Review: Reminiscence (2021)


Meraih rekognisi lebih luas berkat kesuksesan serial televisi Westworld (2016) yang mereka ciptakan, Lisa Joy dan Jonathan Nolan kembali berkolaborasi untuk memproduseri film fiksi ilmiah, Reminiscence, yang juga menandai debut pengarahan film cerita panjang bagi Joy. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Joy, Reminiscence memiliki latar belakang waktu pengisahan di masa depan dimana dua orang veteran, Nick Bannister (Hugh Jackman) dan Emily Sanders (Thandiwe Newton), membuka sebuah usaha yang memanfaatkan teknologi terkini untuk dapat menghidupkan kembali ingatan tertentu bagi mereka yang menginginkannya. Teknologi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh seorang penyanyi klub malam, Mae (Rebecca Ferguson), untuk dapat mengingat kembali dimana keberadaan kunci-kuncinya. Tidak hanya mendapatkan kembali kunci-kuncinya, Mae juga berhasil menarik perhatian Nick Bannister. Romansa dengan segera tumbuh diantara keduanya. Namun, setelah beberapa saat menjalin hubungan, Mae meninggalkan Nick Bannister dan menghilang tanpa jejak begitu saja.

Selain menghadirkan penampilan dari Newton dan Angela Sarafyan yang juga turut berperan dalam serial Westworld, para penikmat serial pemenang sembilan penghargaan Primetime Emmy Awards tersebut jelas juga dapat merasakan persamaan tema futuristik yang dihadirkan dalam alur pengisahan Reminiscence. Linimasa pengisahan film ini menggunakan latar belakang lokasi pengisahan di wilayah Amerika Serikat di masa depan dimana perubahan iklim telah menyebabkan sebagian besar daratan tenggelam serta peningkatan suhu ekstrem di siang hari yang membuat manusia memilih untuk beraktivitas di malam hari dan beristirahat di siang harinya. Konsep cerita tersebut kemudian terus dikembangkan oleh Joy dengan penuturan bagaimana kondisi lingkungan yang kacau menyebabkan kesenjangan sosial semakin melebar yang lantas dimanfaatkan sekelompok orang untuk meluaskan serta melanggengkan kekuasaannya. Ambisius.

Namun, sebagai presentasi cerita yang memaparkan misteri tentang ingatan manusia, Reminiscence lebih sering terasa mampu untuk membangkitkan ingatan akan kesan dari film-film bernuansa futuristik dengan jalinan cerita lebih baik lainnya daripada mampu untuk menggariskan ingatan akan kesan yang lebih mendalam dari jalinan cerita filmnya sendiri. Dengan tema maupun konflik yang berkesan sebagai paduan akan tema maupun konflik yang sebelumnya dihadirkan pada film-film semacam Blade Runner (Ridley Scott, 1982), Total Recall (Paul Verhoeven, 1990), Vanilla Sky (Cameron Crowe, 2001), Minority Report (Steven Spielberg, 2002), hingga Inception (Christopher Nolan, 2010), Reminiscence seringkali hanya menampilkan lapisan atas dari konflik pengisahannya tanpa pernah benar-benar mampu untuk menyelaminya secara lebih mendalam. Tidak mengherankan jika banyak plot cerita terasa hambar dan mengambang begitu saja.

Joy sendiri sebenarnya dapat dengan lugas menceritakan kisah pencarian yang dilakukan karakter Nick Bannister terhadap karakter Mae. Meskipun awalnya elemen penceritaan tersebut lebih menitikberatkan pada sentuhan kisah romansa, Joy secara perlahan mulai membuka tiap lapisan kisah filmnya yang turut membuka ruang bagi kehadiran sejumlah karakter maupun konflik baru dengan warna pengisahan misteri yang dibumbui dengan sejumlah adegan aksi. Cukup memberikan dorongan pada kualitas pengisahan film secara keseluruhan, namun tidak pernah benar-benar mampu untuk tampil utuh maupun memuaskan karena, lagi-lagi, garapan cerita Joy lebih menekankan pada kehadiran ide-ide cerita ambisiusnya daripada pengembangan yang dapat membuat ide-ide tersebut terjabarkan dengan baik. Reminiscence lantas berakhir sebagai sebuah presentasi yang terlihat megah, namun diisi dengan banyak ruang kosong yang membuatnya mudah untuk terlupakan begitu saja.

Beruntung, Joy mampu mengisi filmnya dengan kualitas produksi yang berkelas serta barisan pengisi departemen akting yang memiliki kapabilitas penampilan yang memuaskan. Dibantu dengan tata visual yang mumpuni, gambar-gambar garapan sinematografer Paul Cameron berhasil menterjemahkan gambaran akan dunia yang penuh akan kekacauan di masa yang akan datang dengan meyakinkan. Jackman, Newton, dan Ferguson jelas memegang peranan krusial bagi keberadaan sentuhan emosional pada karakter-karakter yang mereka hidupkan. Cukup disayangkan, selain karakter Nick Bannister yang diperankan oleh Jackman, naskah cerita garapan Joy tidak memberikan ruang kisah yang lebih baik lagi bagi karakter-karakter pendukung lainnya. Penampilan dari Marina de Tavira serta Daniel Wu juga turut memberikan dukungan solid pada kualitas penampilan departemen akting film ini.

Reminiscence (2021)

Directed by Lisa Joy Produced by Lisa Joy, Jonathan Nolan, Michael De Luca, Aaron Ryder Written by Lisa Joy  Starring Hugh Jackman, Rebecca Ferguson, Thandiwe Newton, Cliff Curtis, Marina de Tavira, Daniel Wu, Mojean Aria, Brett Cullen, Natalie Martinez, Angela Sarafyan, Javier Molina, Sam Medina, Norio Nishimura, Roxton Garcia, Nico Parker Cinematography Paul Cameron Edited by Mark Yoshikawa Music by Ramin Djawadi Production companies FilmNation Entertainment/Kilter Films/Michael De Luca Productions Running time 116 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s