Review: Vivo (2021)


Setelah In the Heights (Jon M. Chu, 2021), Vivo menjadi film kedua dari empat film yang melibatkan aktor sekaligus penyanyi sekaligus penulis lagu sekaligus produser sekaligus penulis naskah drama panggung, Lin-Manuel Miranda, yang direncanakan untuk rilis di tahun ini. Berdasarkan ide cerita oleh penulis naskah In the Heights, Quiara Alegría Hudes, bersama dengan Peter Barsocchini yang dikenal berkat naskah cerita yang ia tulis untuk seri film televisi High School Musical (2006 – 2008), Miranda sebenarnya telah mulai mengembangkan Vivo di tahun 2010 ketika film animasi ini awalnya akan diproduksi oleh DreamWorks Animation. Namun, setelah DreamWorks Animation memutuskan untuk tidak melanjutkan proses produksi Vivo pada tahun 2015, film animasi musikal tersebut kemudian ditangani oleh Sony Pictures Animation semenjak tahun 2016 dengan Kirk DeMicco (The Croods, 2013) duduk di kursi penyutradaraan sekaligus menggarap naskah cerita bersama dengan Hudes. Miranda sendiri terus dilibatkan untuk menulis sebelas lagu yang akan ditampilkan di sepanjang pengisahan Vivo sekaligus menjadi pengisi suara bagi karakter bernama sama dengan judul film ini.

Memiliki latar lokasi pengisahan di Havana, Kuba, alur pengisahan Vivo dimulai ketika seorang musisi bernama Andrés Hernández (Juan de Marcos González) yang bersama dengan hewan peliharaannya, seekor kinkajou bernama Vivo (Miranda) yang memiliki kemampuan untuk memainkan instrumen musik, berniat untuk terbang ke Miami, Florida, Amerika Serikat, untuk menemui penyanyi legendaris, Marta Sandoval (Gloria Estefan), yang merupakan pasangan bermusik Andrés Hernández terdahulu dan kini memintanya untuk tampil bersama dalam penampilan panggung terakhirnya. Kesempatan tersebut juga ingin digunakan Andrés Hernández untuk menyatakan perasaan cinta terpendamnya pada Marta Sandoval lewat sebuah lagu yang telah ia tulis dan simpan semenjak lama. Malang, malam sebelum keberangkatannya, Andrés Hernández meninggal dunia. Merasa berhutang budi kepada sosok Andrés Hernández yang telah menjaga dan memeliharanya semenjak kecil, Vivo lantas bertekad untuk mewujudkan keinginan terakhir Andrés Hernández yaitu memperdengarkan lagu yang telah ia tuliskan kepada Marta Sandoval.

Vivo, mengikuti jejak Spider-Man: Into the Spiderverse (Bob Persichetti, Peter Ramsey, Rodney Rothman, 2018), The Mitchells vs. The Machines (Mike Rianda, 2021), dan Wish Dragon (Chris Appelhans, 2021), sekali lagi menunjukkan perkembangan yang sangat menyenangkan dari kualitas penulisan naskah cerita dari film-film yang dirilis oleh Sony Pictures Animation. Seperti halnya Wish Dragon, film musikal pertama yang diproduksi oleh Sony Pictures Animation ini sebenarnya juga menawarkan garisan cerita yang tidak terlalu baru. Paruh pertama pengisahan yang bertutur tentang hubungan antara karakter Andrés Hernández dengan karakter Vivo yang menjadi hewan peliharaannya juga terjalin cukup hambar. Jika tanpa kehadiran lagu One of a Kind dan Mambo Cabana yang dibawakan oleh karakter yang diisisuarakan oleh González, Miranda, dan Estefan serta sentuhan visual penuh warna nan indah akan kota Havana, Kuba, Vivo jelas dengan segera akan terasa berjalan tanpa kesan yang berarti.

