Tag Archives: Tate Taylor

Review: Ma (2019)

The Help (2011) jelas bukanlah kali pertama Octavia Spencer membintangi film yang diarahkan oleh Tate Taylor. Sebelumnya, bersama dengan Allison Janney yang juga membintangi The Help, Spencer turut berperan dalam film pendek yang menjadi debut pengarahan Taylor, Chicken Party (2003), serta Pretty Ugly People (2008) yang menjadi kali pertama Taylor mengarahkan sebuah film panjang. Namun, penampilannya dalam The Help jelas menghasilkan batu loncatan tersendiri bagi Spencer untuk menjadi salah satu aktris paling dikenal di Hollywood. Selain berhasil memenangkannya sebuah Oscar untuk Best Actress in a Supporting Role di ajang The 84th Annual Academy Awards, penampilan Spencer di film tersebut juga mampu membawanya untuk membintangi film-film kaliber Academy Awards lain seperti Hidden Figures (Theodore Melfi, 2016) dan The Shape of Water (Guillermo del Toro, 2017) serta berbagai film produksi Hollywood lainnya – yang kebanyakan menempatkan Spencer sebagai pemeran pendukung. Continue reading Review: Ma (2019)

Review: The Girl on the Train (2016)

Setelah meraih sukses besar dengan The Help (2011) serta sempat merilis Get on Up (2014) – sebuah biopik yang berkisah tentang kehidupan penyanyi legendaris James Brown yang berhasil mendapatkan banyak pujian dari kritikus film dunia namun kurang begitu mampu dalam menarik perhatian penonton, Tate Taylor kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk The Girl on the Train. Film yang diadaptasi dari novel popular berjudul sama karya Paula Hawkins ini berkisah mengenai seorang wanita alkoholik yang terlibat dalam kasus hilangnya seorang wanita yang sama sekali belum pernah ia temui – sebuah premis yang mungkin akan mengingatkan penontonnya pada Gone Girl (2014) arahan David Fincher. Continue reading Review: The Girl on the Train (2016)

Review: The Help (2011)

Berdasarkan sebuah novel karya Kathryn Stockett yang berjudul sama dan berlatar belakang waktu pada tahun 1960-an, The Help mengisahkan mengenai Eugenia “Skeeter” Phelan (Emma Stone), seorang gadis berkulit putih yang baru saja menyelesaikan masa kuliahnya dan kemudian kembali ke kampung halamannya di Jackson, Mississippi, Amerika Serikat untuk mengejar karir sebagai seorang penulis profesional. Langkah tersebut ia mulai dengan menerima pekerjaan sebagai seorang penulis kolom mengenai kebersihan rumah tangga di sebuah harian lokal. Tuntutan pekerjaannya tersebut yang kemudian mengenalkannya pada Aibileen Clark (Viola Davis), seorang wanita paruh baya berkulit hitam yang bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga di kediaman salah seorang teman lama Skeeter, Elizabeth Leefolt (Ahna O’Reilly). Dari perkenalannya dengan Aibileen-lah, mata Skeeter mulai terbuka mengenai bagaimana perlakuan sebagian kaum kulit putih terhadap para warga kulita hitam yang dianggap sebagai warga kelas dua.

Continue reading Review: The Help (2011)

Review: Winter’s Bone (2010)

Setelah Lisa Cholodenko dan Nicole Holofcener, satu nama sutradara film independen wanita lain yang juga mencuat sepanjang tahun 2010 ini adalah Debra Granik. Memang, jika dibandingkan dengan Cholodenko dan Holofcener, Granik masih memiliki daftar filmografi yang lebih pendek. Walau begitu,  nama Granik sendiri telah lama dikenal sebagai seorang sutradara film independen handal yang karya-karyanya banyak diakui di berbagai ajang festival film independen seperti di Sundance Film Festival. Winter’s Bone sendiri, yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya novelis Daniel Woodrell, merupakan karya kedua Granik setelah debut film panjangnya, Down to the Bone, yang dirilis pada tahun 2004.

Continue reading Review: Winter’s Bone (2010)