Tag Archives: Kevin Durand

Review: Winter’s Tale (2014)

Winter's Tale (Village Roadshow Pictures/Weed Road Pictures, 2014)
Winter’s Tale (Village Roadshow Pictures/Weed Road Pictures, 2014)

Wellmaybe it’s true: tidak semua novel dapat diadaptasi menjadi sebuah penceritaan film layar lebar. Kadang, hal tersebut disebabkan karena beberapa novel memiliki deretan karakter dan plot penceritaan yang terlalu kompleks untuk dapat dijabarkan dengan seksama dalam dua atau bahkan tiga jam penceritaan. Sementara itu, beberapa novel lainnya memiliki struktur penceritaan yang terlalu luas untuk dapat dibawa keluar dari daya imajinasi para pembacanya. Kedua bentuk tantangan inilah yang harus dihadapi oleh Akiva Goldsman ketika mengadaptasi novel karya Mark Helprin yang berjudul Winter’s Tale. Novel tersebut memiliki sejumlah karakter yang cukup rumit dalam penceritaannya serta alur magical realism yang menuntut pembaca untuk larut dalam berbagai fantasi yang dibentuk oleh Helprin sekaligus turut percaya bahwa fantasi-fantasi tersebut dapat terjadi di sekitar lingkungan nyata mereka pada saat yang bersamaan. Jelas sebuah tantangan yang sangat serius – bahkan bagi seorang penulis naskah pemenang Academy Awards seperti Goldsman yang juga bertindak sebagai seorang sutradara bagi film ini.

Continue reading Review: Winter’s Tale (2014)

Review: The Mortal Instruments: City of Bones (2013)

the-mortal-instruments-city-of-bones-header

Jika dua seri film Percy Jackson and the Olympians (2010 – 2013) mencoba hadir untuk mengisi kekosongan singgasana yang ditinggalkan oleh franchise Harry Potter (2001 – 2011), maka The Mortal Instruments: The City of Bones adalah sebuah usaha lain Hollywood untuk mengulang kesuksesan franchise The Twilight Saga (2008 – 2012) – meskipun The Hunger Games (2011) sepertinya telah menggenggam erat posisi tersebut. Layaknya The Twilight Saga, The Mortal Instruments: City of Bones merupakan adaptasi pertama dari seri novel fantasi The Mortal Instruments karya penulis asal Amerika Serikat, Cassandra Clare. The Mortal Instruments: City of Bones juga menghadirkan banyak tema-tema familiar di dalam penceritaannya: mulai dari kisah cinta segitiga, karakter-karakter berkekuatan magis, kisah hubungan keluarga hingga petualangan untuk mencari penyelesaian dari sebuah masalah. Sayangnya, dengan naskah dan pengarahan yang benar-benar datar, The Mortal Instruments: City of Bones seringkali terlihat sebagai sebuah tiruan murahan dari The Twilight Saga daripada sebagai sebuah seri awal franchise kisah fantasi yang mampu tampil lebih baik daripada seri film yang berhasil mempopulerkan nama Kristen Stewart dan Robert Pattinson tersebut.

Continue reading Review: The Mortal Instruments: City of Bones (2013)

Review: Cosmopolis (2012)

Setelah Bel Ami, Robert Pattinson membintangi sebuah film lain yang sama-sama diadaptasi dari sebuah novel dan sama-sama memfokuskan jalan ceritanya pada tema seks, uang dan politik – walaupun kali ini, uang dan politik akan menjadi unsur cerita yang lebih dominan sekaligus memperumit alur pengisahan film. Cosmopolis, yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Don DeLillo, juga menandai kali pertama sutradara David Cronenberg menyutradarai film yang naskah ceritanya juga ditulis oleh dirinya sendiri semenjak eXistenZ di tahun 1999 yang lalu – hal yang mungkin menjelaskan mengapa Cosmopolis dapat tampil begitu rumit, kompleks serta memusingkan namun secara perlahan juga mampu untuk tampil memikat dan penuh dengan refleksi terhadap kehidupan manusia modern di saat ini.

