Tag Archives: Jennifer Connelly

Review: Spider-Man: Homecoming (2017)

Spider-Man: Homecoming adalah usaha terbaru dari Columbia Pictures untuk memberikan penyegaran (sekaligus mempertahankan) seri film Spider-Man dalam daftar rilisan rumah produksi tersebut. Hal ini bukanlah kali pertama Columbia Pictures melakukannya. Dalam rentang waktu tahun 2012 hingga 2014, rumah produksi milik Sony Pictures Entertainment tersebut merilis dwilogi The Amazing Spider-Man garapan Marc Webb yang dimaksudkan sebagai reboot bagi trilogi Spider-Man arahan Sam Raimi yang berhasil meraih sukses besar ketika dirilis dari tahun 2002 hingga 2007. Sayangnya, baik The Amazing Spider-Man maupun The Amazing Spider-Man 2 gagal untuk meraih kesuksesan yang sama besarnya dengan trilogi Spider-Man milik Raimi. Belajar dari “kesalahan” tersebut, Columbia Pictures lantas memilih untuk turut melibatkan langsung Marvel Studios dalam pembuatan Spider-Man: Homecoming – sebuah kerjasama yang dimulai dengan kehadiran sang manusia laba-laba pada Captain America: Civil War (Anthony Russo, Joe Russo, 2016). Penampilan singkat Spider-Man dalam Captain America: Civil War memang berhasil mencuri perhatian tapi apakah keberadaan Marvel Studios mampu memberikan dorongan positif bagi performa Spider-Man dalam film tunggalnya? Continue reading Review: Spider-Man: Homecoming (2017)

Advertisements

Review: Winter’s Tale (2014)

Winter's Tale (Village Roadshow Pictures/Weed Road Pictures, 2014)
Winter’s Tale (Village Roadshow Pictures/Weed Road Pictures, 2014)

Wellmaybe it’s true: tidak semua novel dapat diadaptasi menjadi sebuah penceritaan film layar lebar. Kadang, hal tersebut disebabkan karena beberapa novel memiliki deretan karakter dan plot penceritaan yang terlalu kompleks untuk dapat dijabarkan dengan seksama dalam dua atau bahkan tiga jam penceritaan. Sementara itu, beberapa novel lainnya memiliki struktur penceritaan yang terlalu luas untuk dapat dibawa keluar dari daya imajinasi para pembacanya. Kedua bentuk tantangan inilah yang harus dihadapi oleh Akiva Goldsman ketika mengadaptasi novel karya Mark Helprin yang berjudul Winter’s Tale. Novel tersebut memiliki sejumlah karakter yang cukup rumit dalam penceritaannya serta alur magical realism yang menuntut pembaca untuk larut dalam berbagai fantasi yang dibentuk oleh Helprin sekaligus turut percaya bahwa fantasi-fantasi tersebut dapat terjadi di sekitar lingkungan nyata mereka pada saat yang bersamaan. Jelas sebuah tantangan yang sangat serius – bahkan bagi seorang penulis naskah pemenang Academy Awards seperti Goldsman yang juga bertindak sebagai seorang sutradara bagi film ini.

Continue reading Review: Winter’s Tale (2014)

Review: The Dilemma (2011)

Apa yang akan Anda lakukan ketika mengetahui kekasih sahabat terbaik Anda ternyata sedang berselingkuh dari sahabat Anda? Pertanyaan yang cukup sederhana, dengan pilihan jawaban yang hanya terbatas pada dua pilihan: Anda akan memberitahukan masalah tersebut pada sahabat Anda atau berdiam diri dan membiarkan sahabat Anda menemukan sendiri permasalahan dalam hubungan percintaannya. Namun, tentunya, dua pilihan tersebut memiliki beberapa konsekuensi berbeda yang pastinya akan mempengaruhi hubungan persahabatan Anda. Tema inilah yang coba dibawakan oleh sutradara Ron Howard dalam film komedinya yang bebas dari berbagai adegan yang memancing tawa, datar, dengan karakter utama yang mengesalkan dan jalan cerita yang berjalan hampir selama dua jam, The Dilemma.

Continue reading Review: The Dilemma (2011)

Review: Creation (2009)

Ilmuwan Inggris, Charles Darwin, sempat membuat kehebohan pada dunia ilmu pengetahuan ketika ia merilis buku On the Origin of Species pada tahun 1859. Dalam buku tersebut, Darwin menuliskan bahwa setiap spesies yang ada di muka Bumi saat ini berasal dari satu nenek moyang yang kemudian terus berevolusi hingga menjadi bentuknya seperti saat ini, termasuk manusia, yang menurut Darwin, memiliki nilai “keakraban keluarga” yang sangat erat dengan para simpanse.

Continue reading Review: Creation (2009)