Tag Archives: Shah Rukh Khan

Review: Tubelight (2017)

Setelah meraih sukses besar lewat Bajrangi Bhaijaan (2015) – yang dengan pendapatan komersial sebesar US$97 juta kini menempati posisi sebagai film produksi Bollywood dengan raihan pendapatan terbesar kelima sepanjang masa di dunia  – sutradara Kabir Khan dan aktor Salman Khan kembali bekerjasama dalam Tubelight. Juga menjadi film kedelapan Khan yang dirilis pada masa libur Idulfitri semenjak memulai tradisi tersebut lewat Wanted (Prabhu Deva, 2009), Tubelight memiliki pengisahan yang jelas sangat sesuai dengan kondisi sosial banyak lapisan masyarakat dunia saat ini. Suatu kondisi sosial dimana prasangka seringkali memicu keberadaan konflik antara kelompok yang satu dengan yang lain. Tema penceritaan yang mulia namun, sayangnya, seringkali gagal tersampaikan dengan baik justru akibat penampilan akting sang pemeran utamanya. Continue reading Review: Tubelight (2017)

Advertisements

Review: Raees (2017)

Bersinggungan dengan tema agama dan politik dalam jalan cerita filmnya bukanlah hal yang baru bagi sutradara Rahul Dholakia. Dua film yang ia arahkan sebelumnya membuktikan akan hal tersebut: Parzania (2007) yang mengangkat tentang kerusuhan antar umat beragama yang terjadi di Gujarat, India pada tahun 2002 dan Lamhaa (2010) yang berkisah tentang konflik perebutan wilayah Kashmir antara India dengan Pakistan. Dholakia bahkan berhasil memenangkan penghargaan Best Director untuk arahannya bagi Parzania dari ajang penghargaan film tertinggi di India, National Film Awards, pada tahun 2007. Untuk film terbarunya, Raees, Dholakia berkisah mengenai kehidupan seorang kriminal yang memiliki pengaruh yang begitu kuat sehingga banyak polisi dan politisi yang takluk pada perintahnya – sebuah alur kisah yang dikabarkan terinspirasi dari sosok kriminal asal Gujarat, India bernama Abdul Latif meskipun pernyataan tersebut kemudian dibantah oleh Dholakia. Continue reading Review: Raees (2017)

Review: Dear Zindagi (2016)

Genius is about knowing when to stop.”

We are all our own teachers in the school of life.”

Don’t let the past blackmail your presentto ruin a beautiful future.”

Nope. Ketiga “kalimat mutiara” diatas bukanlah kutipan yang diambil dari sebuah buku motivasional diri yang kini sedang popular dan banyak ditemukan di berbagai toko buku. Kalimat diatas, dan puluhan kalimat senada lainnya, dikutip dari dialog yang dituliskan oleh Gauri Shinde untuk film arahan terbarunya, Dear Zindagi. Tentu saja, bukanlah sebuah masalah jika sebuah film menggunakan dialog-dialog puitis untuk membentuk jalinan interaksi antara karakter-karakternya. Hal yang berbeda terjadi pada Dear Zindagi. Continue reading Review: Dear Zindagi (2016)