Tag Archives: Review

Review: Unhinged (2020)

Rachel Flynn (Caren Pistorius) tidak akan melupakan hari yang baru dilaluinya. Hari tersebut dimulai cukup buruk. Setelah menyelesaikan sejumlah perdebatan dengan pengacara perceraiannya, Andy (Jimmi Simpson), Rachel Flynn harus segera mengantarkan anaknya, Kyle Flynn (Gabriel Bateman), ke sekolah sekaligus berangkat menuju tempat kerjanya. Sial, kemacetan di jalanan yang harus ia lalui membuat Kyle Flynn lantas terlambat tiba di sekolah serta Rachel Flynn kemudian kehilangan pekerjaannya. Kepanikan selama di perjalanan tersebut sempat menjebak Rachel Flynn dalam sebuah perseteruan dengan seorang pria asing (Russell Crowe). Perseteruan tersebut sebenarnya dapat saja berakhir damai ketika sang pria asing mendatangi Rachel Flynn dan meminta maaf lalu meminta Rachel Flynn juga menyampaikan permohonan maaf kepada dirinya. Namun, rasa kesal yang telah memenuhi kepalanya membuat Rachel Flynn menolak permintaan tersebut. Penolakan yang secara tidak terduga kemudian berujung dengan rentetan teror yang menghantui Rachel Flynn dan orang-orang yang disayanginya. Continue reading Review: Unhinged (2020)

Review: The Little Things (2021)

Lebih dikenal untuk film-film garapannya yang bernuansa drama keluarga seperti The Rookie (2002), The Blind Side (2009), dan Saving Mr. Banks (2013), sutradara John Lee Hancock menginjakkan kakinya ke ranah pengisahan cerita yang lebih kelam lewat film terbaru yang ia arahkan, The Little Things. Berlatar belakang waktu pengisahan di tahun 1990, film yang naskah ceritanya juga ditulis oleh Hancock ini bercerita tentang dua perwira polisi, Joe Deacon (Denzel Washington) dan Jim Baxter (Rami Malek), yang berupaya untuk menangkap seorang pembunuh berantai yang tengah berkeliaran dan menimbulkan keresahan pada warga di wilayah Los Angeles, Amerika Serikat. Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan, Joe Deacon dan Jim Baxter memusatkan perhatian mereka pada seorang pria penyendiri bernama Albert Sparma (Jared Leto) yang dianggap memenuhi kriteria sosok yang mereka cari dan diduga merupakan pelaku dari serangkaian kasus pembunuhan yang sedang mereka investigasi. Continue reading Review: The Little Things (2021)

Review: I Care a Lot (2020)

Awal Februari lalu, sebagai bagian dari serial dokumenter investigatifnya yang berjudul The New York Times Presents, The New York Times merilis Framing Britney Spears (Samantha Stark, 2021). Dokumenter berdurasi 74 menit tersebut tidak hanya berbicara tentang bagaimana popularitas Britney Spears memiliki dampak besar pada kultur kehidupan di industri hiburan dan media Amerika Serikat (baca: dunia) namun juga mengupas masalah perwalian yang telah diterapkan pada kehidupan Spears semenjak tahun 2008 yang diduga telah disalahgunakan oleh sang ayah, Jamie Spears, dan orang-orang yang berada disekitar Spears yang lantas memicu gerakan #FreeBritney dari para penggemarnya. Framing Britney Spears sukses menghasilkan reaksi dari banyak kalangan yang kembali mempertanyakan perlakuan masyarakat secara umum terhadap seorang perempuan serta, khususnya, hukum tentang perwalian yang awalnya dibentuk untuk melindungi orang dewasa yang dianggap “tidak mampu” untuk menjaga diri mereka sendiri namun kemudian dijadikan ladang bisnis untuk menghasilkan keuntungan bagi sejumlah orang yang terlibat dalam pengaplikasian sistem perwalian tersebut. Continue reading Review: I Care a Lot (2020)

Review: Tenet (2020)