Vivo baru terasa benar-benar hidup setelah linimasa ceritanya mulai beralih pada hubungan persahabatan yang terjalin antara karakter Vivo dengan karakter Gabriela Hernández (Ynairaly Simo) yang dikisahkan akan membantu karakter Vivo untuk menghantarkan lagu yang telah ditulis oleh karakter Andrés Hernández kepada karakter Marta Sandoval. Karakter vokal Simo yang begitu enerjik menemukan chemistry yang begitu menyenangkan dan terasa sangat pas dengan karakter vokal yang dibawakan oleh Miranda. Miranda juga memberikan sebuah lagu berjudul My Own Drum untuk dibawakan oleh karakter Gabriela Hernández yang dapat dieksekusi dengan sempurna oleh Simo sekaligus menjadi presentasi lagu paling kuat – dan tidak akan mudah dilepas dari kepala setiap penontonnya – dalam pengisahan Vivo. Interaksi yang terbentuk antara karakter Gabriela Hernández dengan sejumlah karakter pendukung yang kemudian hadir juga semakin memperkuat nada pengisahan komedi film ini dan membuat penuturannya berjalan apik.

Lagu-lagu yang dituliskan Miranda bersama dengan komposer Alex Lacamoire memang menjadi jiwa bagi Vivo. Hampir seluruh kelemahan yang dapat dirasakan dalam penulisan naskah cerita film ini dapat ditutupi oleh kuatnya kualitas lagu-lagu garapan Miranda dan Lacamoire. Cukup disayangkan jika lagu Inside Your Heart yang dibawakan oleh Estefan di akhir film dan semenjak awal pengisahan telah didengungkan sebagai sebuah lagu penting dengan sentuhan emosional yang mendalam ternyata hanya mampu hadir “seadanya” – khususnya jika Anda telah mengharapkan lagu perpisahan emosional a la I’ll Never Love Again yang dibawakan oleh karakter yang diperankan Lady Gaga dalam A Star is Born (Bradley Cooper, 2018). Bukan sebuah permasalahan yang cukup besar mengingat, secara keseluruhan, DeMicco mampu mengarahkan Vivo untuk menjadi sebuah presentasi yang tampil ringan, bergerak cepat, sekaligus hadir semenyenangkan lagu-lagu yang ditampilkan dalam linimasa ceritanya.

Vokal yang dihadirkan Simo memang tampil begitu istimewa. Meskipun begitu, seluruh jajaran vokal yang menghidupkan karakter-karakter yang berada dalam pengisahan Vivo berhasil memberikan penampilan terbaik mereka. Sebagai pengisi vokal bagi karakter utama dalam film ini, Miranda dapat menjadikan karakter Vivo begitu mudah untuk disukai. Bangunan dialognya bersama dengan González juga membuat hubungan yang terbentuk antara dua karakter yang mereka perankan tampil meyakinkan. Meskipun tampil dengan porsi pengisahan yang minimalis, vokal Estefan hadir kuat – khususnya di saat karakter Marta Sandoval yang ia perankan hadir bernyanyi. Penampilan vokal film ini juga menghadirkan Zoe Saldaña, Michael Rooker, dan Brian Tyree Henry yang semakin memperkuat kualitas Vivo secara keseluruhan.

 

Vivo (2021)

Directed by Kirk DeMicco Produced by Lisa Stewart, Michelle L.M. Wong, Rich Moore Written by Kirk DeMicco, Quiara Alegría Hudes (screenplay), Peter Barsocchini, Quiara Alegría Hudes (story) Starring Lin-Manuel Miranda, Ynairaly Simo, Zoe Saldana, Juan de Marcos González, Brian Tyree Henry, Gloria Estefan, Michael Rooker, Nicole Byer, Aneesa Folds, Leslie David Baker, Katie Lowes, Olivia Trujillo, Lidya Jewett Cinematography Yong Duk Jhun Edited by Erika Dapkewicz Music by Alex Lacamoire Production companies Columbia Pictures/Sony Pictures Animation Running time 99 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s