Review: The Road (2009)


The Road adalah sebuah film drama yang diadaptasi dari novel pemenang Pulitzer berjudul sama yang ditulis oleh Cormac McCarthy dan dirilis pada tahun 2006. Pada awalnya, film ini akan dirilis untuk bersaing di ajang Academy Awards pada tahun 2008. Namun, The Weinstein Company akhirnya memilih untuk menjagokan film Kate Winslet, The Reader, dan mendorong The Road untuk bersaing di Academy Awards tahun berikutnya.

The Road sendiri menceritakan mengenai hubungan ayah (Viggo Mortensen) dan anak (Kodi Smit-McPhee) yang mencoba untuk bertahan setelah sebuah kejadian (yang tidak dijelaskan secara khusus di dalam film) telah menyebabkan keadaan Bumi menjadi sangat rusak dan hampir membunuh seluruh umat manusia. Mereka berdua kini berkelana di jalanan tanpa membawa apapun kecuali pakaian yang melekat di tubuh, satu kereta berisi makanan, sepucuk senjata berisi dua butir peluru untuk membela diri dan… satu sama lain.

FATHER AND SON. Take my advice, son. Consider this road as a great lesson to learn about your upcoming hard life.

Di dalam perjalanannya, sang ayah berusaha untuk terus melindungi sang anak ketika mereka menemui banyak rintangan dan beberapa orang lainnya yang mencoba mengganggu dan mengancam kehidupan mereka. Sang ayah juga berusaha untuk mengajarkan pada anaknya mengenai cara bertahan dari kerasnya hidup dan untuk tidak mudah mempercayai orang lain. Sang ayah juga selama dalam perjalanannya menghadapi masalah pribadi sendiri ketika bayang-bayang akan sang istri (Charlize Theron) yang pergi meninggalkannya sepertinya tidak mau hilang dari pemikirannya.

Masalah mulai datang diantara mereka berdua ketika sang ayah menyadari bahwa lingkungan yang tidak bersahabat dengan suhu yang membeku ternyata membuat kesehatannya mulai menurun, yang berarti kematian bisa saja datang untuk memisahkannya dari sang anak.

Bagi mereka yang mengharapkan sebuah tontonan ala film-film bertema disaster dengan beberapa efek khusus, karena membaca premis film ini yang berada di suasana post-apocalypctic, tentu akan merasa sangat kecewa. Seperti yang tertulis di atas, film ini tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada saat tersebut. Yang ada hanyalah penggambaran situasi selepas kejadian buruk tersebut terjadi; suhu menurun, debu bercampur dengan abu berterbangan dimana-mana, pepohonan menjadi sangat rapuh sehingga dapat tumbang kapan saja dan, tentu saja, para manusia yang kini terlihat seperti spesies yang berada di ambang kepunahan. Jarang terlihat.

The Road adalah sebuah film yang tampil layaknya catatan personal dari hubungan antara ayah dan anak yang berusaha untuk menemani dan melindungi satu sama lain. Di perjalanannya, sang ayah berusaha mendidik dan mempersiapkan sang anak bila suatu saat ia harus tinggal sendiri. Di sisi lain, sang anak juga tumbuh belajar untuk menjadi dewasa dan juga berusaha untuk menemani sang ayah yang masih terus dihantui oleh bayangan sang istri yang telah meninggalkannya.

Cukup sentimental, namun itulah yang diberikan dalam The Road. Anda tidak akan menemukan sesuatu yang berlebihan disini, baik dari sisi drama maupun sisi visual. Tone yang dihadirkan oleh sutradara John Hillcoat juga cenderung lebih datar dengan jumlah konflik yang lebih sederhana dari yang dihadirkan Cormac McCarthy pada versi novel dari The Road. Walau begitu, tetap saja The Road mampu menampilkan dan menyampaikan emosi yang hendak diberikan pada penontonnya, khususnya dikarenakan penampilan Mortensen dan Smit-McPhee yang sangat memuaskan.

Selain dua aktor utama di film ini, The Road juga menampilkan penampilan singkat dari Robert Duvall, Charlize Theron, Guy Pearce, Michael K Williams dan Molly Parker. Kehadiran mereka, walau singkat (dan hampir tidak dapat dikenali karena tata make-up mereka), tetap memberikan pengaruh tersendiri pada jalan cerita film ini. Di sisi teknikal, film ini juga memberikan tata sinematografi yang cukup baik disertai tata musik moody yang dibuat oleh Nick Cave dan Warren Ellis, yang membuat atmosfer kelam yang ingin ditampilkan di film ini menjadi lebih terasa.

Tampil sederhana, cenderung datar dan disajikan dengan durasi waktu yang cukup singkat, The Road sepenuhnya mengandalkan kekuatan jalan cerita yang ditampilkan dan penampilan dari kedua aktor utamanya untuk menghidupkan jalan cerita tersebut. Untungnya, Hillcoat memiliki orang-orang yang tepat untuk mengisi posisi-posisi tersebut.Β  The Road, dengan segala kesederhanaan dan kemuramannya, mungkin bukanlah sebuah film untuk semua orang. Namun ketika Anda berhasil menempatkan diri Anda di jalan cerita dan hanyut bersamanya, Anda akan sadar bahwa The Road adalah sebuah film yang memiliki artian lebih. A quietly devastating and powerful movie.

Rating: 4 / 5

The Road (2929 Productions/Dimension Films/The Weinstein Company, 2009)

The Road (2009)

Directed by John Hillcoat Produced by Nick Wechsler, Steve Schwartz, Paula Mae Schwartz Written by Joe Penhall (screenplay), Cormac McCarthy (novel) Starring Viggo Mortensen, Kodi Smit-McPhee, Robert Duvall, Guy Pearce, Charlize Theron Music by Nick Cave, Warren Ellis Cinematography Javier Aguirresarobe Editing by Jon Gregory Studio 2929 Productions Distributed by Dimension Films/The Weinstein Company Running time 111 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: The Road (2009)”

  1. asli nangis pas liat film ini. Meski suka viggo tapi saya lebih menikmati baca novelnya. Bahasa McCarthy indah meski yang digambarkan sesuatu yang tidak menyenangkan ..
    thanks riviewnya πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s