Seri kisah petualangan menjelajahi ruang dan waktu karangan Christopher Nolan berlanjut dalam Tenet. Dikisahkan, seorang agen rahasia (John David Washington) direkrut oleh sebuah organisasi yang menyebut diri mereka sebagai Tenet. Oleh seorang ilmuwan, Barbara (Clémence Poésy), sang agen rahasia mendapat penjelasan bahwa seseorang dari masa depan telah memproduksi sejumlah senjata yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi dimensi waktu dan kemudian digunakan saat pecahnya peperangan besar di masa yang akan datang. Dengan bantuan seorang agen rahasia lain, Neil (Robert Pattinson), sang agen rahasia kemudian melacak asal muasal dari senjata tersebut yang lantas mempertemukan mereka dengan seorang pemasok senjata, Priya (Dimple Kapadia), serta seorang elit asal Rusia, Andrei Sator (Kenneth Branagh), yang menjadi kunci dari sejumlah permasalahan yang coba diselesaikan oleh sang agen rahasia. Masalah semakin rumit ketika sang agen rahasia mengetahui bahwa, di masa mendatang, senjata-senjata berkekuatan khusus tersebut dapat digunakan untuk memutar kembali waktu dan menghancurkan seluruh peradaban yang ada di permukaan Bumi. Continue reading Review: Tenet (2020)

Review: Layla Majnun (2021)

Setelah Test Pack: You Are My Baby (2012), sutradara Monty Tiwa kembali mempertemukan Reza Rahadian dengan Acha Septriasa dalam film arahannya yang terbaru, Layla Majnun. Merasa familiar dengan judul tersebut? Meskipun bukanlah adaptasi langsung dari kumpulan puisi legendaris Layla and Majnun karangan sastrawan asal Azerbaijan, Nezami Ganjavi, namun naskah cerita film yang ditulis oleh Alim Sudio (Mariposa, 2020) masih menggunakan esensi serta tema cerita senada seperti yang diusung oleh barisan puisi karya Ganjavi yang alur kisahnya mendapat julukan The Romeo and Julie of the East karena kandungan cerita cinta tak berbalasnya yang mengingatkan banyak orang pada kisah Romeo and Juliet yang ditulis oleh William Shakespeare. Lalu bagaimana eksplorasi cerita yang dilakukan oleh Tiwa dan Sudio dalam mengelola alur dan konflik romansa yang sebenarnya telah dituturkan berulang kali? Continue reading Review: Layla Majnun (2021)

Review: Malcolm & Marie (2021)

Sukses dengan kerjasama mereka dalam serial televisi Euphoria – yang berhasil meraih pujian luas dari banyak kritikus sekaligus memenangkan sejumlah penghargaan prestisius di industri pertelevisian dunia, termasuk Outstanding Lead Actress in a Drama Series pada The 72nd Primetime Emmy Awards, aktris Zendaya bersama dengan sutradara sekaligus penulis naskah Sam Levinson kembali berkolaborasi dalam film Malcolm & Marie. Merupakan film perdana yang ditulis, didanai, dan diproduksi oleh Hollywood selama masa pandemi COVID-19, Malcolm & Marie memiliki penuturan yang cukup sederhana dalam 106 menit durasi presentasi pengisahannya. Sutradara Malcolm Elliott (John David Washington) dikisahkan baru saja pulang dari perayaan pemutaran perdana film yang ia tulis dan arahkan bersama dengan kekasihnya, Marie Jones (Zendaya). Lewat tengah malam dan merasa kelaparan, Marie Jones lantas memilih untuk memasak hidangan makaroni dan keju untuk dinikmati sang kekasih. Sembari menunggu hidangan masak, Malcolm Elliott dan Marie Jones terlibat dalam gulungan dialog mengenai industri perfilman, kondisi lingkungan sosial, serta, tentu saja, hubungan romansa mereka yang telah terjalin selama lima tahun. Continue reading Review: Malcolm & Marie (2021)

Review: Dara of Jasenovac (2020)

Setelah sebelumnya berkolaborasi untuk film A Soldier’s Courage (2018), sutradara Predrag Antonijević kembali mengarahkan naskah cerita yang digarap oleh penulis naskah Natasa Drakulic dalam Dara of Jasenovac. Dengan alur pengisahan yang ditulis berdasarkan pengakuan para korban yang selamat, Dara of Jasenovac merupakan film pertama yang mengangkat kisah tentang berbagai tindakan kejahatan perang yang berlangsung di kamp konsentrasi Jasenovac yang didirikan oleh rezim penguasa Ustaše dari Negara Merdeka Kroasia di kawasan Slavonia, Kroasia selama berlangsungnya Perang Dunia II. Juga dikenal dengan julukan “Auschwitz of the Balkans” berkat berbagai perilaku barbar serta tingginya jumlah korban yang mengingatkan banyak orang akan tindak holokaus yang pernah berlangsung di kamp konsentrasi Auschwitz buatan tentara Jerman, kamp konsentrasi Jasenovac yang beroperasi dari tahun 1941 hingga tahun 1945 ini diprediksi telah menghilangkan lebih dari seratus ribu nyawa manusia yang kebanyakan berasal dari suku bangsa Serbia, Yahudi, dan Roma. Continue reading Review: Dara of Jasenovac (2020)