Continue reading Review: Cosmopolis (2012)

Review: Resident Evil: Retribution (2012)

UhmmmResident Evil: Retribution adalah bagian kelima dari franchise film yang telah berusia satu dekade dan berhasil mengumpulkan total pendapatan sebesar US$675 juta dari peredarannya di seluruh dunia? Yahhh… waktu begitu cepat berlalu, khususnya ketika Anda menyaksikan sebuah seri film terbaru yang terasa hanyalah sebagai pengulangan dengan beberapa ekstensi cerita dari seri sebelumnya. Dan, sayangnya, Resident Evil: Retribution juga bukanlah bagian dalam Resident Evil yang akan mengubah pola pandang banyak orang terhadap franchise tersebut. Dalam seri kelimanya kali ini, sutradara sekaligus penulis naskah Paul W. S. Anderson bahkan tidak terlihat berusaha lagi untuk merangkai cerita yang layak untuk disajikan dalam filmnya.

Continue reading Review: Resident Evil: Retribution (2012)

Review: Real Steel (2011)

Premis Real Steel yang mengisahkan mengenai pertarungan antara para robot kemungkinan besar akan membuat banyak penonton membayangkan berbagai adegan yang terdapat dalam franchise Transformers (2007 – 2011) milik Michael Bay. Namun, Real Steel sendiri merupakan sebuah film yang mendasarkan jalan ceritanya pada cerita pendek karya Richard Matheson yang berjudul Steel (1956) dan lebih menekankan pada perkembangan hubungan antara karakter ayah dan anak yang terdapat di dalam jalan cerita daripada mengumbar berbagai adegan aksi. Pun begitu, Shawn Levy sebagai seorang sutradara juga tidak serta merta meninggalkan sisi visual film ini dan turut mampu menghadirkan deretan adegan aksi dengan pencapaian special effect yang jauh dari kesan mengecewakan.

Continue reading Review: Real Steel (2011)

Review: I Am Number Four (2011)

Dalam I Am Number Four, aktor muda asal Inggris, Alex Pettyfer, berperan sebagai Daniel, salah satu dari sembilan alien dari ras Lorien yang dikirimkan orangtuanya ke Bumi guna menyelamatkan mereka ketika para alien dari ras Mogadorian mencoba menghapus keberadaan ras Lorien dari catatan sejarah. John tidak sendirian. Sama seperti halnya dengan kedelapan alien lainnya yang dikirim ke Bumi – dan ditempatkan dalam lokasi yang saling berjauhan di Bumi – John memiliki Henry (Timothy Oliphant) yang bertugas sebagai pelindung dan pengasuh dirinya ketika ras Mogadorian melakukan pengejaran terhadap sembilan alien tersebut ke Bumi. Kesembilan alien tersebut masing-masing memiliki nomor pengenal sebagai identitas mereka. Alien pertama berhasil ditemukan dan dibunuh di Malaysia. Alien kedua berhasil ditemukan dan dibunuh di Inggris. Ketika alien ketiga juga berhasil ditemukan dan dibunuh pasukan Mogadorian di Kenya, Daniel, sebagai alien keempat, bersama Henry segera berpindah tempat agar keberadaan mereka tidak diketahui.

Continue reading Review: I Am Number Four (2011)

Review: Robin Hood (2010)

Legenda mengenai sang pahlawan rakyat kecil, Robin Hood, kembali diangkat ke layar lebar. Kali ini, kisah legendaris tersebut diarahkan oleh sutradara peraih nominasi Academy Award, Ridley Scott, dengan bintang peraih Academy Award, Russel Crowe, berperan sebagai sang tokoh utama. Seiring dengan perubahan fokus cerita, film yang tadinya akan diberi judul Nottingham ini kemudian diubah oleh Scott menjadi Robin Hood.

Continue reading Review: Robin Hood (2010)