Tag Archives: Rebecca Ferguson

Review: Men in Black: International (2019)

They’re back! Tujuh tahun semenjak perilisan Men in Black 3 arahan Barry Sonnenfeld, kisah mengenai petualangan para agen rahasia Men in Black yang berpakaian, tentu saja, dalam atribut serba berwarna hitam serta bertugas untuk mengamankan Bumi dari ancaman makhluk angkasa luar kini hadir kembali dalam format pengisahan yang (tidak terlalu) baru. Jika tiga seri Men in Black sebelumnya menghadirkan duo Agent K (Tommy Lee Jones) dan Agent J (Will Smith), Men in Black: International mengalihkan fokusnya pada pasangan agen rahasia baru dengan latar belakang lokasi pengisahan yang baru dan berbeda pula. Dengan naskah cerita yang digarap oleh Art Marcum dan Matt Holloway yang sebelumnya juga menuliskan naskah cerita untuk film-film seperti Iron Man (Jon Favreau, 2008) dan Transformers: The Last Knight (Michael Bay, 2017), Men in Black: International, sayangnya, terasa kesulitan untuk memberikan pengisahan yang menarik dan setidaknya mampu mengimbangi kualitas pengisahan tiga film pendahulunya. Hambar. Continue reading Review: Men in Black: International (2019)

Review: The Kid Who Would Be King (2019)

Well… tidak terlalu lama semenjak perilisan King Arthur (Antoine Fuqua, 2004) dan King Arthur: Legend of the Sword (Guy Ritchie, 2017), Hollywood kembali menghadirkan kisah mengenai King Arthur dan pedang legendarisnya, Excalibur, lewat film terbaru arahan Joe Cornish (Attack of the Block, 2011), The Kid Who Would Be King. Berbeda dengan film arahan Fuqua dan Ritchie, kisah hidup King Arthur hanya dijadikan inspirasi bagi linimasa penceritaan The Kid Who Would Be King yang kemudian berfokus pada petualangan sekelompok anak-anak yang melakukan perjalanan ke tanah kelahiran King Arthur guna menyelamatkan dunia dari sosok jahat yang berasal dari masa lalu dan berniat untuk kembali menguasai dunia. Formula ceritanya mungkin terasa bagai paduan antara legenda King Arthur dengan kisah petualangan yang telah dihadirkan Cornish sebelumnya lewat Attack of the Block. Namun, dengan pengarahan dan penggarapan naskah yang efektif, Cornish mampu memberikan sentuhan menyegarkan atas legenda King Arthur – yang mungkin merupakan salah satu kisah paling familiar bagi kebanyakan umat manusia yang ada di permukaan Bumi – dan menghadirkan sebuah sajian film keluarga yang cukup menyenangkan untuk diikuti. Continue reading Review: The Kid Who Would Be King (2019)

Review: Mission: Impossible – Fallout (2018)

Kembali diarahkan oleh sutradara Mission: Impossible – Rogue Nation (2015), Christopher McQuarrie – yang menjadikan McQuarrie sebagai sutradara pertama yang mengarahkan dua film bagi seri Mission: Impossible, Mission: Impossible – Fallout memiliki latar belakang waktu pengisahan dua tahun semenjak berakhirnya konflik yang dikisahkan pada seri sebelumnya. Kini, kelompok kriminal The Syndicate pimpinan Solomon Lane (Sean Harris) yang telah ditangkap oleh Ethan Hunt (Tom Cruise) dan rekan-rekan agen rahasia Impossible Missions Force-nya berevolusi menjadi sebuah kelompok teroris yang menyebut dirinya sebagai The Apostles. Kelompok teroris tersebut kemudian berhasil mencuri seperangkat senjata nuklir yang mereka rencanakan akan digunakan jika Ethan Hunt tidak mengembalikan Solomon Lane kepada mereka. Jelas bukan sebuah permintaan yang akan diikuti oleh Ethan Hunt dan pihak Impossible Missions Force begitu saja. Bersama dengan dua rekan kepercayaannya, Luther Stickell (Ving Rhames) dan Benjamin Dunn (Simon Pegg), serta seorang agen rahasia Central Intelligence Agency, August Walker (Henry Cavill), yang ditugaskan untuk mengawasi kinerja mereka, Ethan Hunt mulai menyusuri jejak keberadaan The Apostles untuk dapat menemukan kembali senjata nuklir yang telah mereka curi sekaligus melenyapkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi tersebut. Continue reading Review: Mission: Impossible – Fallout (2018)

Review: The Greatest Showman (2017)

Mendasarkan naskah ceritanya pada sekelumit kisah nyata kehidupan Phineas Taylor Barnum – seorang penghibur sekaligus pemilik wahana sirkus asal Amerika Serikat yang lebih dikenal dengan nama panggilan P.T. Barnum, The Greatest Showman menampilkan sang karakter utama (Hugh Jackman) ketika berusaha membangun sebuah bisnis hiburan dengan mengumpulkan sekumpulan manusia yang dinilai memiliki karakteristik maupun talenta yang unik (baca: aneh). Usaha tersebut awalnya mendapatkan cibiran dari banyak orang. Namun, dengan kerja keras dan dukungan penuh dari sang istri, Charity Barnum (Michelle Williams), P.T. Barnum mampu membuktikan bahwa usaha hiburannya – yang kemudian disebut sebagai Barnum’s Circus – secara perlahan mampu mendapatkan antusiasme yang tinggi dari penonton. Continue reading Review: The Greatest Showman (2017)

Review: Life (2017)

First of allAfter movies like Gravity (Alfonso Cuarón, 2013), Interstellar (Christopher Nolan, 2014) and The Martian (Ridley Scott, 2015), why would anyone on their right minds named their space-themed movie with a boring, bland title like Life? Come on. Really? Seriously? Untungnya, terlepas dari judul berkualitas pasaran yang akan membuat semua orang kebingungan dalam beberapa tahun mendatang – jika mereka masih mampu mengingat keberadaan film ini, Life adalah sebuah film bertema angkasa luar yang mampu tergarap dengan cukup baik. Baiklah, garis pengisahan garapan duo penulis naskah Rhett Reese dan Paul Wernick (Deadpool, 2016) mungkin tidaklah menawarkan sesuatu hal yang baru bagi mereka penikmat film-film fiksi ilmiah sejenis. Namun, tidak dapat disangkal, arahan sutradara Daniel Espinosa (Safe House, 2012) berhasil meningkatkan kualitas penyajian film dengan menjaga penuh ritme pengisahannya sehingga dapat menghadirkan deretan ketegangan yang akan membuat setiap penonton film ini menahan nafas sekaligus berpegangan erat pada kursi mereka. Continue reading Review: Life (2017)

Review: The Girl on the Train (2016)

Setelah meraih sukses besar dengan The Help (2011) serta sempat merilis Get on Up (2014) – sebuah biopik yang berkisah tentang kehidupan penyanyi legendaris James Brown yang berhasil mendapatkan banyak pujian dari kritikus film dunia namun kurang begitu mampu dalam menarik perhatian penonton, Tate Taylor kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk The Girl on the Train. Film yang diadaptasi dari novel popular berjudul sama karya Paula Hawkins ini berkisah mengenai seorang wanita alkoholik yang terlibat dalam kasus hilangnya seorang wanita yang sama sekali belum pernah ia temui – sebuah premis yang mungkin akan mengingatkan penontonnya pada Gone Girl (2014) arahan David Fincher. Continue reading Review: The Girl on the Train (2016)