Tag Archives: Scott Haze

Review: Minari (2020)

Bagi masyarakat Korea, tanaman minari – merupakan tanaman sejenis seledri air yang di Indonesia sering dimakan sebagai lalapan dengan sebutan tespong atau seladren – adalah salah satu jenis sayuran popular yang digunakan sebagai campuran di berbagai panganan khas Korea ataupun dikonsumsi sebagai obat herbal yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang berguna untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Tidak hanya memiliki banyak kegunaan, tanaman minari juga dikenal sebagai tanaman yang mudah untuk ditanam dan dibudidayakan serta dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun. Berbagai ciri serta manfaat dari tanaman minari, dipadukan dengan berbagai kenangan akan masa kecilnya, yang kemudian menjadi inpirasi bagi penulis sekaligus sutradara Lee Isaac Chung untuk film arahannya, Minari, yang berkisah tentang satu keluarga imigran asal Korea Selatan yang memulai kehidupan baru dan berusaha untuk mewujudkan berbagai impian mereka di tanah Amerika Serikat. Continue reading Review: Minari (2020)

Review: Venom (2018)

Masih ingat dengan Venom – sosok antagonis yang muncul akibat perpaduan dari karakter seorang jurnalis bernama Eddie Brock (Topher Grace) dengan sesosok makhluk angkasa luar yang disebut dengan “symbiote” – yang dahulu sempat muncul sebagai salah satu musuh bagi Peter Parker/Spider-Man dalam Spider-Man 3 (Sam Raimi, 2007)? Well… setelah melalui proses pengembangan selama bertahun-tahun, Sony Pictures yang bekerjasama dengan Marvel Entertainment akhirnya berhasil memproduksi film tunggal bagi karakter tersebut yang sekaligus akan menjadi salah satu film pemula bagi Sony’s Universe of Marvel Characters – semesta pengisahan yang dibentuk dan diproduksi oleh Sony Pictures berdasarkan kisah dan karakter buatan Marvel Comics. Diarahkan oleh Ruben Fleischer (Gangster Squad, 2013), film yang diberi judul Venom ini tampil sebagai sebuah origin story yang bercerita mengenai asal muasal dari sang karakter utama. Cukup menjanjikan, khususnya ketika Fleischer berhasil memberikan kualitas garapan yang cukup seimbang dengan film-film hasil adaptasi dari Marvel Comics lainnya. Continue reading Review: Venom (2018)

Review: Thank You for Your Service (2017)

Diadaptasi dari sebuah buku berjudul sama karya David Finkel, Thank You for Your Service yang juga merupakan debut pengarahan bagi penulis naskah Jason Hall (American Sniper, 2014) berkisah mengenai bagaimana buruknya perlakuan pemerintah (dan masyarakat?) Amerika Serikat terhadap veteran perang mereka. Jalan ceritanya sendiri difokuskan pada tiga karakter tentara, Staff Sergeant Adam Schumann (Miles Teller), Specialist Tausolo Aieti (Beulah Koale), dan Billy Waller (Joe Cole), yang baru saja kembali pulang ke Amerika Serikat setelah menghabiskan masa hampir setahun ditempatkan pada wilayah konflik di negara Irak. Tidak hanya ketiganya harus berusaha keras untuk menyesuaikan diri kembali pada sebuah lingkungan kehidupan “normal,” ketiga tentara tersebut juga masih dihantui perasaan bersalah atas kematian rekan mereka, Sergeant First Class James Doster (Brad Beyer), di medan perang. Walau awalnya tampak tegar dan berusaha untuk mendukung satu sama lain namun rasa depresi mulai melanda ketiganya yang secara perlahan kemudian mulai menghancurkan hubungan mereka dengan orang-orang yang (seharusnya) mereka cintai. Continue reading Review: Thank You for Your Service (2017)

Review: Only the Brave (2017)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Ken Nolan (Transformers: The Last Knight, 2017) dan Eric Warren Singer (American Hustle, 2013) berdasarkan artikel berjudul No Exit yang ditulis jurnalis Sean Flynn untuk majalah GQ, Only the Brave bercerita mengenai kisah nyata kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Yarnell Hill, Arizona, Amerika Serikat, pada pertengahan tahun 2013 yang kemudian berubah menjadi salah satu tragedi alam terbesar di negara tersebut setelah menelan korban sebanyak 19 jiwa – yang seluruhnya merupakan anggota pasukan pemadam kebakaran. Film ini sendiri memberikan fokus pengisahannya pada karakter-karakter anggota pemadam kebakaran yang menjadi korban ketika menjalankan tugasnya dalam tragedi tersebut. Jelas tidak mengherankan jika kemudian Only the Brave berjalan dengan presentasi cerita bertema pengorbanan dan kepahlawanan yang telah cukup familiar. Meskipun begitu, dengan penulisan dan pengarahan cerita yang apik, Only the Brave memiliki cukup banyak amunisi untuk membuatnya tetap menjadi sebuah presentasi yang menyentuh. Continue reading Review: Only the Brave (2017)