Tag Archives: Rebecca Hall

Review: Iron Man 3 (2013)

iron-man-3-header

Sowhat’s next for Marvel Studios after the huge success of that little movie called The Avengers (2012)? It’s the return of the Iron Man, apparently. Dan di bagian ketiga penceritaannya – yang masih dibintangi oleh Robert Downey, Jr., Gwyneth Paltrow dan Don Cheadle namun kini disutradarai oleh Shane Black (Kiss Kiss Bang Bang, 2005) yang menggantikan posisi Jon Favreau, Iron Man terkesan menyerap secara seksama pola penceritaan yang diterapkan Joss Whedon dalam The Avengers yakni dengan memasukkan lebih banyak unsur komedi ke dalam jalan penceritaannya. Hasilnya mungkin akan menghasilkan pendapat yang beragam dari banyak penggemar franchise ini. But then again… jelas sama sekali tidak ada salahnya untuk mengambil rute penceritaan yang berbeda ketika Anda sedang menangani sebuah tema yang telah begitu familiar. Khususnya ketika Anda mampu menanganinya dengan baik dan berhasil muncul dengan sebuah presentasi cerita yang benar-benar cerdas dan menghibur.

Continue reading Review: Iron Man 3 (2013)

Review: Everything Must Go (2011)

Anda boleh saja memandang sebelah mata dan mencoret film-film Will Ferrell ketika ia berperan dalam sebuah film komedi. Beberapa film komedi yang dibintangi Ferrell harus diakui terasa bagaikan sebuah sekuel bagi setiap film yang ia bintangi sebelumnya dengan Ferrell selalu memerankan sesosok karakter pria yang hampir sama. Namun, jangan pernah menyepelekan kemampuan drama Ferrell. Ketika Ferrell benar-benar ingin menampilkan kemampuan aktingnya, dan memilih sebuah film yang dengan tepat dapat menyalurkan hasratnya tersebut, Ferrell dengan sempurna mampu membuktikannya. Hal inilah yang terbukti ketika Ferrell untuk pertama kali membintangi sebuah film drama arahan Woody Allen berjudul Melinda and Melinda (2004) yang kemudian disusul dengan Stranger than Fiction pada tahun 2006 lalu.

Continue reading Review: Everything Must Go (2011)

Review: The Town (2010)

Setelah melakukan debut penyutradaraannya lewat Gone Baby Gone (2007), yang berhasil membuat dunia melirik Ben Affleck sebagai seorang sutradara baru yang potensial serta mengembalikan citra baik dirinya, aktor berusia 38 tahun tersebut kembali ke kursi penyutradaraan, sekaligus bertindak sebagai seorang penulis naskah, lewat The Town, sebuah thriller yang diadaptasi dari novel Chuck Hogan berjudul Prince of Thieves. Kembali mengandalkan kota Boston sebagai latar belakang lokasi ceritanya, The Town berhasil kembali membuktikan bahwa kesuksesan Affleck sebagai seorang sutradara Gone Baby Gone bukanlah sebuah kebetulan belaka.

Continue reading Review: The Town (2010)

Review: Please Give (2010)

Kembali bekerjasama dengan aktris Catherine Keener, Please Give menjadi film keempat yang disutradarai oleh Nicole Holofcener yang telah memiliki karir sebagai seorang sutradara selama 14 tahun. Selain kembali menampilkan Keener, Please Give sepertinya juga masih memberikan penontonnya berbagai kisah mengenai kaum perempuan – sebuah tema yang memang selalu menjadi pokok pembahasan Holofcener di setiap film yang ia hasilkan.

Continue reading Review: Please Give (2010)

Review: Dorian Gray (2009)

Walau hanya memiliki satu karya novel yang pernah diterbitkan ke publik umum, namun karya Oscar Wilde, The Picture of Dorian Gray, mungkin merupakan salah satu karya yang cukup banyak berpengaruh di dunia sastra. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1890, The Picture of Dorian Gray telah banyak diadaptasi ke berbagai bentuk media seperti teater, seni tari hingga film. Tahun lalu, sutradara Inggris, Oliver Parker, juga mengadaptasi kisah tersebut ke dalam sebuah bentuk film yang dibintangi oleh Ben Barnes dan diberi judul Dorian Gray.

Continue reading Review: Dorian Gray (2009)