Review: The Dig (2021)

The Dig, yang menjadi film kedua yang diarahkan oleh sutradara asal Australia, Simon Stone, setelah The Daughter (2015), berkisah mengenai penggalian situs arkeologi di wilayah Sutton Hoo, Suffolk, Inggris, yang dimulai pada tahun 1939. Berdasarkan kisah nyata, penggalian tersebut dimulai ketika sang pemilik tanah, Edith Pretty (Carey Mulligan), mempekerjakan seorang arkeologi sekaligus penggali otodidak, Basil Brown (Ralph Fiennes), untuk menggali beberapa gundukan kuburan yang berada di sekitaran tanah miliknya dan selama ini diduga menjadi lokasi keberadaan sejumlah artefak yang berasal dari era kejayaan bangsa Viking – meskipun, menurut penilaian Basil Brown, artefak yang berada di lokasi tersebut kemungkinan juga berasal dari bangsa Anglo-Saxon yang merupakan nenek moyang dari masyarakat Britania Raya modern. Benar saja, setelah beberapa lama melakukan penggalian, Basil Brown mulai menemukan bukti bahwa wilayah penggaliannya merupakan sebuah situs arkeologi penting yang akan membuka lembaran sejarah baru tentang masa lalu dari bangsa Anglo-Saxon. Continue reading Review: The Dig (2021)

Review: June & Kopi (2021)

Kisah persahabatan yang terjalin antara manusia dengan anjing telah ambil bagian dalam plot pengisahan banyak film dari berbagai jenis warna cerita – mulai dari Turner & Hooch (Roger Spottiswoode, 1989), Must Love Dogs (Gary David Goldberg, 2005), I Am Legend (Francis Lawrence, 2007), Marley & Me (David Frankel, 2008), Hachiko: A Dog’s Story (Lasse Hallström, 2009), hingga The Call of the Wild (Chris Sanders, 2020). Cukup berbeda dengan Hollywood, Anda harus menyibak kembali rentangan waktu hingga ke tahun 1974 untuk menemukan Boni & Nancy yang menjadi film Indonesia pertama dan satu-satunya yang mengeksplorasi tema serupa dalam penceritaannya. Kini, film arahan John Tjasmadi itu tidak akan lagi menjadi film Indonesia satu-satunya yang bertutur tentang persahabatan antara manusia dengan mamalia yang bergelar peliharaan dan sahabat tertua manusia tersebut. Film kedua yang diproduseri, diarahkan, sekaligus ditulis ceritanya oleh Noviandra Santosa, June & Kopi, akan melalui jejak serupa yang sebelumnya telah dibuat dan dilalui oleh Boni & Nancy. Continue reading Review: June & Kopi (2021)

Review: Palmer (2021)

Tidak sukar untuk menebak arah langkah perjalanan cerita Palmer beberapa menit setelah durasi pengisahannya dimulai. Merupakan film cerita panjang pertama arahan Fisher Stevens setelah menyutradarai Stand Up Guys (2012) yang kemudian diikuti dengan tiga film dokumenter, Palmer berkisah mengenai Eddie Palmer (Justin Timberlake), seorang mantan bintang sepakbola kampus yang karirnya hancur setelah ia dipenjara akibat tindakan percobaan pembunuhan yang dilakukannya. 12 tahun setelah menjalani masa hukumannya, Eddie Palmer memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, tinggal bersama neneknya, Vivian Palmer (June Squibb), dan mencoba menata ulang kehidupannya. Bukan sebuah persoalan mudah. Kisah kelamnya di masa lampau telah terpatri di ingatan banyak orang yang membuatnya sukar untuk kembali membaur. Kehidupan Eddie Palmer lantas mendapatkan warna baru ketika ia mulai menjalin persahabatan dengan Sam (Ryder Allen), seorang anak yang ditelantarkan oleh sang ibu, Shelly (Juno Temple), dan kini berada dalam perawatan neneknya. Continue reading Review: Palmer (2021)

