Tag Archives: Julia Jones

Review: Wind River (2017)

Memulai karirnya sebagai seorang aktor dengan membintangi serial televisi seperti Veronica Mars dan Sons of Anarchy, nama Taylor Sheridan mulai mendapatkan rekognisi yang lebih besar setelah keterlibatannya sebagai penulis naskah bagi film Sicario (Denis Villeneuve, 2015). Karirnya sebagai seorang penulis naskah bahkan semakin diperhitungkan setelah naskah ceritanya untuk film Hell or High Water (David Mackenzie, 2016) berhasil mendapatkan nominasi Best Original Screenplay di ajang The 89th Annual Academy Awards. Kini, setelah sebelumnya sempat mengarahkan sebuah film horor berjudul Vile yang dirilis pada tahun 2011, Sheridan kembali ke kursi penyutradaraan untuk mengarahkan film yang naskah ceritanya ia tulis sendiri, Wind River. Terinspirasi dari minimnya catatan kepolisian mengenai kasus menghilangnya para perempuan yang berasal dari Penduduk Asli Amerika, Sheridan menggarap Wind River sebagai sebuah pengisahan yang mungkin terasa familiar dan begitu sederhana namun mampu memberikan sentuhan emosional yang luar biasa mendalam. Continue reading Review: Wind River (2017)

Advertisements

Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (2012)

So… this is the end. Hold your breath and count to ten. No… seriously. Franchise James Bond masih akan ada untuk puluhan tahun mendatang. Namun, kecuali jika Hollywood kemudian berusaha untuk mengambil keuntungan komersial tambahan dengan melakukan reboot atau mengadaptasi novel karya Stephanie Meyer menjadi sebuah serial televisi, maka The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 akan menjadi kali terakhir dunia dapat menyaksikan kisah percintaan antara Bella Swan dan Edward Cullen di layar lebar – yang tentu akan menjadi momen yang sangat menyedihkan bagi beberapa orang dan… momen yang patut untuk dirayakan bagi sebagian orang lainnya. Pun begitu, sebenci apapun Anda terhadap keberadaan franchise ini, rasanya adalah tidak mungkin untuk menyangkal bahwa keberadaan sutradara Bill Condon semenjak The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 mampu memberikan perubahan yang menyegarkan pada franchise ini. Dan untuk menyelesaikan tugasnya, Condon ternyata mampu memberikan kejutan yang sangat, sangat manis pada The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2. Sebuah kejutan yang sebenarnya telah lama ditunggu kehadirannya dan, untungnya, mampu dieksekusi dengan sempurna.

Continue reading Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (2012)

Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 (2011)

Jika terdapat satu kesamaan yang pasti antara Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 dengan The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1, selain dari jalan cerita kedua film tersebut yang menawarkan sebuah alur kisah fantasi, maka hal tersebut dapat ditemukan dari kerakusan para produsernya untuk meraup keuntungan komersial sebanyak mungkin dari para penggemar berat franchise tersebut. Jujur saja, seri terakhir dari novel Harry Potter dan The Twilight Saga dapat saja ditampilkan dalam sebuah film cerita secara penuh – walau harus menghabiskan durasi waktu yang melebihi durasi penayangan standar film-film lainnya. Namun dengan alasan untuk ‘menampilkan seluruh esensi cerita yang terdapat dalam bagian terakhir dari seri novel tersebut,’ para produser film akhirnya membuatkan dua bagian film dari satu novel tersebut. Please!

Continue reading Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 (2011)

Review: The Twilight Saga: Eclipse (2010)

Well… Anda harus mengakui bahwa di tangan seorang David Slade (Hard Candy, 30 Days of Night) rilisan ketiga dari seri The Twilight Saga ini memang berhasil melampaui kualitas dua seri pendahulunya. The Twilight Saga: Eclipse memang masih saja berputar di sekitar kisah cinta segitiga antara Bella Swan, Edward Cullen dan Jacob Black. Namun dengan sentuhan Slade, seri ini  mampu terasa lebih hidup dengan menambahkan beberapa adegan keras, bertema seksual serta kisah yang berasal dari sudut pandang beberapa karakter lain.

Continue reading Review: The Twilight Saga: Eclipse (2010)