Tag Archives: Ayu Laksmi

Review: Sekala Niskala (2018)

Pada banyak bagiannya, Sekala Niskala terasa memiliki garisan genetik yang sama dengan The Mirror Never Lies (Laut Bercermin) (2011) – film yang menjadi debut pengarahan layar lebar bagi Kamila Andini. Struktur pengisahan kedua film tersebut dikendalikan dari perspektif seorang karakter anak-anak akan dunia di sekitarnya. Dan seperti halnya The Mirror Never Lies (Laut Bercermin) yang memiliki latar belakang lokasi di wilayah Wakatobi, Sulawesi Tenggara dan warna pengisahannya kental dengan kultur Suku Bajo yang mendiami wilayah tersebut, Andini membawa penontonnya untuk menyelami keindahan alam dan kultur budaya Bali lewat Sekala Niskala. Terlepas dari berbagai kemiripan tersebut, Sekala Niskala menawarkan struktur penceritaan yang mempertemukan antara dunia imaji dengan dunia nyata yang jelas jauh berbeda dengan The Mirror Never Lies (Laut Bercermin) yang lebih bernuansa realis. Continue reading Review: Sekala Niskala (2018)

Advertisements

Review: Pengabdi Setan (2017)

Merupakan film horor supranatural perdana Joko Anwar, Pengabdi Setan merupakan interpretasi ulang Anwar atas film horor Indonesia berjudul sama arahan Sisworo Gautama Putra yang sempat begitu populer ketika dirilis pertama kali pada tahun 1980. Meskipun sebuah versi ulang buat, namun Pengabdi Setan garapan Anwar tidak sepenuhnya mengikuti alur cerita yang telah diterapkan oleh film pendahulunya. Mereka yang telah familiar dengan film-film maupun gaya penceritaan Anwar jelas dapat merasakan bahwa pemenang Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik untuk filmnya A Copy of My Mind (2015) tersebut tetap memasukkan sentuhan penceritaan khasnya di berbagai sudut pengisahan Pengabdi Setan terbaru. Hasilnya, selain pengisahan Pengabdi Setan tetap mampu terasa segar dan relevan bagi para penonton yang kebanyakan datang dari kalangan generasi baru, Anwar juga berhasil merangkai Pengabdi Setan miliknya menjadi sajian horor Indonesia yang sangat menyenangkan (dan menakutkan) untuk disaksikan. Continue reading Review: Pengabdi Setan (2017)

Review: Soekarno (2013)

soekarno-header

Setelah menggarap Sang Pencerah (2011) serta membantu proses produksi film Habibie & Ainun (2012), Hanung Bramantyo kembali hadir dengan sebuah film biopik yang bercerita tentang kehidupan presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Berbeda dengan sosok Ahmad Dahlan – yang kisahnya dihadirkan dalam Sang Pencerah – atau Habibie yang cenderung memiliki kisah kehidupan yang lebih sederhana, perjalanan hidup Soekarno – baik dari sisi pribadi maupun dari kiprahnya di dunia politik – diwarnai begitu banyak intrik yang jelas membuat kisahnya cukup menarik untuk diangkat sebagai sebuah film layar lebar. Sayangnya, banyaknya intrik dalam kehidupan Soekarno itu pula yang kemudian berhasil menjebak Soekarno. Naskah cerita yang ditulis oleh Hanung bersama dengan Ben Sihombing (Cinta di Saku Celana, 2012) seperti terlalu berusaha untuk merangkum kehidupan Soekarno dalam tempo sesingkat-singkatnya – excuse the pun – sehingga membuat Soekarno seringkali kehilangan fokus penceritaan dan gagal untuk bercerita serta menyentuh subyek penceritaannya dengan lebih mendalam.

Continue reading Review: Soekarno (2013)