Category Archives: On Streaming

Review: Wedding Proposal (2021)

Diarahkan oleh Emil Heradi (Night Bus, 2017), Wedding Proposal bercerita tentang seorang fotografer bernama Bisma (Dimas Anggara) yang telah diminta oleh kedua orangtuanya (Slamet Rahardjo dan Dewi Irawan) untuk segera menikah. Kedua orangtua Bisma bahkan telah berupaya untuk melakukan perjodohan namun pemuda tersebut terus bersikeras hanya akan menikah dengan wanita yang dicintainya. Secara tidak disengaja, Bisma kemudian bertemu dengan Sissy (Sheryl Sheinafia), seorang pengelola sebuah jasa penyelenggara pernikahan yang dikenal sebagai sosok yang dingin, tangguh, dan, sayangnya, memandang sinis akan hubungan romansa. Awal pertemuan keduanya berlangsung buruk – Sissy menganggap Bisma adalah seorang fotografer amatiran yang hasil fotonya tidak layak untuk digunakan. Bisma tidak menyerah begitu saja. Dengan bantuan sahabatnya, Ito (Arya Saloka), Bisma mulai menyusun rencana untuk meluluhkan hati Sissy. Continue reading Review: Wedding Proposal (2021)

Review: Nomadland (2020)

Menjadi film ketiga yang naskah ceritanya ditulis dan diarahkan oleh Chloé Zhao setelah Songs My Brothers Taught Me (2015) dan The Rider (2017), Nomadland berkisah mengenai seorang perempuan bernama Fern (Frances McDormand) yang setelah kehilangan pekerjaan serta kematian suaminya kemudian memutuskan untuk menjual seluruh harta bendanya, membeli sebuah mobil van, dan hidup serta tinggal di dalam mobil tersebut sembari melakukan perjalanan dan mencari pekerjaan sementara ke berbagai tempat di penjuru negeri. Fern bukanlah orang pertama maupun satu-satunya orang yang melakukan hal tersebut. Dalam perjalanannya, Fern bertemu dengan berbagai wajah dan nama asing yang seperti dirinya juga memutuskan untuk melepaskan “kehidupan normal” mereka dan memilih untuk “hidup di jalanan.” Pilihan hidup yang diambilnya bukannya tanpa konsekuensi. Dalam kesendiriannya, rasa kesepian seringkali mulai merasuk ke benak Fern yang membuatnya merindukan kehadiran almarhum suaminya atau mempertanyakan lagi berbagai pilihan hidup yang telah diambilnya. Continue reading Review: Nomadland (2020)

Review: The Disciple (2020)

Enam tahun setelah merilis debut pengarahan film layar lebarnya yang gemilang melalui Court (2014) – yang tidak hanya mendapatkan pujian sekaligus pengakuan dari banyak kritikus film dunia namun juga berhasil terpilih mewakili India untuk berkompetisi di kategori Best Foreign Language Film di ajang The 88th Annual Academy Awards – sutradara Chaitanya Tamhane kini kembali dengan film terbarunya, The Disciple. Berfokus pada sosok-sosok karakter yang menekuni musik tradisional India dalam kehidupan mereka, naskah cerita yang ditulis oleh Tamhane dan digarap semenjak tahun 2015 menarik perhatian sutradara Alfonso Cuarón (Roma, 2018) yang kemudian bergabung sebagai produser eksekutif bagi film ini, membantu Tamhane untuk mengembangkan ide cerita dari film arahannya, serta memberikan sejumlah masukan untuk capaian teknikal film. Hasilnya tidak mengecewakan. Terlepas dari keterlibatan Cuarón, Tamhane dengan lugas menunjukkan kemampuan berceritanya yang terasa begitu personal sekaligus kuat dalam menyampaikan setiap titik poin kisahnya. Continue reading Review: The Disciple (2020)

Review: The Mitchells vs the Machines (2021)

