Review: Fall (2022)


Seperti judul filmnya yang minimalis dan sederhana, alur pengisahan Fall juga tidak memiliki struktur cerita yang rumit untuk diikuti. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh sutradara film ini, Scott Mann, bersama dengan Jonathan Frank – yang sekaligus menandai kali ketiga kerjasama mereka setelah The Tournament (2009) dan Final Score (2018), Fall berkisah tentang usaha seorang perempuan, Hunter (Virginia Gardner), untuk menghibur sahabatnya, Becky (Grace Caroline Currey), yang selama lebih dari setahun terakhir merasakan depresi dan mengurung diri usai kematian sang suami, Dan (Mason Gooding). Sebagai penggila tantangan dan olahraga ekstrem, Hunter mengajak Becky untuk memanjat sebuah menara televisi setinggi 2000 kaki yang berada di suatu tempat terpencil dan kini tidak lagi dipedulikan keberadaannya. Meskipun awalnya menolak tawaran tersebut, Becky ternyata begitu menikmati tantangan yang diberikan Hunter dan bahkan mampu membuatnya merasa hidup kembali. Namun, seperti yang dapat diduga, bahaya kemudian datang mengintai dan mengancam nyawa keduanya.

Berlaku layaknya kebanyakan survival movie yang berkisah tentang karakter-karakter yang berusaha bertahan dari situasi hidup atau mati seperti 127 Hours (Danny Boyle, 2010), 47 Meters Down (Johannes Roberts, 2017), atau Crawl (Alexandre Aja, 2019), Fall menghadirkan deretan adegan yang jelas akan membuat jantung para penontonnya berdebar kencang. Jika Anda memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap ketinggian, waspadalah. Pemanfaatan kamera yang dipegang oleh sinematografer MacGregor secara efektif menghasilkan gambar-gambar yang seolah turut menjebak penontonnya dalam posisi ketinggian yang berbahaya. Mann juga cukup cerdas dalam mengolah alur pengisahan filmnya yang minimalis. Memanfaatkan komponen teknis secara maksimal, Mann berhasil mengelola dan menghasilkan deretan teror yang, setidaknya, dapat mengalihkan perhatian penonton dari ringkihnya kualitas penulisan naskah cerita film ini.

Kualitas galian cerita dan karakter yang ditawarkan Fall memang jauh dari kesan istimewa. Mengikuti formula standar dari film-film bertema sama yang telah berulangkali diproduksi oleh Hollywood. Hal ini yang menyebabkan sejumlah elemen ceritanya terasa begitu mudah untuk diterka keberadaannya – termasuk beberapa pelintiran kisah yang dihadirkan untuk memberikan efek kejutan. Bukan suatu masalah besar. Di saat yang bersamaan, Mann tidak begitu mampu untuk memberikan pengembangan karakter yang benar-benar mengikat pada kedua karakter utamanya. Ketika sebuah kisah mengharuskan penontonnya untuk memusatkan perhatian pada menit-menit kejadian yang dialami oleh sesosok atau beberapa karakter, jelas menghasilkan karakter yang kuat adalah hal yang esensial. Fall tidak memiliki elemen tersebut. Penonton akan merasakan ketegangan akan berbagai hal mengerikan yang terjadi pada kedua karakter di sepanjang linimasa pengisahannya namun tidak ketika kedua karakter tersebut digambarkan hanya saling bertukar dialog atau sedang tidak berada dalam konflik yang pelik.

Kehampaan karakterisasi memang menghasilkan sejumlah momen hambar dalam penuturan Fall – khususnya di paruh lanjutan ketika film ini terasa kebingungan untuk mengisi alur pengisahannya sebelum akhirnya memberikan konklusi pada penderitaan yang dialami oleh kedua karakternya. Meskipun begitu, penampilan akting yang diberikan Currey dan Gardner mampu secara konsisten membuat kedua karakter yang mereka perankan tampil dinamis dalam bercerita. Terlepas dari sejumlah kelemahannya, Fall adalah presentasi yang cukup menyenangkan dengan adegan-adegan pemacu adrenalin yang sukses teracik dengan baik.

popcornpopcorn popcorn popcorn2popcorn2

Fall-Movie-posterFall (2022)

Directed by Scott Mann Written by Scott Mann, Jonathan Frank Produced by Christian Mercuri, James Harris, Mark Lane, Scott Mann, David Haring Starring Grace Caroline Currey, Virginia Gardner, Mason Gooding, Jeffrey Dean Morgan, Darrell Dennis Cinematography MacGregor Edited by Rob Hall Music by Tim Despic Production companies Tea Shop Productions/Capstone Pictures Running time 107 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s