Tag Archives: Amazon Prime

Review: Cinderella (2021)

Gadis yatim piatu. Ibu dan saudara tiri yang selalu menyakiti hati. Pangeran yang sedang mencari cinta. Sepatu kaca. Yes, it’s a tale as old as time. Enam tahun semenjak Kenneth Branagh menghadirkan Cinderella (2015) yang tidak hanya mampu meraih kesuksesan komersial di sepanjang masa penayangannya namun juga berhasil mendapatkan pujian luas dari para kritikus film dunia, Kay Cannon (Blockers, 2018) kini menghadirkan interpretasinya atas kisah klasik yang kepopulerannya berawal dari cerita berjudul Cendrillon ou la petite pantoufle de verre yang diterbitkan pada tahun 1697 oleh penulis dongeng asal Perancis, Charles Perrault. Disampaikan dengan struktur pengisahan musikal, presentasi film cerita panjang layar lebar teranyar dari Cinderella yang naskah ceritanya juga ditulis oleh Cannon ini berusaha untuk menghadirkan lingkup cerita dan karakter yang lebih modern dengan sentuhan sudut pandang feminis yang kental. Berhasil? Continue reading Review: Cinderella (2021)

Review: Jolt (2021)

Film terbaru arahan Tanya Wexler (Buffaloed, 2019), Jolt, berkisah tentang seorang perempuan bernama Lindy (Kate Beckinsale) yang semenjak kecil didiagnosa memiliki kelainan kondisi medis dimana dirinya tidak mampu menahan rasa amarah yang lantas mendorongnya untuk melakukan tindakan kekerasan. Untuk menangani rasa amarah Lindy yang sering tidak terkendali, psikiaternya, Dr. Munchin (Stanley Tucci), memberikan sebuah alat kejut listrik yang mampu meredam hasrat Lindy untuk berlaku kasar ketika dirinya sedang emosional. Dr. Munchin juga menyarankan Lindy untuk bertemu dan menjalin hubungan dengan orang lain. Saran yang kemudian mempertemukan Lindy dengan seorang akuntan bernama Justin (Jai Courtney). Tanpa disangka, Justin ternyata dapat merebut sekaligus melunakkan hati Lindy. Namun, belum lama kisah asmara tersebut tumbuh, sebuah tragedi muncul dan menimpa Justin. Lindy tidak mampu lagi mengontrol seluruh emosi yang ia rasakan dan lantas berusaha untuk menemukan siapa yang bertanggungjawab atas apa yang terjadi pada sosok pria yang begitu dicintainya.

Continue reading Review: Jolt (2021)

Review: The Tomorrow War (2021)

Dalam The Tomorrow War, Chris Pratt berperan sebagai seorang pria dengan berbagai kenangan buruk akan sosok ayah yang meninggalkan dirinya di masa kecil serta kini harus turut dalam sebuah pertarungan melawan makhluk asing dari angkasa luar guna menyelamatkan Bumi. Bukan. The Tomorrow War bukanlah film yang melanjutkan perjalanan cerita Guardians of the Galaxy (James Gunn, 2014) dan Guardians of the Galaxy Vol. 2 (Gunn, 2017) yang juga dibintangi oleh Pratt. Menjadi film pertama yang diarahkan oleh Chris McKay setelah kesuksesannya dalam mengarahkan film animasi The LEGO Batman Movie (2017), The Tomorrow War memang menghadirkan Pratt untuk berperan sebagai sosok dengan latar belakang karakter yang menyerupai sosok karakter yang diperankannya dalam seri film yang termasuk dalam semesta pengisahan Marvel Cinematic Universe tersebut. Tidak hanya desain karakter utamanya, film fiksi ilmiah ini juga memiliki barisan konflik yang cukup familiar bagi mereka para penikmat film-film bertemakan peperangan dengan makhluk asing dari angkasa luar. Bukan lantas berarti buruk karena McKay mampu membalut filmnya dengan banyak momen aksi yang akan cukup berhasil untuk mempesona banyak mata yang menyaksikannya. Continue reading Review: The Tomorrow War (2021)

Review: Saina (2021)

