Tag Archives: Bront Palarae

Review: Dukun (2018)

Jangan merasa heran jika melihat penampilan Bront Palarae atau Chew Kin Wah yang jauh lebih muda daripada penampilan mereka di Pengabdi Setan (Joko Anwar, 2017) atau Susah Sinyal (Ernest Prakasa, 2017) ketika Anda menyaksikan Dukun. Film thriller arahan Dain Iskandar Said (Interchange, 2016) tersebut sebenarnya telah menyelesaikan masa produksinya lebih dari satu dekade lalu dan sempat dijadwalkan rilis pada Desember 2006. Namun, akibat pengaruh situasi sosial dan politik yang kurang mendukung – jalan cerita Dukun didasari pada peristiwa nyata mengenai terbunuhnya seorang politikus ternama Malaysia pada tahun 1993 dan memiliki pengisahan yang kental dengan nuansa magis – film yang seharusnya menjadi debut pengarahan Said tersebut baru dapat ditayangkan di negara asalnya pada April yang lalu. Walau 12 tahun telah berlalu namun kualitas Dukun sebagai sebuah thriller, untungnya, tetap mampu bertahan dengan cukup baik. Pengarahan Said yang apik ditambah dengan penampilan para pengisi departemen akting yang meyakinkan menjadikan Dukun berhasil hadir dengan banyak momen mencekam. Continue reading Review: Dukun (2018)

Advertisements

Review: Ayat-ayat Cinta 2 (2017)

Desir pasir di padang tandus

Hampir satu dekade semenjak masa perilisan film perdananya, kisah cinta sejuta umat – well… tiga juta lima ratus delapan puluh satu ribu sembilan ratus empat puluh tujuh jika ingin menghitung jumlah raihan penonton yang berhasil didapatkan Ayat-Ayat Cinta (Hanung Bramantyo, 2008) – kembali hadir untuk melanjutkan pengisahannya. Masih diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy, jalan cerita Ayat-ayat Cinta 2 tidak lagi berputar di sekitar melodrama kisah cinta segitiga antara Fahri, Maria, dan Aisha. Melalui novelnya, El Shirazy sepertinya ingin menjangkau tema pengisahan yang lebih luas atau universal mengenai cinta – meskipun, tentu saja, dengan tetap menggunakan sebuah alur kisah cinta sebagai jangkarnya. Sebuah tujuan yang dapat dirasakan… ummm… mulia namun sayang hadir dengan eksekusi yang terlalu mentah. Continue reading Review: Ayat-ayat Cinta 2 (2017)

Review: Pengabdi Setan (2017)

Merupakan film horor supranatural perdana Joko Anwar, Pengabdi Setan merupakan interpretasi ulang Anwar atas film horor Indonesia berjudul sama arahan Sisworo Gautama Putra yang sempat begitu populer ketika dirilis pertama kali pada tahun 1980. Meskipun sebuah versi ulang buat, namun Pengabdi Setan garapan Anwar tidak sepenuhnya mengikuti alur cerita yang telah diterapkan oleh film pendahulunya. Mereka yang telah familiar dengan film-film maupun gaya penceritaan Anwar jelas dapat merasakan bahwa pemenang Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik untuk filmnya A Copy of My Mind (2015) tersebut tetap memasukkan sentuhan penceritaan khasnya di berbagai sudut pengisahan Pengabdi Setan terbaru. Hasilnya, selain pengisahan Pengabdi Setan tetap mampu terasa segar dan relevan bagi para penonton yang kebanyakan datang dari kalangan generasi baru, Anwar juga berhasil merangkai Pengabdi Setan miliknya menjadi sajian horor Indonesia yang sangat menyenangkan (dan menakutkan) untuk disaksikan. Continue reading Review: Pengabdi Setan (2017)