Review: Saint Maud (2019)

Saint Maud, yang menjadi debut pengarahan serta penulisan naskah cerita film layar lebar bagi Rose Glass, berkisah mengenai dua orang karakter perempuan yang sama-sama sedang bergelut dengan rasa duka. Maud (Morfydd Clark) adalah seorang mantan perawat di sebuah rumah sakit yang masih merasa bersalah akibat kegagalannya dalam menyelamatkan seorang pasien. Setelah kejadian traumatis tersebut, Maud meninggalkan pekerjaannya, menghabiskan waktu untuk mendekatkan dirinya pada sosok Tuhan, dan kemudian memilih bekerja sebagai seorang perawat pribadi. Lewat pekerjaan barunya tersebut, Maud bertemu dengan Amanda Kohl (Jennifer Ehle), seorang mantan penari dan koreografer terkenal yang kini hanya dapat terbaring lemah karena penyakit kanker yang dideritanya. Berbeda dengan Maud, duka yang dirasakan akibat penyakit yang ia derita membuat Amanda Kohl menjadi sosok yang sinis akan segala bentuk kekuatan spritual. Pertemuan tersebut meyakinkan Maud bahwa ia telah ditunjuk oleh Tuhan untuk menyelamatkan jiwa Amanda Kohl sebelum kematiannya menjelang. Continue reading Review: Saint Maud (2019)

Review: Happy Old Year (2019)

Selain menampilkan penampilan akting dari aktor Sunny Suwanmethanont – yang sebelumnya pernah ia arahkan dalam film Heart Attack (2015) dan Die Tomorrow (2017), film terbaru arahan sutradara Nawapol Thamrongrattanarit, Happy Old Year, juga menghadirkan aktris Chutimon Chuengcharoensukying yang popular berkat penampilan apiknya dalam Bad Genius (Nattawut Poonpiriya, 2017) serta turut tampil bersama Suwanmethanont dalam Die Tomorrow. Tidak mengherankan, kefamiliaran kinerja serta ritme kerja antara satu dengan yang lain begitu dapat dirasakan muncul dalam penampilan Chuengcharoensukying dan Suwanmethanont serta pengarahan yang diberikan oleh Thamrongrattanarit. Naskah cerita film yang juga ditulis oleh Thamrongrattanarit mengalir dengan atmosfer melankolis yang kental dalam menghantarkan kisahnya yang bertutur soal beranjak dari kenangan masa lalu. Tema yang mungkin terdengar begitu sederhana namun mampu dibangun Thamrongrattanarit dengan berbagai pemikiran yang mendalam serta menyentuh tentang kehidupan. Continue reading Review: Happy Old Year (2019)

Review: Affliction (2021)

Menjelang dekade ketiga dalam karir penyutradaraan film layar lebarnya, sutradara Teddy Soeriaatmadja (Menunggu Pagi, 2018) mengeksplorasi ranah pengisahan horor untuk film terbaru arahannya, Affliction. Dibintangi Raihaanun dan Tutie Kirana yang sebelumnya turut berperan dalam dua film dari Trilogy of Intimacy garapan Soeriaatmadja, Lovely Man (2011) dan About a Woman (2014), Affliction berkisah tentang pasangan Hasan (Ibnu Jamil) dan Nina (Raihaanun) yang bersama dengan kedua anaknya, Tasya (Tasya Putri) dan Ryan (Abiyyu Barakbah), melakukan perjalanan untuk kembali ke kampung halaman Hasan guna menjemput sang ibu (Kirana) yang merupakan seorang penderita Alzheimer. Bukan tugas yang mudah. Selain sang ibu kini sering terlupa akan identitas orang-orang yang berada di hadapannya, ibu juga menolak untuk meninggalkan rumah yang selama ini telah ia tempati. Lebih buruk, Nina, yang memiliki kemampuan untuk merasakan hal-hal yang berasal dari dunia supranatural, mulai merasakan adanya sosok misterius yang mencoba untuk mengganggu keberadaan keluarganya di rumah tersebut. Continue reading Review: Affliction (2021)