Tag Archives: Rebecca Klopper

Review: Pelukis Hantu (2020)

Setelah sebelumnya terlibat sebagai penulis naskah bagi film arahan Riri Riza, Kulari ke Pantai (2018), aktor yang juga dikenal sebagai seorang komika, Arie Kriting, melakukan debut pengarahan film layar lebarnya lewat Pelukis Hantu. Film bernuansa horor komedi yang naskah ceritanya juga dikerjakan oleh Kriting ini dibintangi oleh Ge Pamungkas yang berperan sebagai Tutur, seorang pelukis amatiran yang kemudian menerima tawaran untuk menjadi pelukis hantu di sebuah program televisi karena sedang membutuhkan uang untuk pengobatan sang ibu (Aida Nurmala). Siapa sangka, pekerjaan tersebut ternyata mampu memberikan pengaruh besar pada kehidupan personalnya. Sosok kuntilanak yang ia lihat sekaligus lukis dalam acara yang berjudul Arwah itu ternyata membawa sejumlah pesan dari masa lalu Tutur. Penasaran ingin berkomunikasi dengan makhluk supranatural tersebut, Tutur lantas menghubungi Amanda (Michelle Ziudith) yang gemar menulis dan meneliti tentang alam gaib dan meminta bantuannya. Continue reading Review: Pelukis Hantu (2020)

Review: Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi (2020)

Boy Candra is at it. AGAIN!

Masih ingat momen-momen buruk ketika Anda menyaksikan Malik & Elsa (Eddy Prasetya, 2020) yang dirilis MAX Pictures bersama Disney+ Hotstar pada minggu lalu? Well… novel-novel karangan Candra sepertinya memang tengah menjadi komoditas terhangat untuk diadaptasi oleh para produser film Indonesia. Tidak lama setelah perilisan Malik & Elsa, kini giliran IFI Sinema dan Screenplay Films yang bekerjasama dengan Netflix untuk merilis Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi yang alur kisahnya juga diambil dari novel tulisan Candra yang berjudul sama. Keberadaan Jefri Nichol sebagai pemeran utama, Lasja F. Susatyo (Cinta dari Wamena, 2013) di kursi penyutradaraan, serta Upi (#TemantapiMenikah, 2018) sebagai penulis naskah memang memberikan secercah harapan pada film drama romansa remaja ini. Sayang, talenta-talenta industri perfilman Indonesia tersebut ternyata tidak mampu membalut kualitas dasar cerita yang sepertinya memang tidak dapat diselamatkan lagi. Continue reading Review: Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi (2020)

Review: Anak Garuda (2020)

Meskipun sama-sama berkisah tentang kehidupan para pelajar dari sekolah Selamat Pagi Indonesia, sama-sama memiliki barisan karakter dengan nama serta potongan kisah yang serupa, serta sama-sama diarahkan oleh Faozan Rizal berdasarkan naskah cerita yang ditulis oleh Alim Sudio, Anak Garuda bukanlah sebuah sekuel dan sama sekali tidak memiliki keterikatan penceritaan dengan Say I Love You yang dahulu sempat dirilis di penghujung tahun 2019. Sebuah reboot berusia dini? Mungkin saja. Jika Say I Love You memiliki konsentrasi cerita yang berada pada sosok karakter Sheren dan Robet, maka kedua karakter tersebut kini menjadi bagian dari tatanan pengisahan yang lebih luas dalam jalan cerita Anak Garuda. Sayangnya, menghadirkan skala cerita dalam ukuran lebih besar tidak serta merta menjadikan sebuah film menjadi lebih baik. Kehadiran banyak karakter yang coba mengisi linimasa penceritaan Anak Garuda justru membuat film ini tidak memiliki fokus cerita yang kuat sekaligus bangunan konflik yang benar-benar menarik. Continue reading Review: Anak Garuda (2020)

Review: Habibie & Ainun 3 (2019)

Jika Habibie & Ainun (Faozan Rizal, 2012) menjajaki kisah cinta yang diarungi oleh kedua karakter utamanya dan {rudy habibie} (Hanung Bramantyo, 2016) memberikan ruang pada linimasa ceritanya bagi kisah personal dari karakter Habibie semasa dirinya sedang menjalani pendidikan di Jerman, maka bagian teranyar dari seri film yang jalan ceritanya diinspirasi dari autobiografi berjudul Habibie & Ainun yang ditulis oleh mantan Presiden Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, akan menghadirkan fokus pada kehidupan karakter Ainun. Kembali diarahkan oleh Bramantyo, Habibie & Ainun 3 mencoba untuk sedikit menjauh dari hubungan romansa yang terjalin antara karakter Habibie dan Ainun dan memperkenalkan berbagai sosok yang berada dalam kehidupan karakter Ainun semenjak masa remaja yang memberikan pengaruh pada pemikiran, ambisi, hingga kisah percintaannya. Sebuah pilihan cerita yang sebenarnya cukup menarik – seandainya Bramantyo tidak mengulang lagi kesalahan yang dahulu dilakukannya pada {rudy habibie}. Continue reading Review: Habibie & Ainun 3 (2019)