Tag Archives: Claes Bang

Review: The Northman (2022)

Setelah The VVitch (2015) dan The Lighthouse (2019) yang berhasil melejitkan sekaligus memantapkan posisinya sebagai salah satu sutradara dengan visi serta gaya bercerita paling memikat dalam beberapa tahun terakhir, Robert Eggers kembali hadir dengan presentasi cerita terbarunya, The Northman. Berbeda dengan dua film perdananya yang banyak mengandalkan simbolisme dalam tata penuturannya, Eggers membalut The Northman dalam tuturan plot, konflik, maupun karakter yang terasa lebih mudah untuk dinikmati penonton dalam skala jangkauan yang lebih luas (baca: tidak hanya terpaku hanya pada para penikmat film-film berkelas arthouse). The Northman juga dihadirkan dengan skala produksi yang jauh lebih megah dibandingkan The VVitch maupun The Lighthouse. Meskipun begitu, bahkan dengan berbagai tata eksekusi cerita yang berkesan “baru” tersebut, The Northman tetap mempertahankan atmosfer kelam, brutal, dan dingin yang sepertinya telah menjadi ciri pengarahan Eggers. Continue reading Review: The Northman (2022)

Review: The Girl in the Spider’s Web (2018)

Pernah membayangkan jika petualangan Lisbeth Salander hadir tanpa pengarahan David Fincher? Atau karakternya diperankan oleh aktris lain selain Rooney Mara? Atau perjalanan ceritanya tidak didampingi oleh iringan musik garapan Trent Reznor dan Atticus Ross? Well… tentu saja, tiga novel pertama seri Millennium buatan Stieg Larsson, The Girl with the Dragon Tattoo, The Girl who Played with Fire, dan The Girl who Kicked the Hornets’ Nest, telah difilmkan sebelum Fincher merilis The Girl with the Dragon Tattoo versinya pada tahun 2011 dengan Noomi Rapace berperan sebagai sang gadis bertato naga. The Girl in the Spider’s Web arahan Fede Álvarez (Evil Dead, 2013) sendiri jelas berada pada tingkatan dan atmosfer pengisahan yang berbeda jika dibandingkan dengan film arahan Fincher maupun tiga film adaptasi seri Millennium pertama yang dibintangi Rapace. Mirip dengan film-film pendahulunya, Álvarez masih mempertahankan atmosfer kelam dan dingin pada penceritaan The Girl in the Spider’s Web. Namun, daripada menghadirkan pengisahan dan karakterisasi yang cenderung kompleks, Álvarez membungkus The Girl in the Spider’s Web menjadi sebuah sajian crime thriller yang cukup apik. And that’s not a bad thing, really. Continue reading Review: The Girl in the Spider’s Web (2018)