Tag Archives: Albert halim

Review: A Man Called Ahok (2018)

Merupakan film panjang naratif pertama Putrama Tuta setelah sebelumnya mengarahkan versi teranyar dari Catatan Harian Si Boy (2011), A Man Called Ahok adalah film biopik yang berkisah tentang kehidupan mantan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dengan naskah cerita yang digarap oleh Tuta bersama dengan Ilya Sigma (Rectoverso, 2013) dan Dani Jaka Sembada (Pizza Man, 2015) berdasarkan buku berjudul sama yang ditulis oleh Rudi Valinka. Daripada menitikberatkan pengisahan film pada karakter Basuki Tjahaja Purnama serta tindakan dan pemikiran politik yang membuat keberadaannya begitu dikenal seperti saat ini, A Man Called Ahok sendiri memilih untuk mengekplorasi masa muda dari sang karakter, kehidupan masa kecilnya di Belitung, serta hubungannya dengan sang ayah yang nantinya membentuk karakter dari Basuki Tjahaja Purnama dewasa. Pilihan yang menarik walau naskah garapan Tuta, Sigma, dan Sembada kemudian kurang mampu menghadirkan keseimbangan penceritaan antara karakter Basuki Tjahaja Purnama dengan karakter sang ayah yang juga tampil mendominasi linimasa penceritaan film. Continue reading Review: A Man Called Ahok (2018)

Advertisements

Review: Love for Sale (2018)

Siapa yang tidak akan terpesona dengan sosok Arini Kusuma (Della Dartyan)? Figur fisiknya jelas akan mampu menggoda setiap pecinta wanita yang mengenalnya. Tidak hanya itu, Arini adalah sosok yang memiliki kepribadian yang juga mampu tampil memikat – mulai dari pengetahuannya soal dunia sepakbola, keahlian memasak, hingga urusan ranjang. Namun, berbeda dengan gadis-gadis lainnya, Arini bukanlah sosok wanita yang dapat ditemukan di sembarang tempat. Oleh Richard Achmad (Gading Marten) – sesosok pria yang telah terlalu lama hidup menyendiri, Arini Kusuma ditemukan di sebuah aplikasi percintaan yang membiarkan penggunanya untuk bertemu dengan gadis impiannya setelah mereka membayar sejumlah uang. Richard Achmad sendiri awalnya hanya ingin Arini Kusuma menemaninya ke sebuah pesta pernikahan sahabatnya. Daya tarik Arini Kusuma-lah yang secara perlahan mengubah kehidupan Richard Achmad dan membuatnya mampu merasakan sebuah perasaan cinta yang sebenarnya telah sangat lama tidak pernah dirasakannya. Continue reading Review: Love for Sale (2018)

Review: Make Money (2013)

make-money-header

Masih ingat dengan film Material Girls (2006) yang dibintangi oleh Hilary Duff dan Haylie Duff? Atau versi Latin dari film tersebut, From Prada to Nada (2011), yang dibintangi Camilla Belle dan Alexa Vega? WellMake Money juga memiliki premis yang sama – dua bersaudara yang berasal dari latar belakang keluarga yang memiliki segalanya namun harus kehilangan seluruh harta mereka setelah kematian sang ayah. Dalam Make Money, dua bersaudara tersebut adalah Rachmat (David Saragih) dan Aris (Panji Pragiwaksono) yang merupakan putera dari seorang pemilik perusahaan iklan raksasa, Pak Tri (Ray Sahetapy). Untuk memberikan pelajaran hidup bagi kedua puteranya yang tumbuh menjadi sosok yang arogan dan manja, Pak Tri awalnya berencana untuk memalsukan kematiannya dan kemudian memberikan seluruh hartanya pada seorang pemulung yang pernah menyelamatkan nyawanya, Odi (Ence Bagus). Tidak disangka… ketika rencana tersebut sedang dijalankan, Tuhan ternyata benar-benar mencabut nyawa Pak Tri.

Continue reading Review: Make Money (2013)

Review: Kawin Kontrak 3 (2013)

kawin-kontrak-3-header

Do we need to watch another sequel to Kawin Kontrak? Well… dengan jumlah perolehan penonton yang diraih Kawin Kontrak (2008) dan Kawin Kontrak Lagi (2008) secara signifikan di masa perilisan kedua film tersebut – meskipun Kawin Kontrak Lagi hadir dalam kualitas penceritaan yang terasa begitu dipaksakan, rasanya sangatlah tidak mengherankan untuk melihat Multivision Plus Pictures kemudian memutuskan untuk merilis sekuel kedua bagi Kawin Kontrak. Tidak seperti dua seri sebelumnya yang disutradarai oleh Ody C. Harahap, Kawin Kontrak 3 digawangi oleh Awi Suryadi (Loe Gue End, 2012) yang bersama dengan Totos Rositi juga menuliskan naskah cerita untuk film ini. Sayangnya, keberadaan Awi dan Totos sama sekali tidak memberikan kontribusi baru yang berarti pada presentasi cerita Kawin Kontrak 3. Menggunakan tema cerita dan guyonan yang familiar dengan dua seri sebelumnya, Kawin Kontrak 3 terasa begitu melelahkan dan berakhir tidak lebih sebagai sebuah komedi seks yang dangkal.

Continue reading Review: Kawin Kontrak 3 (2013)

Review: Sanubari Jakarta (2012)

Berapa banyak cerita yang dapat Anda cerna dalam durasi 106 menit? Berbeda dari kebanyakan omnibus yang saat ini sedang menjamur di layar bioskop Indonesia, Sanubari Jakarta menghadirkan sepuluh cerita sekaligus kepada penontonnya dalam benang merah tema cerita yang berkisah mengenai persoalan yang dihadapi oleh kaum Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender di kota Jakarta, Indonesia. Kehadiran sepuluh cerita dalam durasi 106 menit jelas saja tidak akan memberikan ruang yang cukup bagi setiap cerita untuk bergerak bebas dalam mengembangkan dirinya. Ditambah dengan fakta bahwa tidak seluruh cerita yang hadir mampu memberikan kesan yang kuat dan cenderung datar pada kebanyakan bagian ceritanya, mengakibatkan Sanubari Jakarta justru terkesan bertele-tele dalam penyampaiannya.

Continue reading Review: Sanubari Jakarta (2012)

Review: Catatan Harian Si Boy (2011)

Karakter Boy – sosok pria yang tampan, kaya, cerdas namun tetap rendah hati dan taat beribadah (baca: sempurna) – dari lima seri film Catatan Si Boy (1987 – 1991) tampil sangat melekat pada generasi pecinta film nasional di era tersebut. Begitu melekatnya karakter Boy, karakter tersebut bahkan mengambil sebuah bagian penting dalam pop culture Indonesia hingga saat ini. Maka adalah sangat wajar bila saat produser sekaligus sutradara debutan, Putrama Tuta, mengungkapkan bahwa dirinya merasa tertarik untuk kembali membawa salah satu ikon pop nasional tersebut kembali ke layar lebar bagi sebuah generasi yang telah jauh berbeda akan menimbulkan rasa penasaran yang cukup besar di benak banyak orang.

Continue reading Review: Catatan Harian Si Boy (2011)