Tag Archives: Alec Baldwin

Review: Mission: Impossible – Fallout (2018)

Kembali diarahkan oleh sutradara Mission: Impossible – Rogue Nation (2015), Christopher McQuarrie – yang menjadikan McQuarrie sebagai sutradara pertama yang mengarahkan dua film bagi seri Mission: Impossible, Mission: Impossible – Fallout memiliki latar belakang waktu pengisahan dua tahun semenjak berakhirnya konflik yang dikisahkan pada seri sebelumnya. Kini, kelompok kriminal The Syndicate pimpinan Solomon Lane (Sean Harris) yang telah ditangkap oleh Ethan Hunt (Tom Cruise) dan rekan-rekan agen rahasia Impossible Missions Force-nya berevolusi menjadi sebuah kelompok teroris yang menyebut dirinya sebagai The Apostles. Kelompok teroris tersebut kemudian berhasil mencuri seperangkat senjata nuklir yang mereka rencanakan akan digunakan jika Ethan Hunt tidak mengembalikan Solomon Lane kepada mereka. Jelas bukan sebuah permintaan yang akan diikuti oleh Ethan Hunt dan pihak Impossible Missions Force begitu saja. Bersama dengan dua rekan kepercayaannya, Luther Stickell (Ving Rhames) dan Benjamin Dunn (Simon Pegg), serta seorang agen rahasia Central Intelligence Agency, August Walker (Henry Cavill), yang ditugaskan untuk mengawasi kinerja mereka, Ethan Hunt mulai menyusuri jejak keberadaan The Apostles untuk dapat menemukan kembali senjata nuklir yang telah mereka curi sekaligus melenyapkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi tersebut. Continue reading Review: Mission: Impossible – Fallout (2018)

Advertisements

Review: The Boss Baby (2017)

Pada awal kemunculannya, DreamWorks Animation sering dipandang sebagai pesaing utama bagi kedigdayaan Pixar Animation Studios dalam menghasilkan film-film animasi. Kini, hampir dua puluh tahun semenjak merilis film animasi layar lebar perdana mereka, Antz (Eric Darnell, Tim Johnson, 1998), DreamWorks Animation terasa telah memilih untuk mengambil arah perjalanan yang berbeda dari pesaingnya tersebut. Ketika rumah produksi milik The Walt Disney Company tersebut masih berusaha untuk tampil dengan ide-ide cerita segar dan terobosan animasi yang menempatkan film-film mereka seperti WALL·E (Andrew Stanton, 2008), Toy Story 3 (Lee Unkrich, 2010) atau Inside Out (Pete Docter, 2015) yang berada di kelas kualitas berbeda dengan kebanyakan film-film animasi milik rumah produksi lainnya, maka DreamWorks Animation justru terlihat semakin nyaman untuk memproduksi film-film yang murni tampil hanya untuk menghibur para penontonnya seperti Turbo (David Soren, 2013), Penguins of Madagascar (Eric Darnell, Simon J. Smith, 2014) atau Trolls (Mike Mitchell, 2016). Bukan keputusan yang buruk, tentu saja, khususnya ketika mengingat peta persaingan yang semakin ketat dengan kemunculan banyak rumah produksi animasi lain dalam beberapa tahun belakangan. Continue reading Review: The Boss Baby (2017)

Review: Rise of the Guardians (2012)

Diangkat dari seri buku cerita berjudul The Guardians of Childhood karya William Joyce – yang film animasi pendek-nya, The Fantastic Flying Books of Mr. Morris Lessmore, memenangkan Academy Awards pada tahun lalu, Rise of the Guardians mencoba untuk menggabungkan beberapa tokoh mitos ikonik ke dalam satu rangkaian cerita. Dikisahkan, North (yang merupakan penggambaran dari Santa Claus, Alec Baldwin), E.Aster Bunnymund (yang merupakan penggambaran dari kelinci Paskah, Hugh Jackman), Tooth (yang merupakan penggambaran dari Peri Gigi, Isla Fisher) serta Sandy (penggambaran dari The Sandman yang bertugas untuk memberikan mimpi baik bagi para anak-anak) telah lama dipilih oleh Man in the Moon menjadi Guardians yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar perasaan bahagia selalu hadir dalam hati setiap anak-anak di dunia. Sebaliknya, kebahagiaan dari anak-anak dan kepercayaan mereka terhadap karakter-karakter mitos tersebut adalah sebuah kekuatan tersendiri yang akan tetap mampu menjaga keberadaan dari para Guardians.

Continue reading Review: Rise of the Guardians (2012)

Review: It’s Complicated (2009)

Pasca penampilannya yang sangat gemilang di The Devil Wears Prada (2006), aktris Meryl Streep seperti terlahir kembali menjadi seorang aktris baru. Jika dulunya Streep dikenal sebagai seorang aktris dengan kemampuan akting tingkat atas yang selalu memilih-milih peran yang bernuansa Oscar, selepas The Devil Wears Prada, Streep seperti lebih lepas dalam memilih peran-peran yang lebih ringan, sehingga nama Streep terbukti mampu tetap eksis di kalangan penonton film layar lebar generasi baru.

Continue reading Review: It’s Complicated (2009)