Sempat direncanakan rilis di layar bioskop dengan judul Connected pada tahun 2020, The Mitchells vs the Machines adalah film animasi terbaru yang diproduseri oleh Phil Lord dan Christopher Miller yang, tentu saja, dikenal dengan film-film yang mereka arahkan dan produseri sebelumnya seperti Cloudy with a Chance of Meatballs (2009), The LEGO Movie (2014), dan Spider-Man: Into the Spider-Verse (Bob Persichetti, Peter Ramsey, Rodney Rothman, 2018). Merupakan film animasi yang menjadi debut pengarahan bagi sutradara Mike Rianda – serta co-director Jeff Rowe yang bersama dengan Rianda menuliskan naskah cerita film, The Mitchells vs the Machines mencoba meneruskan kesuksesan Sony Pictures Animation lewat Spider-Man: Into the Spider-Verse dalam menghadirkan tatanan visual animasi dengan citarasa animasi yang berbeda dari kebanyakan film animasi modern. Untuk film ini, hal tersebut dilakukan dengan menyajikan serta memadukan teknik animasi tradisional dan animasi komputer, memberikan sejumlah sentuhan live-action di beberapa adegan, dan membungkusnya dengan warna-warna terang yang akan dengan segera mencuri perhatian. Berhasil? Continue reading Review: The Mitchells vs the Machines (2021)

Review: Tersanjung the Movie (2021)

Mengikuti jejak tiga film Si Doel the Movie (2018 – 2020) yang disajikan sebagai lanjutan penceritaan dari serial televisi Si Doel Anak Sekolahan serta Keluarga Cemara (Yandy Laurens, 2019) yang diadaptasi dari serial televisi berjudul sama, Tersanjung the Movie menjadi presentasi teranyar dari film Indonesia yang alur kisahnya diadaptasi atau terinspirasi atau melanjutkan cerita dari sebuah serial televisi popular. Ditayangkan pertama kali pada tahun 1998 di saluran Indosiar, serial televisi Tersanjung dengan segera menarik minat jutaan mata penonton, menjadikannya sebagai serial televisi yang paling ditunggu penayangannya setiap minggu, serta, menghantarkan banyak nama pengisi barisan pemerannya seperti Lulu Tobing, Jihan Fahira, Ari Wibowo, Adam Jordan, Jeremy Thomas, hingga Leily Sagita sebagai bintang televisi yang kemudian mengisi sejumlah program televisi popular lainnya. Meskipun kepopulerannya tidak mampu bertahan cukup lama, formula pengisahan yang dihadirkan Tersanjung secara perlahan mulai diikuti oleh banyak serial televisi lain yang diproduksi dan tayang sesudahnya. Continue reading Review: Tersanjung the Movie (2021)

Review: Bad Samaritan (2018)

Bagi para pecinta serial televisi dunia, nama David Tennant tentu tidak akan pernah dapat dilepaskan dari keterlibatannya dalam serial Doctor Who – sebuah seri fiksi ilmiah asal Inggris yang telah mengudara semenjak tahun 1963. Meskipun telah berkarir di dunia akting semenjak akhir tahun 1980an, bahkan pernah turut berperan dalam Harry Potter and the Goblet of Fire (Mike Newell, 2005), nama Tennant baru benar-benar mendapatkan rekognisi luas dari publik dunia ketika ia terpilih sebagai aktor kesepuluh yang memerankan karakter yang dikenal dengan sebutan The Doctor secara regular dalam serial Doctor Who dari tahun 2005 hingga 2010. Selepas Doctor Who, Tennant mengisi resume aktingnya dengan berperan dalam berbagai varian warna karakter untuk sejumlah serial televisi, film, maupun drama panggung. Perannya dalam film Bad Samaritan arahan sutradara Dean Devlin (Geostorm, 2017) mungkin merupakan salah satu pilihan peran yang cukup menarik dalam filmografi akting Tennant. Continue reading Review: Bad Samaritan (2018)

Review: Surga yang Tak Dirindukan 3 (2021)

