dan Abnett, Andy Lanning (comics, Guardians of the Galaxy) Starring Chris Pratt,  Zoe Saldana, Dave Bautista, Vin Diesel, Bradley Cooper, Michael Rooker, Karen Gillan, Pom Klementieff, Elizabeth Debicki, Chris Sullivan, Sylvester Stallone, Kurt Russell, Glenn Close, Evan Jones, Jimmy Urine, Stephen Blackehart, Steve Agee, Mike Escamilla, Joe Fria, Terence Rosemore, Tommy Flanagan, Michael Rosenbaum, Ving Rhames, Michelle Yeoh, Miley Cyrus, Stan Lee, Rob Zombie, Wyatt Oleff, Aaron Schwartz Music by Tyler Bates Cinematography Henry Braham Editing by Fred Raskin, Craig Wood Studio Marvel Studios Running time 136 minutes Country United States Language English

Advertisements

One thought on “Review: Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s