Tag Archives: Brett Cullen

Review: Reminiscence (2021)

Meraih rekognisi lebih luas berkat kesuksesan serial televisi Westworld (2016) yang mereka ciptakan, Lisa Joy dan Jonathan Nolan kembali berkolaborasi untuk memproduseri film fiksi ilmiah, Reminiscence, yang juga menandai debut pengarahan film cerita panjang bagi Joy. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Joy, Reminiscence memiliki latar belakang waktu pengisahan di masa depan dimana dua orang veteran, Nick Bannister (Hugh Jackman) dan Emily Sanders (Thandiwe Newton), membuka sebuah usaha yang memanfaatkan teknologi terkini untuk dapat menghidupkan kembali ingatan tertentu bagi mereka yang menginginkannya. Teknologi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh seorang penyanyi klub malam, Mae (Rebecca Ferguson), untuk dapat mengingat kembali dimana keberadaan kunci-kuncinya. Tidak hanya mendapatkan kembali kunci-kuncinya, Mae juga berhasil menarik perhatian Nick Bannister. Romansa dengan segera tumbuh diantara keduanya. Namun, setelah beberapa saat menjalin hubungan, Mae meninggalkan Nick Bannister dan menghilang tanpa jejak begitu saja. Continue reading Review: Reminiscence (2021)

Review: Joker (2019)

Setelah merilis serangkaian film yang diadaptasi dari buku-buku komik yang berkisah tentang kehidupan para pahlawan super, Hollywood secara perlahan mulai mengalihkan perhatian mereka pada sosok-sosok penjahat yang harus dihadapi oleh para pahlawan super tersebut. Warner Bros. Pictures bersama dengan DC Films mengawali langkah tersebut dengan memproduksi Suicide Squad (David Ayer, 2016). Tidak lama berselang, Sony Pictures juga melakukan hal yang sama dan menggandeng Marvel Studios untuk merilis Venom (Ruben Fleischer, 2018). Tidak mengherankan jika kini Joker – yang merupakan sosok karakter penjahat legendaris sekaligus salah satu musuh bebuyutan bagi sosok Batman dalam seri komik terbitan DC Comics – mendapatkan perlakuan cerita yang sama. Namun, Joker yang diarahkan oleh Todd Phillips (The Hangover Part III, 2013) disajikan dalam warna dan ritme pengisahan yang jelas jauh berbeda jika dibandingkan dengan Suicide Squad maupun Venom. Suram, lamban, serta penuh dengan muatan politis yang jelas akan meninggalkan kejutan yang mendalam bagi setiap penontonnya. Continue reading Review: Joker (2019)

Review: The Dark Knight Rises (2012)

Ketika dirilis pada tahun 2005, Batman Begins yang diarahkan oleh Christopher Nolan berhasil membersihkan imej karakter pahlawan tersebut dari kegagalan besar yang disebabkan oleh Joel Schumacher dengan Batman & Robin (1997) yang sempat dianggap telah mematikan potensi perkembangan franchise tersebut secara keseluruhan. Tidak hanya itu, atmosfer kelam dan cenderung depresif yang ditampilkan dalam penceritaan Batman Begins yang diarahkan Nolan kemudian memberikan pengaruh besar bagi banyak adaptasi kisah-kisah superhero yang muncul setelahnya, bahkan hingga saat ini. Kini, tujuh tahun setelah perilisan Batman Begins dan empat tahun selepas perilisan sekuelnya, The Dark Knight (2008), yang fenomenal itu, Nolan melengkapi trilogi The Dark Knight-nya dengan merilis The Dark Knight Rises: sebuah bagian yang nantinya mungkin akan dikenal sebagai bagian terkelam, termegah sekaligus terambisius dari trilogi The Dark Knight arahan Nolan. Tapi apakah The Dark Knight Rises akan menjadi bagian terbaik?

Continue reading Review: The Dark Knight Rises (2012)