Danur ternyata bukanlah satu-satunya seri film garapan MD Entertainment yang kini mendapatkan dukungan penampilan dari Marsha Timothy pada departemen aktingnya. Dalam Surga yang Tak Dirindukan 3, Timothy memerankan karakter Meirose yang pada dua seri film sebelumnya, Surga yang Tak Dirindukan (Kuntz Agus, 2015) dan Surga yang Tak Dirindukan 2 (Hanung Bramantyo, 2017), diperankan oleh Raline Shah. Timothy sendiri bukanlah satu-satunya nama baru yang hadir dalam departemen akting film ini. Sejumlah karakter pendukung, seperti karakter Nadia dan Akbar, kini juga diperankan oleh Zara Leola dan Ali Fikry yang menggantikan posisi Sandrinna Michelle Skornicki dan Keefe Bazli Ardiansyah. Reza Rahadian masih turut berakting dalam film ini namun, kejutan!, untuk peran yang berbeda dari seri film sebelumnya. Dengan naskah cerita yang masih digarap oleh Alim Sudio (Layla Majnun, 2021) berdasarkan novel berjudul sama karya Asma Nadia, Surga yang Tak Dirindukan 3 juga menjadi film cerita panjang kedua yang diarahkan oleh Pritagita Arianegara setelah sebelumnya mengarahkan Salawaku (2017). Continue reading Review: Surga yang Tak Dirindukan 3 (2021)

Review: Percy (2020)

Pernah mengarahkan sejumlah episode dari beberapa serial televisi popular seperti Law & Order: Special Victims Unit, The West Wing, Homeland, hingga The Walking Dead serta film-film seperti S.W.A.T. (2003), The Sentinel (2006), dan Juanita (2019), aktor sekaligus sutradara asal Amerika Serikat, Clark Johnson, kembali duduk di kursi penyutradaraan lewat Percy. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Garfield Lindsay Miller (The Last New Year, 2009) dan Hilary Pryor, Percy mencoba menceritakan ulang akan kisah nyata perjuangan seorang petani asal Kanada bernama Percy Schmeiser untuk melawan sebuah perusahaan bioteknologi yang mencoba untuk mengambil alih seluruh hasil pertaniannya. Percy memang tidak menawarkan sebuah pola pengisahan yang benar-benar baru dalam linimasa ceritanya. Namun, lewat pengarahan lugas dari Johnson serta penampilan yang maksimal dari para pangisi departemen akting film ini, Percy cukup mampu bertutur dengan baik dalam menghantarkan pengisahannya yang inspiratif. Continue reading Review: Percy (2020)

Review: Zack Snyder’s Justice League (2021)

Para penikmat film dunia, khususnya mereka yang menggemari film-film bertemakan pahlawan super yang berada dalam semesta pengisahan DC Extended Universe, jelas telah familiar dengan sejumlah drama yang terjadi di balik layar proses produksi hingga perilisan Justice League (Zack Snyder, 2017). Dihinggapi berbagai permasalahan selama proses produksinya, mulai dari naskah cerita yang terus mengalami penulisan ulang hingga isu bahwa Warner Bros. Pictures tidak menyukai produk final yang dihasilkan, Snyder kemudian memilih untuk melepaskan tugasnya sebagai sutradara ketika Justice League sedang berada dalam tahap pascaproduksi setelah dirinya harus berhadapan dengan sebuah tragedi yang menimpa keluarganya. Warner Bros. Pictures lantas menunjuk Joss Whedon (The Avengers, 2012) untuk mengisi posisi serta melanjutkan proses pembuatan film yang ditinggalkan Snyder. Continue reading Review: Zack Snyder’s Justice League (2021)

Review: Boss Level (2020)

Tujuh tahun setelah mengarahkan Stretch (2014) – sebuah drama komedi yang diproduseri oleh Jason Blum, melibatkan penampilan dari Patrick Wilson, Chris Pine, dan Jessica Alba, namun batal ditayangkan secara luas di layar bioskop untuk kemudian dirilis melalui layanan video on demand – Joe Carnahan kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk Boss Level. Film yang menandai kali pertama Carnahan mengarahkan sebuah alur cerita bernada fiksi ilmiah ini sebenarnya telah menyelesaikan proses produksinya di awal tahun 2018 dengan jadwal penayangan pada musim panas tahun 2019. Ironisnya, sama seperti Stretch, distributor dari Boss Level juga memilih untuk meninggalkan film yang dibintangi Frank Grillo tersebut yang secara otomatis juga lantas membuatnya gagal tayang di layar bioskop sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.  Baru pada akhir tahun 2020, Boss Level menarik perhatian sejumlah distributor film – termasuk layanan streaming Hulu – yang kemudian membeli hak tayang film dan mulai merilisnya di awal tahun 2021. Bad luck Carnahan. Continue reading Review: Boss Level (2020)

