Tag Archives: Mystery

Review: House at the End of the Street (2012)

NOTE: This review was originally published on December 19, 2012

Jennifer Lawrence dapat saja berkilah bahwa keterlibatannya dalam House at the End of the Street adalah murni hanyalah sebuah usaha untuk memperluas jangkauan aktingnya dengan membintangi banyak film dari genre yang bervariasi. Sayangnya, siapapun yang telah menyaksikan House at the End of the Street yang diarahkan oleh Mark Tonderai ini jelas tidak akan dapat menyangkal bahwa Lawrence telah melakukan kesalahan besar dengan memilih untuk terlibat dalam proses produksi film ini. Walau dirinya masih mampu menampilkan kemampuan aktingnya yang sangat tidak mengecewakan, namun dengan eksekusi naskah cerita yang begitu datar, House at the End of the Street tetap saja akan gagal untuk mampu tampil sebagai sebuah thriller yang menarik.

Continue reading Review: House at the End of the Street (2012)

Review: Non-Stop (2014)

Non-Stop (Universal Pictures/StudioCanal/Silver Pictures/Anton Capital Entertainment/LOVEFiLM International, 2014)
Non-Stop (Universal Pictures/StudioCanal/Silver Pictures/Anton Capital Entertainment/LOVEFiLM International, 2014)

Sama seperti halnya dengan nama Meryl Streep yang justru mulai menjadi jaminan kesuksesan komersial sebuah film ketika ia menginjak usia 57 tahun setelah membintangi The Devil Wears Prada (2006), transformasi karir Liam Neeson menjadi seorang bintang film aksi dimulai setelah ia membintangi Taken (2008) tepat ketika ia berusia 52 tahun. Setelah itu, Neeson tercatat menjadi bintang utama bagi film-film aksi seperti The A-Team (2010), Unknown (2011), The Grey (2012) serta sekuel bagi Taken, Taken 2 (2012), yang meskipun tidak seluruhnya meraih pujian dari kritikus film dunia namun terus berhasil menarik minat penonton sekaligus semakin memperkuat citra Neeson sebagai seorang aktor laga yang dapat dihandalkan. Kharisma Neeson yang kuat, dingin dan begitu mengintimidasi bahkan mampu melebihi daya tarik yang dihasilkan nama-nama aktor spesialis laga seperti Arnold Schwarzenegger dan Sylvester Stallone dalam film-film teranyar mereka.

Continue reading Review: Non-Stop (2014)

Review: Winter’s Tale (2014)

Winter's Tale (Village Roadshow Pictures/Weed Road Pictures, 2014)
Winter’s Tale (Village Roadshow Pictures/Weed Road Pictures, 2014)

Wellmaybe it’s true: tidak semua novel dapat diadaptasi menjadi sebuah penceritaan film layar lebar. Kadang, hal tersebut disebabkan karena beberapa novel memiliki deretan karakter dan plot penceritaan yang terlalu kompleks untuk dapat dijabarkan dengan seksama dalam dua atau bahkan tiga jam penceritaan. Sementara itu, beberapa novel lainnya memiliki struktur penceritaan yang terlalu luas untuk dapat dibawa keluar dari daya imajinasi para pembacanya. Kedua bentuk tantangan inilah yang harus dihadapi oleh Akiva Goldsman ketika mengadaptasi novel karya Mark Helprin yang berjudul Winter’s Tale. Novel tersebut memiliki sejumlah karakter yang cukup rumit dalam penceritaannya serta alur magical realism yang menuntut pembaca untuk larut dalam berbagai fantasi yang dibentuk oleh Helprin sekaligus turut percaya bahwa fantasi-fantasi tersebut dapat terjadi di sekitar lingkungan nyata mereka pada saat yang bersamaan. Jelas sebuah tantangan yang sangat serius – bahkan bagi seorang penulis naskah pemenang Academy Awards seperti Goldsman yang juga bertindak sebagai seorang sutradara bagi film ini.

Continue reading Review: Winter’s Tale (2014)

Review: Haunter (2013)

Haunter (Wild Bunch/Copperheart Entertainment/The Government of Ontario - The Ontario Film and Television Tax Credit/The Canadian Audio Visual Certification Office/The Canadian Film and Television Tax Credit/Haunter [Copperheart] Productions Inc., 2013)
Haunter (Wild Bunch/Copperheart Entertainment/The Government of Ontario – The Ontario Film and Television Tax Credit/The Canadian Audio Visual Certification Office/The Canadian Film and Television Tax Credit/Haunter [Copperheart] Productions Inc., 2013)

Menyimak tiga film bernuansa thriller yang pernah diarahkannya, Cube (1998), Cypher (2002) dan Splice (2010), penonton pasti dapat merasakan bahwa Vincenzo Natali adalah seorang sosok sutradara yang gemar untuk mengekplorasi ide-ide baru, segar sekaligus provokatif dalam setiap filmnya. Sayangnya, juga berdasarkan kualitas dari tiga film yang diarahkannya tersebut, Natali terkesan selalu terjebak atas ide besar yang dimiliki oleh jalan cerita film yang ia arahkan untuk kemudian gagal memberikan pengembangan lebih luas dari ide cerita brilian tersebut. Film terbaru Natali sendiri, Haunter, mungkin tidak menawarkan sebuah premis cerita yang akan dianggap banyak orang sebagai sesuatu yang orisinil – para penikmat film pasti akan segera menggambarkan Haunter sebagai sebuah kompilasi ide dari Groundhog Day (1993), The Sixth Sense (1999) sekaligus The Others (2001). Berbagai lapisan tersebut jelas membuat Haunter menjadi sebuah film dengan struktur cerita yang kaya. Namun, apakah Natali mampu mengolah lapisan-lapisan tersebut sehingga Haunter dapat tampil sebagai sebuah presentasi cerita yang solid?

Continue reading Review: Haunter (2013)

Review: Jack Ryan: Shadow Recruit (2014)

Seperti halnya Casino Royale (2006) bagi seri film James Bond, Jack Ryan: Shadow Recruit adalah sebuah film yang menandai dimulainya proses reboot untuk seri film Jack Ryan yang dahulu telah dimulai dengan The Hunt for Red October (1990) dan kemudian berlanjut dengan Patriot Games (1992), Clear and Present Danger (1994) serta The Sum of All Fears (2002) – yang juga dimaksudkan sebagai sebuah reboot namun kemudian gagal untuk mendapatkan pengembangan lebih lanjut. Sebagai sebuah seri yang akan menjadi dasar bagi kelanjutan kisah Jack Ryan berikutnya, Jack Ryan: Shadow Recruit harus diakui mampu memberikan kesempatan yang begitu luas bagi penonton untuk mengenal karakter yang diadaptasi dari seri novel karya Tom Clancy tersebut secara lebih dekat. Sayangnya, pengembangan cerita serta beberapa karakter pendukung yang dilakukan secara minimalis membuat Jack Ryan: Shadow Recruit terasa begitu medioker dan gagal tampil istimewa dalam penyampaian ceritanya.

Continue reading Review: Jack Ryan: Shadow Recruit (2014)