Tag Archives: Lisa Kudrow

Review: The Boss Baby (2017)

Pada awal kemunculannya, DreamWorks Animation sering dipandang sebagai pesaing utama bagi kedigdayaan Pixar Animation Studios dalam menghasilkan film-film animasi. Kini, hampir dua puluh tahun semenjak merilis film animasi layar lebar perdana mereka, Antz (Eric Darnell, Tim Johnson, 1998), DreamWorks Animation terasa telah memilih untuk mengambil arah perjalanan yang berbeda dari pesaingnya tersebut. Ketika rumah produksi milik The Walt Disney Company tersebut masih berusaha untuk tampil dengan ide-ide cerita segar dan terobosan animasi yang menempatkan film-film mereka seperti WALL·E (Andrew Stanton, 2008), Toy Story 3 (Lee Unkrich, 2010) atau Inside Out (Pete Docter, 2015) yang berada di kelas kualitas berbeda dengan kebanyakan film-film animasi milik rumah produksi lainnya, maka DreamWorks Animation justru terlihat semakin nyaman untuk memproduksi film-film yang murni tampil hanya untuk menghibur para penontonnya seperti Turbo (David Soren, 2013), Penguins of Madagascar (Eric Darnell, Simon J. Smith, 2014) atau Trolls (Mike Mitchell, 2016). Bukan keputusan yang buruk, tentu saja, khususnya ketika mengingat peta persaingan yang semakin ketat dengan kemunculan banyak rumah produksi animasi lain dalam beberapa tahun belakangan. Continue reading Review: The Boss Baby (2017)

Advertisements

Review: The Girl on the Train (2016)

Setelah meraih sukses besar dengan The Help (2011) serta sempat merilis Get on Up (2014) – sebuah biopik yang berkisah tentang kehidupan penyanyi legendaris James Brown yang berhasil mendapatkan banyak pujian dari kritikus film dunia namun kurang begitu mampu dalam menarik perhatian penonton, Tate Taylor kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk The Girl on the Train. Film yang diadaptasi dari novel popular berjudul sama karya Paula Hawkins ini berkisah mengenai seorang wanita alkoholik yang terlibat dalam kasus hilangnya seorang wanita yang sama sekali belum pernah ia temui – sebuah premis yang mungkin akan mengingatkan penontonnya pada Gone Girl (2014) arahan David Fincher. Continue reading Review: The Girl on the Train (2016)

Review: The Other Woman (2009)

Untuk Anda yang sama sekali membenci Natalie Portman, tahun 2011 pastilah menjadi tahun yang cukup berat bagi Anda. Setelah di awal tahun nama Portman banyak menjadi perbincangan atas penampilannya yang menakjubkan di film Black Swan (2010) – yang memberikannya penghargaan Best Actress in a Motion Picture – Drama di ajang The 68th Annual Golden Globe Awards dan  Best Actress in a Leading Role di ajang The 83rd Annual Academy Awards – Portman masih akan terus merebut perhatian publik ketika film-film yang ia bintangi – mulai dari No Strings Attached, The Other Woman, Hesher, Your Highness dan Thor – akan segera dirilis dalam jangka beberapa waktu mendatang. Jangan pula lupakan perhatian media yang begitu besar diberikan padanya ketika Portman mengumumkan kehamilan dan pertunangannya dengan sang kekasih. Secara sederhana, adalah tidak mungkin untuk menghindar dari nama Natalie Portman di tahun ini.

Continue reading Review: The Other Woman (2009)

Review: Easy A (2010)

This is it, Emma Stone! This is the exact moment that you’ve been waiting for! The real road to stardom! Ya… Emma Stone jelas bukan seorang aktris baru yang ditemukan sutradara Will Gluck untuk membintangi film yang menjadi karya keduanya, Easy A. Sebelumnya, Stone telah menunjukkan bakat yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang aktris dengan bakat komedi yang sangat menyegarkan di Superbad (2007), The House Bunny (2008) dan Zombieland (2009), namun dengan porsi peran yang tidak begitu besar. Namun lewat Easy A, sebuah film drama komedi remaja yang memiliki kualitas cerita yang jauh berada di atas film-film sepantarannya, Emma Stone benar-benar diberikan kesempatan untuk bersinar terang. Dan ia melakukannya dengan baik. Dengan sangat baik!

Continue reading Review: Easy A (2010)

Review: Bandslam (2009)

Hanya karena Bandslam dibintangi oleh Vanessa Hudgens dan Aly Michalka — yang keduanya adalah bintang-bintang muda lulusan Disney Channel — bukan berarti film ini memiliki kualitas yang dapat disamakan dengan film-film remaja rilisan Disney seperti High School Musical. Memang, tema-tema umum yang biasa ditemukan di film-film remaja seperti sekolah, persahabatan, musik, band dan, tentu saja, cinta, memang masih menjadi dominasi utama film ini. Namun dengan pengolahan yang tepat, formula standar itu menjadi dapat begitu dinikmati di film ini.

Continue reading Review: Bandslam (2009)