Tag Archives: Laura Dern

Review: Cold Pursuit (2019)

Seperti halnya Michael Haneke yang di tahun 2007 membuat ulang kembali filmnya, Funny Games (1997), untuk konsumsi Hollywood, Cold Pursuit juga merupakan versi buat ulang dari film asal Norwegia, In Order of Disappearance (2014), dengan sutradara aslinya, Hans Petter Moland, kembali duduk di kursi penyutradaraan. Alur ceritanya sendiri sangat familiar dengan barisan film-film yang sebelumnya telah dibintangi oleh pemeran utama film ini, Liam Neeson. Dikisahkan, kehidupan tenang Nels Coxman (Neeson) sebagai seorang pembersih salju di sebuah resor ski di sebuah kota bersalju bernama Kehoe di Colorado, Amerika Serikat, tiba-tiba terusik setelah putranya, Kyle (Micheál Richardson), ditemukan tewas akibat penyalahgunaan heroin. Istrinya, Grace (Laura Dern), lantas memilih untuk meninggalkan Nels Coxman akibat tidak mampu menahan rasa dukanya. Nels Coxman juga hampir melakukan tindakan bunuh diri… sebelum akhirnya dia mengetahui bahwa kematian putranya bukan disebabkan oleh penyalahgunaan heroin namun akibat dibunuh oleh kartel narkotika dan obat-obatan terlarang. Nels Coxman yang dikenal seluruh warga Kehoe sebagai sosok yang tenang dan bersahabat kemudian berubah menjadi sosok pria penuh dendam yang bersiap untuk membunuh siapapun yang terlibat atas kematian anaknya. Continue reading Review: Cold Pursuit (2019)

Review: Downsizing (2017)

Setelah memenangkan Academy Awards untuk naskah cerita yang mereka tulis bagi film The Descendants (2011), Alexander Payne dan Jim Taylor kembali berkolaborasi dalam film terbaru arahan Payne, Downsizing. Kali ini, keduanya menawarkan sebuah kisah satir sosial yang dibungkus dengan pola pengisahan fiksi ilmiah yang jelas memiliki warna yang cukup berbeda dengan film-film arahan Payne sebelumnya. Harus diakui, ide cerita yang dimiliki oleh Payne dan Taylor – tentang penemuan prosedur penyusutan ukuran tubuh manusia dalam rangka menyelamatkan umat manusia dari kepunahan – jelas terdengar sebagai sebuah premis pengisahan yang segar sekaligus fantastis. Sayangnya, ide besar tersebut kemudian seringkali tidak mampu untuk mendapatkan pengembangan yang lebih kuat sehingga gagal tampil untuk menjadi presentasi cerita yang lebih mengikat. Continue reading Review: Downsizing (2017)

Review: Star Wars: The Last Jedi (2017)

Meskipun mendapatkan banyak tanggapan positif ketika masa perilisannya, Star Wars: The Force Awakens (J. J. Abrams, 2015) juga mendapatkan banyak kritikan ketika plot pengisahannya terasa terlalu banyak bergantung pada berbagai elemen nostalgia dari berbagai seri Star Wars terdahulu daripada berusaha untuk membawanya dalam sebuah alur pengisahan yang lebih segar. Well… seri terbaru Star Wars, Star Wars: The Last Jedi, yang kini berada di bawah arahan Rian Johnson (Looper, 2012) sepertinya tampil untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan naskah cerita yang juga digarapnya sendiri, Johnson membawa Star Wars ke arah sekaligus warna pengisahan yang mungkin tidak dapat diduga beberapa penggemar seri film ini sebelumnya. Namun, di saat yang bersamaan, usaha Johnson untuk menyajikan Star Wars dengan lapisan pengisahan yang lebih rumit dihadirkan dengan naratif dan ritme penceritaan yang cenderung lemah. Hasilnya, dengan durasi presentasi sepanjang 152 menit – merupakan film Star Wars dengan durasi terpanjang hingga saat ini, Star Wars: The Last Jedi tampil cukup melelahkan. Continue reading Review: Star Wars: The Last Jedi (2017)

The 87th Annual Academy Awards Nominations List

The nominations are in! Dan hasilnya… film arahan Alejandro González Iñárritu, ‘Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance)’ dan film arahan Wes Anderson, ‘The Grand Budapest Hotel’, sama-sama memimpin daftar nominasi The 87th Annual Academy Awards dengan meraih sembilan nominasi. Keduanya akan bersaing dalam memperebutkan gelar Best Picture bersama dengan American Sniper, Boyhood, The Imitation Game, Selma, The Theory of Everything dan Whiplash. Raihan sembilan nominasi yang diraih Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) dan The Grand Budapest Hotel diikuti oleh The Imitation Game yang meraih delapan nominasi serta American Sniper dan Boyhood yang masing-masing meraih enam nominasi.

Continue reading The 87th Annual Academy Awards Nominations List

Review: Everything Must Go (2011)

Anda boleh saja memandang sebelah mata dan mencoret film-film Will Ferrell ketika ia berperan dalam sebuah film komedi. Beberapa film komedi yang dibintangi Ferrell harus diakui terasa bagaikan sebuah sekuel bagi setiap film yang ia bintangi sebelumnya dengan Ferrell selalu memerankan sesosok karakter pria yang hampir sama. Namun, jangan pernah menyepelekan kemampuan drama Ferrell. Ketika Ferrell benar-benar ingin menampilkan kemampuan aktingnya, dan memilih sebuah film yang dengan tepat dapat menyalurkan hasratnya tersebut, Ferrell dengan sempurna mampu membuktikannya. Hal inilah yang terbukti ketika Ferrell untuk pertama kali membintangi sebuah film drama arahan Woody Allen berjudul Melinda and Melinda (2004) yang kemudian disusul dengan Stranger than Fiction pada tahun 2006 lalu.

Continue reading Review: Everything Must Go (2011)

Review: Little Fockers (2010)

Pertama kali dirilis pada tahun 2000, Meet the Parents berhasil menarik perhatian banyak peminat komedi karena jalan ceritanya yang banyak berisi guyonan-guyonan segar sekaligus penampilan komikal aktor Robert De Niro — yang ternyata mampu memainkan peran di luar peran-peran keras standarnya dengan sangat baik. Kesuksesan tersebut kemudian disusul dengan Meet the Fockers (2004), yang walaupun memiliki jalan cerita dengan kualitas yang sangat mengendur jika dibandingkan dengan seri pertamanya, namun berkat penampilan prima tambahan dari Dustin Hoffman dan Barbra Streisand, harus diakui masih dapat menghibur para penontonnya dengan cukup baik.

Continue reading Review: Little Fockers (2010)