Review: A Perfect Fit (2021)


Dengan naskah cerita yang ditulis oleh sutradara film ini, Hadrah Daeng Ratu (Makmum, 2019), bersama dengan Garin Nugroho (99 Nama Cinta, 2019), A Perfect Fit berkisah mengenai pertemuan yang tidak disengaja antara Saski (Nadya Arina), seorang penulis di bidang fesyen, dengan Rio (Refal Hady), yang secara perlahan berujung pada kedekatan antara keduanya. Padahal, Saski telah bertunangan dengan Deni Wijaya (Giorgino Abraham), seorang pemuda yang sebentar lagi akan meneruskan bisnis hotel milik ayahnya (Mathias Muchus). Di saat yang bersamaan, oleh sang ibu (Unique Priscilla), Rio juga sedang dijodohkan dengan teman masa kecilnya, Tiara (Anggika Bolsterli), yang kini telah menjelma menjadi seorang pengusaha dan turut berniat untuk mengembangkan toko sepatu yang dimiliki oleh Rio. Meskipun telah memiliki sosok lain yang akan segera mendampingi mereka dalam kehidupan pernikahan, namun baik Saski dan Rio tidak dapat membantah kenyamanan yang mereka rasakan ketika keduanya sedang bercengkrama bersama.

Berlatar belakang lokasi pengisahan di Bali, A Perfect Fit tidak hanya sekedar memanfaatkan salah satu destinasi wisata terfavorit dunia tersebut guna menghasilkan gambar-gambar indah untuk mengisi tiap adegannya. Naskah garapan Nugroho dan Ratu juga mencoba untuk memaparkan berbagai tradisi maupun budaya masyarakat Bali seperti ritual melukat yang merupakan prosesi pembersihan jiwa dan raga, penulisan dan pembacaan lontar, atau tradisi gulat lumpur yang dikenal dengan nama mepantigan kedalam kisah romansa yang sedang berlangsung antara karakter-karakternya. Film ini juga sempat menggambarkan bagaimana prosesi mappasili yang merupakan sebuah prosesi siraman bagi mempelai perempuan dari suku Bugis, Makassar, yang merupakan suku dari salah satu karakter dalam penceritaan film. Tampilan cerita yang kaya dan menyegarkan meskipun tak seluruhnya terasa benar-benar esensial bagi pergerakan penuturan A Perfect Fit.

Dengan pengisahan yang menghabiskan durasi selama 112 menit, A Perfect Fit memiliki jalinan konflik yang terlalu monoton. Dua paruh pertama cerita film dihabiskan untuk menggali secara mendalam jenis hubungan yang terbentuk antara karakter Saski dan Denu Wijaya serta Rio dan Tiara juga, di saat yang bersamaan, terus membangun narasi tentang kedekatan antara karakter Saski dan Rio. Momen-momen terbaik film ini hadir ketika pengisahan benar-benar difokuskan antara karakter Saski dan Rio. Berbekal chemistry yang sangat meyakinkan dari Arina dan Hady, bangunan kedekatan yang tersusun atas interaksi berisi dialog-dialog manis serta tensi seksual – sebuah sentuhan pengisahan khas Nugroho, tentu saja – yang terjalin antara karakter Saski dan Rio hadir begitu hidup.

Sayang, momen-momen kuat dalam A Perfect Fit harus hadir diselingi banyak momen lemah yang tampil ketika karakter Deni Wijaya dan Tiara dimunculkan di linimasa cerita. Gambaran kedua karakter – sebagai sosok karakter yang tidak sesuai untuk dipasangkan dengan karakter Saski dan Rio – digambarkan terlalu klise, bahkan seringkali berkesan antagonis dan komikal. Lihat saja bagaimana karakter Tiara yang digambarkan sebagai sosok pengusaha sinis serta tidak memiliki empati sedikitpun pada para pekerjanya. Atau bagaimana karakter Deni Wijaya disajikan sebagai sosok pemuda kaya nan manja yang tidak segan untuk berteriak kasar atau terlibat dalam konflik fisik. Seiring dengan perjalanan durasi film, konsistensi penceritaan juga seringkali terganggu. Sejumlah karakter atau konflik bisa saja muncul secara tiba-tiba. Hal ini semakin terasa hingga penghujung kisah, dimana sejumlah karakter dan konflik dihadirkan demi untuk memberikan penutup bagi konflik yang telah dibangun pada paruh cerita sebelumnya.

Mungkin pengarahan Ratu belum mampu untuk menyesuaikan diri terhadap penuturan naskah Nugroho yang banyak bermain dengan simbolisme guna memperdalam khasanah konflik dan ceritanya. Ratu masih dapat mengendalikan ritme penceritaan film dan menghadirkannya dalam penataan kualitas produksi yang berkelas. Namun, Ratu seringkali gagal untuk mengelola elemen spiritual akan budaya Bali yang sebenarnya menjadi nyawa bagi kisah romansa dalam film ini dengan lebih baik. Penampilan dingin dan monoton dari Abraham mungkin tidak akan banyak meninggalkan kesan mendalam, namun kualitas departemen akting film ini masih dapat hadir menyenangkan berkat penampilan dari Arina, Hady, dan Bolsterli. A Perfect Fit juga mendapatkan dukungan penampilan akting yang solid dari nama-nama seperti Muchus, Priscilla, Christine Hakim, Jajang C. Noer, Ayu Laksmi, Karina Suwandhi, Yayu A. W. Unru, Otig Pakis, Bryan Domani, Rina Hasyim, hingga Dayu Wijanto. Nama-nama familiar dengan wajah-wajah yang mudah dikenal di perfilman Indonesia namun hadir dengan kapasitas pengisahan yang jauh dari kesan utuh. Cukup mengecewakan.

A Perfect Fit (2021)

Directed by Hadrah Daeng Ratu Produced by Chand Parwez Servia, Fiaz Servia Written by Garin Nugroho, Hadrah Daeng Ratu  Starring Nadya Arina, Refal Hady, Giorgino Abraham, Laura Theux, Anggika Bolsterli, Ayu Laksmi, Yayu A.W. Unru, Otig Pakis, Unique Priscilla, Karina Suwandhi, Dominique Sanda, Bryan Domani, Christine Hakim, Wafda Saifan Lubis, Dave Hendrik, Ali Charisma, Dayu Wijanto, Arif Alfiansyah, Abdur Arsyad, Mathias Muchus, Hamka Siregar, Puja Astawa, Rina Hasyim, I Made Sidia, Edi Salengko, Fihrin Jerry, Bryan Ahmad Fathoni Anes Cinematography Rendra Yusworo Edited by Wawan I. Wibowo Music by Ira Fachir, Dimas Wibisana Production companies Starvision/Netflix Running time 112 minutes Country Indonesia Language Indonesian

2 thoughts on “Review: A Perfect Fit (2021)”

  1. I want to buy a CD with her songs on it from A perfect Fit. Laura Theux has magic in her soft voice, I would like to buy some of her music on CD, if possible in English, if not I just want a CD with her music, Her voice soothes the soul with her romantic sound.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s