Tag Archives: Kevin Dunn

Review: King Richard (2021)

Dunia mungkin saja tidak merasa familiar dengan nama Richard Williams. Meskipun begitu, dengan obsesi, ego, sikap keras kepala, dan kerja kerasnya, Richard Williams mampu menempa dua sosok atlet perempuan hingga namanya kini selalu dikenang sebagai dua atlet terbaik sepanjang masa: Venus Williams dan Serena Williams. Kisah inilah yang dituturkan oleh sutradara Reinaldo Marcus Green (Joe Bell, 2020) lewat King Richard yang naskah ceritanya ditulis oleh Zach Baylin. Perjalanan tersebut dimulai ketika Richard Williams (Will Smith) menyadari bahwa seorang atlet tenis dapat mengumpulkan penghasilan yang besar setiap tahunnya. Richard Williams kemudian menuliskan rencana hidup jangka panjang sebanyak 78 halaman bagi dua puterinya, Venus Williams (Saniyya Sidney) dan Serena Williams (Demi Singleton), untuk membentuk dan mengarahkan mereka menjadi atlet tenis handal. Bukan sebuah perjalanan mudah. Dengan latar belakang ekonomi pas-pasan serta berasal dari kelompok ras kulit hitam di era dimana tenis didominasi oleh atlet berkulit putih, perjuangan Richard Williams seringkali terbentur berbagai hambatan. Namun, tentu saja, Richard Williams tidak menyerah begitu saja. Continue reading Review: King Richard (2021)

Review: Fire with Fire (2012)

fire_with_fire_header

Well… semua elemen yang dihadirkan dalam Fire with Fire secara gamblang menjelaskan mengapa film ini langsung dirilis dalam wujud home video di banyak negara – dan seharusnya memang dan tetap diperlakukan seperti itu. Fire with Fire sendiri sebenarnya tidak pernah berjalan dengan kualitas yang begitu buruk. Kualitas akting yang tidak mengecewakan dari para jajaran pemerannya yang diisi oleh nama-nama seperti Josh Duhamel, Rosario Dawson, Bruce Willis dan Vincent D’Onofrio juga mampu membuat film ini setidaknya tampil menghibur sebagai sebuah film aksi. Kelemahan terbesar film ini berasal dari naskah cerita garapan Tom O’Connor yang menyajikan kisah, konflik dan dialog Fire with Fire dengan begitu klise, datar dan terkesan sebagai comotan plot cerita dari berbagai film-film sejenis yang telah pernah dirilis sebelumnya.

Continue reading Review: Fire with Fire (2012)

Review: Warrior (2011)

Jika saja The Fighter (2010) tidak dirilis terlebih dahulu, dan berhasil meraih kesuksesan kritikal dan komersial yang begitu besar, mungkin tahun ini perhatian dunia akan tertuju pada penampilan luar biasa dari trio Tom Hardy, Joel Edgerton dan Nick Nolte dalam sebuah film bertemakan olahraga arahan Gavin O’Connor (Pride and Glory, 2008), Warrior. Secara kualitas, Warrior sama sekali tidak jauh berbeda dengan The Fighter. Sama-sama mewarnai jalan ceritanya dengan konflik keluarga yang terjadi di antara karakter-karakternya, Warrior mampu tampil cemerlang, lebih keras dan lebih gelap di bagian awal pengisahan cerita. Sayangnya, seiring dengan berjalannya durasi film, Warrior terjebak dengan banyak dramatisasi kisah yang hanya membuat durasi film ini membengkak hingga sepanjang 140 menit tanpa mampu memberikan ikatan emosional yang berarti.

Continue reading Review: Warrior (2011)

Review: Transformers: Dark of the Moon (2011)

Adalah sebuah pengetahuan umum bagi setiap pecinta film di dunia bahwa Michael Bay adalah seorang sutradara yang sangat handal ketika ia menghantarkan sebuah film yang disertai dengan begitu banyak adegan ledakan yang memerlukan tingkat pengarahan special effect yang tinggi. Namun, merupakan rahasia umum pula bahwa dalam setiap film-film yang diarahkan oleh Bay, tidak seorangpun seharusnya mengharapkan adanya pengembangan karakter yang jelas, kontinuitas jalan cerita yang terjaga maupun aliran emosi yang akan mampu membuat penonton peduli dengan apa yang terjadi pada setiap karakter di film yang mereka tonton. Transformers: Dark of the Moon sepertinya menjadi sebuah pembuktian kembali atas kenyataan tersebut.

Continue reading Review: Transformers: Dark of the Moon (2011)

Review: Unstoppable (2010)

Dalam sebuah kerjasama yang lebih low profile dari kerjasama yang dilakukan oleh Martin Scorsese dengan Leonardo DiCaprio dalam film manapun, sutradara, Tony Scott, kembali merilis sebuah film action yang menggunakan kereta api sebagai latar belakang cerita yang sekaligus menandai kali kelima dirinya bekerjasama dengan aktor, Denzel Washington. Sama seperti The Taking of Pelham 1 2 3 (2009), Unstoppable juga mendapatkan garis besar jalan ceritanya dari sebuah kisah nyata. Dengan jalan cerita yang ditawarkan oleh penulis naskah, Mark Bomback (Race to Witch Mountain, 2009), Unstoppable memang bukanlah sebuah film yang dapat dibanggakan dari sisi ceritanya. Namun dengan pengemasan yang apik dari sang sutradara dan para pemerannya, film ini berhasil menjelma menjadi sebuah film action ringan dengan intensitas yang cukup menegangkan.

Continue reading Review: Unstoppable (2010)