Dengan naskah cerita yang ditulis dan diarahkan oleh Amole Gupte (Sniff, 2017), Saina merupakan biopik yang bertutur tentang kehidupan atlet bulutangkis asal India, Saina Nehwal. Merupakan anak kedua dari pasangan Harvir Singh Nehwal (Subhrajyoti Barat) dan Usha Rani Nehwal (Meghna Malik), Saina Nehwal kecil (Naishaa Kaur Bhatoye) telah ditempa oleh kedua orangtuanya – khususnya oleh sang ibu yang begitu menggemari bulutangkis dan bahkan sempat bertanding di beberapa kompetisi lokal di masa mudanya – untuk menjadi seorang atlet profesional dengan mendaftarkannya ke sebuah pusat pelatihan bulutangkis. Tidak percuma. Usaha kedua orangtuanya untuk mengantarkan sang anak ke lokasi pelatihan di tiap pagi buta serta memberikannya asupan gizi meskipun dengan kondisi keuangan mereka yang seringkali terbatas telah menempa Saina Nehwal untuk menjadi sosok atlet yang tangguh. Dengan kemampuannya tersebut, Saina Nehwal remaja (Parineeti Chopra) mulai berkompetisi dan memenangkan berbagai pertandingan bulutangkis, dari tingkat lokal, nasional, hingga dunia. Di saat yang bersamaan, popularitas yang diraih melalui deretan kemenangan tersebut mulai memberikan pengaruh pada performa Saina Nehwal. Suatu hal yang lantas membuat hubungannya dengan sang pelatih, Sarvadhamaan Rajan (Manav Kaul) mulai menjauh dan semakin memperburuk penampilan Saina Nehwal. Continue reading Review: Saina (2021)

Review: Sound of Metal (2020)

Setelah sebelumnya mengarahkan film domumenter Loot (2008), sutradara Darius Marder melakukan debut penyutradaraan film cerita panjang pertamanya melalui Sound of Metal. Dengan naskah cerita yang dikerjakannya bersama dengan Abraham Marder, Sound of Metal bercerita tentang seorang penabuh drum bernama Ruben (Riz Ahmed) yang baru saja menyadari bahwa dirinya secara tiba-tiba kehilangan kemampuan pendengarannya. Tidak hanya panik, kejadian tersebut juga menghasilkan ketegangan antara dirinya dengan sang pacar, Lou (Olivia Cooke), yang juga merupakan vokalis dari duo bernama Blackgammon yang mereka bentuk. Meskipun harus mengenyampingkan berbagai rencana yang telah mereka susun sebelumnya, Lou memaksa Ruben untuk bergabung dengan komunitas tuli pimpinan Joe (Paul Raci) yang diharapkan dapat mempermudah Ruben sekaligus memberikannya ruang sendiri untuk menerima kondisi fisiknya sekarang. Continue reading Review: Sound of Metal (2020)

Review: Borat Subsequent Moviefilm: Delivery of Prodigious Bribe to American Regime for Make Benefit Once Glorious Nation of Kazakhstan (2020)

Empat belas tahun lalu, aktor sekaligus komedian asal Inggris, Sacha Baron Cohen, memperkenalkan dunia pada sosok jurnalis asal Kazakhstan bernama Borat Sagdiyev lewat Borat: Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan (Larry Charles, 2006). Bukan sosok karakter baru sebenarnya karena Cohen sebelumnya pernah menghadirkan karakter tersebut lewat film Ali G Indahouse (Mark Mylod, 2002). Berkat barisan guyonannya tentang kondisi sosial, budaya, dan politik Amerika Serikat yang disampaikan secara vulgar, Borat tidak hanya berhasil mencuri perhatian (baca: mengejutkan) dunia namun juga sukses meraih kesuksesan komersial sekaligus meraih pujian luas dari para kritikus film. Tidak mengherankan jika naskah cerita Borat yang tergarap cerdas kemudian berhasil mendapatkan nominasi Best Adapted Screenplay dari ajang The 79th Annual Academy Awards. Sekarang, di tahun 2020 yang telah berjalan dengan segala keanehannya, Cohen menghidupkan kembali sosok Borat Sagdiyev. Masih mampukah karakter tersebut menghadirkan kejutan ataupun hiburan bagi para penontonnya? Continue reading Review: Borat Subsequent Moviefilm: Delivery of Prodigious Bribe to American Regime for Make Benefit Once Glorious Nation of Kazakhstan (2020)

Review: The Glorias (2020)

Diadaptasi dari autobiografi milik aktivis perempuan Gloria Steinem yang berjudul My Life on the Road, The Glorias bertutur tentang perjalanan kehidupan Steinem semenjak dirinya kecil, remaja, hingga dewasa dan dikenal sebagai salah satu tokoh pergerakan kaum perempuan di Amerika Serikat hingga saat ini. Alur pengisahan film ini dimulai dengan mengenalkan penonton pada kehidupan Gloria Steinem pada masa kecilnya (Ryan Kiera Armstrong dan Lulu Wilson) yang harus berhadapan dengan berbagai masalah akibat perceraian kedua orangtuanya (Timothy Hutton dan Enid Graham). Beruntung, berbagai tantangan di masa kecil tersebut justru mengasah Gloria Steinem untuk menjadi sosok yang kuat dan kritis – khususnya ketika berhubungan dengan berbagai permasalahan yang harus dihadapi kaum perempuan ketika berhadapan dengan kaum pria dalam keseharian mereka. Perkenalannya dengan banyak aktivis perempuan lain semakin mendidik dan mempertajam pemikiran Gloria Steinem dewasa (Alicia Vikander dan Julianne Moore) dalam perjuangannya untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi kaumnya. Continue reading Review: The Glorias (2020)