Review: Geez & Ann (2021)

Alur pengisahan dari film terbaru arahan sutradara Rizki Balki (Laundry Show, 2019), Geez & Ann, dimulai dengan pertemuan dua karakter utamanya, Gazza Cahyadi yang dalam keseharian dipanggil dengan sebutan Geez (Junior Roberts) dan Keana Amanda yang akrab disapa sebagai Ann (Hanggini). Pertemuan singkat yang terjadi dalam sebuah pagelaran pentas seni yang dilaksanakan oleh sekolah tempat Ann belajar – dan Geez merupakan salah satu alumninya – segera tumbuh menjadi benih hubungan romansa bagi keduanya. Kisah kasih antara dua remaja tersebut menemui tantangan besar ketika Geez harus memenuhi keinginan sang ibu (Dewi Rezer) agar dirinya melanjutkan pendidikannya di Berlin, Jerman selama empat tahun mendatang. Tidak ingin hubungannya dengan Ann kandas begitu saja, Geez lantas berjanji bahwa dirinya akan selalu pulang untuk menemui Ann di setiap hari ulang tahun gadis yang memiliki cita-cita sebagai dokter itu. Continue reading Review: Geez & Ann (2021)

Review: The United States vs. Billie Holiday (2021)

Diangkat dari buku yang berjudul Chasing the Scream: The First and Last Days of the War on Drugs yang ditulis oleh Johann Hari, film terbaru arahan sutradara Lee Daniels (Lee Daniels’ The Butler, 2013), The United States vs. Billie Holiday, mencoba untuk mengangkat sebuah sisi pengisahan dari sosok penyanyi legendaris Billie Holiday yang mungkin belum diketahui oleh banyak kalangan. Dengan karir yang berjalan selama lebih dari dua dekade, imej Holiday yang begitu popular pada era 30-40an sebagai seorang penyanyi jazz dengan kemampuan olah vokal yang membuatnya berada di kelas yang berbeda dengan kebanyakan penyanyi lainnya seringkali dibayangi oleh berbagai kasus hukum yang berkaitan dengan penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Ketergantungannya pada narkotika dan obat-obatan terlarang tersebut bahkan membuat Holiday terus dikejar dan berada dalam pengawasan ketat pihak Federal Bureau of Narcotics. Namun, seperti yang diungkapkan oleh The United States vs. Billie Holiday, perhatian yang diberikan Federal Bureau of Narcotics pada Holiday tidak selalu berkaitan dengan ketergantungannya. Continue reading Review: The United States vs. Billie Holiday (2021)

Now Streaming: Counterpart

Dua musim dari serial televisi Counterpart, yang saat ini sedang tayang secara eksklusif di Mola TV, jelas merupakan salah satu serial televisi terbaik yang tayang dalam beberapa tahun terakhir. Merupakan sebuah paduan apik dari warna pengisahan fiksi ilmiah dengan spy thriller yang siap untuk menghadirkan kejutan dan ketegangan bagi para penontonnya, konflik dalam alur cerita dari serial televisi yang dibuat oleh Justin Marks – sebelumnya merupakan penulis naskah bagi film Street Fighter: The Legend of Chun-Li (Andrzej Bartkowiak, 2009) dan The Jungle Book (Jon Favreau, 2016) – dimulai ketika pada masa 30 tahun lalu, para ilmuwan di Jerman Timur secara tidak sengaja menciptakan sebuah dimensi paralel yang kini hanya dapat diakses dari gudang bawah tanah dari gedung yang dimiliki oleh sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-bangsa. Dimensi paralel. Dua dunia. Yep. Counterpart dijamin akan “mengganggu” pemikiran Anda. Continue reading Now Streaming: Counterpart