Review: Pelukis Hantu (2020)

Setelah sebelumnya terlibat sebagai penulis naskah bagi film arahan Riri Riza, Kulari ke Pantai (2018), aktor yang juga dikenal sebagai seorang komika, Arie Kriting, melakukan debut pengarahan film layar lebarnya lewat Pelukis Hantu. Film bernuansa horor komedi yang naskah ceritanya juga dikerjakan oleh Kriting ini dibintangi oleh Ge Pamungkas yang berperan sebagai Tutur, seorang pelukis amatiran yang kemudian menerima tawaran untuk menjadi pelukis hantu di sebuah program televisi karena sedang membutuhkan uang untuk pengobatan sang ibu (Aida Nurmala). Siapa sangka, pekerjaan tersebut ternyata mampu memberikan pengaruh besar pada kehidupan personalnya. Sosok kuntilanak yang ia lihat sekaligus lukis dalam acara yang berjudul Arwah itu ternyata membawa sejumlah pesan dari masa lalu Tutur. Penasaran ingin berkomunikasi dengan makhluk supranatural tersebut, Tutur lantas menghubungi Amanda (Michelle Ziudith) yang gemar menulis dan meneliti tentang alam gaib dan meminta bantuannya.

Harus diakui, cukup mudah untuk jatuh hati pada Pelukis Hantu. Setelah dimulai dengan penggalan kisah bernuansa horor dari masa kecil sang karakter utama, Pelukis Hantu melanjutkan kisahnya dengan memberikan pondasi cerita yang solid pada karakter maupun konflik yang akan dikembangkan di babak cerita berikutnya. Didominasi dengan nuansa humor yang kental dan dialog-dialog jenaka yang mampu dieksekusi dengan baik oleh beberapa pengisi departemen akting film seperti Abdur Arsyad, Hifdzi Khoir, serta Dodit Mulyanto, Kriting juga berhasil menunjukkan kehandalannya dalam memberikan arahan yang mumpuni bagi cerita garapannya, menghadirkannya dalam ritme yang berjalan cepat namun tidak pernah berkesan terburu-buru, serta fokus yang kuat pada setiap konflik yang ingin ia kedepankan.

Kerikil-kerikil penceritaan mulai membayangi perjalanan cerita ketika Kriting berusaha untuk memberikan porsi pengisahan yang lebih besar pada elemen drama film ini. Mereka yang telah cukup menikmati komedi yang disajikan Pelukis Hantu semenjak awal tentu dapat merasakan ketimpangan atmosfer cerita ketika deretan konflik drama film mulai mencuat. Elemen drama yang dibangun dalam balutan kisah keluarga yang dihadirkan oleh Kriting – baik untuk karakter Tutur maupun untuk karakter Amanda – sebenarnya telah cukup menarik. Sayang, berbagai konflik yang harus dihadapi kedua karakter tersebut tidak pernah terasa benar-benar tergali dengan baik maupun mendalam. Jauh dari kesan mengikat. Anda yang menunggu tampilan horor pada Pelukis Hantu juga sepertinya akan cukup kecewa karena minimalisnya pengembangan (serta eksekusi) elemen horor pada alur cerita membuat kehadirannya ditutupi bayang-bayang komedi dan drama yang lebih kuat.

Berperan sebagai karakter utama, Pamungkas sukses menjadikan karakternya mudah untuk disukai. Terlepas dari penggalian karakter dan pemberian porsi kisah yang minimalis, Ziudith juga hadir dengan penampilan yang meyakinkan. Cukup disayangkan Kriting tidak mampu memberikan elemen romansa yang lebih hangat bagi karakter-karakter yang diperankan Pamungkas dan Ziudith. Penampilan Aida Nurmala juga memberikan kesan yang cukup mendalam, khususnya ketika karakter ibu yang ia perankan berada dalam satu adegan yang sama dengan karakter Tutur. Terlepas dari beberapa kelemahannya, Pelukis Hantu jelas bukanlah sebuah presentasi yang dapat dinilai mengecewakan ketika mayoritas bagian film ini mampu tampil hidup serta menghibur para penontonnya. Sebuah debut pengarahan yang menjanjikan.

Pelukis Hantu (2020)

Directed by Arie Kriting Produced by Manoj Punjabi Written by Arie Kriting Starring Ge Pamungkas, Michelle Ziudith, Jenny Zhang, Rebecca Klopper, Abdur Arsyad, Aida Nurmala, Alyssa Daguise, Hifdzi Khoir, Uus, Marwoto, Melissa Karim, Mareike Brenda, Soleh Solihun, Ernest Prakasa, Arie Kriting, Irgi Fahrezi, Dodit Mulyanto, David Nurbianto, Dicky Difie, Rachman Avri, Denny Gitong, Arief Brata, Bimasena Prisai Susilo, Jiwa Romeo, Tommy Limm, Ardit Erwandha, Reinold Lawalata, Mamat Alkatiri, Ephy Pae Music by Andhika Triyadi Cinematography Robby Herbi Edited by Gita Miaji Production company MD Pictures Films Running time 95 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Leave a Reply