Tag Archives: Putrama Tuta

Review: A Man Called Ahok (2018)

Merupakan film panjang naratif pertama Putrama Tuta setelah sebelumnya mengarahkan versi teranyar dari Catatan Harian Si Boy (2011), A Man Called Ahok adalah film biopik yang berkisah tentang kehidupan mantan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dengan naskah cerita yang digarap oleh Tuta bersama dengan Ilya Sigma (Rectoverso, 2013) dan Dani Jaka Sembada (Pizza Man, 2015) berdasarkan buku berjudul sama yang ditulis oleh Rudi Valinka. Daripada menitikberatkan pengisahan film pada karakter Basuki Tjahaja Purnama serta tindakan dan pemikiran politik yang membuat keberadaannya begitu dikenal seperti saat ini, A Man Called Ahok sendiri memilih untuk mengekplorasi masa muda dari sang karakter, kehidupan masa kecilnya di Belitung, serta hubungannya dengan sang ayah yang nantinya membentuk karakter dari Basuki Tjahaja Purnama dewasa. Pilihan yang menarik walau naskah garapan Tuta, Sigma, dan Sembada kemudian kurang mampu menghadirkan keseimbangan penceritaan antara karakter Basuki Tjahaja Purnama dengan karakter sang ayah yang juga tampil mendominasi linimasa penceritaan film. Continue reading Review: A Man Called Ahok (2018)

Advertisements

Review: NOAH: Awal Semula (2013)

noah-awal-semula-header

Penggunaan film sebagai media promosi bagi para musisi jelas bukanlah sebuah hal yang baru di industri hiburan Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir saja, penonton film Indonesia telah menyaksikan banyak film yang naskah ceritanya dibuat berdasarkan inspirasi sebuah lirik lagu popular atau malah menyaksikan sendiri sang musisi atau para personel sebuah kelompok musik tampil berakting dalam sebuah film – dengan cerita yang biasanya berhubungan dengan karir sang musisi atau kelompok musik tersebut. Langkah tersebut jelas jauh berbeda dengan langkah yang diambil oleh banyak musisi maupun kelompok musik dunia seperti Céline Dion, Katy Perry, Justin Bieber maupun One Direction yang lebih memilih untuk menggunakan film dokumenter untuk mengenalkan kehidupan pribadi maupun karya musik terbaru mereka kepada kalangan penonton film. Dan harus diakui, tata penuturan film dokumenter yang lebih intim memang jauh lebih berhasil untuk digunakan sebagai media promosi pribadi seorang musisi maupun sebuah kelompok musik daripada jika harus memaksa mereka untuk tampil berakting dalam sebuah film.

Continue reading Review: NOAH: Awal Semula (2013)

Review: Catatan Harian Si Boy (2011)

Karakter Boy – sosok pria yang tampan, kaya, cerdas namun tetap rendah hati dan taat beribadah (baca: sempurna) – dari lima seri film Catatan Si Boy (1987 – 1991) tampil sangat melekat pada generasi pecinta film nasional di era tersebut. Begitu melekatnya karakter Boy, karakter tersebut bahkan mengambil sebuah bagian penting dalam pop culture Indonesia hingga saat ini. Maka adalah sangat wajar bila saat produser sekaligus sutradara debutan, Putrama Tuta, mengungkapkan bahwa dirinya merasa tertarik untuk kembali membawa salah satu ikon pop nasional tersebut kembali ke layar lebar bagi sebuah generasi yang telah jauh berbeda akan menimbulkan rasa penasaran yang cukup besar di benak banyak orang.

Continue reading Review: Catatan Harian Si Boy (2011)