Review: Shazam! (2019)


Setelah Man of Steel (2013), Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), dan Justice League (2017) garapan Zack Snyder yang tampil dengan nada pengisahan yang cenderung kelam, DC Films sepertinya berusaha untuk tampil dengan atmosfer cerita tentang pahlawan super yang lebih ringan dan menghibur pada film-film garapan mereka lainnya seperti Suicide Squad (David Ayer, 2016), Wonder Woman (Patty Jenkins, 2017), dan Aquaman (James Wan, 2018). Sebuah keputusan cerdas yang ternyata mendapatkan reaksi positif – baik dari para kritikus film maupun para penikmat film. Kesuksesan “arah baru” penceritaan DC Films yang lebih berwarna tersebut kini diteruskan melalui Shazam! yang di banyak bagian linimasa pengisahannya bahkan layak disebut sebagai komedi. Merupakan kali kedua karakter yang bernama asli Captain Marvel ini dibuatkan film layar lebarnya setelah Adventures of Captain Marvel (William Witney, John English, 1941), Shazam! yang diarahkan oleh David F. Sandberg (Annabelle: Creation, 2017) berhasil menunjukkan kehandalan DC Films untuk menghadirkan sajian cerita bertemakan pahlawan super yang lebih segar – dan bahkan lebih menyenangkan dari beberapa film bertema sama garapan Marvel Studios – ketika mereka benar-benar berusaha untuk melakukannya.

Memiliki latar belakang waktu pengisahan di masa sekarang, Shazam! memulai petualangannya ketika seorang remaja yatim piatu, Billy Batson (Asher Angel), berusaha melarikan diri dari rumah pasangan yang ditugaskan untuk merawatnya, Victor (Cooper Andrews) dan Rosa Vazquez (Marta Milans), guna mencari ibu kandungnya. Dalam pelariannya, Billy Batson secara tidak sengaja masuk ke sebuah dimensi kehidupan yang berbeda dan bertemu dengan seorang penyihir bernama Shazam (Djimon Hounsou) yang sedang mencari penerus kekuatannya. Karena melihat Billy Batson memiliki kriteria yang ia cari, Shazam lantas memilih remaja tersebut dan mulai menyalurkan seluruh kekuatannya. Awalnya, Billy Batson tidak menganggap serius peristiwa tersebut. Namun, fisik Billy Batson kemudian berubah menjadi sosok pria dewasa (Zachary Levi) dengan kekuatan super yang bahkan mampu menyaingi kekuatan Superman. Dibantu oleh temannya, Freddy Freeman (Jack Dylan Grazer), Billy Batson mulai menggunakan kekuatannya untuk membantu banyak orang – dan, tentu saja, bersenang-senang. Di saat yang bersamaan, keberadaan kekuatan yang dimiliki oleh Billy Batson kemudian mengundang bahaya ketika seorang ilmuwan, Thaddeus Sivana (Mark Strong), terobsesi akan kekuatan tersebut dan berusaha untuk memilikinya.

Jika film-film garapan DC Films yang memiliki atmosfer pengisahan “lebih berwarna” sebelumnya selalu mendapatkan perbandingan langsung dengan film-film garapan Marvel Studios, Shazam! mampu menghadirkan sebuah sentuhan penceritaan baru yang bahkan belum pernah dicapai oleh film-film dalam kesatuan Marvel Cinematic Universe. Daripada memberikan sentuhan komedi di banyak elemen dialog dan ceritanya, naskah cerita Shazam! garapan Henry Gayden justru menjadikan komedi sebagai bagian integral dan tidak terpisahkan dari film ini. Sebuah pilihan cerdas yang kemudian mampu tereksekusi dengan baik ketika Gayden berhasil memberikan pengembangan komikal yang sangat menyenangkan pada tiap konflik, dialog, maupun karakterisasi yang membangun linimasa pengisahan Shazam!. Terlepas dari sentuhan komedinya yang kental, Shazam! tidak lantas melupakan posisinya sebagai sebuah origin story yang memperkenalkan awal mula keberadaan sang pahlawan super. Gayden menggarap elemen tersebut dengan baik memanfaatkan formula familiar yang jelas akan menyenangkan banyak penikmat film bertema sejenis.

Tentu saja, naskah brilian Gayden tidak akan bekerja demikian mulus tanpa adanya arahan kuat dari Sandberg. Memanfaatkan nada penceritaan aksi komedi yang telah diterapkan oleh naskah cerita film, Sandberg membawa Shazam! dalam aliran cerita yang bergerak dengan cepat. Pilihan tersebut memastikan setiap momen komedi yang kebanyakan berasal dari barisan dialog film dapat tersaji secara meyakinkan. Kemasan adegan-adegan aksi di sepanjang pengisahan Shazam! juga tampil menjadi elemen pengisahan yang krusial. Tidak menawarkan bentuk adegan-adegan aksi yang benar-benar baru maupun megah namun setidaknya tetap mampu mendorong Shazam! untuk menjadi sajian yang apik. Eksekusi Sandberg sebenarnya tidak selalu berjalan lancar. Dengan durasi yang mencapai 132 menit, Shazam! sempat terasa terbata-bata dalam berkisah pada penghujung paruh kedua hingga awal paruh ketiga pengisahannya. Beruntung, momen jenuh tersebut tidak berpengaruh banyak pada kualitas atmosfer penceritaan Shazam! secara keseluruhan.

Pengarahan Sandberg juga mendapatkan dukungan penuh dari penampilan para pengisi departemen akting film ini. Levi, yang berperan sebagai sang pahlawan super, menunjukkan kemampuan dan kharisma aktingnya yang membuat karakter yang ia perankan mampu tampil begitu hidup. Chemistry yang ia jalin bersama dengan Grazer juga sukses menjadikan kisah persahabatan antara kedua karakter yang mereka perankan terasa sangat kuat sekaligus menyenangkan. Karakter antagonis Thaddeus Sivana sendiri hadir dengan penggalian karakter yang kurang terlalu mendalam. Meskipun begitu, Strong cukup mampu menjadikan kehadiran karakter tersebut tetap memberikan kesan yang kuat. Para pemeran lain, seperti Hounsou, Angel, John Glover, serta Faithe Herman, Grace Fulton, Ian Chen, dan Jovan Armand yang berperan sebagai anak-anak yatim yang juga berbagi rumah singgah bersama dengan karakter Billy Batson juga semakin memperkuat kualitas penampilan departemen akting Shazam!. [B-]

shazam-zachary-levi-movie-posterShazam! (2019)

Directed by David F. Sandberg Produced by Peter Safran Written by Henry Gayden (screenplay), Henry Gayden, Darren Lemke (story), Bill Parker, C. C. Beck (characters) Starring Zachary Levi, Asher Angel, Mark Strong, Jack Dylan Grazer, Djimon Hounsou, Faithe Herman, Grace Fulton, Ian Chen, Jovan Armand, Marta Milans, Cooper Andrews, Adam Brody, Meagan Good, Michelle Borth, Ross Butler, D. J. Cotrona, John Glover, Andi Osho, Natalia Safran, Caroline Palmer, David F. Sandberg, Steve Newburn, Ned Morill, Lotta Losten, Bill Dean, Ryan Handley, Steve Blum, Darin De Paul, Fred Tatasciore, David Kohlsmith, Ethan Pugiotto Music by Benjamin Wallfisch Cinematography Maxime Alexandre Edited by Michel Aller Production company New Line Cinema/DC Films/The Safran Company/Seven Bucks Productions/Mad Ghost Productions Running time 132 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: Shazam! (2019)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s