Review: I Carry You with Me (2020)

Meskipun I Carry You with Me menjadi film narasi panjang pertama yang diarahkan olehnya, film drama yang berjudul Te Llevo Conmigo dalam Bahasa Spanyol tersebut bukanlah debut Heidi Ewing sebagai seorang sutradara. Karir Ewing sebagai sutradara lebih dahulu dikenal sebagai seorang pengarah film-film dokumenter. Bahkan, salah satu film dokumenter arahan Ewing, Jesus Camp (2006), berhasil mendapatkan nominasi di kategori Best Documentary Feature di ajang The 79th Annual Academy Awards. Berkisah tentang seorang imigran ilegal asal Meksiko yang mencoba untuk mengubah nasib dan kehidupannya dengan pindah ke Amerika Serikat, benih kisah film ini juga awalnya sempat akan dibentuk sebagai sebuah film dokumenter sebelum akhirnya ditata kembali oleh Ewing bersama dengan penulis naskah Alan Page Arriaga menjadi presentasi film narasi panjang.

Fokus pengisahan I Carry You with Me berada pada sosok Iván (Armando Espitia), seorang pemuda lulusan sekolah memasak namun hanya mampu mengaplikasikan pengalaman akademisnya tersebut dengan menjadi juru cuci di sebuah restoran kecil di kota Puebla, Meksiko. Karir yang jelas jauh dari membahagiakan khususnya ketika Iván tidak hanya harus membiayai kehidupan kesehariannya namun juga harus menghidupi seorang anak yang kini tinggal dengan mantan istrinya, Paola (Michelle González). Suatu malam, Iván berkenalan dengan seorang pria bernama Gerardo (Christian Vázquez) yang dengan segera membuatnya jatuh hati. Lingkungan tempat kedunya tinggal jelas bukanlah lingkungan yang ramah bagi seorang pria yang mencintai pria lain. Menyadari bahwa hidup dan karirnya tidak akan berkembang, Iván lantas memutuskan untuk menyeberang secara ilegal ke Amerika Serikat. Sebuah negara yang menjanjikan begitu banyak mimpi akan kehidupan yang lebih menyenangkan bagi siapapun yang mendatanginya.

Meskipun berwujud film narasi panjang, Ewing tidak begitu saja melepaskan garis pengisahan dokumenter dari I Carry You with Me. Dengan jalan cerita yang diangkat dari kisah nyata seorang pemilik restoran sukses di New York, Amerika Serikat yang memulai kehidupannya di negara adidaya tersebut sebagai seorang imigran ilegal, paruh akhir penceritaan I Carry You with Me disajikan Ewing sebagai sebuah dokumenter dengan menghadirkan rekaman kehidupan sosok asli dari karakter Iván dan Gerardo pada kehidupan mereka saat ini. Sayangnya, daripada memperkuat kesan autentik yang ingin dibawakan cerita film, alur dokumenter tersebut justru terasa hadir secara tiba-tiba dan merusak bangunan emosional yang telah dihadirkan pada paruh cerita sebelumnya melalui penampilan para pemeran film. Pilihan Ewing untuk memadukan elemen dokumenter dengan pengisahan bernarasi memang menjadi sentuhan yang menarik. Namun, membiarkan I Carry You with Me tampil sebagai sebuah film narasi panjang yang utuh mungkin akan membuat presentasi film ini memiliki dampak emosional yang lebih mendalam.

Sebagai sebuah film narasi panjang sendiri, I Carry You with Me juga terkadang masih terasa kebingungan untuk menerapkan nada pengisahan yang tepat guna memfasilitasi banyaknya tema cerita yang ingin disampaikan. I Carry You with Me memang bukan hanya berkisah tentang perjuangan seorang imigran yang ingin memperbaiki kehidupannya. Dalam 111 menit penyampaiannya, film ini juga ingin berbicara tentang gagasan akan maskulinitas yang seringkali dangkal, tumbuh dewasa sebagai seorang homoseksual di lingkungan yang dengan jelas menolak orientasi seksual tersebut, hubungan ayah dan anak, serta, tentu saja, kisah romansa yang terjalin antara kedua karakter utamanya. Dalam sebuah dokumenter, potongan-potongan kisah dengan tema tersebut dapat saja dihadirkan secara kilasan. Namun, dalam sebuah narasi, penonton jelas membutuhkan galian yang lebih mendalam agar setiap poin cerita yang ingin disampaikan dapat tersaji secara lebih kuat. Galian Ewing membuat beberapa kisah tersebut menjadi terkesampingkan meskipun masih mampu dikisahkan dengan cara yang cukup menyentuh.

Jiwa dan kekuatan pengisahan I Carry You with Me jelas berada pada penampilan para pengisi departemen aktingnya. Espitia menghadirkan penampilan yang begitu menggugah sebagai sosok pria yang mencoba menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupannya. Banyak momen yang begitu terasa emosional berkat penampilan yang diberikan Espitia. Meskipun elemen kisah romansa yang dibangun untuk karakter Iván dan Gerardo seringkali terasa kurang matang, chemistry yang dimunculkan Espitia bersama Vázquez menjadi salah satu daya tarik dari film ini. Ewing juga mendapatkan kualitas terbaik dari departemen produksi filmnya, khususnya dari tata sinematografi garapan Juan Pablo Ramírez yang sangat kuat dalam menangkap keindahan sekaligus kesunyian lingkungan sekitar tempat cerita berada.

I Carry You with Me screened as part of AFI Fest 2020.

I Carry You with Me (2020)

Directed by Heidi Ewing Produced by Heidi Ewing, Mynette Louie, Gabriela Maire, Edher Campos Written by Heidi Ewing, Alan Page Arriaga Starring Armando Espitia, Christian Vázquez, Michelle Rodríguez, Ángeles Cruz, Raúl Briones, Arcelia Ramírez, Pascacio López, Michelle González, Luis Alberti, Yael Tadeo, Nery Arredondo, Alexia Morales, Érick Israel Consuelo, Vianny Guevara, Pedro Hernández, Kelsey Lea Jones, Harding Junior, Paco Luna, Jake Murphy, Omar Pelaez, Alberto Trujillo, Blake Williams, Jimmy Alvarez Music by Jay Wadley Cinematography Juan Pablo Ramírez Edited by Enat Sidi Production companies Black Bear Pictures/Loki Films/The Population/Zafiro Cinema Running time 111 minutes Country United States, Mexico Language Spanish

Leave a Reply