Tag Archives: Mawar de Jongh

Review: #TemanTapiMenikah2 (2020)

#TemanTapiMenikah (Rako Prijanto, 2018) adalah sebuah kejutan yang menyenangkan. Meskipun digarap dengan formula yang telah begitu familiar, namun naskah cerita yang cukup berwarna, arahan Prijanto yang membuat filmnya mampu bertutur dengan lancar, serta chemistry hangat dan sangat meyakinkan dari Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla menjadikan #TemanTapiMenikah begitu menyenangkan untuk diikuti kisahnya. Tidak mengejutkan jika film ini kemudian berhasil mengumpulkan 1,6 juta penonton selama masa tayangnya di seluruh layar bioskop Indonesia. Dengan kesuksesan kualitas dan komersial tersebut, juga tidak mengejutkan jika Falcon Pictures kemudian memutuskan untuk menggarap sekuel bagi #TemanTapiMenikah yang, tentunya, akan melanjutkan alur kisah romansa antara karakter Ditto dan Ayu yang diadaptasi dari buku berjudul sama yang ditulis oleh pasangan Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion. Hasilnya? Jika #TemanTapiMenikah mengeksplorasi hubungan persahabatan yang tumbuh menjadi hubungan romansa percintaan, maka #TemanTapiMenikah2 memberikan eksplorasi lanjutan tentang bagaimana satu pasangan muda menjalani hari mereka dalam sebuah kehidupan pernikahan yang jelas baru dan masih terasa aneh bagi keduanya. Continue reading Review: #TemanTapiMenikah2 (2020)

Review: Bumi Manusia (2019)

Merupakan buku pertama dari rangkaian Tetralogi Buru yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dan diterbitkan dari tahun 1980 hingga tahun 1988, Bumi Manusia mungkin merupakan salah satu buku paling popular – dan paling penting – di dunia kesusastraan Indonesia. Pelarangan terbit dan edar yang diberlakukan pemerintah Republik Indonesia terhadap buku tersebut dengan tuduhan mempropagandakan ajaran-ajaran Marxisme-Leninisme dan Komunisme pada tahun 1981 hingga masa jatuhnya rezim Orde Baru tidak pernah mampu meredupkan kepopulerannya. Bumi Manusia bahkan mendapatkan perhatian khalayak internasional dan kemudian diterbitkan dalam 33 bahasa. Usaha untuk menterjemahkan narasi Bumi Manusia dari bentuk buku menjadi tatanan pengisahan audio visual sendiri telah dimulai semenjak tahun 2004 dan sempat melibatkan nama-nama sineas kenamaan Indonesia seperti Deddy Mizwar, Garin Nugroho, hingga Mira Lesmana dan Riri Riza. Langkah nyata untuk membawa Bumi Manusia ke layar lebar akhirnya benar-benar terwujud pada tahun 2018 ketika Falcon Pictures mengumumkan bahwa rumah produksi tersebut akan memproduksi film adaptasi Bumi Manusia dengan Hanung Bramantyo (Sultan Agung, 2018) bertindak sebagai sutradara.

Continue reading Review: Bumi Manusia (2019)