Tag Archives: Rachel Amanda

Review: Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020)

Dua tahun setelah mengarahkan Wiro Sableng, Angga Dwimas Sasongko kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk film drama keluarga Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini. Diadaptasi dari buku berjudul sama yang ditulis oleh Marchella FP, Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini bercerita tentang Awan (Rachel Amanda), anak bungsu dari pasangan Faris (Donny Damara) dan Ajeng Narendra (Susan Bachtiar), yang merasa dirinya selalu berada dibawah bayang dan awasan sang ayah dalam melakukan sesuatu. Sikap (over)protektif sang ayah ternyata tidak hanya berpengaruh pada kehidupan Awan. Anak sulung keluarga tersebut, Angkasa (Rio Dewanto), sering merasa terbeban akan berbagai tanggungjawab berlebihan yang diberikan sang ayah dalam mengawasi adik-adiknya. Sementara itu, sang anak tengah, Aurora (Sheila Dara), telah lama merasa dirinya telah kehilangan perhatian kedua orangtuanya semenjak mereka lebih memilih untuk memberikan perhatian pada dua saudaranya yang lain. Barisan konflik yang terpendam dalam jiwa setiap anggota keluarga tersebut secara perlahan mulai memberikan pengaruh pada hubungan mereka di keseharian. Continue reading Review: Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020)

Review: Dua Garis Biru (2019)

Merupakan debut pengarahan bagi Gina S. Noer – yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis naskah untuk film-film seperti Hari Untuk Amanda (Angga Dwimas Sasongko, 2010), Habibie & Ainun (Faozan Rizal, 2012), Posesif (Edwin, 2017), dan Keluarga Cemara (Yandy Laurens, 2019), Dua Garis Biru bercerita tentang kehamilan di luar nikah yang dialami oleh pasangan remaja, Dara (Adhisty Zara) dan Bima (Angga Yunanda). Awalnya, agar tidak mengganggu masa kelulusan sekolah mereka, Dara dan Bima merahasiakan tentang kehamilan tersebut. Rencana tersebut gagal setelah pihak sekolah mengetahui tentang kehamilan Dara. Dara kemudian dipecat dari sekolah dan bahkan ditinggalkan oleh kedua orangtuanya, David (Dwi Sasono) dan Rika (Lulu Tobing), yang kalut dan marah akibat kejadian tersebut. Kini, Dara tinggal bersama Bima dan kedua orangtuanya, Rudy (Arswendy Bening Swara) dan Yuni (Cut Mini), sembari memikirkan ulang berbagai rencana dan tindakan yang akan dilakukan dengan bayi yang kini sedang berada di kandungannya. Continue reading Review: Dua Garis Biru (2019)

Review: Terlalu Tampan (2019)

Merupakan debut pengarahan bagi Sabrina Rochelle Kalangie, yang bersama dengan Nurita Anandia juga bertugas sebagai penulis naskah bagi film ini, Terlalu Tampan berkisah mengenai seorang remaja bernama Mas Kulin (Ari Irham) yang sepanjang hidupnya lebih memilih untuk berada di dalam rumah akibat penampilan fisiknya yang terlalu tampan sehingga sering menyebabkan kekacauan bagi orang-orang di sekitarnya – bagi kaum perempuan, untuk tepatnya. Kondisi tersebut membuat kedua orangtua, Pak Archewe (Marcelino Lefrandt) dan Bu Suk (Iis Dahlia), serta kakak Mas Kulin, Mas Okis (Tarra Budiman), menjadi khawatir dengan perkembangan kepribadian Mas Kulin di masa yang akan datang. Pak Archewe, Bu Suk, dan Mas Okis kemudian menyusun sebuah rencana agar Mas Kulin mau melanjutkan pendidikannya di sekolah umum. Dan berhasil. Mas Kulin lantas bersekolah di sebuah sekolah umum layaknya para remaja lain dan, tentu saja, membuat banyak kaum hawa panik setiap kali melihat kehadirannya. Namun, di saat yang bersamaan, Mas Kulin mulai mengenal sosok seperti Kibo (Calvin Jeremy) dan Rere (Rachel Amanda) yang bersedia menjadi temannya tanpa pernah melihat bagaimana penampilan fisiknya. Continue reading Review: Terlalu Tampan (2019)

Review: Trinity, the Nekad Traveler (2017)

Diadaptasi dari buku berjudul The Naked Traveler karangan Trinity – yang merupakan kompilasi dari tulisan sang penulis yang sebelumnya telah dipublikasikan dan popular melalui blognya yang bernama sama, Trinity, The Nekad Traveler berkisah bagaimana usaha Trinity (Maudy Ayunda) untuk menyeimbangkan kehidupan kesehariannya dengan kegemarannya untuk bertualang ke banyak tempat baru. Seringkali, Trinity merasa bahwa kehidupannya sebagai seorang pekerja kantoran menghalangi hasratnya untuk lebih sering menjelajah dunia. Namun, di saat yang bersamaan, Trinity terpaksa bertahan karena ia masih sangat membutuhkan penghasilan yang ia dapatkan dari perusahaan tempat ia bekerja. Dalam dilema antara bertahan dengan pekerjaan atau mengejar terus hasrat pribadinya tersebut, Trinity secara perlahan justru mulai menyadari berbagai hal mengenai kepribadiannya yang semakin membuatnya yakin untuk menentukan pilihan arah dalam kehidupannya. Continue reading Review: Trinity, the Nekad Traveler (2017)