Tag Archives: Jenny Zhang

Review: A Man Called Ahok (2018)

Merupakan film panjang naratif pertama Putrama Tuta setelah sebelumnya mengarahkan versi teranyar dari Catatan Harian Si Boy (2011), A Man Called Ahok adalah film biopik yang berkisah tentang kehidupan mantan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dengan naskah cerita yang digarap oleh Tuta bersama dengan Ilya Sigma (Rectoverso, 2013) dan Dani Jaka Sembada (Pizza Man, 2015) berdasarkan buku berjudul sama yang ditulis oleh Rudi Valinka. Daripada menitikberatkan pengisahan film pada karakter Basuki Tjahaja Purnama serta tindakan dan pemikiran politik yang membuat keberadaannya begitu dikenal seperti saat ini, A Man Called Ahok sendiri memilih untuk mengekplorasi masa muda dari sang karakter, kehidupan masa kecilnya di Belitung, serta hubungannya dengan sang ayah yang nantinya membentuk karakter dari Basuki Tjahaja Purnama dewasa. Pilihan yang menarik walau naskah garapan Tuta, Sigma, dan Sembada kemudian kurang mampu menghadirkan keseimbangan penceritaan antara karakter Basuki Tjahaja Purnama dengan karakter sang ayah yang juga tampil mendominasi linimasa penceritaan film. Continue reading Review: A Man Called Ahok (2018)

Advertisements

Review: Pintu Harmonika (2013)

pintu-harmonika-header

Layaknya 3Sum yang dirilis pada beberapa bulan lalu, Pintu Harmonika juga merupakan sebuah film omnibus yang menghadirkan tiga film pendek yang diarahkan oleh tiga sutradara berbeda dengan tiga genre penceritaan yang bervariasi. Namun, berbeda dengan 3Sum, meskipun tiga film pendek dalam Pintu Harmonika – sebuah istilah yang diberikan bagi jenis pintu yang terdapat pada sebuah rumah toko yang menjadi tempat kediaman seluruh karakter di film ini – hadir dengan jalan penceritaan yang berbeda satu sama lain, ketiga film pendek dalam Pintu Harmonika memiliki benang merah persamaan tema cerita yang sama-sama bertutur mengenai cinta dan kehidupan yang terbungkus rapi dalam jalinan kisah keluarga yang terjadi pada setiap karakter di film ini.

Continue reading Review: Pintu Harmonika (2013)